Pages

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, December 30, 2015

Nasehat Pernikahan

Jika pernikahan adalah sistem kontrak, mungkin banyak yang ingin segera menyudahinya..

Jika pernikahan bukan untuk satu selamanya, banyak yang ingin segera mengganti dengan yang baru..

Jika pernikahan adalah belenggu, banyak yang memilih untuk tidak melakukannya..

Jika pernikahan hanyalah status, untuk apa pura-pura bahagia..

Jika pernikahan adalah deadline umur, banyak yang asal pilih untuk dinikahi..

Lalu, satu persatu penyesalan datang silih berganti. Ketika ternyata pernikahan tak seindah yang diimpikan, hanya fatamorgana belaka. Pun saat menyadari pernikahan bukanlah jaminan kebahagiaan. 

Hey, lihat di luar sana banyak sekali yg mendamba jodoh yg tak kunjung datang. Diluar sana banyak yang harus mengeluarkan banyak rupiah demi bisa mendapatkan seorang bayi dari sebuah perkawinan. Di luar sana banyak yang merindukan sebuah keluarga kecil bahagia. 

Kenapa kita selalu lupa bahwa kita telah diberi semua ? Kenapa kita (selalu) membandingkan kebahagiaan orang lain dari apa yg ia upload di socmed..?

Pernikahan lebih dari sekedar perjanjian dua hati. Keutamaan atas nama Tuhan diatas segala janji untuk setia mendampingi dalam suka dan duka, sakit susah, untung dan malang. Pernikahan bukan sekedar tanda tangan di atas kertas demi legalitas. Ada tanggung jawab di atas segala perkara.

Bersyukurlah kita, jika punya pasangan yang saling mencinta. Tak usah bicara hubungan yang sempurna. Saling memahami, mengerti dan melengkapi cukuplah sudah. Tak perlu mencari kebahagiaan yang lain. Karena surga bahagia bisa kita ciptakan sendiri dalam keluarga. Istana hati itu ada. Disini.

Tentang Nasehat Pernikahan

Banyak tips-tips tentang cara menjaga kelanggengan pernikahan. Semuanya bertujuan baik, supaya kehidupan pernikahan lebih berwarna. Dari sekian banyak nasehat itu, ada beberapa yang cukup nyangkut di benak saya untuk selalu saya camkan bersama pasangan. Apaan ya..mau tahu..yuk mari..

Ingat selalu dengan kata TAHAN. Bukan..bukan jepit..tahan.. #eh tapi TAHAN dari kata bertahan. Mau mempertahankan pernikahan kan..? 

Ini dia singkatan dari TAHAN. Dipraktekkan yaa...

T singkatan dari Terbuka

Suami istri harus selalu bersikap terbuka.  Jangan terlalu introvert. Demi kebaikan, tak ada yang ditutupi rasanya lebih fair. Ya kan..mau berhubungan intim aja berani buka-bukaan sama pasangan kok..masak saat ada masalah malah ditutupi..terbuka ajalah..sehingga mudah dicari solusi bersama. Keterbukaan ini tentunya menyangkut tentang kejujuran latar belakang siapa pasangan kita, bagaimana masa lalunya, keluarganya, pergaulannya dan segala tetek bengek yang berkaitan dengannya kita harus paham luar dalam. Juga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan bersama, pekerjaan, aktivitas dan lain sebagainya. Intinya sih, komunikasi harus lancar. Suami pergi kemana, istri harus tahu. Jangan sampai suaminya pergi bersama temannya istri tidak tahu menahu karena suami tidak pamit. Saat ditanya orang suaminya kemana, tidak bisa menjawab. Ladhalah..gimana tuh..

A singkatan dari Asyik

Hubungan pernikahan harus dibuat se-asyik mungkin. Karena yang namanya jenuh itu bisa menyerang hubungan siapa saja. Apalagi jika usia pernikahan itu cukup lama dan begitu-begitu saja. Bosan dong kalau monoton. Makanan aja bisa basi kalau nggak diangetin, hubungan pernikahan juga begitu. Jadi penting banget untuk recharge hubungan suami istri. Ya sesekali bolehlah nonton ke bioskop berdua aja sama pasangan, ngobrol mesra berdua seperti orang kasmaran. Bisa lho, jatuh cinta kedua kali sama pasangan yang sama. Karena cinta itu ibarat tanaman, yang jika dipupuk bisa semakin subur. Kalau didiamkan saja tanpa dirawat, ya bisa tak terurus lalu akhirnya mati. Ada cerita nih, pasangan suami istri yang merayakan kawin emas pernikahannya ditanya apa  resepnya bisa menjaga hubungan sedemikian awetnya. Mau tahu apa jawabannya ? Hush..bukan formalin lho jawabannya. Mereka tak ragu untuk berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman saat menjelang tidur malam. Selain itu, mereka sering melakukan ritual mandi berdua. Nah kan..ternyata resepnya sesederhana itu dan cukup ampuh. Biasanya kan yang sudah menikah itu ada rasa malu ya mau mesra-mesraan sama pasangan. Cukup hubungan intim udah. Di luar itu gak pernah mesra layaknya orang pacaran. Ternyata itu yang justru bisa menumbuhkan rasa cinta dan kangen secara terus menerus.

H singkatan dari Hormati dan Hargai

Saling menghormati dan menghargai apapun latar belakang pasangan tentu lebih menentramkan jiwa. Tak perlulah saling mengejek. Sendeso apapun asal pasangan kita. Yoben dia orang ndeso, yang penting cinta mau diapakan lagi..iya kan..? Pun kalo yang ndeso itu kita, tak perlulah pasangan mengungkit kendesoan itu. Cukup Tukul saja yang dindesoin hehe..Perbedaan pendapat pasti ada, cari jalan tengah aja bagaimana supaya hormat dan menghargai itu selalu ada. Hormat menghormati dan saling menghargai ini juga berlaku saat terjadi perbedaan pendapat. Harus ada yang mau mengalah, kalau saling ngotot ya nggak bakal ada titik temu. Nggak jamannya lah saling egois apalagi sampai salah paham. Sakit lho kalo terjadi perselisihan jika sebabnya karena salah paham. Asa nggak nyambung aja gitu..

A singkatan dari Ampun

Saling memaafkan tanpa mengungkit masa lalu tentu lebih menyejukkan hati. Lha wong pasangan sudah minta maaf, mohon ampun dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi ngapain diungkit lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Semua orang punya masa lalu. Mengampuni lebih baik daripada harus mengungkit-ungkit kesalahan kembali. Toh, kita juga bisa salah dan jauh dari sempurna. Yang penting sekarang bagaimana caranya merangkai masa depan bersama. So sweet kan..

N singkatan dari Nasehat

Boleh kok suami istri saling menasehati. Kalau istri salah, dinasehati gimana cara yang bener. Istri juga jangan ngeyel kalau dinasehati suami. Manut ajalah kalau memang tujuannya untuk kebaikan bersama. Ini berlaku sebaliknya. Kalau suami yang salah, istri jangan segan menasehati dan suami jangan tersinggung merasa digurui. Cari cara yang paling halus untuk saling menasehati. Bicara baik-baik tanpa menuding. Saling mengingatkan dan menasihati supaya hati-hati. Tentu tujuan pernikahan itu untuk kebaikan bersama menuju kebahagiaan kan. Siip..kalo begitu, samakan visi dan misi. Sementara egois yang dominan ditinggalkan dulu.

Nah, itu sebagian nasehat tentang pernikahan. Semoga ada gunanya ya..Sebenarnya tulisan ini lebih ditujukan untuk hubungan pernikahan saya sendiri aja sih.. Sekalian sebagai refleksi di kado pernikahan kami hari ini. Iya, di tanggal ini, sembilan tahun yang lalu kami melangsungkan pernikahan. Harapannya sih, semoga selalu bisa menjaga hubungan ini sampai anak-anak besar, bisa merasakan sampai anak menikah, punya cucu, kawin perak, kawin emas..pokoke awet sampe kaken ninen lah..Segala gangguan, hambatan, godaan dan ancaman semoga bisa lah dilewati..Ammiinn..Ammiinnn..
 

Monday, October 26, 2015

Saat Anak Demam




Sebagai seorang ibu, pasti kita panik jika anak yang masih kecil apalagi bayi badannya panas atau demam. Sebenarnya, badan panas bukanlah suatu penyakit, namun hal ini merupakan reaksi tubuh saat terjadi suatu infeksi. Infeksi ini bisa ditimbulkan oleh virus, flu misalnya.

Saya pribadi, saat anak mengalami badan panas tidak serta merta saya kasih obat panas atau langsung periksa ke dokter. Yang saya lakukan pertama kali adalah memantau suhu tubuh dengan termometer sambil mengingat-ingat apa yang telah dilakukan oleh si kecil. Jika suhu tubuh masih dibawah 38 derajat Celcius, obat panas belum saya berikan. Namun jika suhu diatas 38 derajat Celcius, baru saya kasih obat panas berupa Paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan untuk usia anak. O,ya saya selalu siap sedia obat panas untuk si kecil di lemari obat.

Langkah selanjutnya adalah saya selalu memantau perubahan suhu yang terjadi. Jika panas tubuh tidak mengalami penurunan sampai tiga hari meskipun sudah dikasih obat, ini yang perlu diwaspadai. Segera bawa si kecil periksa ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk cek darah jika panasnya sudah lebih dari tiga hari. Jangan dibayangkan paniknya jika kondisi anak seperti itu. Kasihan bingit..

Pengalaman saya beberapa hari yang lalu, si bungsu yang berusia 19 bulan tiba-tiba badannya agak panas dan sedikit rewel. Saya cek suhunya, masih dibawah 38 derajat Celcius. Saya belum memberi obat. Saya balur tubuhnya dengan minyak telon, sambil memijat badannya. Asupan makanan saya perhatikan yang bergizi tinggi dan tetap memberi ASI secukupnya. Asumsi saya, si kecil kecapekan bermain di luar rumah yang anginnya cukup besar. Bisa jadi dia masuk angin. Dan puji Tuhan, keesokan harinya suhu badannya sudah turun dan normal kembali. Senangnyaaa..

Saya selalu membiasakan anak untuk tidak tergantung pada obat-obatan. Periksa ke dokter pun jarang saya lakukan jika sakitnya belum taraf mengkhawatirkan. Jika pertolongan pertama bisa dilakukan di rumah, itu yang saya maksimalkan. Pun saat ada obat tradisional aman yang bisa diberikan, akan saya berikan. Iya, saya biasa mengerok punggung anak saya dengan bawang merah saat ia sakit panas. Kemudian membalurkan parutan bawang merah dicampur minyak telon ke dahi anak yang panas. Biasanya manjur. Turun suhunya bisa cepat. Atau bisa juga dikompres pakai air hangat.

Saya tidak akan terlalu khawatir jika anak saya badannya panas tapi aktivitasnya masih seperti biasa, nafsu makannya masih bagus dan ketika dia masih ceria tertawa-tawa. Biasanya panas yang seperti ini akan segera berlalu. Bisa jadi dia kecapekan, atau tubuhnya sedang diserang virus tapi kekebalan tubuhnya bisa melawan.

Jadi, sakit panas pada anak semacam alarm bahwa tubuhnya sedang tidak sehat. Sesegara mungkin bisa kita tangani dengan memperhatikan hal-hal di atas. Jangan sampai kita kecolongan, suhu badan anak sudah tinggi, tidak diberi obat, langsung dibawa ke rumah sakit , ternyata sampai di rumah sakit anaknya sampai mengalami kejang-kejang. Pernah ada kejadian seperti itu. Dokter menyarankan bahwa anak perlu diberi obat panas sebagai pertolongan pertama jika suhunya diatas 38 derajat Celsius. Jika panasnya tidak mengalami penurunan baru dibawa ke rumah sakit. Jangan sampai anak kejang. Jika kejang, resiko yang ditimbulkan lebih berbahaya. Bisa menyerang syaraf dan mengakibatkan kelumpuhan. Duh..jangan sampai ya, mom..

Ok, mom..sekian ceritanya. Semoga anak-anak selalu sehat dan ceria yaaa...

Sunday, August 16, 2015

Tips Cantik Murmer Ala Ibu RT

Halo bu..ibu..gimana kabar hari ini..? Jawab yang keras ya.."Luarrr biaassaaaa..." *sedaappp*. Eennggg..sering ngalamin gak ya..pekerjaan rumah seabreg-abreg sedangkan waktu me time nyaris tak ada. Boro-boro mlipir sebentar ke salon untuk sekedar potong rambut, anak dan suami selalu nginthil untuk berebut kasih sayang seorang ibu..*lebay ih..* Heheheh..tapi dibalik itu, kadang kita merasa bangga ya karena dibutuhkan oleh berbagai pihak..*tsah..*

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang multitasking memang harus multitalenta..Kita dituntut untuk serba bisa untuk menjadi apa dan siapa saja. Bayangkan, ketika lagi masak, si baby menangis. Secepat kilat kompor dimatikan, lalu berlari menuju sumber suara. Sejenak menyusui hingga bayi tenang kembali, dan harapannya tertidur lagi trus bisa disambi lagi gitu..masak memasak lanjut kembali. Tapiii..kadang rencana tak seindah kenyataan. Ternyata si baby terbangun dan enggan untuk menutup mata kembali. Ngambek kalo ditinggal. Sedangkan masakan di dapur dalam skala tanggung. Maju kena, mundur kena..*apa seh..*Nah, dalam situasi seperti ini kita dituntut untuk bisa menentukan prioritas, mengambil keputusan secara cepat. Ini berlaku saat kita gak punya ART lho ya..

Mau tak mau, masaknya ntar lagi aja, rasanya gak karuan biarin. Yang penting my baby safe, sampai tertidur kembali dengan kenyang. Nah, baru deh kegiatan yang lain bisa dilanjut dengan tenang. Anak senang, suami senang, kitanya juga ikutan senang. Rasanya lega banget bisa "mrantasi" semua tugas itu dengan sukses. Walaupun cuma hal kecil, ini juga termasuk sukses lho..sukses kecil..hehehe..

Trus problem yang cukup merisaukan bagi ibu-ibu RT seperti kita ini, maunya kan tetap tampil kece di depan suami ya..Walaupun saat di dapur nyaman cuma pake daster doang ..hihihi..

Etapi, kita bisa lho merawat diri di sela-sela kesibukan sebagai ibu RT. Nggak percaya..? Gini nih cara saya merawat diri, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Murah meriah, hemat waktu, hemat biaya dan pasti tambah disayang suami..ehem..

1. Saat Cuci beras

Biasanya, air cucian beras pertama saya pakai untuk cuci muka dan sisanya saya endapkan di dalam mangkok kecil. Untuk apa ? Ssttt..endapan dari sari tepung beras kan bisa dipakai sebagai masker. Jadi saat pagi hari cuci muka dengan air beras, sore hari sebelum mandi, wajah dimasker pakai sari tepung beras dari endapan air cucian beras itu. Dijamin, wajah jadi berseri dan kinclong. Tak masalah jika jarang facial di salon mahal dan terkenal.

Gambar dipinjam dari sini


2. Saat menggoreng telur

Sering kan ya, habis digoreng telurnya, kulitnya langsung kita buang ke tempat sampah. Padahal, sisa putih telur ada khasiatnya lho. Selain bisa untuk masker wajah supaya kulit kencang, putih telur berkhasiat sebagai penghilang bekas luka. Jadi jika punya bekas luka oleskan saja dengan putih telur yang masih tersisa di kulit telur. Murah meriah kan..

Gambar dipinjam dari sini


3. Khasiat Lidah Buaya

Kalau ini udah pada tahu kan ya. Salah satu khasiat lidah buaya adalah sebagai penyubur rambut. Kebetulan, saya menanamnya di kebun. Jadi sering saya ambil untuk creambath sebelum mandi. Didiamkan selama setengah jam sambil disambi kerjaan rumah lainnya. Trus mandi deh. Keramas sekalian.

 Gambar dipinjam dari sini


4. Teh basi

Semalem habis wedangan (baca : ngeteh ) bareng suami dan anak, biasanya masih ada sisa teh yang belum dikasih gula. Pagi harinya tentu udah gak enak mau diminum lagi. Nah, ternyata air teh basi ini bagus untuk rambut. Katanya sih bisa mencegah uban tumbuh. Tinggal dioles-oles aja ke rambut, diamkan setengah jam, baru deh keramas. 

Gambar dipinjam dari sini

5. Jeruk Nipis

Sering kan pakai jeruk nipis untuk bumbu ikan, ayam, dan sebagainya. Nah setelah diperas, jangan langsung dibuang ampas jeruk nipisnya. Kadang kan masih ada tuh sari jeruknya, usapkan ke tangan, ternyata bisa menghaluskan kulit ho..juga bisa mengurangi kaki pecah-pecah. Gak percaya ? Cobalah.. 

Gambar dipinjam dari sini

Nah, itu tips supaya cantik ala ibu rumah tangga super rempong seperti saya. Gak ada waktu ke salon bukan alasan untuk tidak merawat diri. Cuzz..gampang, murah, meriah..dan satu lagi yang penting harus ada niat. Kalo gak ada niat, yo wis..bubar jalan deh..hehe.

Tuesday, July 21, 2015

Tips Supaya Anak Belajar Efektif


Hai..hai..mommy-mommy..anak-anak dah pada libur kan..? Gimana..bisa agak santai ya.. Yang biasanya heboh bangun pagi langsung ke dapur nyiapin sarapan sekarang bisa agak santai dikit lah bangunnya, kecuali yang lagi pada puasa..tetep hehe..Maaf ya, ini tulisan sudah kelamaan ngendon di draft, jadi topik bahasannya seputar libur anak sekolah, sempet postingnya baru sekarang pas anak sudah mau masuk sekolah lagi n abis lebaran. Ah, iya..selamat lebaran ya mom, mohon maaf lahir dan batin..

Oke, lanjut yah..nilai anak-anak gimana, mom..? Bagus kan..pada naik kelas..and ada yang lulus juga kan ya..Syukurlah..Semenjak kurtilas tidak diberlakukan, sistem peringkat alias ranking ada lagi ya..Dan saya cukup surprise ketika kemarin anak mbarep saya dapat juara III di kelasnya. Aih..senangnya..padahal si sulung ini termasuk jarang belajar kecuali kalau ada PR, ada ulangan dan menjelang ujian. Selebihnya..banyakan nonton film kartun, main PS, main sepedaan sama temennya dan kegiatan lainnya yang jauh-jauh dari buku pelajaran.

Ya namanya anak kelas 1 SD, tentunya masih seneng mainnya daripada belajarnya. Tapi satu hal pasti yang selalu saya tekankan kepadanya  tentang tips supaya bisa menyerap pelajaran ada mom..Karena dengan resep itu, bersyukur saya dulu langganan ranking 1-3 dari SD sampai kelas satu SMA hehe..Dan bonusnya, bisa dapat beasiswa dari SD sampai kuliah, sering mewakili sekolah untuk ikut lomba mata pelajaran ( matematika, bahasa Indonesia, cerdas cermat P4, dll). Jadi, resepnya apa..mau tahu ? Baiklah..akan saya share ya..

Sebelumnya, kilas balik dulu tentang pengalaman belajar saat saya sekolah dulu. Saat kelas 1 SD, prestasi belajar saya biasa saja. Bahkan kelas 1 SD awal-awal saya belum bisa baca, baru mengenal huruf doang. Secara, waktu di TK saya tidak diajarin cara membaca. Atau saya yang lupa ya..pokoke, yang saya inget, saya belum bisa membaca dan bingung saat ada pelajaran mendikte.Lambat laun, saya mulai bisa adaptasi dan nilai pelajaran mulai membaik. Mulai kelas tiga SD, saya mendapat peringkat rangking satu trus berlanjut hingga kelas-kelas selanjutnya. Ranking satu terus ? Nggak juga sih, ada juga kalanya nilai menurun jadi ranking 2 terus ranking 3 juga pernah. Trus tahu-tahu melejit ke ranking satu lagi. Ya sekitar 3 besar itu aja. Masuk SMP, peringkat masih 3 besar di kelas, malah sempat meraih juara umum ketiga satu sekolah. Bangga..? Ya pastilah..tapi ada yang lebih penting dari sekedar peringkat itu. Ilmunya bagaimana, apakah benar-benar nyangkut di otak saya atau hanya sekedar angka-angka bagus dan peringkat saja yang saya kejar. Trus dengan pencapaian itu apakah saya belajar terus sampai gak ada waktu untuk main dan santai-santai.

Nehi..nehi..waktu bermain dengan teman tetap harus ada. Saya nggak mau nilai bagus tapi sosialisasi kurang. Itu juga yang selalu saya tekankan untuk anak saya. Nilai dan prestasi boleh bagus, namun potensi diri yang lain juga harus dikembangkan.

Ini dia tips supaya anak belajar efektif versi saya based on true story..hihihih..

1. Konsentrasi dan Fokus 

Ini berlaku saat anak berada di kelas sementara guru menerangkan pelajaran. Saya selalu  mengingatkan supaya anak saya jangan berpikir soal lain kecuali apa yang diajarkan oleh guru saat itu. Jadi harus konsentrasi dan fokus, kalo udah ngerti diingat-ingat dan kalo belum paham segera bertanya. Sehingga, pelajaran diusahakan nyantol di otak saat itu juga. Kan, jadi lebih mudah untuk mengingatnya lagi kapan-kapan
2. Mengulang kembali pelajaran setelah sampai di rumah 

Nah setelah di sekolah tadi udah ngerti soal pelajaran yang diterima, sampai rumah diulang lagi karena masih fresh jadi lebih gampang ingetnya. Ini juga cara untuk nyicil pelajaran dari sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Gak usah lama-lama juga, paling sekitar 15 menit aja. Yang penting sudah terekam di otak. Tujuannya sih, supaya anak tidak terjebak pada sks (sistem kebut semalam) menjelang ujian

3. Say big no for cheat

Yap..saya menegaskan kepada anak saya jangan sampai menyontek. Selalu saya tekankan, berapapun nilai yang berhasil ia raih akan selalu saya hargai jika mengandalkan kemampuannya. Tak ada toleransi jika anak saya mendapat nilai bagus namun hasil dari mencontek. Itu curang. Dosa, dan tentunya tidak baik untuk perkembangan mental anak. Proses lebih penting dari sekedar hasil. Saya usahakan untuk selalu menumbuhkan kepercayaan diri pada anak sehingga dengan kemampuan dirinya dia akan lebih comfort dengan apa yang ia capai. Jika suatu waktu mendapat nilai jelek, ya dievaluasi dicari penyebabnya apa. Jika memang kurang belajar ya dibenahi. Tapi jangan sampai anak mencari jalan pintas demi mendapat nilai bagus hanya karena takut dimarahi jika nilainya jelek.

4. Mengatur jadwal saat di rumah

Walaupun kadang agak sulit untuk bisa teratur, namun setidaknya sebagai orang tua harus tegas memberlakukan peraturan di rumah. Ada waktu untuk belajar, santai dan bermain bersama teman. Sejauh ini sih, anak saya masih bisa diatur kapan dia harus makan, bermain, mandi dan belajar.

Ya..ya..ya..ehm..tips apalagi ya..saya rasa sih udah ya.. Yang terpenting sih saya dan suami sebagai orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak. Selalu support apa yang menjadi keinginan positif anak. Jangan sampai anak merasa terabaikan dan tidak diperhatikan. Kuncinya sih kalau anak tidak kekurangan kasih sayang orang tua, biasanya anak bisa lebih mudah diatur. Komunikasi dua arah sangat penting dan harus menjadi prioritas utama. 

Oke..oke..sekian dulu tipsnya..dadah.. :D

Wednesday, July 1, 2015

Menabung Yuk..!

Bing beng bang
Yok.. kita ke bank

Bang bing bung
Yok.. kita nabung

Tang ting tung 
Hey.. jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung

Ada yang masih inget lirik lagu anak-anak tentang menabung itu...? Kalo gak salah penyanyinya Saskia and Geofany. Penciptanya tante Titik Puspa. Lagu ini cukup hits di sekitar tahun 80-an, saat saya masih kanak-kanak. Ada yang tahu..? Toss dong, berarti kita seumuran. Hiks..*ketahuan tuwirnya*

Saya ingat, pertama kali menabung di bank  tahun 1998 di BCA dengan saldo awal 25 ribu rupiah. Dapat ATM. Senangnya dapat ATM pertama kali. 

Kartu ATM saya pertama kali tahun 1998, sampai sekarang masih digunakan :)


Arti menabung bagi saya : SANGAT PENTING

Iya, menabung termasuk "the most important thing". Why ? Karena, menabung menentukan masa depan kita. How ? Dengan menyimpan uang, kita punya sangu untuk mencapai tujuan kita di masa yang akan datang. Duh, abstrak banget sih, coba konkritnya bagaimana..pusing pala baby nih..

Misalnya aja nih, sebagai orang tua, kita punya cita-cita untuk menyekolahkan anak semaksimal kemampuan kita, bahkan diusahakan bisa sampai ke luar negeri. Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang ? Nggak mungkin dong ujug-ujug kita punya biaya besar jika tidak menabung dari sekarang. Iya kan..? Hm..iya juga sih..trus bentuk menabungnya gimana tuh..? Pakai celengan jago ? Berapa tahun ? Butuh berapa celengan jago..? Aduh..ini jaman milenium ya..ada bank..ada macam-macam bentuk investasi..Gunakan itu..

Macam-macam bentuk investasi jangka panjang, misalnya :
  • Asuransi : ada asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, yang  bisa kita gunakan saat dibutuhkan
  • Property : tanah, bangunan, nilainya tidak akan turun bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu..
  • Deposito : kalau ada uang nganggur lebih baik di depositokan dalam jangka waktu tertentu..lumayan kan dapet bunga
  • Emas : termasuk logam mulia yang nilainya naik turun, namun kalaupun turun tidak terlalu drastis dan biasanya akan naik lagi
  • Dolar : biasanya nilainya akan selalu naik di saat rupiah terpuruk
  • Saham : ini juga bentuk investasi, tapi sebaiknya pelaku cukup paham tentang lika liku bursa saham, karena resiko cukup besar dan sifatnya tidak bisa dipastikan alias gambling

Tips Menabung Ala Saya
 
Pernah gak sih suatu waktu kita butuh uang tapi tidak mau mengganggu gugat uang di bank, ataupun investasi jangka panjang di atas. Kalau saya sering, misalnya tiba-tiba ada undangan kondangan nikah, sunatan, melayat, menengok orang sakit, arisan, dan lain sebagainya, yang mau tidak mau harus kita lakukan sebagai makhluk sosial. Biasanya saya menyisihkan uang secara manual dari sisa belanja harian. Jadi jika misalnya tiap hari sudah dipatok untuk uang belanja makan 50 ribu rupiah. Ternyata saya bisa menghemat hari ini cuma 30 ribu, berarti ada sisa 20 ribu, langsung saya masukkan ke celengan jago. Besok lagi ada sisa belanja berapa, ya di masukkan terus. Prinsipnya jangan sampai sehari lebih dari 50 ribu rupiah, kalau sisa ya boleh banget. Lumayan kan..

Celengan ayam jago yang legendaris n fenomenal

Trus, pernah juga menabung tapi di target. Ini biasanya terjadi karena ada pengeluaran di luar rencana rutin bulanan. Misalnya, bulan depan ada acara piknik bersama teman-teman arisan. Sudah diputuskan dana sekian. Karena waktunya sebulan lagi dan tak ada uang lebih karena sudah ada pos-pos pengeluaran masing-masing, maka saya menarget sehari harus bisa nabung sekian. Misalnya, biar gampang ngitung..saya butuh dana 300 rb bulan depan untuk piknik. Karena waktunya sebulan lagi, berarti supaya bisa dapet uang segitu saya harus nabung 10 ribu rupiah setiap hari. Nah, ini bisa diambilkan dari sisa belanja harian, jadi uang yang masuk ke celengan jago dikurangi 10 rb. Lalu saya menyediakan celengan khusus lain untuk kegiatan piknik itu.


Celengan jago bersama teman sesama celengan :D

Kalau kebutuhan uang tidak hanya satu macam, ya sediakan saja kaleng khusus yang banyak, ditulisi dan di target tiap hari harus nabung berapa. Jumlahnya bisa beda-beda sesuai kebutuhan. Rumit juga ya..hehehe..saya mah gitu orangnya..gak mau tekor sih..
Kaleng-kaleng ini bisa berubah fungsi jadi celengan dadakan ;p

Prinsip supaya bisa menabung ala saya :
  1. Jangan menunggu kaya baru menabung, berapapun penghasilan wajib ditabung minimal 10%
  2. Begitu menerima uang, langsung sisihkan uang untuk menabung 
  3. Biasakan hidup hemat, efektif dan efisien
  4. Memperkecil pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
  5. Gaya hidup apa adanya, tidak perlu gengsi
  6. Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Nah, karena menabung ini penting, dan manfaatnya banyak banget..maka, saya juga mengajari anak untuk menabung sejak dini. Bagaimana caranya ?

Cara saya mengajari anak menabung :
  1. Memberi pemahaman jika ingin sesuatu, harus menabung dulu
  2. Ada celengan jago khusus anak, yang diisi saat uang saku sisa, dan dapat rejeki dari eyang atau saudara yang datang
  3. Membiasakan membawakan bekal makanan ke sekolah sehingga uang saku bisa full ditabung
  4. Ikut menabung di sekolah
Cerita tentang menabung di sekolah, kemarin saat kenaikan kelas anak sulung saya dapat reward juara I menabung paling rajin dan banyak di kelas. Menabungnya setiap hari senin, rabu dan jumat. Saya membiasakannya untuk jangan lupa menabung di sekolah. Mekanismenya,  anak saya diberi buku tabungan yang  jumlah uangnya diisi sendiri dan di paraf orang tua, kemudian Wali kelas mencocokkan uang dan jumlahnya kemudian paraf. Jenis tabungannya ada dua macam dalam satu buku tabungan yaitu tabungan wajib dan tabungan sukarela. Tabungan wajib di bagi saat kelulusan SD, sedangkan tabungan sukarela dibagikan setiap kenaikan kelas. Senang sekali anak saya dapat buku tulis selusin, kan budget untuk beli buku bisa ditabung..hehehe..

Nah, itu pengalaman saya tentang menabung. O,ya sudah tahu belum ya, kalau jaman sekarang, ada website canggih yang memudahkan kita untuk mendapatkan banyak info tentang menabung lho. Tengok aja di Cermati. Mau tanya apa saja tentang tabungan, pinjaman, bank mana aja..semuanya ada dan lengkap..kap..cuzz..langsung ke tkp ajahhh..Sampai ketemu disana ya...

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

http://www.emakgaoel.com/2015/06/lomba-blog-share-tips-menabungmu.html

Sunday, July 6, 2014

Tips Supaya ASI Lancar


ASI sekali perah 180 ml :) 

Halo, ibu-ibu..gimana kegiatan hari ini ? Sudah masak, nyapu, ngepel, nyuci, ngurus anak, ngurus suami..halah..ternyata kerjaan seabreg-abreg ya bu..capek deh..

Hm..biar capek, ternyata menjadi ibu itu anugerah lho..bahagianya tak tergantikan oleh apapun, terutama jika melihat anak-anak tumbuh dengan riang gembira ya...

Ngomong-ngomong, apakah ibu-ibu ada yang baru melahirkan seperti saya ? Iya, saya kan abis lairan, bu..anak kedua, adiknya mas Andro. Cewek. Sip dah, Tuhan selalu punya rencana indah..keajaiban itu terjadi, bu..

Kebayang dong, gimana repotnya punya baby. Riweuh...tapi happy moms..Dan saya sangat bersyukur karena saya bisa menyusui bayi saya dengan ASI yang lumayan lancar jaya. Beda dengan mas Andro yang merasakan ASI saya fifty-fifty sama sufor (susu formula), dedek Rea bisa merasakan ASI full saya. Eksklusif. Bangga dan bahagia tentunya.

Lalu, gimana supaya ASI bisa lancar..padahal waktu anak pertama ASI saya cuma sedikit, itupun ditinggal kerja. Hu..hu..kasihan mas Andro, padahal waktu itu mas Andro disinar karena bilirubin tinggi, butuh asupan ASI yang banyak, sedangkan saya hanya bisa memompakan ASI sebanyak 30 ml sekali peras. Hiks..sedih ya..

Berdasarkan pengalaman pahit itu, saya bertekad untuk bisa menyusui ASI secara eksklusif untuk anak kedua saya. Memang butuh perjuangan ekstra, mengingat saya harus dioperasi caesar untuk anak kedua ini. Mungkin ibu-ibu ada yang mengalami, bagaimana sakitnya sehabis operasi caesar. Untuk miring ke kiri dan ke kanan saja hadeuh..sakit banget di hari pertama sesudah operasi. Tapi saya harus segera menyusui anak saya. Maka, saya berjuang untuk meyusukan ASI saya yang belum keluar banyak waktu itu. Saya mencoba terus. Memang dek Rea menangis karena kesal ASI nya keluar sedikit sedangkan dia masih haus. Tapi saya tetap menyusukannya meskipun puting saya sampai lecet berdarah-darah. Uh..sakitnya.. 

Asumsinya jika puting payudara sering dihisap, akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak. Saya mencoba sabar dan tabah untuk bertekad menyusuinya di tengah rasa sakit pasca operasi. Mana tangan masih diinfus, punggung sakit, puting sakit..wah..semuanya harus dilawan demi ASI yang sangat penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi.

Hari kedua ASI saya belum lancar, sedangkan dek Rea sudah sangat kehausan. Puting saya bertambah parah lecetnya. Badan saya sudah tidak karuan rasanya. Sembari mencoba untuk berusaha bisa duduk, saya menyusukan ASI yang masih mengandung colustrum. Tidak keluar banyak, dan dek rea menangis keras sekali. Saya tidak tega, suami juga tidak tega, dan karena takut dek Rea mengalami dehidrasi, maka suami minta kepada perawat untuk memberi dek Rea susu formula karena ASI belum lancar. Sebenarnya saya juga tidak rela, tapi mengingat kondisi, akhirnya saya pasrah. Dek Rea sempat diberi susu formula 3 kali masing-masing 30 ml selama di rumah sakit.

Hari ketiga pasca operasi, saya sudah boleh pulang ke rumah bersama dedek bayi. Puji Tuhan dek Rea termasuk well baby yang tidak mendapat perawatan khusus seperti diinkubator, diinfus ataupun disinar seperti kakaknya dulu. Jadi bisa barengan pulangnya sama saya. Beda dengan mas Andro yang ditinggal di rumah sakit, sedangkan saya sudah boleh pulang.

Sampai di rumah, segala upaya saya lakukan demi kelancaran ASI saya. Hampir 2 jam sekali saya menyusui, namun saat puting saya lecet luar biasa dan saya tidak tahan, maka saya inisiatif untuk memompakan ASI saya. Sakit juga sebenarnya, namun tidak sesakit saat dihisap dek Rea yang masih kasar lidahnya.

Pertama memompa dengan breast pump yang sederhana, saya mendapatkan 60 ml selama hampir satu jam. Pegel juga tangan dan leher saya. Tapi itu lebih baik dibandingkan anak pertama dulu yang hanya mendapatkan 30 ml sekali pompa. Segala makanan dan minuman yang bisa membuat ASI lancar saya konsumsi, selain obat pelancar ASI dari dokter yaitu laktafit. Makanan dan minuman itu antara lain susu, daun katu, pepaya, daun pepaya, daun kelor, bayam, wortel, daun ketela rambat, daun singkong, buah-buahan dan sayuran lainnya.

Makin lama, ASI saya makin lancar. Dek Rea tidak menangis kehausan lagi, dan puting saya lecetnya mulai sembuh, karena ternyata  ludah bayi mengandung enzim yang bisa menyembuhkan puting lecet. Selain itu, volume ASI saat diperas juga bertambah menjadi 90 ml, 120 ml, 180 ml hingga 210 ml sekali peras. Luar biasa. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi saya. Tak percaya jika ternyata ASI saya bisa cukup banyak. Sama sekali tak terpikirkan untuk memberikannya susu formula. Ternyata pikiran senang dan nyaman pun bisa mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI kita. Saat stress, hormon yang merangsang ASI pun ikutan ngambek, namun jika kita happy, hormon perangsang ASI akan bekerja secara maksimal. Selain itu, semakin sering kita menyusui, produksi ASI juga semakin banyak, karena logikanya, semakin banyak permintaan tentunya semakin banyak produksi yang dihasilkan. Jadi, jangan pernah menyerah jika produksi ASI hanya sedikit, dengan banyak cara, ASI bisa dirangsang untuk berproduksi semakin banyak. Dan bagi ibu bekerja, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyusui ASI karena ASI bisa dipompa, disimpan di kulkas hingga bisa diminumkan ke bayi kapan saja. Kalau kita sudah patah semangat untuk tidak menyusui, ya sudah..tentu saja ASI tidak akan berproduksi karena tidak adanya rangsangan. Tapi jika sering dipompa, sering menyusui, maka ASI akan terus berproduksi.


Rekor tertinggi 210 ml sekali pompa :D

Ada beberapa info untuk penyimpanan ASI di kulkas, sebaiknya pilih botol kaca yang tidak mudah bereaksi dengan suhu. ASI yang disimpan di freezer yang jarang dibuka bisa tahan hingga 3 bulan. Jika freezer sering dibuka, ASI tahan hingga 2 bulan. Jika ASI disimpan di kulkas di bawah freezer, ASI bisa tahan hingga 48 jam. Jika ASI dibiarkan saja di suhu ruang tanpa dimasukkan kulkas, ASI bisa tahan hingga 6 jam. Jadi, tidak ada alasan kan untuk tidak menyusui dengan ASI ?

Sekarang saya bisa merasakan sensasi rasa senang saat menyusui, kepanikan saat ASI mengucur deras sementara bayi saya sudah tertidur pulas kekenyangan. Maka ASI segera saya peras, sampai payudara terasa kosong, dan ternyata ASI akan cepet produksi kembali. Dek Rea sekarang berusia 3,5 bulan. Semoga tetap bisa menyusui eksklusif hingga 6 bulan, dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelahnya. Rencananya sih tetap menyusui ASI hingga 1 tahun lebih. Pokoknya, selama ASI masih lancar, minumkan. Demi  pertumbuhan bayi yang sehat. Jangan takut payudara jadi jelek setelah menyusui. Dengan rajin olahraga, semuanya akan baik-baik saja. Hidup ASI ! Merdeka !
Produsen dan konsumen ASI :))

Tuesday, June 29, 2010

Tips Memberi Obat Pada Si Kecil


Seringkali sebagai orang tua, kita kewalahan saat harus meminumkan obat pada si kecil yang lagi sakit. Mulai dari si kecil yang susah membuka mulut, pakai acara kejar-kejaran, tangisan si kecil yang menyayat hati sampai obat yang disemburkan lagi saat sudah berhasil masuk ke mulut. Wah..harus ada perjuangan yang ekstra keras demi kesembuhan si kecil.

Dan saat putus asa mulai melanda, biasanya hanya ada satu cara : memaksa dengan cara berkolaborasi dengan bapaknya si kecil, satu pegangin tangan, satu pegang kaki, si ibu memasukkan obat dengan paksa ke mulut si anak tanpa menghiraukan tangisannya lagi. Biasanya cara ini cukup berhasil tapi tahukah kita jika cara seperti ini bisa menimbulkan ketakutan dan trauma si kecil pada obat ?

Sebenarnya, yang paling penting adalah bagaimana cara menumbuhkan kesadaran pada si kecil tentang pentingnya obat untuk kesembuhan. Memang nggak gampang, dan saya sendiri sudah merasakannya.

Obat untuk si kecil itu kan macam-macam, ada yang berupa syrup, puyer atau tablet yang harus digerus dulu. Jika obat itu berupa syrup, mungkin si kecil bisa suka karena rasanya manis, tapi untuk obat yang pahit seperti puyer dan tablet ? Nah, ini dia beberapa trik yang mungkin bisa membantu berdasarkan pengalaman yang saya lakukan pada si kecil :

Memakai Pipet Tetes

Biasanya cara ini cukup efektif saat saya memberi vitamin atau obat berupa syrup, dan berhasil juga untuk obat puyer yang sudah dicampur dengan air di taruh di sendok makan, kemudian cairan obat diambil dengan pipet dan diminumkan kepada si kecil. Biasanya saya membujuk si kecil dengan omongan seperti ini,” Ayo Andro sayang, obatnya diminum..sluuurrrrppp…srrruuuuttt…pinter…”. Jika obat itu memang pahit, segera setiap satu pipet diminum, si kecil diberi minum air putih kemudian obat lagi, air putih lagi dan begitu seterusnya sampai obat habis.

Campur dengan Pisang

Sesekali dicoba pula untuk memasukkan obat pahit yang digerus dahulu ke dalam pisang yang sudah dikerok. Si kecil tidak sepenuhnya menyadari jika ada obat di dalam pisangnya. Tahu-tahu, lho kok sakitnya sudah sembuh ? Hehe..

Langsung memberi obat

Saat ini saya sudah tidak kesulitan lagi jika anak saya batuk pilek atau saat alergi karena udara panas sampai badannya bentol-bentol merah dan harus minum obat dari dokter. Andro, anak saya sudah gampang minum obat dan tidak takut jika diajak ke dokter.

Saya tinggal bilang,” Minum obat, yuk, sayang..”

Andro langsung berlari dan segera menunjuk obat yang tersimpan di atas lemari obat.

Jika saya berlama-lama, Andro segera berteriak,” Minum obat, mama..”.

Saya selalu menggoda, “Nanti aja, ya…obatnya mau diminum mama....”

Waaaa…,” Andro segera berteriak dan menangis.

Begitu obat itu saya ambil, Andro sudah membuka mulutnya lebar-lebar..padahal saya harus menggerus obat pahit itu di sendok makan dahulu..wah, sudah nggak sabar ya nak..dan habislah obat itu diminum Andro sampai tetes terakhir dan satu gelas air putih pun ditandaskannya. Saya geleng-geleng kepala. Apalagi kalau obat atau vitamin yang berupa syrup. Saya sudah tidak perlu bantuan bapaknya lagi untuk minum obat si kecil.

Biasanya orang tua yang mengajak anak minum obat, tapi anak saya malah yang bilang duluan mau minum obat supaya sembuh. Wah..beruntungnya saya..