Pages

Showing posts with label Unik. Show all posts
Showing posts with label Unik. Show all posts

Saturday, October 10, 2015

Makna Ulang Tahun

Ciee..yang lagi ultah.. ;p

Hari ini, 10 Oktober 2015, ada dua peristiwa penting dalam keluarga saya. Mau tahu apa mau tahu banget ? Ih..GR ya..sapa yang nanya hihihih..


Baiklah, ada atau tidaknya yang bertanya, tetap saya akan cerita kalau hari ini adalah hari bersejarah. Why ? Karena because..ada yang ulang tahun hari ini. Dua peristiwa kelahiran. Yang pertama, anak lanang berulang tahun yang ke-8. Lalu, usaha kami, toko ban juga ulang tahun yang ke-6..yeeaayyy..horreee...

Terus ? Ya seneng lah..

Ulang tahun menjadi reminder bahwa ada seseorang yang pernah dilahirkan. Dari tiada menjadi ada. Dan itu berarti. Sangat berarti. Delapan tahun yang lalu saya pernah melahirkan seorang bayi lelaki yang mengukuhkan predikat saya menjadi seorang ibu. It's so amazing..right ? 

Lalu saat anak lelakiku berusia dua tahun, saya dan suami sepakat resign dari status sebagai karyawan untuk mencoba peruntungan dengan membuka usaha baru. And here we are..kami bertahan disini hingga usia 6 tahun sekarang. Semoga bisa berkembang selamanya..Amiinn..

Sengaja, tanggal buka usaha dibarengkan dengan hari lahir anak. Sebagai motivasi, reminder dan refleksi. Bahwa kelahiran selalu membawa nafas baru, dan kehidupan baru tentunya. Membawa kebahagiaan dan keceriaan.  Memberi semangat baru dan harapan baru. Ah..pokoknya semuanya barruuu..

Seiring perjalanan waktu, apa yang telah kami peroleh dari 8 tahun dan 6 tahun itu..? Banyak sekali. Kami belajar tentang banyak hal. Tentang perjuangan, passion, cita-cita, harapan, motivasi, tekad, semangat, dan lain sebagainya. Semuanya itu memberi warna dalam kehidupan kami.

Semoga..di ulang tahun yang ke-8 ini..anak mbarep semakin bertumbuh dalam kebahagiaan di masa kanak-kanaknya, senantiasa belajar untuk menjadi anak yang lebih baik dari hari kehari. Menjadi garam dan terang dunia, menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Daann..di ulang tahun ke-6 usaha kami, semoga semakin dilancarkan, menjadi bisnis yang memberi manfaat, bukan sekedar mencari keuntungan semata, namun mempunyai nilai plus dalam memenuhi kebutuhan otomotif ( kan jualan ban dan onderdil ) sesama.. :D

Refleksi 6 tahun menjadi bakul ban :D

Sunday, July 26, 2015

Horree..Masuk Majalah !

Hari ini, senangnya hati saya ketika menerima surel dari sahabat blogger jika testimoni saya tentang persiapan ASI saat kehamilan dimuat di majalah Ayahbunda edisi 15 edar minggu ini 27 juli 2015 - 9 Agustus 2015. Selengkapnya bisa lihat disini, barangkali mau langganan majalahnya juga..hehehe..

Tulisan saya, dan foto saya beserta anak kedua saya terpampang nyata di majalah itu. Sempat bertanya ini mimpi gak sih...Secara majalah Ayahbunda itu kan majalah yang bonafide sekali, masih satu kerabat dengan majalah Femina itu. Tahu sendirikan kredibilitasnya. Bisa lolos seleksi masuk ke majalah itu merupakan anugerah sekali. Yah, mungkin ini yang namanya hoki alias keberuntungan saya dan anak saya. Bonus dari rasa ingin berbagi pengalaman tentang ASI yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi.

Terus terang, ini kedua kalinya tulisan saya masuk majalah. Yang pertama, tulisan saya dimuat di rubrik Gado-gado majalah Femina pada tahun 2010. Itu juga senangnya minta ampun. Dua kali saya kirim tulisan ke majalah Femina, baru sekali itu dimuat. Penantiannya cukup panjang lagi, sekitar setahun lebih. Tapi senang juga akhirnya bisa dimuat.

Nah, kalau yang sekarang ini masa penantiannya tidak terlalu lama. Cukup satu setengah bulan saja. Faktor keberuntungan itu pasti menyertainya. Sangat surprise pokoknya. Membuat saya semakin semangat untuk menulis lagi, setelah sempat cukup lama "cuti" menulis karena kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu.

Well, ini merupakan pencapaian menurut saya. Walaupun mungkin ada juga sebagian orang yang menganggap ini bukan apa-apa, tapi proses dari perjuangan itu semua membuat saya semakin mengerti bahwa hasil itu akan ada jika kita tak pernah menyerah untuk memperjuangkannya.

Ya sudah, mungkin sudah pada penasaran kan bagaimana penampakan saya di majalah Ayahbunda edisi terbaru. Jeng..jeng..ini dia...cekidot, gan.. :D


Wednesday, July 1, 2015

Menabung Yuk..!

Bing beng bang
Yok.. kita ke bank

Bang bing bung
Yok.. kita nabung

Tang ting tung 
Hey.. jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung

Ada yang masih inget lirik lagu anak-anak tentang menabung itu...? Kalo gak salah penyanyinya Saskia and Geofany. Penciptanya tante Titik Puspa. Lagu ini cukup hits di sekitar tahun 80-an, saat saya masih kanak-kanak. Ada yang tahu..? Toss dong, berarti kita seumuran. Hiks..*ketahuan tuwirnya*

Saya ingat, pertama kali menabung di bank  tahun 1998 di BCA dengan saldo awal 25 ribu rupiah. Dapat ATM. Senangnya dapat ATM pertama kali. 

Kartu ATM saya pertama kali tahun 1998, sampai sekarang masih digunakan :)


Arti menabung bagi saya : SANGAT PENTING

Iya, menabung termasuk "the most important thing". Why ? Karena, menabung menentukan masa depan kita. How ? Dengan menyimpan uang, kita punya sangu untuk mencapai tujuan kita di masa yang akan datang. Duh, abstrak banget sih, coba konkritnya bagaimana..pusing pala baby nih..

Misalnya aja nih, sebagai orang tua, kita punya cita-cita untuk menyekolahkan anak semaksimal kemampuan kita, bahkan diusahakan bisa sampai ke luar negeri. Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang ? Nggak mungkin dong ujug-ujug kita punya biaya besar jika tidak menabung dari sekarang. Iya kan..? Hm..iya juga sih..trus bentuk menabungnya gimana tuh..? Pakai celengan jago ? Berapa tahun ? Butuh berapa celengan jago..? Aduh..ini jaman milenium ya..ada bank..ada macam-macam bentuk investasi..Gunakan itu..

Macam-macam bentuk investasi jangka panjang, misalnya :
  • Asuransi : ada asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, yang  bisa kita gunakan saat dibutuhkan
  • Property : tanah, bangunan, nilainya tidak akan turun bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu..
  • Deposito : kalau ada uang nganggur lebih baik di depositokan dalam jangka waktu tertentu..lumayan kan dapet bunga
  • Emas : termasuk logam mulia yang nilainya naik turun, namun kalaupun turun tidak terlalu drastis dan biasanya akan naik lagi
  • Dolar : biasanya nilainya akan selalu naik di saat rupiah terpuruk
  • Saham : ini juga bentuk investasi, tapi sebaiknya pelaku cukup paham tentang lika liku bursa saham, karena resiko cukup besar dan sifatnya tidak bisa dipastikan alias gambling

Tips Menabung Ala Saya
 
Pernah gak sih suatu waktu kita butuh uang tapi tidak mau mengganggu gugat uang di bank, ataupun investasi jangka panjang di atas. Kalau saya sering, misalnya tiba-tiba ada undangan kondangan nikah, sunatan, melayat, menengok orang sakit, arisan, dan lain sebagainya, yang mau tidak mau harus kita lakukan sebagai makhluk sosial. Biasanya saya menyisihkan uang secara manual dari sisa belanja harian. Jadi jika misalnya tiap hari sudah dipatok untuk uang belanja makan 50 ribu rupiah. Ternyata saya bisa menghemat hari ini cuma 30 ribu, berarti ada sisa 20 ribu, langsung saya masukkan ke celengan jago. Besok lagi ada sisa belanja berapa, ya di masukkan terus. Prinsipnya jangan sampai sehari lebih dari 50 ribu rupiah, kalau sisa ya boleh banget. Lumayan kan..

Celengan ayam jago yang legendaris n fenomenal

Trus, pernah juga menabung tapi di target. Ini biasanya terjadi karena ada pengeluaran di luar rencana rutin bulanan. Misalnya, bulan depan ada acara piknik bersama teman-teman arisan. Sudah diputuskan dana sekian. Karena waktunya sebulan lagi dan tak ada uang lebih karena sudah ada pos-pos pengeluaran masing-masing, maka saya menarget sehari harus bisa nabung sekian. Misalnya, biar gampang ngitung..saya butuh dana 300 rb bulan depan untuk piknik. Karena waktunya sebulan lagi, berarti supaya bisa dapet uang segitu saya harus nabung 10 ribu rupiah setiap hari. Nah, ini bisa diambilkan dari sisa belanja harian, jadi uang yang masuk ke celengan jago dikurangi 10 rb. Lalu saya menyediakan celengan khusus lain untuk kegiatan piknik itu.


Celengan jago bersama teman sesama celengan :D

Kalau kebutuhan uang tidak hanya satu macam, ya sediakan saja kaleng khusus yang banyak, ditulisi dan di target tiap hari harus nabung berapa. Jumlahnya bisa beda-beda sesuai kebutuhan. Rumit juga ya..hehehe..saya mah gitu orangnya..gak mau tekor sih..
Kaleng-kaleng ini bisa berubah fungsi jadi celengan dadakan ;p

Prinsip supaya bisa menabung ala saya :
  1. Jangan menunggu kaya baru menabung, berapapun penghasilan wajib ditabung minimal 10%
  2. Begitu menerima uang, langsung sisihkan uang untuk menabung 
  3. Biasakan hidup hemat, efektif dan efisien
  4. Memperkecil pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
  5. Gaya hidup apa adanya, tidak perlu gengsi
  6. Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Nah, karena menabung ini penting, dan manfaatnya banyak banget..maka, saya juga mengajari anak untuk menabung sejak dini. Bagaimana caranya ?

Cara saya mengajari anak menabung :
  1. Memberi pemahaman jika ingin sesuatu, harus menabung dulu
  2. Ada celengan jago khusus anak, yang diisi saat uang saku sisa, dan dapat rejeki dari eyang atau saudara yang datang
  3. Membiasakan membawakan bekal makanan ke sekolah sehingga uang saku bisa full ditabung
  4. Ikut menabung di sekolah
Cerita tentang menabung di sekolah, kemarin saat kenaikan kelas anak sulung saya dapat reward juara I menabung paling rajin dan banyak di kelas. Menabungnya setiap hari senin, rabu dan jumat. Saya membiasakannya untuk jangan lupa menabung di sekolah. Mekanismenya,  anak saya diberi buku tabungan yang  jumlah uangnya diisi sendiri dan di paraf orang tua, kemudian Wali kelas mencocokkan uang dan jumlahnya kemudian paraf. Jenis tabungannya ada dua macam dalam satu buku tabungan yaitu tabungan wajib dan tabungan sukarela. Tabungan wajib di bagi saat kelulusan SD, sedangkan tabungan sukarela dibagikan setiap kenaikan kelas. Senang sekali anak saya dapat buku tulis selusin, kan budget untuk beli buku bisa ditabung..hehehe..

Nah, itu pengalaman saya tentang menabung. O,ya sudah tahu belum ya, kalau jaman sekarang, ada website canggih yang memudahkan kita untuk mendapatkan banyak info tentang menabung lho. Tengok aja di Cermati. Mau tanya apa saja tentang tabungan, pinjaman, bank mana aja..semuanya ada dan lengkap..kap..cuzz..langsung ke tkp ajahhh..Sampai ketemu disana ya...

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

http://www.emakgaoel.com/2015/06/lomba-blog-share-tips-menabungmu.html

Tuesday, April 21, 2015

Memberi Saat Kekurangan

Adalah pak Sarpo, sosok yang sangat sederhana. Rumahnya mungil, dari bilik bambu di sebuah pedesaan yang sepi. Ia tinggal bersama istrinya yang sama rentanya. Pekerjaannya sebagai pengupas kulit biji jambu monyet yang biasa disebut mete. Ya, mete tergolong makanan yang cukup mahal. Rasanya enak dan gurih. Per kilogramnya bisa mencapai harga kurang lebih sembilan puluh ribu rupiah tergantung pasar. 

Namun tahukah kalian jika pekerjaan mengupas kulit mete yang keras adalah pekerjaan yang tidak mudah ? Dibantu dengan alat khusus semacam pisau dari besi, pak Sarpo setia dengan profesinya. Upah mengupas mete per kilogramnya lima ribu rupiah. Murah ? Memang. Satu kilogram mete itu banyak. Saya membayangkan besarnya resiko jika tak sengaja terkena pisau yang tajam dan terkena getah mete, yang setahu saya bisa membuat kulit gatal dan melepuh.

Ceritanya, saya ndandakke mete dari satu pohon yang saya punya. Nggak banyak, mungkin sekitar seperempat kilo saja. Sebenarnya bisa menunggu supaya lebih banyak, namun anak saya sudah merengek ingin segera merasakan mete dari pohon sendiri. Oleh pak Sarpo disuruh menunggu satu hari pengerjaan selesai karena masih harus menyelesaikan pesanan orang lain yang ndandakke mete 14 kg. Wow..

Sebelumnya, saya juga pernah ndandakke mete di tempat ini juga. Dan gak banyak. Sama pak Sarpo waktu itu mete saya ditukar dengan mete yang sudah dikupas karena jumlah mete yang saya bawa tidak banyak. Saat saya akan membayar, kata pak Sarpo tidak usah bayar, gratis saja. Wah, saya tidak enak ati, tapi beliau tetap tidak mau menerima uangnya.

Saya punya harapan, kedatangan saya kali ini, meskipun dengan jumlah mete yang saya dandakke masih sedikit, pak Sarpo mau dibayar berapapun itu. Bahkan saya tidak keberatan jika harus membayar seharga jasa mengupas satu kilogram mete. Dan keesokan harinya saat saya akan membayar, pak Sarpo tetap bilang tidak usah, cuma sedikit kok..waduuuhhh...

Saya jadi mikir, lain kali saya mau mengupaskan mete malah tidak enak dikasih gratis. Maka saya berusaha mengumpulkan mete lebih banyak dari sebelumnya. Dan sekarang, saya yakin jika mete yang akan saya dandakke lagi lebih banyak tapi tetap belum ada satu kilogram.

Lalu saya datang lagi ke pak Sarpo. Seperti biasa, saya menunggu keesokan harinya untuk diambil. Kali ini saya bertekad, mau tidak mau dibayar, tetap akan saya bayar. Profesional dong pak..kan bapak sudah capek. Masak jasanya tidak mau dihargai.

"Pinten pak ?", tanya saya.
"Pun mboten sah, namung sekedik.."
"Wah, mboten pak..kala wingi sampun gratis kok..pun monggo.."
"Mboten sah, mboten napa-napa.."
"Ah, mboten pareng ngoten pak.."
Lalu saya menghampiri istri pak Sarpo dan memberikan uang yang telah saya siapkan tanpa menghiraukan ucapan pak Sarpo. Istrinya tidak menolak. Ah..tahu begitu dari kemarin saya kasih istrinya saja.
"Matur nuwun pak.."

Lalu bergegas saya meninggalkan rumah itu dengan rasa haru. Pak Sarpo, dalam kekurangannya masih mau memberi, berbagi tanpa mengharap imbalan yang seharusnya pantas dia terima. Jasa manual yang tergolong minim upahnya itu masih dia potong dengan harga gratis. Ah..saya jadi malu. Apa saya bisa seperti itu..memberi tanpa mengharapkan pamrih. Langka di jaman sekarang yang notabene kebanyakan orang berlomba-lomba mengejar banyak materi. 

Betapa kaya hatimu, pak Sarpo. Dengan memberi saat kekurangan, Tuhan akan melebihkan rejeki Bapak. Amin.




Alat pembuka biji mete (gambar dipinjam dari sini )

Monday, June 10, 2013

Mama Lucu Tapi Galak, Mirip Beruang !



Kata itu terlontar begitu saja dari mulut anak semata wayang saya. Ungkapan protes saat saya bergalak-galak ria atas kelakuannya yang kadang membuat kesabaran saya di ujung batas. Yah, sebenarnya..capek juga kadang-kadang menjadi galak. Namun, saat ucapan sudah tidak mempan, maka nada tinggi pun tak terasa tumpah begitu saja. Ujung-ujungnya, saat emosi mereda, datanglah penyesalan dan merasa iba telah menggalaki anak.

Di saat lain, menjadi ibu yang lucu juga sering saya lakoni. Senang rasanya melihat anak saya tergelak-gelak lepas saat mendengar lelucon atau tingkah laku mamanya yang kadang urat malunya sudah putus. Selain sebagai hiburan juga, menari bareng dengan anak mengikuti irama lagu menjadi momen yang membuat hubungan ibu dan anak menjadi tak berjarak. Ada rasa bahagia yang tak dapat dibeli dengan materi apapun. Kebersamaan yang membuat hidup begitu berwarna dan indah.

Sekedar info, anak lelaki semata wayang saya, tergolong anak yang sangat aktif bergerak. Dia bisa tiba-tiba berlari untuk sekedar melihat semut yang beriring saat dia sedang duduk bersama. Atau dia bisa mondar mandir berjalan tanpa sebab. Selalu bergerak dan kadangkala tidak fokus pada satu hal saja. Segala sesuatu yang menurutnya menarik, akan dicari sebabnya. Rasa ingin tahunya begitu besar. Hal itu terlontar dari beberapa pertanyaannya yang kadang susah untuk saya jawab segera.

Berikut daftar pertanyaan dan pernyataannya yang memaksa saya untuk bertanya balik kepada mbah Google untuk mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan rasa ingin tahunya. Beberapa diantaranya sering membuat saya tergelak dan geleng-geleng kepala :

"Mama, bumi itu bulat ya, kenapa ?"
"Matahari itu kok panas kenapa ?"
"Kok ada malam dan siang ?"
"Dulu waktu Andro di dalam perut mama suka nendang-nendang itu lagi main sepakbola sama usus "

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang sering terlupa. Beberapa ada yang menggelitik, saya tuangkan di tulisan Celoteh Anak.

Ngomong-ngomong soal beruang, hewan itu memang lucu ya..namun kalau ketenangannya diganggu, bisa berubah buas dan mengerikan. Seperti itukah gambaran saya di mata anak ? Wow..saya takjub anak saya bisa menganalogikan ibunya sedemikian rupa. Hal ini menjadi masukan yang berarti buat saya, dan menjadi sebuah kritik membangun untuk kinerja saya sebagai seorang ibu. Peran sebagai ibu yang baru saya jalani selama 5 tahun lebih 8 bulan ini. Masih panjang perjalanan sebagai seorang ibu, dan ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya. Anak saya telah memberi pelajaran yang penuh makna, dimana saya harus lebih menghayati peran sebagai ibu yang lebih berkualitas bukan hanya sekedar  marah-marah tanpa arah. Saya harus lebih bisa menata emosi, punya stok sabar yang berlimpah, menekan ego saya dan bisa menyikapi segala sesuatunya lebih bijak. Mungkin, stok maklum saya pun harus diperbanyak. Namanya juga anak-anak, banyak hal yang kadang bertentangan dengan kemauan orang tua.

Intinya, menjadi orang tua harus bisa menjadi kompas dan peta yang sangat berguna untuk melanjutkan perjalanan hidup anak. Memberi arahan yang baik, tanpa harus membuat anak merasa terabaikan dan tidak berharga. Hanya perlu dibedakan antara galak dan tegas. Kalau galak hanya sekedar galak, anak bisa salah tangkap, namun jika tegas, anak bisa menangkap maksud. Mungkin seperti itu.

Ok, sekian dulu curhatnya. Semoga bermanfaat.


Saturday, March 23, 2013

Celoteh Anak



Celoteh anak selalu lucu untuk didengarkan. Seringkali yang terlontar adalah sesuatu yang tidak terpikirkan sama sekali oleh kita. Selalu membikin kita geli.

Seperti ketika beberapa hari yang lalu, Andro anak saya yang protes saat melihat-lihat foto pernikahan orang tuanya.

"Waktu mama papa nikah, Andro belum ada ya, Ma ?"

"Iya, sayang.."

"Kenapa ?"

"Ya, belum dibikin.."

"Kenapa belum dibikin ? Jadinya kan Andro gak ada waktu mama papa nikah, padahal Andro kan pengin datang ke nikahannya mama papa.."

Saya tertawa. Takjub dengan jalan pikiran anak saya yang berusia hampir 5,5 tahun itu. Lalu saya sibuk untuk mencari jawaban yang pas untuk itu.

"Menikah itu, syarat untuk bikin Andro. Andro baru bisa dibikin sesudah mama papa nikah.."

"Bikinnya pakai tepung ya ma..dibuat adonan, terus dibentuk manusia, terus..dihidupin sama Tuhan, iya kan, Ma..?"

Saya mengangguk-angguk. Rasanya itu jawaban yang tepat untuk saat ini. Sesuai dengan usianya. Bukan jawaban yang terlalu rumit yang bisa menguras pikiran.

"Mama, Andro pengin susu Prenagen untuk anak-anak.."

"Ha..? Ya nggak ada sayang.."

"Kenapa ?"

"Itu kan susu untuk ibu hamil, buat pertumbuhan dedek yang di dalam perut. Andro kan sudah punya susu sendiri untuk usia 5 tahun keatas ?"

"Iya, ma..Andro pengin ngerasain susu hamil itu, pengin juga susu Anlene kalo mama minum.. "

"Wah..itu kan susu untuk tulang mama yang sewaktu-waktu bisa keropos. Kalau Andro tulangnya kan masih bagus.."

Andro manggut-manggut. Entah mengerti atau tidak. Tapi saya yakin, sebentar lagi akan ada pertanyaan susulan tentang itu. 

"Kenapa tulang bisa keropos, Ma..?"

Nah, kan..

"Iya, kalau kekurangan kalsium, tulang bisa keropos. Kalsium itu mineral yang dibutuhkan oleh tulang. Kalau tubuh kita kekurangan kalsium, maka akan mencuri kalsium yang terdapat di tulang-tulang yang lain sehingga lama-lama tulangnya bisa keropos, begitu..sayang.."

"Tapi kan, ma.."

Eits..ceritanya diterusin besok lagi ya.. :)

Sunday, February 10, 2013

Imlek : Hujan Dan Berbagi


Gambar diambil dari sini


Semalam, tak ada tanda-tanda jika akan turun hujan. Sempat bertanya-tanya apakah perayaan imlek atau tahun baru Cina kali ini tanpa disertai adanya hujan. Namun saya salah, ternyata pagi menjelang siang ini hujan turun cukup membasahi bumi.


Hm..saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, saat ikut kecipratan berkah imlek berupa kue keranjang dan tentu saja..angpau..! Yap, tiga yahun yang lalu saya masih bekerja di Cirebon dimana bos saya adalah WNI keturunan Tionghoa yang setiap tahunnya merayakan imlek.

Seperti biasa, malam menjelang imlek biasanya kami para karyawan berkumpul dirumah bos, diundang untuk makan malam bersama. Hanya kumpul-kumpul saja saling bercengkrama, bersenda gurau bersama teman-teman. Meriah, ceria dan membahagiakan, dan larut dalam kebersamaan. Dekorasi rumah penuh dengan lampion merah. 

Kue keranjang sudah dibagi dari beberapa hari yang lalu. Kue keranjang adalah makanan yang menyerupai dodol. Ya..dodol Cina lebih tepatnya. Bentuk dan rasa beraneka warna. Biasanya sih bentuk bulat-bulat, rasanya manis dan agak lengket khas dodol gitu. 

Menjelang pulang, biasanya ada pengumuman agar besok pagi jam sepuluh kumpul lagi di tempat ini. Untuk apa ? Tak lain tak bukan adalah acara puncak dari imlek itu sendiri yaitu bagi-bagi angpau. Jelas, itu yang ditunggu..!

Maka, pagi harinya sesuai jam yang telah ditentukan, saya dan teman-teman sudah stand by di rumah si bos. Saling berbaris mengucapkan selamat tahun baru cina  sambil tangan ikut mengepal bilang, "Xiong Hi" yang artinya kemakmuran. Terakhir dengan ucapan Gong Xi Fat Cai yang artinya selamat tahun baru Cina.

Lalu, kami menerima angpau yang dibungkus dengan amplop warna merah. Kadang ada gambarnya lucu-lucu. Biasanya, angpau kami terima lebih dari 1 orang, dari bos, dari orang tua bos dan dari dua adik bos. Lumayan kan daripada lumanyun ? Belum nanti kalau sudah masuk kerja, biasanya kami para karyawan menerima angpau juga dari customer yang sudah kenal baik dengan kami. Kalau dihitung-hitung, uang yang terkumpul saat itu bisa 300 ribu lebih. Trus, kalau saya bawa anak misalnya, biasanya anak saya juga dikasih angpau. Rejekinya dobel hehe..

Menurut tradisi Cina, orang yang memberi angpau adalah orang yang sudah menikah. Mereka berhak memberikan angpau kepada siapa saja baik orang keturunan Cina atau bukan. Kalau untuk orang keturunan Cina biasanya yang dikasih adalah anak-anak dan orang dewasa yang belum menikah.  Jadi, walaupun saya sudah menikah dan bukan orang keturunan Cina, saya dapat jatah angpau karena status saya saat itu adalah karyawannya si bos. Hehehe..

Inti dari perayaan imlek itu sendiri adalah berbagi rejeki kepada sesama, dengan harapan di tahun yang baru rejekinya lebih baik, lebih berlimpah dan senantiasa diberi kesuburan, kemakmuran dan kebahagiaan.

Lalu, imlek sendiri biasanya identik dengan hujan. Kalau nggak hujan rasanya kurang afdol dan seperti ada sesuatu yang kurang. Yap, karena hujan adalah berkah. Semakin deras hujan yang menyertai, semakin melimpah berkah yang didapat.

Oke, deh..selamat Imlek atau Tahun Baru Cina bagi yang merayakannya. Semoga tahun Baru ini menjadi awal untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Gong Xi Fat Cai..

Tuesday, January 15, 2013

Puisi Galau



Gambar dipinjam dari sini


Aku merasa patah hati, saat senyummu tiada lagi untukku..
Aku merasa patah hati, saat candamu absen untukku..
Aku merasa patah hati, saat sapamu begitu irit untukku..
Aku merasa patah hati, saat perhatianmu limited edition untukku..


Kenapa..waktu tak berpihak lagi padaku..
Saat harapanku padamu mulai bertumbuh
Saat benciku dahulu berubah jadi cinta..
Dan cintamu dahulu berubah jadi dusta..


Andai waktu bisa kembali..
Kan kurangkai rasaku agar sama dengan rasamu..
Agar tidak ketlisipan seperti ini..
Hingga  semuanya terasa basi kini..



Saturday, October 6, 2012

Geliat Ibu-Ibu Di TK Theresia Gunung Kidul


Sejak Andro, anak saya masuk TK kecil, kegiatan baru dimulai. Mulai dari bangun pagi, ke tukang sayur, memasak sarapan, memandikan anak sampai berbagi tugas dengan suami untuk menyiapkan seragam dan menyuapi si kecil saat saya mandi. Semuanya serba cepat dan harus tepat waktu. Maklum, jarak rumah dan sekolah cukup jauh, jadi saya harus memprediksi berapa menit harus berangkat sehingga sampai sekolah tidak terlambat.

Sampai sekolah, di ruang tunggu biasanya sudah berkumpul para ibu muda yang mengantar jemput anaknya. Ada yang mengantar langsung pulang seperti saya, ada yang mengantar hingga menunggu di ruang tunggu sampai tiba waktunya anak pulang. Biasanya kami saling bertegur sapa dengan memakai predikat nama anaknya, seperti saya dipanggil mama Andro, kemudian saya memanggil dengan nama anaknya masing-masing seperti mama Tita, mama Jalu, mama Metta, mama Brian, dan lain-lain. Jarang yang menyebut nama asli dari para ibu ini, bahkan seringkali nama aslinya tidak tahu, lebih ngetop nama anaknya. Hehehe..

Dari kumpulan para ibu ini, saya jadi sering dapat banyak info terutama dari ibu-ibu yang menunggui anaknya. Seperti misalnya anak saya pulang lebih cepat dari jadwal saat ada kegiatan extrakurikuler, tak jarang mereka mengirim sms atau telepon bahwa anak saya sudah waktunya dijemput. Kemudian, tiap hari jumat ada kegiatan arisan dari ibu-ibu ini plus iuran sosek untuk dana yang dikeluarkan jika sewaktu-waktu ada ibu-ibu yang sakit atau kena musibah sehingga perlu ditengok. Kegiatan baru ini terasa begitu menyenangkan. Mendapat teman baru dan hal-hal baru yang mengasyikkan seperti kemarin ada acara lutisan di ruang tunggu. Yang mencengangkan adalah inisiatif dari beberapa ibu yang rela membawa cobek dan membuat sambal di sana. Ada yang sukarela membawa mangga, belimbing, bengkuang, timun yang beberapa adalah hasil dari kebun sendiri. Ada juga yang membawa rempeyek dan makanan lainnya. Seru..saya ikut menikmati hehe..

Ternyata oh ternyata, para ibu-ibu ini sebagian besar fesbukers lho..kami saling add akun masing-masing dan lucu-lucuan saat komentar di status masing-maing. Termasuk aksi lutisan ini akan di upload di facebook. Hihi..lucu ya..

Lalu, karena tiap hari kamis dari sekolah ada acara makan-makan untuk anak-anak sekolah yang dananya disubsidi dari sekolah, namun yang menyiapkan orang tua murid, maka semakin terjalin keakraban diantara para ibu-ibu ini. Apalagi yang satu kelompok menyiapkan makanan. Ada yang memasak bareng-bareng. Ada yang pesan sesuai dengan menu yang telah ditentukan pihak sekolah. Kelompok saya kebagian jatah menyiapkan menu bakso dan buah di bulan September ini. Satu kelompok lima orang. Sebulan sebelumnya, kami sudah rapat bakso haha..istilah yang kami gunakan untuk merembug hal ini. Komitmennya, kami akan pesan di warung bakso yang cukup ternama, kemudian dananya menyesuaikan, jika kurang ya kami tomboki bareng-bareng, trus jika makanannya sisa ya kami bagi bareng-bareng. Hehe..sedap..

Banyak suka dan duka yang telah kami lalui. Tapi lebih sering banyak sukanya. Saling bertukar info, mengunjungi orang sakit dan saling curhat perihal anak sampai suami masing-masing. Seru..gerrr...kalau ada cerita yang lucu. Misalnya cerita tentang sifat suami masing-masing. Ada yang bangga cerita kalau suaminya tipe romantis, yang sehari bisa sms istrinya berkali-kali padahal nanti ketemu juga di rumah, ada yang suaminya tipe cool, dari jaman pacaran sampai sekarang jadi suami nggak pernah bilang I love you. Hahahaha..ada-ada saja. Untung suami saya sedang-sedang saja. Walaupun pendiam, tapi pernah bilang I love you hihi..

Yah..ini dunia baru bagi saya. Dunia yang penuh warna. Dunia yang apa adanya dan tetap harus ceria walau sekarang posisi saya adalah orang tua. Yang punya tugas mendidik anak sekuat tenaga, memberikan yang terbaik untuknya. Istilahnya, walaupun sudah jadi orangtua, urusan gaul tetep..cuma ya beda seperti saat masih gadis dulu. Sekarang prioritas utama adalah keluarga, bergaul hanya sampingan itupun dilakukan denga waktu seefisien mungkin. Kalau saat masih gadis, bergaul punya peran lebih besar untuk mencari teman dan syukur-syukur dapat jodoh pendamping hidup membina keluarga hehe..


Wednesday, October 19, 2011

101011


Kadang, angka tertentu diyakini mendatangkan keberuntungan. Entah sebagai sugesti atau apa, banyak orang berburu nomor cantik yang diyakini mendatangkan rejeki. Bahkan beramai-ramai orang memasang nomor supaya menang..eh..itu mah togel ya, masih adakah..atau ada yang setia pasang sampai sekarang ? Hehe..


Lain halnya dengan saya, tanggal 10 Oktober 2011, yang disingkat jadi angka 101011 merupakan hari istimewa, karena ada dua peristiwa yang menyertainya. Yang pertama, di tanggal ini genap anak kami, Andro berulang tahun ke-4. Secara kebetulan pula, hari ini adalah perayaan dua tahun Wiyono Putro Autoshop berdiri. Keduanya masih umur balita, sedang lucu-lucunya. Dua tahun adalah usia dimana anak sedang senang-senangnya berjalan, berlari, berbicara dan menyanyi. Sedangkan empat tahun adalah usia dimana anak sedang senang-senangnya bersekolah mempersiapkan pra TK-nya. Mulai senang menggambar, belajar huruf dan angka bahkan berusaha untuk bisa membaca dan menulis.


Keduanya adalah anugerah yang tak ternilai. Anak dan usaha. Harapannya, keduanya bisa sama-sama berkembang seiring sejalan saling melengkapi. Tidak mudah menciptakan sinergi yang seimbang untuk keduanya. Anak penting, usaha juga penting.


Percaya atau tidak, motivasi awal kami membuka usaha adalah karena anak. Anak adalah anugerah dari Tuhan yang sudah selayaknya dilimpahi kasih sayang yang berlimpah dari orang tuanya. Hal yang berkaitan dengan ini adalah waktu. Saat menjadi karyawan, saya dan suami sering kehabisan waktu bersama. Keduanya larut dalam pekerjaan di kantor yang menghabiskan seharian waktu kami. Akibatnya, kami terbatas untuk bertemu dan bersama dengan anak kami yang waktu itu masih bayi. Bahkan saat ibu saya yang biasa mengasuh anak kami harus pergi ke Kalimantan karena ada urusan keluarga, terpaksa anak kami titipkan eyangnya dari pihak suami yang tinggal di Yogya selama beberapa bulan sementara kami bekerja di Cirebon. Sedih rasanya harus berpisah dengan buah hati. Dua minggu sekali saya dan suami pulang ke Yogya untuk menengok anak.


Di sisi lain, menjadi dilema bagi kami untuk mencari nafkah yang sebanyak-banyaknya demi penghidupan dan pendidikan yang layak bagi buah hati. Tentunya dibutuhkan materi yang tidak sedikit. Karena itu, kami bersama-sama merancang masa depan kami dengan buka usaha bersama. Dengan berani membuka usaha, kami bisa menghasilkan pendapatan yang tidak terbatas. Tidak seperti saat menjadi karyawan yang gajinya naik tidak lebih dari 20% setiap tahunnya.


Jadi, saat ini kami merasakan banyak manfaat dengan buka usaha sendiri. Saya dan suami bisa ketemu anak setiap hari, setiap saat di toko dan di rumah. Waktunya juga lebih fleksibel untuk bertemu dengan anak. Bahkan kadang anak juga diajak ke toko. Waktu untuk kebersamaan melimpah, dan dengan restu Tuhan, semoga panghasilan yang tak terbatas bisa kami dapatkan. Tujuan akhirnya adalah keluarga harmonis, usaha lancar jaya, bermanfaat bagi semua orang. Selaras, serasi dan seimbang.


Masih teringat jelas dalam ingatan saya saat 2 tahun yang lalu, 10 Oktober 2009, awal berdirinya Wiyono Putro Autoshop yang sengaja tanggalnya dipilih sama dengan tanggal ulang tahun ke-2 anak kami. Tanggal ini dipilih sekaligus sebagai pengingat dan penyemangat bahwa ada 2 kelahiran yang sangat penting bagi kami yaitu anak dan usaha.


Sekedar diketahui, pembicaraan tentang buka usaha ini berlangsung sangat cepat. Saat lebaran di bulan September 2009, kami bertemu dengan Om Nur , Om dari suami saya yang mengajak kami untuk buka usaha di gunung Kidul, yang selanjutnya menjadi penyuport pinjaman modal awal dan motivasi. Beliau mengatakan kalau toko ban dan onderdil mobil di Gunung Kidul belum sebanyak seperti yang sudah ada di kota Yogya. Dikatakan pula, peluang buka usaha disana masih banyak.


Masalahnya, usaha harus segera dibuka karena Om Nur, memberikan deadline bahwa kalau tidak buka di bulan Oktober sesudah lebaran di tahun ini yang dianggap sebagai bulan baik untuk memulai usaha, maka usaha diundur setahun lagi. Mau tak mau kami harus bergerak cepat. Kami tertarik dengan tawaran itu, dan dalam jangka waktu satu bulan, tepatnya di bulan Oktober awal, kami resign dari pekerjaan masing-masing.


Kebetulan, tempat saya bekerja lebih memudahkan proses pengunduran diri saya karena kebetulan, karyawan pengganti posisi saya bisa cepat dicari sehingga saya bisa resign tepat sebelum anak saya berulang tahun. Sedangkan suami saya masih harus menunggu satu bulan lagi, yaitu di bulan November karena masih mengurus soal serah terima tugas dengan orang yang akan menjadi penggantinya nanti dan masih harus mengurus prosedur lain-lainnya di perusahaan yang cukup besar di Cirebon itu. Jadi, saya duluan pulang ke Yogya menyusul anak saya, sedangkan suami masih di Cirebon.


Tanggal 10 Oktober 2009, ulang tahun anak saya dirayakan di Gunung Kidul di kediaman Om kami. Suami bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga terdekat sekaligus sebagai penanda bahwa usaha mulai dibuka. Sehari sesudah ulang tahun anak saya, suami kembali bekerja di Cirebon, anak saya ikut eyangnya di Yogya, satu jam dari Gunung Kidul. Jadi, saya terdampar sendirian di Gunung Kidul, membuka usaha sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya jauh dari suami dan anak tercinta, dan untuk sementara saya tinggal di rumah keluarga Om Nur yang belum lama saya kenal dengan baik. Tentu rasa asing melingkupi perasaan saya. Untunglah, keluarga Om Nur adalah keluarga yang baik dan sangat mensupport sepenuh hati. O,ya Om kami ini punya usaha toko besi yang sudah besar di Gunung Kidul ini. Selama 13 tahun buka usaha, sudah punya karyawan lebih dari 20, mempunyai armada truk 10 buah, dan aset pribadi lainnya yang cukup banyak. Sudah menuai hasil pokoknya.


Awalnya, tempat yang digunakan sebagai toko ban dan onderdil ini adalah gudang tempat Om Nur menyimpan keramik dagangannya. Sambil menunggu kedatangan suami saya di bulan November nanti, saya hanya berjualan ban mobil saja tanpa onderdil. Pertimbangannya, saya masih sendirian sedangkan onderdil itu itemnya banyak sekali dan saya sama sekali belum tahu pengetahuan dasar tentang onderdil mobil. Ban saja saya belum paham. Jadi, silakan dibayangkan bagaimana bengongnya saya yang latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Sains dari Biologi UGM, harus menjual produk berupa ban mobil yang saya belum paham betul jenisnya. Jadi, saya mempelajari sendiri sambil dibimbing oleh Om. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa membedakan ban radial yang mana, ban standart , ukuran ban, merk ban yang ternyata jenisnya itu banyak sekali. Ampun deh..


Lama-lama, saya mulai enjoy jualan ban mobil. Apalagi saat ada yang beli. Wah..senangya tak terkira. Pernah, ada dua orang dengan perawakan tinggi besar, pakai baju u can see, trus lengannya bertato datang ke toko saya. Saya sendirian di toko dan biasanya memang sendiri, terdampar diantara tumpukan ban-ban. Awalnya agak takut juga saya, takutnya orang ini berniat jahat eh nggak tahunya beli ban truk dua. Hahay..kekhawatiran berubah menjadi keceriaan. Uang dua juta lebih saya terima. Larisss..hehe..


Lalu, bulan November suami sudah resmi keluar dari pekerjaan, bergabung bersama saya di toko. Saya lega sudah ada teman. Onderdil mobil mulai diorderkan. Ada 1000 item lebih, hah..? Gimana caranya belajar nih. Untung suami saya lulusan teknik mesin UGM, paham tentang onderdil mobil jadi saya bisa belajar pelan-pelan. Kemudian saya dan suami mulai menempati rumah sendiri, tidak tinggal di rumah Om dan bulek lagi. Masih ngontrak sih, tapi bagus untuk tempat tinggal. Kan masih berjuang.


Bulan Desember, kami dapat orang yang akan mengasuh anak kami dan mengurus kebutuhan rumah tangga saat kami di toko. Jadi, anak kami bawa, tidak dititipkan di eyangnya lagi. Resmi di bulan Desember kami tinggal sebagai keluarga yang utuh tidak tercerai berai lagi. Senangnya..


Bulan Maret 2010, kami mulai membeli alat tyre changer ( untuk memasang ban ) dan alat untuk balancing ban. Sedikit demi sedikit mulai ada perkembangan pelanggan. Paling tidak, setiap hari ada pembeli. Entah membeli onderdil atau beli ban atau sekedar balancing. Walaupun rame atau sepinya tidak mesti, tapi paling tidak ada pemasukan yang bisa membuat dapur ngebul. Pokoknya harus bisa mengatur keuangan saja. Berapa persen untuk kulakan, untuk kebutuhan sehari-hari, untuk biaya operasional, semuanya sudah ada posnya sendiri-sendiri.


Bulan Juni 2010, kami dipercaya oleh suplier ban truk dari India untuk menjadi agen satu-satunya di Gunung Kidul. Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Terbukti, ban ini sangat awet dan berkualitas baik bila dibandingkan dengan ban truk lainnya. Sedikit demi sedikit kami bisa menjual produk ini.


Hingga perjalanan usaha kami menginjak usia dua tahun ini, banyak suka duka yang kami kecap. Ada kalanya kami merasakan enak saat jadi karyawan ( biasanya kalau toko lagi sepi ) karena gaji tiap bulan sudah pasti. Saat sekarang, pendapatan tidak pasti, tapi banyak sekali tantangan yang harus kami taklukkan. Saat toko ramai, gaji satu bulan bisa kami dapatkan dalam waktu beberapa jam. Rasanya senang sekali saat itu. Campur-campurlah rasanya. Trus, di usia 2 tahun ini kami juga sudah punya satu karyawan. Harapannya, dari satu ini bisa berkembang lebih banyak lagi seiring dengan perkembangan usaha.


Nah, semoga usia usaha kami yang masih hijau ini bisa berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu, semakin dikenal, semakin banyak pasar yang diraih dan semakin menunjukkan kualitasnya. Dan semoga, anak kami pun semakin bertumbuh secara alami, menjadi anak yang membanggakan dan memuliakan semua orang. Amin.


Hm..ceritanya cukup sekian dulu ya, ada yang ban mobilnya bocor tuh, mau nambal ban tubeless dulu hehe..( karyawannya maksudnya, saya bagian kasir aja..). Dagh..lain kali disambung lagi ceritanya..semoga bermanfaat.

Saturday, August 13, 2011

Anakku Hiperaktif ?




Dari sejak bayi, saat usianya masih beberapa hari, anak saya termasuk tipe yang tidak bisa diam. Kaki dan tangannya selalu bergerak dan baru bisa diam saat matanya terpejam tidur. Awalnya, saya menganggap hal ini biasa namun lama kelamaan saya mulai merasakan adanya perbedaan sikap anak saya dengan anak-anak lain seusianya.

Dari berbagai sumber yang saya baca, Andro mempunyai ciri-ciri seperti anak yang hiperaktif. Saat usia 3 bulan, saat sudah bisa tengkurap, saya extra keras membolak balik badannya yang tak henti tengkurap untuk sekedar memasangkannya pampers. Saat ditelentangkan, dalam hitungan detik sudah balik tengkurap lagi. Dibalik lagi, sudah rubah posisi lagi. Sampai-sampai saya dan suami harus berkolaborasi untuk memegangnya supaya ritual memasang pampers bisa berjalan sukses dan lancar. Luar biasa..tenaganya besar sekali.

Saat usianya menginjak 7 bulan, sudah bisa merangkak, cepat sekali merangkaknya. Sampai saya sering kehilangan jejaknya berada dimana, ternyata sudah ada di bawah kolong tempat tidur atau pernah saat saya kebingungan mencarinya ternyata dia sudah berada di dapur dekat kompor dan tabung gas. Duh..

Lalu, ada cerita lagi saat dinaikkan baby walker, ternyata gerakannya lincah luar biasa. Gerak sana-sini sampai ngebut segala. Ya ampyun..sampai-sampai saya khawatir kalau baby walkernya terjungkal karena kelakuannya yang tidak bisa berhenti barang beberapa detik. Untung baby walkernya sengaja dipilih yang berbentuk kotak sehingga kemungkinan terjungkalnya kecil bila dibandingkan yang bentuk bundar. Sudah begitu, kami sebagai orang tua wajib melakukan pengawasan extra ketat mengingat kelakuannya yang lain dari biasa itu.

Semakin bertambah usia, sifat ingin tahu dan keaktifannya semakin bertambah. Andro sudah bisa berjalan saat usianya 11 bulan. Saat dia sudah bosan pakai baby walker ( saat usia 10 bulan ), alat itu didorong-dorongnya yang ternyata bisa menstimulus untuk cepat bisa berjalan.

Sejak bisa berjalan, otomatis daerah jelajahnya semakin luas. Perhatiannya juga mudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Apapun yang menarik hatinya, pasti akan dengan senang hati diikutinya. Mudah bosan, tidak fokus dan kesannya semau gue begitu. Kalau duduk, mana bisa betah duduk diam selama berjam-jam. Paling lama 5 menit, dia akan bangkit kemudian jalan-jalan tak tentu arah sehingga harus diikuti kemana saja perginya. Capek deeehhh...

Lain lagi ceritanya saat sudah bisa bicara, apa saja menjadi bahan pertanyaan. Kalau yang ditanya tidak bisa menjawab akan terus dikejar sampai memberikan jawaban yang cukup memuaskan. Gayanya ekspresif sekali. Saat dia ingin berlari, langsung berlari tak peduli itu jalan raya. Namun saat diberitahu bahwa harus hati-hati berjalan di jalan, dia akan menurut dan berjalan pelan-pelan di pinggir sekali. Saat ingin memanjat, langsung dia memanjat tanpa berpikir panjang. Meskipun sudah diingatkan untuk berhenti, dia tidak akan berhenti sebelum dia sendiri yang menghentikannya atau saat dialihkan perhatiannya dengan sesuatu yang menarik baru dia berhenti. Sebagai orang tua saya dituntut untuk kreatif dalam hal ini.

Soal hobby, Andro suka menyanyi. Saat usianya 1,5 tahun sudah hafal 30 lebih lagu anak-anak yang ditonton maupun yang didengarkannya dari CD lagu anak-anak. Kemampuan musiknya lebih menonjol bila dibandingkan dengan menggambar atau ketrampilan lainnya.

Saat diberi permainan pasang puzzle, dalam sekali diajari sudah langsung bisa memasang sendiri. Namun untuk mainan yang lain seperti mobil-mobilan kerapkali berubah bentuk atau rusak karena dibanting. Belum terlalu paham sebenarnya.

Tapi seringkali saya perhatikan, jika diberitahu baik-baik Andro akan mendengarkan dan fokus, matanya menatap mata saya. Tapi saat dikerasi, dia akan semakin berontak, protes, teriak-teriak dan menangis meraung-raung. Saat melihat CD lagu-lagu kesukaannya, dia bisa diam duduk dalam jangka waktu yang cukup lama. Dan saat diberitahu, sepertinya dia tetap sibuk dengan kegiatannya, tapi pada saat ditanya dia bisa menjawab dengan baik. Cukup membuat saya tenang, karena ternyata dia masih bisa fokus dan tidak cuek begitu saja seperti kebanyakan anak hiperaktif lainnya.

Dalam interaksi sosial dengan teman sebaya, Andro bisa bekerjasama tapi gampang sekali bosan. Temannya ada yang bawa bola, ikut-ikutan pegang bola, saat ada yang bawa mainan lain, ikut lagi. Tapi sejauh ini masih bisa diarahkan sehingga tidak mengarah ke sifat anarkhis seperti merebut mainan teman. Masih bisa diberi pengertian. Saat moodnya bagus tentunya. Saat bete, wah..jangan ditanya. Makanya saya selalu berusaha menjaga agar moodnya bagus selalu.

Sering saya salurkan kelebihan energinya dengan kegiatan naik sepeda, berenang, berlari kejar-kejaran di lapangan yang luas dan kegiatan olahraga lainnya. Karena saya sadar, selain menyehatkan, anak saya jadi tidak melakukan hal-hal lain yang di luar dugaan bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

Saya mencoba menelaah apa penyebab dari sifatnya yang hiperaktif ini. Kemungkinan, dari sumber yang saya baca, bisa disebabkan dari proses melahirkan yang lama. Bisa jadi begitu, karena Andro lahir telat dari HPL dokter kurang lebih seminggu sehingga harus diinduksi supaya keluar dan saya mengalami kesulitan mengejan saat melahirkannya sehingga Andro lahir selamat secara normal setelah hampir satu setengah jam saya berjuang mengejan. Tepat di saat Dokter hampir memberikan keputusan Andro lahir secara di vacum atau caesar. Wah..dapat dibayangkan berapa biaya dan sakit yang sudah dirasakan jika akhirnya harus caesar. Untung akhirnya bisa lahir normal..

Kemungkinan lain, dari makanan. Menurut sumber yang saya baca, makanan saat hamil yang mengandung logam berat bisa mempengaruhi perkembangan otak anak. Bisa jadi begitu, karena saya suka makan ikan laut terutama saat hamil dulu. Kemungkinan ikan yang saya makan ada yang mengandung logam berat sehingga berpengaruh pada otaknya.

Memang harus extra sabar jika diberi titipan oleh Tuhan anak yang luar biasa ini. Luar biasa harus ditangani secara luar biasa juga. Yang penting, jika diarahkan dengan benar, anak hiperaktif bisa menjadi anak yang luar biasa cerdas di kemudian hari. Amin..semoga saya dan suami bisa mendidiknya dengan maksimal, semua yang terbaik untuknya..

Friday, August 12, 2011

Jawaban Jujur

Namanya anak-anak..selalu polos dan jujur. Termasuk Andro, buah hati tercintaku. Ceritanya begini, saat di sekolah bermainnya, Ibu Guru bertanya kegiatan anak-anak didiknya saat liburan sekolah.


Ibu Guru : Anak-anak pergi kemana saat liburan ?


Anak A : Ke Gembira loka, Bu..lihat binatang..


Anak B : Ke Kids Fun, Bu..banyak mainan..


Andro : Andro juga ke Jogja Bu Guru..sama papa mama..kulakan ban..


O..o..benar sekali nak. Hampir tiap bulan kita ke Jogja, mengantar papa mama kulakan untuk dagangan di toko ya. Memang belum sempat ke Gembiraloka lagi sejak kesana saat Andro masih 1,5 tahun dulu, juga belum ke Kids Fun. Nanti lah ya..kita cari waktu yang tepat untuk itu. Sementara ini, Andro naik andong dulu keliling Malioboro ya..

Tuesday, November 2, 2010

Balita Mengenal Kambing Hitam ?

Gambar dipinjam dari sini


Semalam anak saya, Andro mengompol. Untuk yang kesekian kali sejak setahun yang lalu tidak memakai pampers. Jarang-jarang mengompol sebenarnya, tapi beberapa minggu ini cukup sering dibandingkan biasanya. Mungkin akibat cuaca yang dingin ditambah hujan yang turun akhir-akhir ini, atau saya yang kadang lalai mengantarkannya ke kamar mandi saat dia terbangun di malam hari diantara kantuknya. Memang semalam Andro tidak terbangun seperti biasanya, tidur pun cukup nyenyak jadi saya tidak tega membangunkannya untuk sekedar pipis di kamar mandi, toh sebelumnya sudah pipis dulu sebelum tidur.

Tahu-tahu menjelang dini hari Andro terbangun sambil bilang,” Ganti celana..ganti celana..”

Ups..benar saja celana, baju dan kasur sudah bersimbah pipis yang baunya khas itu. Dengan mata yang enggan melek, segera saya bawa ke kamar mandi, ganti celananya setelah saya lap badannya dengan air bersih. Setelah itu..dua-duanya tertidur pulas kembali.

Saat bangun tidur, saya tanya kepada Andro,”Siapa yang ngompol semalam ?”

Andro menjawab dengan keras,”Idot...!”

Saya sudah menduga, akhir-akhir ini Andro selalu memakai nama Idot untuk keperluan tertentu. Setahu saya, tidak ada nama temannya yang bernama Idot.

“Siapa Idot ?”, tanya saya untuk yang kesekian kali.

Andro tidak menjawab. Wajahnya menatap saya ragu-ragu. Belakangan saya tahu, Andro selalu memakai nama Idot saat dia mengompol dan untuk hal-hal yang kurang baik lainnya.

Saat saya tanya :

“Siapa yang nakal ?” jawabnya :”Idot...”

“Siapa yang malas ?” jawabnya : Idot...”

“Siapa yang jelek ?” jawabnya : Idot....”

“Siapa yang ngeyel ? Jawabnya : “Idot..”


Tapi saat saya tanya :

“Siapa yang pintar ?” jawabnya :”Andro..”

“Siapa yang rajin ?” jawabnya : “Andro..”

“Siapa yang ganteng ?” jawabnya : “Andro..”

“Siapa yang baik ?” jawabnya :”Andro..”

Hm..saya geleng-geleng kepala. Siapa yang ngajarin ya ? Idot adalah nama khayalan sekaligus kambing hitamnya untuk yang jelek-jelek. Asumsi saya, dengan memakai nama Idot, Andro tidak akan kena marah. Saya jadi ingat, waktu kecil dulu juga punya tokoh khayalan si baik dan si jahat dalam diri saya. Kedua tokoh itu laksana si kembar yang berbeda karakter. Saya menamainya Lili untuk yang baik dan Popo untuk si jahat. Saya bermain sandiwara sendiri memerankan tokoh si Lili dan si Popo yang sedang bercakap-cakap. Aneh ? Mungkin..tapi saya rasa itulah cikal bakal imajinasi saya berkembang hingga sekarang.

Saya cukup senang di usianya yang ke-3 tahun ini Andro sudah bisa membedakan yang baik dan yang buruk secara sederhana. Tapi saya tidak ingin, Idot selalu menjadi kambing hitam dan obyek tertuduh atas segala perbuatan buruknya. Saya ingin Andro mengakui secara jujur perbuatannya baik buruk atau baik. Istilahnya jangan sampai lempar batu sembunyi tangan dan berbohong. Bisa bahaya...

Memang tidak mudah untuk menjelaskannya secara panjang lebar kepadanya yang masih kecil, tapi saya mencobanya pelan-pelan. Bahwa setiap perbuatan itu ada sebab akibat, resiko dan tanggung jawab. Kalau berbuat salah, coba untuk diperbaiki. Oh my God..baru saya sadari ternyata menjadi orang tua itu sangat tidak mudah.

Kali lain, saya ngetes Andro lagi dengan pertanyaan..

“Siapa yang ngompol ?

“Andro...”

“Bagus..mau mengaku..Idot kemana ?”

“Lagi di Yogya..”

“Andro dan Idot itu sama nggak ?”

“Sama..”

Ya Tuhan..betapa bahagianya saya, Engkau titipkan seorang anak yang sangat lucu ini..


Sunday, October 10, 2010

Misteri Angka 10-10-10


It’s mean 10 Oktober 2010. Ya, di tanggal ini ada makna khusus bagi banyak orang. Bayangkan, perlu menunggu waktu yang lama, paling tidak satu abad untuk bisa menyatukan tiga angka istimewa itu menjadi satu. Seperti saat tanggal 7 Juli 1997, yang disingkat menjadi 07-07-07, angka 10-10-10 juga laris manis dipilih sebagai hari istimewa melepas masa lajang. Lihat saja, gedung-gedung resepsi atau hotel-hotel sudah habis di-booking oleh para calon pengantin yang memilih tanggal ini sebagai hari istimewa mereka. Perlu waktu beberapa bulan bahkan mungkin setahun sebelumnya untuk bisa menjadi pemenang atas beberapa jam menempati gedung itu di pesta resepsinya. Tak masalah walaupun harus bayar beberapa kali lipat lebih mahal. Maklum, banyak yang minat sih..

Banyak harapan, dengan memilih angka 10-10-10 sebagai hari pernikahan akan terjadi keseimbangan, kesempurnaan ataupun kelanggengan yang mengikuti dalam biduk rumah tangganya kelak. Sejuta harapan, sejuta impian berawal dari sebuah sugesti angka. Bisa benar atau tidak tergantung dari niat menjalaninya.

Lain soal, saya akan mengajak Anda semua untuk bermain-main dengan angka 10 ini. Siapa diantara kita yang tidak suka mendapat nilai 10 dalam mata pelajaran saat duduk di bangku sekolah dulu ? Hampir pasti tidak ada yang menolak angka super ini sebagai nilai tertinggi, terkecuali ada aturan nilai 100 sebagai angka maksimal. Tapi kan angka dasarnya adalah 10, terserah nanti kalau mau dijadikan kelipatan berapa. Semua mendamba angka 10 dapat diraih sebagai lambang kesempurnaan.

Kemudian, saya setuju jika angka 10-10-10 ini bisa membuat saya berbahagia. Apa pasal ? Karena, kebetulan anak semata wayang saya, Andro merayakan ulang tahunnya yang ketiga di tanggal ini. Sebenarnya, tanpa lahir di tanggal inipun, Andro tetap istimewa bagi saya. Tapi suatu kebetulan ini, memberi saya semangat bahwa apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada saya sekeluarga adalah anugerah yang tak terbantahkan. Adalah keharusan bagi saya untuk selalu mensyukurinya. Mempunyai anak yang sehat, cerdas, berbudi pekerti yang baik adalah harapan setiap orang tua .

Dan , di tanggal ini pula genap setahun usaha saya dan suami berjualan ban dan onderdil mobil . Belum apa-apa, masih panjang perjalanan yang harus kami lalui. Masih banyak yang harus dipelajari dan berbenah di sana sini. Masih jauh dari sempurna, tapi kami mensyukurinya. Angka sepuluh adalah harapan dan mimpi, tapi kami tidak ngoyo untuk bisa mencapainya. Biarlah perjalanan waktu dan proses yang bisa mendewasakan kami semua. Kalaupun jika akhirnya angka 10 hanya menjadi bayang-bayang saja, ya nggak masalah, wong nggak ada manusia yang sempurna kok. Anggap saja, angka sepuluh adalah angka cantik yang menjadi motivator untuk berbuat lebih baik lagi dari yang sudah-sudah. Bukan untuk mendewakan, mengkultuskan kemudian menjadikan sesuatu yang harus..nggak..sekedar lucu-lucuan saja, daripada nggak ada omongan. Ya toh..

Monday, August 23, 2010

Andro Mau Bisnis...


Andro terlelap dalam pangkuanku. Melihat wajahnya saat tidur begitu, ibaku tumbuh. Dia bagaikan malaikat kecil yang memberi kedamaian. Beda sekali saat dia terjaga, tingkah polahnya sangat aktif. Membuatku berkali-kali harus mengejarnya, berteriak, dan akhirnya kelelahan saat menjaganya. Baru kusadari ternyata tidak gampang menjadi seorang ibu. Butuh pengorbanan dan waktu. Ada kalanya terselip rasa bangga saat banyak orang melihat Andro berkata," Duh, cakepnya, anak siapa ini ?"

“Mama..mau pergi kerja ya..?”

Ucap Andro setiap kali melihatku sudah rapi hendak berangkat kerja.

“Iya..mama mau bisnis..”, ucapku tanpa dipikir.

“Bisnis..? Mama..Andro mau ikut bisnis. Andro ikut mama bisnis..”

Andro merengek berulang-ulang. Aku tertawa. Tak menyangka Andro meniru ucapanku.

“Sayang, mama mau kerja, bisnis, cari uang buat beli susunya Andro..”

Tampak Andro berpikir sejenak.

“Beli telur juga kan, Ma ? Beli mainan, beli baju, beli vitamin, beli rumah, beli mobil..”

Ah..pemahaman luar biasa, nak. Tak kukira sedemikian cepatnya pola pikirmu. Berapa waktu yang telah terlewat tanpa sempat kulihat perkembangannya. Memang, jarak toko dan rumah tidak seberapa. Tapi meninggalkan Andro beberapa jam saat bekerja membuatku kehilangan beberapa momen baru yang kadang tidak sempat aku ketahui. Aku sebagai ibunya tidak menjadi yang pertama atas perkembangannya. Selalu aku ketahui dari mbak Ikem, yang mengasuh Andro dari pagi hingga sore.

“Tadi dik Andro main sandiwara sendiri Bu, bicara sendiri kalau mama lagi kerja, cari uang..trus liat gambar-gambar..”

“Tapi nggak rewel kan ?”

“Nggak Bu, tadi asyik nyanyi dan mewarnai sendiri..”

Syukurlah, Andro bukan tipe anak yang suka rewel. Walau kadang ada sifat manja, tapi saat diberi pengertian, dia akan mengerti. Sesekali aku ajak Andro ke toko supaya melihat kegiatan ayah ibunya berjualan mencari uang. Saat akan tutup toko pun, Andro paling semangat membantu ayahnya menggelindingkan ban-ban ke dalam. Andro hanya tertawa saat tangan-tangannya menghitam kena kotoran yang menempel di ban.

“Nanti cuci tangan..”, katanya sambil menatapku dan ayahnya.

Ah..Andro, masih panjang perjalanan hidupmu. Masih panjang pula perjuangan ayah dan ibumu dalam merintis usaha bersama ini.

Mungkin beda saat di zona nyaman menjadi karyawan dulu, yang bisa kita prediksi penghasilan setiap bulannya. Tapi sekarang, saat toko ramai ataupun sepi, berkawan dengan ketidak pastian, kita harus siap menghadapi semuanya. Semua demi meraih impian kita bersama, Nak..kita berjuang bareng-bareng dari nol..Okey..?