Saturday, October 10, 2015
Makna Ulang Tahun
Sunday, July 26, 2015
Horree..Masuk Majalah !
Wednesday, July 1, 2015
Menabung Yuk..!
Yok.. kita ke bank
Bang bing bung
Yok.. kita nabung
Tang ting tung
Tau tau kita nanti dapat untung
- Asuransi : ada asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, yang bisa kita gunakan saat dibutuhkan
- Property : tanah, bangunan, nilainya tidak akan turun bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu..
- Deposito : kalau ada uang nganggur lebih baik di depositokan dalam jangka waktu tertentu..lumayan kan dapet bunga
- Emas : termasuk logam mulia yang nilainya naik turun, namun kalaupun turun tidak terlalu drastis dan biasanya akan naik lagi
- Dolar : biasanya nilainya akan selalu naik di saat rupiah terpuruk
- Saham : ini juga bentuk investasi, tapi sebaiknya pelaku cukup paham tentang lika liku bursa saham, karena resiko cukup besar dan sifatnya tidak bisa dipastikan alias gambling
Tips Menabung Ala Saya
- Jangan menunggu kaya baru menabung, berapapun penghasilan wajib ditabung minimal 10%
- Begitu menerima uang, langsung sisihkan uang untuk menabung
- Biasakan hidup hemat, efektif dan efisien
- Memperkecil pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
- Gaya hidup apa adanya, tidak perlu gengsi
- Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan
- Memberi pemahaman jika ingin sesuatu, harus menabung dulu
- Ada celengan jago khusus anak, yang diisi saat uang saku sisa, dan dapat rejeki dari eyang atau saudara yang datang
- Membiasakan membawakan bekal makanan ke sekolah sehingga uang saku bisa full ditabung
- Ikut menabung di sekolah
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"
Tuesday, April 21, 2015
Memberi Saat Kekurangan
Monday, June 10, 2013
Mama Lucu Tapi Galak, Mirip Beruang !
Kata itu terlontar begitu saja dari mulut anak semata wayang saya. Ungkapan protes saat saya bergalak-galak ria atas kelakuannya yang kadang membuat kesabaran saya di ujung batas. Yah, sebenarnya..capek juga kadang-kadang menjadi galak. Namun, saat ucapan sudah tidak mempan, maka nada tinggi pun tak terasa tumpah begitu saja. Ujung-ujungnya, saat emosi mereda, datanglah penyesalan dan merasa iba telah menggalaki anak.
Saturday, March 23, 2013
Celoteh Anak
Sunday, February 10, 2013
Imlek : Hujan Dan Berbagi
Kue keranjang sudah dibagi dari beberapa hari yang lalu. Kue keranjang adalah makanan yang menyerupai dodol. Ya..dodol Cina lebih tepatnya. Bentuk dan rasa beraneka warna. Biasanya sih bentuk bulat-bulat, rasanya manis dan agak lengket khas dodol gitu.
Menjelang pulang, biasanya ada pengumuman agar besok pagi jam sepuluh kumpul lagi di tempat ini. Untuk apa ? Tak lain tak bukan adalah acara puncak dari imlek itu sendiri yaitu bagi-bagi angpau. Jelas, itu yang ditunggu..!
Tuesday, January 15, 2013
Puisi Galau
Saturday, October 6, 2012
Geliat Ibu-Ibu Di TK Theresia Gunung Kidul
Wednesday, October 19, 2011
101011

Kadang, angka tertentu diyakini mendatangkan keberuntungan. Entah sebagai sugesti atau apa, banyak orang berburu nomor cantik yang diyakini mendatangkan rejeki. Bahkan beramai-ramai orang memasang nomor supaya menang..eh..itu mah togel ya, masih adakah..atau ada yang setia pasang sampai sekarang ? Hehe..
Lain halnya dengan saya, tanggal 10 Oktober 2011, yang disingkat jadi angka 101011 merupakan hari istimewa, karena ada dua peristiwa yang menyertainya. Yang pertama, di tanggal ini genap anak kami, Andro berulang tahun ke-4. Secara kebetulan pula, hari ini adalah perayaan dua tahun Wiyono Putro Autoshop berdiri. Keduanya masih umur balita, sedang lucu-lucunya. Dua tahun adalah usia dimana anak sedang senang-senangnya berjalan, berlari, berbicara dan menyanyi. Sedangkan empat tahun adalah usia dimana anak sedang senang-senangnya bersekolah mempersiapkan pra TK-nya. Mulai senang menggambar, belajar huruf dan angka bahkan berusaha untuk bisa membaca dan menulis.
Keduanya adalah anugerah yang tak ternilai. Anak dan usaha. Harapannya, keduanya bisa sama-sama berkembang seiring sejalan saling melengkapi. Tidak mudah menciptakan sinergi yang seimbang untuk keduanya. Anak penting, usaha juga penting.
Percaya atau tidak, motivasi awal kami membuka usaha adalah karena anak. Anak adalah anugerah dari Tuhan yang sudah selayaknya dilimpahi kasih sayang yang berlimpah dari orang tuanya. Hal yang berkaitan dengan ini adalah waktu. Saat menjadi karyawan, saya dan suami sering kehabisan waktu bersama. Keduanya larut dalam pekerjaan di kantor yang menghabiskan seharian waktu kami. Akibatnya, kami terbatas untuk bertemu dan bersama dengan anak kami yang waktu itu masih bayi. Bahkan saat ibu saya yang biasa mengasuh anak kami harus pergi ke Kalimantan karena ada urusan keluarga, terpaksa anak kami titipkan eyangnya dari pihak suami yang tinggal di Yogya selama beberapa bulan sementara kami bekerja di Cirebon. Sedih rasanya harus berpisah dengan buah hati. Dua minggu sekali saya dan suami pulang ke Yogya untuk menengok anak.
Di sisi lain, menjadi dilema bagi kami untuk mencari nafkah yang sebanyak-banyaknya demi penghidupan dan pendidikan yang layak bagi buah hati. Tentunya dibutuhkan materi yang tidak sedikit. Karena itu, kami bersama-sama merancang masa depan kami dengan buka usaha bersama. Dengan berani membuka usaha, kami bisa menghasilkan pendapatan yang tidak terbatas. Tidak seperti saat menjadi karyawan yang gajinya naik tidak lebih dari 20% setiap tahunnya.
Jadi, saat ini kami merasakan banyak manfaat dengan buka usaha sendiri. Saya dan suami bisa ketemu anak setiap hari, setiap saat di toko dan di rumah. Waktunya juga lebih fleksibel untuk bertemu dengan anak. Bahkan kadang anak juga diajak ke toko. Waktu untuk kebersamaan melimpah, dan dengan restu Tuhan, semoga panghasilan yang tak terbatas bisa kami dapatkan. Tujuan akhirnya adalah keluarga harmonis, usaha lancar jaya, bermanfaat bagi semua orang. Selaras, serasi dan seimbang.
Masih teringat jelas dalam ingatan saya saat 2 tahun yang lalu, 10 Oktober 2009, awal berdirinya Wiyono Putro Autoshop yang sengaja tanggalnya dipilih sama dengan tanggal ulang tahun ke-2 anak kami. Tanggal ini dipilih sekaligus sebagai pengingat dan penyemangat bahwa ada 2 kelahiran yang sangat penting bagi kami yaitu anak dan usaha.
Sekedar diketahui, pembicaraan tentang buka usaha ini berlangsung sangat cepat. Saat lebaran di bulan September 2009, kami bertemu dengan Om Nur , Om dari suami saya yang mengajak kami untuk buka usaha di gunung Kidul, yang selanjutnya menjadi penyuport pinjaman modal awal dan motivasi. Beliau mengatakan kalau toko ban dan onderdil mobil di Gunung Kidul belum sebanyak seperti yang sudah ada di kota Yogya. Dikatakan pula, peluang buka usaha disana masih banyak.
Masalahnya, usaha harus segera dibuka karena Om Nur, memberikan deadline bahwa kalau tidak buka di bulan Oktober sesudah lebaran di tahun ini yang dianggap sebagai bulan baik untuk memulai usaha, maka usaha diundur setahun lagi. Mau tak mau kami harus bergerak cepat. Kami tertarik dengan tawaran itu, dan dalam jangka waktu satu bulan, tepatnya di bulan Oktober awal, kami resign dari pekerjaan masing-masing.
Kebetulan, tempat saya bekerja lebih memudahkan proses pengunduran diri saya karena kebetulan, karyawan pengganti posisi saya bisa cepat dicari sehingga saya bisa resign tepat sebelum anak saya berulang tahun. Sedangkan suami saya masih harus menunggu satu bulan lagi, yaitu di bulan November karena masih mengurus soal serah terima tugas dengan orang yang akan menjadi penggantinya nanti dan masih harus mengurus prosedur lain-lainnya di perusahaan yang cukup besar di Cirebon itu. Jadi, saya duluan pulang ke Yogya menyusul anak saya, sedangkan suami masih di Cirebon.
Tanggal 10 Oktober 2009, ulang tahun anak saya dirayakan di Gunung Kidul di kediaman Om kami. Suami bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga terdekat sekaligus sebagai penanda bahwa usaha mulai dibuka. Sehari sesudah ulang tahun anak saya, suami kembali bekerja di Cirebon, anak saya ikut eyangnya di Yogya, satu jam dari Gunung Kidul. Jadi, saya terdampar sendirian di Gunung Kidul, membuka usaha sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya jauh dari suami dan anak tercinta, dan untuk sementara saya tinggal di rumah keluarga Om Nur yang belum lama saya kenal dengan baik. Tentu rasa asing melingkupi perasaan saya. Untunglah, keluarga Om Nur adalah keluarga yang baik dan sangat mensupport sepenuh hati. O,ya Om kami ini punya usaha toko besi yang sudah besar di Gunung Kidul ini. Selama 13 tahun buka usaha, sudah punya karyawan lebih dari 20, mempunyai armada truk 10 buah, dan aset pribadi lainnya yang cukup banyak. Sudah menuai hasil pokoknya.
Awalnya, tempat yang digunakan sebagai toko ban dan onderdil ini adalah gudang tempat Om Nur menyimpan keramik dagangannya. Sambil menunggu kedatangan suami saya di bulan November nanti, saya hanya berjualan ban mobil saja tanpa onderdil. Pertimbangannya, saya masih sendirian sedangkan onderdil itu itemnya banyak sekali dan saya sama sekali belum tahu pengetahuan dasar tentang onderdil mobil. Ban saja saya belum paham. Jadi, silakan dibayangkan bagaimana bengongnya saya yang latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Sains dari Biologi UGM, harus menjual produk berupa ban mobil yang saya belum paham betul jenisnya. Jadi, saya mempelajari sendiri sambil dibimbing oleh Om. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa membedakan ban radial yang mana, ban standart , ukuran ban, merk ban yang ternyata jenisnya itu banyak sekali. Ampun deh..
Lama-lama, saya mulai enjoy jualan ban mobil. Apalagi saat ada yang beli. Wah..senangya tak terkira. Pernah, ada dua orang dengan perawakan tinggi besar, pakai baju u can see, trus lengannya bertato datang ke toko saya. Saya sendirian di toko dan biasanya memang sendiri, terdampar diantara tumpukan ban-ban. Awalnya agak takut juga saya, takutnya orang ini berniat jahat eh nggak tahunya beli ban truk dua. Hahay..kekhawatiran berubah menjadi keceriaan. Uang dua juta lebih saya terima. Larisss..hehe..
Lalu, bulan November suami sudah resmi keluar dari pekerjaan, bergabung bersama saya di toko. Saya lega sudah ada teman. Onderdil mobil mulai diorderkan. Ada 1000 item lebih, hah..? Gimana caranya belajar nih. Untung suami saya lulusan teknik mesin UGM, paham tentang onderdil mobil jadi saya bisa belajar pelan-pelan. Kemudian saya dan suami mulai menempati rumah sendiri, tidak tinggal di rumah Om dan bulek lagi. Masih ngontrak sih, tapi bagus untuk tempat tinggal. Kan masih berjuang.
Bulan Desember, kami dapat orang yang akan mengasuh anak kami dan mengurus kebutuhan rumah tangga saat kami di toko. Jadi, anak kami bawa, tidak dititipkan di eyangnya lagi. Resmi di bulan Desember kami tinggal sebagai keluarga yang utuh tidak tercerai berai lagi. Senangnya..
Bulan Maret 2010, kami mulai membeli alat tyre changer ( untuk memasang ban ) dan alat untuk balancing ban. Sedikit demi sedikit mulai ada perkembangan pelanggan. Paling tidak, setiap hari ada pembeli. Entah membeli onderdil atau beli ban atau sekedar balancing. Walaupun rame atau sepinya tidak mesti, tapi paling tidak ada pemasukan yang bisa membuat dapur ngebul. Pokoknya harus bisa mengatur keuangan saja. Berapa persen untuk kulakan, untuk kebutuhan sehari-hari, untuk biaya operasional, semuanya sudah ada posnya sendiri-sendiri.
Bulan Juni 2010, kami dipercaya oleh suplier ban truk dari India untuk menjadi agen satu-satunya di Gunung Kidul. Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Terbukti, ban ini sangat awet dan berkualitas baik bila dibandingkan dengan ban truk lainnya. Sedikit demi sedikit kami bisa menjual produk ini.
Hingga perjalanan usaha kami menginjak usia dua tahun ini, banyak suka duka yang kami kecap. Ada kalanya kami merasakan enak saat jadi karyawan ( biasanya kalau toko lagi sepi ) karena gaji tiap bulan sudah pasti. Saat sekarang, pendapatan tidak pasti, tapi banyak sekali tantangan yang harus kami taklukkan. Saat toko ramai, gaji satu bulan bisa kami dapatkan dalam waktu beberapa jam. Rasanya senang sekali saat itu. Campur-campurlah rasanya. Trus, di usia 2 tahun ini kami juga sudah punya satu karyawan. Harapannya, dari satu ini bisa berkembang lebih banyak lagi seiring dengan perkembangan usaha.
Nah, semoga usia usaha kami yang masih hijau ini bisa berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu, semakin dikenal, semakin banyak pasar yang diraih dan semakin menunjukkan kualitasnya. Dan semoga, anak kami pun semakin bertumbuh secara alami, menjadi anak yang membanggakan dan memuliakan semua orang. Amin.
Hm..ceritanya cukup sekian dulu ya, ada yang ban mobilnya bocor tuh, mau nambal ban tubeless dulu hehe..( karyawannya maksudnya, saya bagian kasir aja..). Dagh..lain kali disambung lagi ceritanya..semoga bermanfaat.
Saturday, August 13, 2011
Anakku Hiperaktif ?

Friday, August 12, 2011
Jawaban Jujur
Tuesday, November 2, 2010
Balita Mengenal Kambing Hitam ?
Gambar dipinjam dari siniTahu-tahu menjelang dini hari Andro terbangun sambil bilang,” Ganti celana..ganti celana..”
Saat bangun tidur, saya tanya kepada Andro,”Siapa yang ngompol semalam ?”
Andro menjawab dengan keras,”Idot...!”
Saya sudah menduga, akhir-akhir ini Andro selalu memakai nama Idot untuk keperluan tertentu. Setahu saya, tidak ada nama temannya yang bernama Idot.
“Siapa Idot ?”, tanya saya untuk yang kesekian kali.
Andro tidak menjawab. Wajahnya menatap saya ragu-ragu. Belakangan saya tahu, Andro selalu memakai nama Idot saat dia mengompol dan untuk hal-hal yang kurang baik lainnya.
Saat saya tanya :
“Siapa yang nakal ?” jawabnya :”Idot...”
“Siapa yang malas ?” jawabnya : Idot...”
“Siapa yang jelek ?” jawabnya : Idot....”
“Siapa yang ngeyel ? Jawabnya : “Idot..”
Tapi saat saya tanya :
“Siapa yang pintar ?” jawabnya :”Andro..”
“Siapa yang rajin ?” jawabnya : “Andro..”
“Siapa yang ganteng ?” jawabnya : “Andro..”
“Siapa yang baik ?” jawabnya :”Andro..”
Hm..saya geleng-geleng kepala. Siapa yang ngajarin ya ? Idot adalah nama khayalan sekaligus kambing hitamnya untuk yang jelek-jelek. Asumsi saya, dengan memakai nama Idot, Andro tidak akan kena marah. Saya jadi ingat, waktu kecil dulu juga punya tokoh khayalan si baik dan si jahat dalam diri saya. Kedua tokoh itu laksana si kembar yang berbeda karakter. Saya menamainya Lili untuk yang baik dan Popo untuk si jahat. Saya bermain sandiwara sendiri memerankan tokoh si Lili dan si Popo yang sedang bercakap-cakap. Aneh ? Mungkin..tapi saya rasa itulah cikal bakal imajinasi saya berkembang hingga sekarang.
Saya cukup senang di usianya yang ke-3 tahun ini Andro sudah bisa membedakan yang baik dan yang buruk secara sederhana. Tapi saya tidak ingin, Idot selalu menjadi kambing hitam dan obyek tertuduh atas segala perbuatan buruknya. Saya ingin Andro mengakui secara jujur perbuatannya baik buruk atau baik. Istilahnya jangan sampai lempar batu sembunyi tangan dan berbohong. Bisa bahaya...
Memang tidak mudah untuk menjelaskannya secara panjang lebar kepadanya yang masih kecil, tapi saya mencobanya pelan-pelan. Bahwa setiap perbuatan itu ada sebab akibat, resiko dan tanggung jawab. Kalau berbuat salah, coba untuk diperbaiki. Oh my God..baru saya sadari ternyata menjadi orang tua itu sangat tidak mudah.
Kali lain, saya ngetes Andro lagi dengan pertanyaan..
“Siapa yang ngompol ?
“Andro...”
“Bagus..mau mengaku..Idot kemana ?”
“Lagi di Yogya..”
“Andro dan Idot itu sama nggak ?”
“Sama..”
Ya Tuhan..betapa bahagianya saya, Engkau titipkan seorang anak yang sangat lucu ini..
Sunday, October 10, 2010
Misteri Angka 10-10-10
Banyak harapan, dengan memilih angka 10-10-10 sebagai hari pernikahan akan terjadi keseimbangan, kesempurnaan ataupun kelanggengan yang mengikuti dalam biduk rumah tangganya kelak. Sejuta harapan, sejuta impian berawal dari sebuah sugesti angka. Bisa benar atau tidak tergantung dari niat menjalaninya.
Lain soal, saya akan mengajak Anda semua untuk bermain-main dengan angka 10 ini. Siapa diantara kita yang tidak suka mendapat nilai 10 dalam mata pelajaran saat duduk di bangku sekolah dulu ? Hampir pasti tidak ada yang menolak angka super ini sebagai nilai tertinggi, terkecuali ada aturan nilai 100 sebagai angka maksimal. Tapi kan angka dasarnya adalah 10, terserah nanti kalau mau dijadikan kelipatan berapa. Semua mendamba angka 10 dapat diraih sebagai lambang kesempurnaan.
Kemudian, saya setuju jika angka 10-10-10 ini bisa membuat saya berbahagia. Apa pasal ? Karena, kebetulan anak semata wayang saya, Andro merayakan ulang tahunnya yang ketiga di tanggal ini. Sebenarnya, tanpa lahir di tanggal inipun, Andro tetap istimewa bagi saya. Tapi suatu kebetulan ini, memberi saya semangat bahwa apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada saya sekeluarga adalah anugerah yang tak terbantahkan. Adalah keharusan bagi saya untuk selalu mensyukurinya. Mempunyai anak yang sehat, cerdas, berbudi pekerti yang baik adalah harapan setiap orang tua .
Dan , di tanggal ini pula genap setahun usaha saya dan suami berjualan ban dan onderdil mobil . Belum apa-apa, masih panjang perjalanan yang harus kami lalui. Masih banyak yang harus dipelajari dan berbenah di sana sini. Masih jauh dari sempurna, tapi kami mensyukurinya. Angka sepuluh adalah harapan dan mimpi, tapi kami tidak ngoyo untuk bisa mencapainya. Biarlah perjalanan waktu dan proses yang bisa mendewasakan kami semua. Kalaupun jika akhirnya angka 10 hanya menjadi bayang-bayang saja, ya nggak masalah, wong nggak ada manusia yang sempurna kok. Anggap saja, angka sepuluh adalah angka cantik yang menjadi motivator untuk berbuat lebih baik lagi dari yang sudah-sudah. Bukan untuk mendewakan, mengkultuskan kemudian menjadikan sesuatu yang harus..nggak..sekedar lucu-lucuan saja, daripada nggak ada omongan. Ya toh..
Monday, August 23, 2010
Andro Mau Bisnis...
.jpg)
“Mama..mau pergi kerja ya..?”
Ucap Andro setiap kali melihatku sudah rapi hendak berangkat kerja.
“Iya..mama mau bisnis..”, ucapku tanpa dipikir.
“Bisnis..? Mama..Andro mau ikut bisnis. Andro ikut mama bisnis..”
Andro merengek berulang-ulang. Aku tertawa. Tak menyangka Andro meniru ucapanku.
“Sayang, mama mau kerja, bisnis, cari uang buat beli susunya Andro..”
Tampak Andro berpikir sejenak.
“Beli telur juga kan, Ma ? Beli mainan, beli baju, beli vitamin, beli rumah, beli mobil..”
Ah..pemahaman luar biasa, nak. Tak kukira sedemikian cepatnya pola pikirmu. Berapa waktu yang telah terlewat tanpa sempat kulihat perkembangannya. Memang, jarak toko dan rumah tidak seberapa. Tapi meninggalkan Andro beberapa jam saat bekerja membuatku kehilangan beberapa momen baru yang kadang tidak sempat aku ketahui. Aku sebagai ibunya tidak menjadi yang pertama atas perkembangannya. Selalu aku ketahui dari mbak Ikem, yang mengasuh Andro dari pagi hingga sore.
“Tadi dik Andro main sandiwara sendiri Bu, bicara sendiri kalau mama lagi kerja, cari uang..trus liat gambar-gambar..”
“Tapi nggak rewel kan ?”
“Nggak Bu, tadi asyik nyanyi dan mewarnai sendiri..”
Syukurlah, Andro bukan tipe anak yang suka rewel. Walau kadang ada sifat manja, tapi saat diberi pengertian, dia akan mengerti. Sesekali aku ajak Andro ke toko supaya melihat kegiatan ayah ibunya berjualan mencari uang. Saat akan tutup toko pun, Andro paling semangat membantu ayahnya menggelindingkan ban-ban ke dalam. Andro hanya tertawa saat tangan-tangannya menghitam kena kotoran yang menempel di ban.
“Nanti cuci tangan..”, katanya sambil menatapku dan ayahnya.
Ah..Andro, masih panjang perjalanan hidupmu. Masih panjang pula perjuangan ayah dan ibumu dalam merintis usaha bersama ini.
Mungkin beda saat di zona nyaman menjadi karyawan dulu, yang bisa kita prediksi penghasilan setiap bulannya. Tapi sekarang, saat toko ramai ataupun sepi, berkawan dengan ketidak pastian, kita harus siap menghadapi semuanya. Semua demi meraih impian kita bersama, Nak..kita berjuang bareng-bareng dari nol..Okey..?













.jpg)