Pages

Showing posts with label lomba blog. Show all posts
Showing posts with label lomba blog. Show all posts

Tuesday, January 26, 2016

Berkaryalah dengan Hati



Momong anak sambil jualan di toko :)



Ketika kita berpikir out of the box, ternyata ada banyak peluang yang bisa kita raih yang tak terbayangkan sebelumnya

Ketika kita berani keluar dari zona nyaman, ada banyak marabahaya mengancam..namun anehnya, kita menjadi kuat

Ketika kita mau bersahabat dengan ketidakpastian, ternyata kepastian itu akan datang dengan sendirinya

Quote-quote diatas saya yakini sebagai mantra penguat saat akan melakukan suatu hal baru dalam hidup saya. Seringkali, keraguan dan ketakutan lebih mendominasi pikiran sehingga sukses menggagalkan diri sendiri dari segala rencana. Iya, saya butuh dopping motivasi untuk menguatkan. Untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kekuatan pikiran itu luar biasa ampuhnya.

Enam tahun yang lalu, saya dan suami adalah seorang karyawan, buruh biasa di suatu perusahaan. Sepertiga dari waktu hidup kami, habis untuk bekerja. Suami bekerja di pabrik, sedangkan saya bekerja di suatu perusahaan jasa. Jadwal libur suami sesuai dengan kalender Masehi, sedangkan jadwal libur saya adalah hari biasa selain hari Minggu. Yap, hari Minggu adalah hari paling ramai di perusahaan saya bekerja, jadi jika bisa libur di hari Minggu adalah kemewahan bagi saya. 

Alhasil, saya sering kucing-kucingan dengan suami. Bertemu hanya saat di malam hari seusai bekerja. Saat saya off kerja, suami masuk. Saat ia libur di hari Minggu, saya bekerja. Tak pernah bisa menikmati hari libur bersama kecuali salah satu ada yang cuti. Dan itu, terus terang membuat saya lelah. Dan ini semakin kami rasakan saat kami mempunyai anak. Kapan bisa barengan pergi libur ? Pergi malam hari anaknya sudah keburu tidur. Huft..

Walau awalnya hal ini tak terlalu kami permasalahkan, pada akhirnya kami berdua merindukan saat-saat bersama. Merindukan libur bersama tanpa takut dipecat, tanpa takut dimarahi bos, tanpa takut gaji tak cukup untuk hidup sehari-hari, dan tanpa takut lain-lainnya.

Lalu, muncullah ide gila itu. Kami berdua sepakat untuk resign bareng, dan buka usaha bersama. Apa ? Senekad itu ? Disaat suami mulai dipromosikan dan mendapat posisi cukup strategis di perusahaannya, dan disaat saya mulai dinaikkan gajinya ? Yup..kami sudah bertekad !

Apa yang kami punya untuk berani buka usaha sendiri ? Memangnya kami punya modal berapa ? Memangnya kami sudah tahu seluk beluk bisnis ? Memangnya kami sudah tahu apa yang akan kami kerjakan ? Jawabannya adalah : product knowledge kami tentang bisnis nol besar, modal materi kami cuma uang di tabungan sebesar 20 juta rupiah, tapi kami punya kemauan dan tekad untuk berjuang demi suatu perubahan yang lebih baik.

Here we go, kami memilih daerah pinggiran sebagai tempat usaha kami. Bukan di kota besar. Anti mainstream kan..? Memangnya dengan uang 20 juta rupiah bisa buka usaha apa ? Banyak yang meragukan itu, termasuk kami pada awalnya. Antara yakin dan tak yakin,  bisa nggak ya..? Tapi kami percaya, Tuhan selalu beserta kami. Senantiasa memberkati langkah-langkah kami. 

Dalam mimpi pun, kami tak berani terlalu muluk. Namun apa yang kami lakukan, melampaui segala mimpi-mimpi kami. Usaha kami dilancarkan, waktu untuk keluarga bisa lebih fleksibel. Saya bebas melihat tumbuh kembang anak-anak saya setiap saat setiap waktu. Kebetulan, tempat usaha dan rumah tinggal kami satu atap. Lantai atas sebagai toko ban mobil dan onderdil, lantai bawah sebagai tempat tinggal. Jadi, saya bisa memantau pekerjaan dan anak-anak sekaligus. Di sela-sela kesibukan sebagai entrepeneur dan mom of two, saya juga bisa menyalurkan passion saya sebagai blogger. Bukankah hidup ini begitu indah. Saya menikmati setiap waktu yang bisa saya habiskan bersama keluarga.

O ya, di awal buka usaha perjalanan usaha memang tidak mudah adanya. Peran saya dan suami sangat random. Kami belum mampu membayar karyawan, semua kami kerjakan sendiri. Saya menjadi admin, kasir, marketing, debt collector, customer service dan peran lain yang tak terduga. Semuanya harus bisa saya handle. Mau tak mau, saya harus belajar untuk bisa. Pun, suami harus lihai menjadi teknisi, mencari suplier terbaik, marketing, customer service sekaligus pimpinan dari usaha kami. Semuanya cukup mendebarkan namun mengasyikkan. Kami memulai semuanya benar-benar dari nol. Suka dan duka benar-benar kami rasakan bersama.

Pencapaian-pencapaian mulai kami rasakan selangkah demi langkah. Semakin bersemangat ketika Bank mulai mempercayai dengan memberikan pinjaman modal. Kami mulai bisa membayar karyawan yang membantu pekerjaan kami. Pasar mulai bisa kami raih walaupun himpitan kompetitor mulai terasa. Semuanya kami nikmati prosesnya. Segala hambatan dan rintangan selalu kami atasi bersama. Menjaga konsistensi dan kepercayaan pelanggan adalah motto usaha kami yang harus selalu kami camkan. Tak bisa main-main dengan kepercayaan. Hancurlah suatu bisnis jika kepercayaan sudah tidak ada.

Kami harus mau meninggakan zona nyaman kami yang terima gaji setiap bulan saat jadi karyawan. Kami harus mau bersahabat dengan ketidakpastian karena hari ini belum tentu seramai hari kemarin atau sebaliknya. Kami harus mampu berpikir keluar dari kotak jika ingin maju dan dianggap beda dari kompetitor. Kami harus proaktif mencari inovasi-inovasi yang bisa memikat pelanggan kami. Semuanya adalah proses yang harus kami lewati dan nikmati.
Percayalah, selalu ada jalan jika kita mau berusaha. Selalu ada jalan jika kita tahu tujuan kita mau kemana. Selalu ada kemudahan yang menyertai langkah-langkah kita bahkan dari hal yang tidak kita sangka-sangka. Semuanya selalu penuh kejutan. Dan tentunya, membuat hidup selalu penuh warna. Seperti bianglala.

Bertepatan dengan buka usaha di tahun 2009 itulah, saya dan suami mulai belajar membuat blog. Masih blog gratisan sampai sekarang. Suami membuat blog tentang usaha kami. Saya mulai membuat blog pribadi. Jujur, tujuan utama membuat blog awalnya ingin mendapat penghasilan dari Google adsense. Maka saya semangat beternak blog ketika Google approved permohonan adsense saya. Ada empat blog yang saya kelola, semuanya saya pasang Google adsense. Harapannya, bisa dapat dolar sebanyak mungkin...hahaha.. Apakah dari keempat blog itu update selalu..? Hm..kadang-kadang..( kalau sempat )..hehehe..

Maunya sih, semua peran saya sebagai istri, ibu, entrepeneur, blogger semuanya bisa selaras dan seimbang. Tapi kenyataannya ? Tetaplah saya dengan keterbatasan saya. Kemampuan saya ada batasannya. Semangat menyala, tapi tenaga ngos-ngosan. Ya, saya tidak punya ART. Di sela-sela membantu suami di toko, saya juga mengurus dua anak. Satu kelas  2 SD, satu lagi masih 22 bulan dan masih ASI. Jadi ya, antar jemput anak sekolah sambil tetap terima telepon dari karyawan di toko, menyusui anak di toko sudah biasa bagi saya. Yang penting semuanya bisa ke-handle. Walaupun kadang saya lelah namun tetap bahagia .. :)

Tak sengaja, saya mengenal komunitas KEB dari sosial media teman. Lalu terpikatlah saya untuk ikut bergabung. Dan..wow..senangnya saya ketika di approved oleh mak Sari Melati kala itu. Saya merasa diterima dan mendapat rumah nyaman di Komunitas Emak Blogger ini. Di KEB, ada banyak cerita yang mengingatkan bahwa saya tak sendiri. Ada banyak Ibu-ibu, dengan segala kerempongannya mengurus rumah tangga, anak, suami dan bekerja..ternyata punya power untuk memaksimalkan segala potensi dalam diri.


Pemenang lomba blog hampir semuanya member KEB :)

Saya selalu kagum dengan sederet prestasi yang telah diukir dari emak-emak KEB ini. Menang lomba blog, blognya laris manis dilirik brand, diperhitungkan dalam acara-acara blogger, jadi buzzer, penulis buku, ghost writer, writer content dan sederet atribut prestise disandang oleh emak-emak hebat ini.

Jujur saya akui, KEB berperan besar dalam passion menulis saya. Dengan blogwalking, saya terpacu untuk giat menulis lagi. Saya termotivasi juga untuk berani ikut lomba blog. Dari beberapa lomba blog yang saya ikuti, lumayanlah ada yang nyangkut dapat hadiah hiburan. Melalui teman blogger dari KEB juga, saya dan anak saya bisa masuk majalah Ayahbunda tentang testimoni ASI. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari menjadi bagian komunitas KEB ini. Berupa materi ataupun ilmu, semuanya memperkaya jiwa saya. Terasa sekali aura di KEB yang saling mendukung antar member yang beragam itu, adem ayem dan jauh dari bullying. Dan saya merasa, di KEB ini tidak ada diskriminasi sekalipun latar belakang membernya berbeda-beda. Perbedaan yang ada justru menjadi kekayaan dari KEB. Sungguh, tiada kenyamanan terindah yang saya dapatkan dari berbagai komunitas blogger selain KEB ini.


Saat dimuat di Majalah Ayahbunda :)

KEB menunjukkan kepada dunia bahwa emak-emak tidak hanya bisa berkutat dengan bawang, daster dan gendong anak saja. Emak jaman sekarang pun melek teknologi sehingga tak kalah dengan anak gaul yang ngehits. Dan yang pasti, bisa menghasilkan sesuatu dari rumah tanpa melupakan tugas dan tanggungjawab kodratnya. Hebat kan..? Juelasss..

Semakin bangga saya, ketika suatu hari, ada customer di toko bilang sama saya,”Mbak..masih suka blogging ya..?”

Lho..kok Mas tahu..,”kata Saya.

Iya, saya tahu toko ini juga dari tulisan mbak di blog. Saya suka baca-baca tulisan mbak..”

Oh..”

Saya terpana. Ternyata kegiatan blogging saya ada manfaatnya. Apa yang saya tulis, mungkin tidak begitu penting bagi saya, ternyata bisa menghibur bagi orang lain. Saya semakin percaya, apapun karya kita jika dilakukan dengan hati, pasti ada manfaatnya. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat pasti. Mungkin bukan bagi kita, tapi untuk orang lain. Pasti. 

Selamat ulang tahun keempat KEB. Teruslah berkarya, teruslah memotivasi jiwa-jiwa yang ragu seperti saya untuk terus berkarya dengan hati. Terus meninggalkan jejak indah hingga melegenda bagi anak cucu kita. Terus berprestasi dan mengukir sejarah. Tetap rendah hati dan selalu update. Hidup KEB ! KEB memang ter-muah di hati..I love You polll..



Monday, November 9, 2015

Kota Udang yang Smart


Syarat Smart City
Sumber gambar dari sini 

Saya pernah tinggal di kota Cirebon selama kurang lebih 3 tahun dari tahun 2006 sampai 2009. Secara umum, saya mengenal sedikit seluk beluk kotanya. Sebagai kota perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, Cirebon menjadi kota transit bagi pelaku bisnis. Iya, Cirebon adalah kota strategis. Mau ke Bandung, atau ke pusat kota Jakarta jaraknya cukup terjangkau. Kereta api Cirebon Express selalu  tersedia dari kelas bisnis dan eksekutif dari stasiun Cirebon tujuan kota Jakarta. Kurang lebih tiga jam jarak tempuh yang diperlukan. Saya ingat, setiap naik kereta api dari Jogja ke Jakarta, stasiun Cirebon merupakan stasiun yang disinggahi paling lama. Itu artinya, stasiun Cirebon dianggap cukup besar dibandingkan dengan stasiun lainnya.

Kesan pertama saat ke kota Cirebon adalah hawanya yang panas. Iya, panas sekali. Pasti deh berkeringat kalau tanpa AC dalam ruangan. Untung, tempat saya bekerja ada AC nya. Jadi adem. Hehehe..Panas yang terjadi mungkin karena kota Cirebon dekat dengan pelabuhan. Selain itu, di kota kurang banyak terdapat pohon. Taman kota hanya ditumbuhi tanaman kecil saja.

Enam tahun yang lalu, saat saya masih tinggal di Cirebon, fasilitas publik sudah lumayan lengkap. Pusat pertokoan ada Grage Mall, Cirebon Mall, PGC ( Pasar Pagi Cirebon ), dan saat itu CSB (Cirebon Super Block ) masih dalam tahap pembangunan. Fasilitas hiburan ada bioskop, dan penginapan ada beberapa hotel berbintang.
Di pusat kota terdapat pula pasar tradisional yang cukup besar. Peninggalan budaya ada dua kraton. Akses antar kota ada stasiun, terminal, dan saat itu ada isu beredar bahwa di Cirebon akan dibangun bandara. Wow..



Lalu bagaimana kondisi kota Cirebon setelah saya tinggal ? Ternyata demikian pesatnya pembangunan. Sekarang CSB sudah jadi, ada tol Cipali dan sudah ada Aston Hotel Cirebon. Tepuk tangan untuk perkembangan ini..plok..plok..plok..

Dengan berbagai fasilitas yang sudah ada tersebut, sudah layakkah kota Cirebon menjadi salah satu Smart City di indonesia ? Bisakah Cirebon masuk kategori Smart City..? 

Ternyata, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu kota layak mendapatkan gelar sebagai Smart City, antara lain :

1. Pemerintahan yang Cerdas

Hukumnya wajib jika Smart City harus mempunyai Smart Government. Suatu pemerintahan kota hendaknya mampu menjadi panjang tangan masyarakat untuk kemajuan kotanya. Di era digital seperti sekarang, seorang Walikota atau Bupati sebaiknya bisa menggunakan sosial media secara bijak. Tentu fungsinya diprioritaskan untuk menampung ide-ide kreatif dari masyarakat khususnya kaum muda untuk bisa berperan aktif bagi kebaikan bersama. Pemerintahan yang demokratis, bebas korupsi dan tidak pro poligami tentu lebih dihargai oleh rakyatnya. Sebab, pernah beredar isu, beberapa waktu lalu salah satu pejabat kota Cirebon yang sudah beristri terlibat hubungan asmara dengan salah satu penyanyi dangdut ibukota. Nah, lho..jangan sampai masalah pribadi seperti ini mencoreng wibawa pemerintah kota Cirebon.

Pemerintahan yang bersih, berwibawa, bertanggung jawab dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat harus dijunjung tinggi. Pemerintah yang sehat tentu akan membawa daerah dan masyarakatnya  menjadi sehat pula. 


2. Rakyat yang Cerdas

Rakyat yang bisa mandiri secara finansial merupakan salah satu ciri rakyat yang cerdas. Mereka kreatif dalam berkarya, punya usaha sendiri, dan aktif mencari kredit modal untuk mendukung usaha yang dirintis. Selain rakyat yang punya usaha sendiri, rakyat yang suka menulis hal-hal yang bermanfaat dan men-sharenya di media sosial seperti blog juga termasuk rakyat cerdas. Di Cirebon, rakyat cerdas juga ditandai dengan adanya Komunitas Blogger Cirebon

Dengan eksistensi Blogger, tentu segala informasi dapat di share secara cepat dan akurat. Budaya senang membaca dan menulis dapat melatih kecerdasan dan daya ingat untuk ide-ide yang segar. Untuk mendukung kegiatan Blogger di segala suasana, Smartfren 4G LTE siap menemani segala aktivitas para blogger.

3. Ekonomi yang Cerdas

Perekonomian yang sehat biasanya dapat dilihat dari inovasi-inovasi yang berkembang. Agar mampu bersaing di pasar bebas, tentu dibutuhkan dasar yang kokoh. Salah satu usaha yang cukup dikenal di Cirebon adalah adanya usaha batik Trusmi. Masyarakat sekitar diberdayakan untuk menghasilkan karya batik yang laku dijual dan disukai hingga ke mancanegara. Ini adalah salah satu aset yang harus dikembangkan. 



Batik Trusmi
Sumber gambar dari sini
    
O,ya..khas Cirebon yang dapat mendukung smart economy adalah kulinernya yang beragam. Mulai dari tahu gejrot, nasi lengko, nasi jamblang, empal gentong, dan makanan khas lainnya yang semuanya itu enak. Iya, saya sudah mencicipi semuanya. Sedap.. 

Nasi Jamblang
Sumber gambar dari sini


Contoh usaha lain yang dikembangkan di Cirebon adalah dengan adanya kerajinan rakyat lokal yang mengusung konsep modern. Di desa Tegalwangi, ada sumber daya alam rotan yang bisa dibuat kerajinan dengan harga jual cukup tinggi. Tentunya banyak usaha lain yang diberdayakan oleh masyarakat berdasarkan potensi yang telah ada di daerah tersebut. Bahkan syukur-syukur bisa sampai dieksport. Tentu ini menjadi nilai plus kota Cirebon untuk bisa go public di kancah bisnis internasional. 


Kerajinan Rotan
Sumber gambar dari sini

4. Mobilitas yang Cerdas

Salah satu ciri suatu kota bisa disebut sebagai "smart city" dapat dilihat dari keadaan lalu lintas di jalan raya. Bagaimana cara orang-orang berkendara, apakah menyebabkan jalan raya semrawut atau tidak, secara tidak langsung menunjukkan cermin budaya daerah tersebut. Sejauh ini, kota Cirebon mempunyai sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai. Terlebih dengan dibangunnya tol Cipali ( Cikopo - Palimanan ) belum lama ini, akses ke luar kota semakin mudah untuk dijangkau. Lebih hemat waktu dan efisien.

Tol Cipali
Sumber gambar dari sini


Kota Cirebon mempunyai dua stasiun, satu terminal yang cukup layak menjadi sarana publik. Beredar kabar jika Cirebon akan dibangun bandara entah kapan. Semoga saja bisa direalisasikan segera supaya transportasi semakin lancar. Alangkah baiknya jika ada semacam bus seperti Transjakarta supaya masyarakat semakin tertib dan nyaman dalam menggunakan transportasi umum. Bus-bus disediakan jalur khusus dan hanya berhenti di halte yang telah ditentukan. Selama ini angkutan umum di dalam kota masih berupa angkot dan bus kecil.  


Baik pula jika di beberapa titik kota dipasang CCTV supaya pelanggar lalu lintas dapat langsung ditindak sehingga tidak membahayakan pengguna jalan raya lain. Selain itu aksi kejahatan di jalan raya seperti begal misalnya, dapat terekam sehingga pelaku bisa segera diberi sangsi tegas.

 

5. Lingkungan yang Cerdas

Alangkah nyamannya jika lingkungan sekitar bersih, bebas dari sampah dan udara sejuk karena banyak pohon di tanam di taman kota dan di pinggir-pinggir jalan. Selain bebas polusi, tentunya sehat bagi jiwa dan raga. Perlu diterapkan pula sistem denda bagi pembuang sampah sembarangan.


Tempat wisata di sekitar kota Cirebon juga wajib dijaga kelestariannya. Adalah aset jika wisata Cirebon cukup digandrungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang perlu diperhatikan oleh pengelola tempat wisata adalah kebersihan toilet umum. Karena bersih atau tidaknya toilet umum adalah cermin budaya bangsa. Jangan sampai kota Cirebon mendapat julukan yang tidak pantas karena toilet yang kotor.


O,ya saat saya tinggal di Cirebon dulu, masalah banjir saat musim hujan juga cukup mengganggu kenyamanan lingkungan. Semoga saat ini sudah mulai dibenahi masalah penyerapan air ( drainase ) di setiap daerah Cirebon yang rawan banjir.


Tentu lingkungan kota Cirebon akan semakin baik jika disediakan perpustakaan  dan wifi di area tertentu supaya masyarakat semakin cerdas dengan memanfaatkan fasilitas publik. Jika lingkungan sudah nyaman dan rakyatnya cerdas, tentu segala tindak kriminalitas dapat ditekan dan tidak semakin merajalela.


6. Kehidupan yang Cerdas


Masyarakat modern saat ini mempunyai mobilitas yang sangat tinggi. Segala sesuatu semakin dipermudah dengan adanya internet. Mau belanja, mau pesan tiket pesawat, mau makan semuanya tinggal klak klik dan cepat, praktis. Hemat waktu dan tenaga serta biaya. Semakin banyaknya masyarakat berpendidikan tinggi tentu mengubah perilaku masyarakat yang seharusnya semakin mengerti akan budaya.


Budaya Cirebon seperti tari topeng dan lain sebagainya harus dapat dipertahankan bahkan dikembangkan oleh generasi penerus supaya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi Cirebon mempunyai budaya peninggalan Kraton Kasepuhan dan Kraton Kanoman. Keunikan budaya ini bisa mendatangkan turis lokal maupun mancanegara yang bisa meningkatkan penghasilan devisa daerah.


Sumber gambar dari sini

 
Sumber gambar dari sini

Nah, jika wisatawan semakin banyak datang ke Cirebon, tentu akan banyak membutuhkan hotel sebagai tempat untuk penginapan. Salah satunya adalah Aston Hotel Cirebon, bisa menjadi rekomendasi sebagai hotel terbaik yang memberikan kenyamanan saat berlibur di kota Cirebon. 

Dengan penjelasan diatas, kira-kira apakah kota Cirebon dapat meraih cita-citanya menjadi Smart City. Jawabannya adalah : harus bisa dong !

Sumber referensi :
  1. www.smartcity.jakarta.go.id 
  2. www.cirebon.us
  3. www.smartid.it
  4. www.indohoy.com
  5. www.ekonomi.metrotvnews.com
  6. www.telusuri.org
  7. www.the-patw.com