Pages

Showing posts with label kehamilan. Show all posts
Showing posts with label kehamilan. Show all posts

Saturday, February 20, 2016

Tamu Bulanan Datang di Saat Tidak Tepat


Ea..saya sebenarnya lagi H2C alias harap-harap cemas. Wanita kebanyakan biasanya was-was dan dag dig dug gak karuan jika tamu bulanan yang ditunggu tak kunjung tiba. Eits..tamu bulanan yang dimaksud ini siapa ? Bang Toyib..? *gagal paham*

Ummm..itu loh..tamu bulanan tiap wanita yaitu haid alias menstruasi. Saya lagi bingung bin masgyul, karena because tamu bulanan datang lagi di luar siklus haidnya. Begini kronologisnya. Saya terbiasa mencatat dan mengingat-ingat tanggal pertama haid saya. Jadi, saya sudah tahu schedule atau jadwal atau siklus haid saya yang rata-rata 24 hari dari hari pertama mens. Jadi, misalnya saya mendapat haid di tanggal 2 Februari 2016, maka bisa dipastikan saya akan haid lagi di tanggal 26 Februari 2016. Sebulan 2 kali haid ? Memang..siklus haid saya terbilang pendek dari rata-rata siklus haid 28-35 hari. Siklus haid saya teratur, hampir selalu tepat waktu. Kalaupun telat palingan sehari dua hari. Bahkan pernah juga maju sehari. Rajin ya..on time, bo..

Trus, biasanya lama haid saya berkisar antara 4-6 hari selesai. Hari 1-3 biasanya sedang banyak-banyaknya. Dan harus siap dengan resiko tembus apalagi kalau pakai celana atau rok putih..ealah.. Maka dari itu saya selalu prepare dengan stok pembalut bersayap yang cukup banyak. Gak harus yang slim, yang penting anti tembus dan tidak mudah bergeser. Kalau kebetulan pas nggak pake yang bersayap, sudah pasti tembus dah..karena mudah bergeser dan kisut..*aih bahasanya..*

Hipotesa

Jadi, kemarin tanggal 2 februari kan saya dapat mens hari pertama. Tanggal 7 itu sudah bersih. Biasanya memang hari keenam sudah bersih. Lha kok ndelalah, tanggal 10 februari saya medapat mens lagi. Ini aneh, jelas aneh di luar kebiasaan dan di luar jadwal. Biasanya tanggal segitu itu jadwalnyan masa subur alias ovulasi yang ditandai dengan keluar lendir putih bening itu. Tapi kenapa ini merah darah dan jumlahnya cukup banyak seperti mens lagi..? Hiks..saya kaget. Ada apa sebenarnya..? Saya lalu browsing mencari informasi sebanyak-banyaknya. Ada banyak pendapat tentang kelainan jadwal ini, diantaranya :
  1. Stress
  2. Kecapekan
  3. Pengaruh hormon
  4. Ada myoma
  5. Gejala kanker serviks
  6. Ada infeksi rahim
  7. Peluruhan dinding rahim
Saya ingat-ingat, mungkin saya kecapekan. Atau mungkin hormon saya sedang tidak seimbang, lha wajah saya juga keluar jerawat tuh..bisa jadi hormon kan..Apalagi riwayat saya pernah keguguran karena ketidakseimbangan hormon. Trus setiap hamil pasti mengalami flek sampai pendarahan. Kalau kemungkinan nomor 4-7..aduh..terus terang saya takut. 

Saya mencatat, darah yang keluar di luar siklus ini seperti darah mens, berwarna coklat, sebagian ada yang menggumpal sedikit. Kadang keluar banyak, kadang flek saja. Tapi kok nggak berhenti-henti ya..Kalau mens, harusnya tanggal 16 sudah berhenti darahnya. Tapi ini belum. Maka tanggal 17 februari, saya periksa ke dokter kandungan. Berharap masalah ini cepat selesai.

Sampai di obgyn, dokter melakukan tindakan USG. Sebelumnya saya menceritakan kronologis diatas. Saat di USG, ukuran rahim saya normal. Seharusnya, memang tidak ada kemungkinan no 4-7. Sedikit lega ketika dokter mengatakan mungkin saya capek, stress atau bisa juga karena faktor hormonal. O,ya..saya juga di test pack untuk memastikan bahwa saya tidak sedang hamil. Dan ternyata memang hasil test packnya negatif. Fiuh..

Terapi
Oleh obgyn, saya diterapi untuk minum obat Licostan asam mefenamat, Clonex asam traneksamat dan Biosanbe (Zat besi). Saya browsing, mencari tahu obat apa saja yang saya mium :
  • Licostan Asam Mefenamat : obat pereda nyeri haid, bisa juga digunakan untuk penderita sakit gigi, tapi harus dengan resep dokter karena termasuk obat keras
  • Clonex Asam Traneksamat : obat yang berfungsi menghentikan pendarahan dengan cara mengikat fibrinogen
  • Biosanbe : suplemen Zat besi supaya tidak Anemia
Maka, saya meminum ketiga obat itu dua kali sehari untuk Licostan dan Clonex, dan Bisanbe satu kali sehari. Kata dokter, obat ini tidak boleh digunakan lebih dari lima hari. Jika pendarahan sudah berhenti sebelum 5 hari pemakaian, tidak perlu minum obat lagi. Jika lima hari darah masih keluar, segera periksa ulang. Wah..saya sudah meminumnya sampai hari ini tanggal 19 tapi pendarahannya masih. Duh..semoga segera sembuhlah..doakan saya ya..

Sunday, May 24, 2015

Hamil itu Keajaiban

Kehamilan bagi saya adalah anugerah, keajaiban dan surprise terindah dari-Nya. Kehamilan menjadi reminder betapa kecilnya saya di hadapan-Nya. Saya sendiri merasakan, betapa sulitnya kehamilan itu, tapi melalui Kuasa-Nya semua bisa terlewati. Ya..saya selalu merasa terharu setiap mengingat kehamilan saya.

Saya mengalami kehamilan tiga kali. Dari tiga kali itu, satu kali mengalami keguguran sehingga saya dipercaya oleh Tuhan untuk dititipi dua orang anak, satu putra dan satu putri. Sepasang. Lengkap. Puji Tuhan.

Ketiga kehamilan itu, tidak mudah pada awalnya. Saya selalu mengalami flek hingga pendarahan di trimester pertama. 

Ada beberapa persamaan dari ketiga kehamilan itu : 

1. Keluar flek hingga pendarahan

Saat hamil si sulung, saya mengalami flek hingga sepuluh kali saat usia kehamilan 10 minggu. Padahal saat itu saya masih bekerja sebagai seorang karyawan. Oleh dokter kandungan saya diberi obat penguat premaston. Flek bisa berhenti saat usia kehamilan menginjak minggu ke-12.

Kejadian itu berulang kembali saat saya hamil kedua kalinya saat si sulung sudah berusia 6,5 tahun. Di usia kehamilan 6 minggu, saya mengalami flek kemudian periksa ke obgyn dan diberi obat penguat Prestenol. Saya merasa bersalah tidak segera periksa kehamilan begitu test pack positif. Saya masih santai menunggu nanti saja periksanya kalau sudah uk 8 minggu karena saya pikir waktu hamil kakak dulu, di uk 8 minggu janin belum kelihatan saat di usg. Kantong janin baru kelihatan saat usg dua minggu berikutnya. Ternyata, di uk 8 minggu sampai seminggu kemudian, flek tidak berhenti yang lama kelamaan menjadi pendarahan seperti menstruasi  meskipun sudah diberi obat penguat Prestenol. Pendarahan terus terjadi hingga akhirnya saya keguguran di uk 10 minggu. Duh..sedihnya saat saya harus menjalani kuretase.

Enam bulan pasca keguguran, saya dan suami memutuskan untuk hamil lagi, dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Saya hamil untuk ketiga kalinya. Untuk kehamilan kali ini saya lebih waspada mengingat riwayat kehamilan saya sebelumnya. Begitu test pack positif saya dan suami segera periksa ke Obgyn meskipun saat di usg kantung janin belum kelihatan. Seperti biasa saya diberi vitamin untuk ibu hamil. Di uk 4 minggu, saya kembali was-was ketika saya mengalami flek lagi. Duh, Gusti..saya tidak ingin keguguran lagi. Segera saya periksa diantar suami dan diberi obat penguat Allynol. 

2. Bedrest  

Iya, saat kehamilan pertama dan kedua mengalami flek saya bedrest. Namun tidak total. Tetap beraktivitas namun hati-hati. Lha gimana, saat itu saya masih bekerja. Paling tiduran sebentar lalu aktivitas kembali. Setelah mengalami keguguran, dan kehamilan ketiga mengalami flek lagi, saya memutuskan untuk bedrest total. Selama 3 bulan saya menghabiskan banyak waktu untuk tiduran. Kebetulan, saya dan suami sudah resign dari pekerjaan dan buka usaha bersama. Saya benar-benar ingin kehamilan ketiga ini berhasil. Tak henti-hentinya saya berdoa sambil berurai air mata. Saat itu, saya was-was ketika flek masih saja ada meskipun sudah bedrest dan minum obat penguat. Duh Gusti..mudahkanlah kehamilan kali ini. Kegiatan naik motor saya stop total. Kegiatan antar jemput anak sekolah dilakukan oleh suami di sela-sela waktu mengurus toko usaha kami.  Keluar rumah juga saya kurangi kecuali pergi ke gereja dan periksa ke dokter. Selanjutnya saya bedrest saja. Dan ternyata, Tuhan mendengar doa saya..flek dan pendarahan berhenti setelah uk memasuki 12 minggu.

3. Ketidakseimbangan hormon

Konon, flek dan pendarahan yang saya alami ini karena ketidakseimbangan hormon progesteron dalam tubuh saya. Tubuh saya kekurangan hormon progesteron yang berfungsi untuk melekatkan janin di dalam kantong rahim. Sehingga perlu diberi obat penguat kandungan yang sebenarnya berfungsi untuk menyeimbangkan kadar hormon progesteron dalam tubuh saya sehingga janin bisa melekat dengan baik di kantung rahim dan harapannya bisa berkembang sebagaimana mestinya. Jadi obat penguat bukan untuk memperkuat kandungan karena sebenarnya kandungan atau rahim itu sudah kuat, hanya hormonnya saja yang diseimbangkan. Bermacam-macam merk obat penguat kandungan yang pernah saya konsumsi antara lain Premaston, Prestenol dan Allynol.

Biasanya ketidakseimbangan hormon ini terjadi di kehamilan trimester pertama dan berakhir saat uk 12 minggu ke atas, karena di usia kehamilan ini, tubuh sudah memproduksi hormon progesteron sendiri. Sehingga, di trimester kedua flek akan berhenti dan tidak diperlukan obat penguat kandungan lagi.

4. Telat dari HPL

Uniknya, kedua anak saya sama-sama mengalami kelahiran yang telat seminggu dari perkiraan lahir. Saya tidak mengalami bagaimana rasanya kontraksi atau pecah ketuban sebelum lahir. Jadi di hari perkiraan lahir saya tetap biasa saja tidak merasakan perut mulas dan kontraksi seperti orang akan melahirkan. Saya cukup khawatir saat anak pertama tak kunjung lahir. Padahal tiap pagi jalan-jalan, ngepel pake tangan dan kegiatan lain yang mempermudah proses persalinan. Beredar info kalau anak nggak lahir-lahir nanti kalau lahir anaknya berwajah tua, ada yang cacat, keracunan ketuban, plasenta mengalami pengapuran dan lain sebagainya yang cukup membuat saya risau. Lalu saya periksa ke Obgyn, dan setelah tahu saya  telat 5 hari dari HPL, saya disarankan untuk masuk RS dua hari kemudian untuk diinduksi. Dokter juga berpesan jika sebelum dua hari itu saya merasakan mulas atau pergerakan janin berkurang, langsung datang saja ke Rumah sakit bagian persalinan. Seperti de javu, ketika saya mau melahirkan anak kedua sama kejadiannya dengan saat  mau melahirkan anak pertama. Kebetulan saya memilih Obgyn yang sama.

Hm..itu tadi persamaan saya saat hamil tiga kali. Trus..pada penasaran gak ya kalau hamil anak laki-laki dan perempuan itu bagaimana. Kebetulan anak saya yang pertama laki-laki dan anak kedua saya perempuan. Penasaran ? Baiklah..akan saya ceritakan.

Begini ceritanya.. *mata menerawang hihihih..*

Hamil anak laki-laki ( si sulung ) :
  1. Teler, tiap hari mengalami morning sick, mual dan muntah-muntah, lemes pokoknya
  2. Senang makan yang asin-asin, contohnya telur asin..iya..suka banget, gak suka yang manis-manis
  3. Males dandan, kalo kerja seadanya aja gak suka aneh-aneh
  4. Kata orang sih, bentuk perut lonjong
  5. Saat kehamilan 7 bulan saya kena cacar air, sehingga harus diopname di rumah sakit. Obgyn sempat salah memberi info yang membuat deg-degan jika ibu hamil kena cacar air, resiko 10% bayi akan mengalami cacat pada pendengaran, kelainan perkembangan mata dan kepala bayi bisa membesar. Ternyata dilarat jika kemungkinan hanya 1%, itupun jika usia kehamilan masih trimester pertama. Duh..dok..bikin senewen aja..pokoknya saya dan suami berdoa dan berpasrah diri
  6. Mengalami perlakuan induksi, ini karena sudah telat dari HPL dan saya tidak merasakan perut mulas atau kontraksi sama sekali, maka Obgyn segera menginstruksikan saya diinduksi setelah rekam jantung bayi cukup kuat untuk diinduksi. Saya diinduksi dengan cara diberi obat tiap 4 jam sekali sampai tiga kali, namun pembukaan mulut rahim hanya sedikit (sampai bukaan dua). Lalu saya diinduksi dengan cara diinfus, ternyata cukup ampuh, baru beberapa tetes bukaan mulut rahim bisa cepat hingga sampai bukaan sembilan. Efek samping induksi adalah ternyata sakit sekali rasanya, perut mulas tiap 5 menit sekali dan jika janin tidak kuat bisa mengakibatkan janin stress karena perlakuan ini membuat janin di dalam perut merasa tidak nyaman.
  7. Melahirkan secara normal setelah hampir kehabisan tenaga karena diinduksi selama 24 jam. Sempat muntah dua kali karena kecapekan dan kesulitan mengejan. Akhirnya di detik-detik terakhir saat dokter mengultimatum akan melakukan vacum atau operasi caesar sebagai jalan terakhir, entah kekuatan darimana saya bisa mengejan sekuat tenaga dan si sulung akhirnya bisa lahir. Tak peduli walaupun dijahit hampir menyerupai obras.
Hamil anak perempuan ( si bungsu ) :
  1. Mual dan muntah tidak terlalu sering seperti hamil anak laki-laki
  2. Senang makan yang segar-segar rasa manis dan asam, pedas juga tapi tidak banyak-banyak..
  3. Senang dandan, kata orang keliatan fresh dan cantik..banyak yang nebak kalo nanti anaknya cewek
  4. Kata orang lagi, bentuk perut bundar 
  5. Tidak mengalami induksi karena janin kurang responsif / gerakan berkurang
  6. Lahir secara operasi caesar, perut saya tidak mengalami kontraksi sehingga terjadi pendarahan cukup banyak, setengah sadar saya mendengar Obgyn berkata,"Berdoa mba.., tidak kontraksi ini.." Ya Tuhan..saya berdoa dalam keadaan antara sadar dan tidak, kemudian saya merasa pusing dan tidak ingat apa-apa selain rasa melayang-layang di atas awan yang putih. Padahal kalau operasi caesar seharusnya tetap sadar karena yang dibius hanya perut ke bawah. Saya sadar kembali saat dokter sudah selesai melakukan operasi dan saya bisa mencium bayi kedua saya. Kata dokter, alat yang digunakan untuk menjepit pembuluh darah supaya kontraksi dan mengurangi pendarahan sampai dua set. Ya Tuhan..terima kasih akhirnya saya bisa sadar kembali dan bisa melihat anak kedua saya. Benar-benar pengalaman melahirkan yang cukup menegangkan.
Foto kiri saat hamil si bungsu, perempuan
Foto kanan saat hamil si sulung, laki-laki
Ada perbedaan bentuk perut gak, ya..? Bulat atau lonjong .. ^-^

Nah, cerita tentang kehamilan sudah. Sekarang,  coba perhatikan foto diatas. Saya merasa beruntung karena kedua kehamilan saya telat dari hpl, jadi bisa foto dulu menjelang kelahiran. Coba kalau sudah mules duluan atau ketuban pecah, mau foto-foto..mana sempaaatttt...heheheh..Benar gak ya perut saya lonjong saat hamil anak pertama (foto kanan). Atau benarkah perut saya bentuknya bundar saat hamil anak kedua (foto kiri). Mitos atau fakta, yang pasti saya sangat bersyukur kedua anak saya lahir tanpa kurang suatu apapun. 

Dan, saya merasakan hampir semua cara melahirkan dari normal, induksi, kuretase hingga operasi caesar. Kalau disuruh membandingkan, mana yang paling sakit diantara semuanya itu ? Hm..semua sakit ! Tapi, semua rasa sakit itu terbayar dengan pecahnya tangis bayi. Waaahhh..rasanya bahagiaaaa...sekali...Saya merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dengan memberi kepercayaan kepada saya untuk menyendang gelar seorang ibu. It's so amazing.

 Foto kiri : Si Sulung 
Foto kanan : Si Bungsu


Wednesday, May 7, 2014

Jurnal Kelahiran Rea


Yup..akhirnya, lahir juga adiknya Andro yang telah lama dinantikan dengan perjuangan yang cukup menegangkan. Walaupun bisa dibilang baru sempat posting sekarang, it's better late than never. Yang penting niat untuk berbagi cerita tersampaikan..hehehe..

Hm..baiklah, akan kumulai ceritanya..
  • Tiga bulan pertama kehamilan, tepatnya saat kehamilan 4 minggu aku mengalami flek hingga sedikit pendarahan  yang mengharuskan untuk bedrest total di rumah
  • Selama tiga bulan pertama, tepatnya sejak  kehamilan 4 minggu, minum obat penguat Alynol
  • Selama minum obat penguat kandungan, pendarahan masih terjadi beberapa kali
  • Pendarahan terhenti setelah kehamilan memasuki usia 12 minggu, karena hormon progesteron sudah dihasilkan sendiri oleh tubuh
  • Pendarahan terjadi karena ketidakseimbangan hormon progesteron yang berfungsi melekatkan janin pada rahim
  • Fungsi obat penguat kandungan adalah untuk menambah hormon progesteron
  • Vitamin yang diminum selama hamil adalah Vica Natal di uk 4 minggu, Asam folat di uk 6-8 minggu, uk 9-13 minggu Vica Natal kembali, Sofero di uk 14 minggu dan 22 minggu, Folamil Genio dan Ossoral di uk menjelang persalinan
  • Vitamin diminum sehari sekali, masing-masing vitamin mempunyai fungsi sendiri
  • Hari perkiraan lahir 10 Maret 2014, mens pertama terakhir tanggal 3 Juni 2013
  • Selama hamil, mengurangi kegiatan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, kecuali mbonceng atau duduk manis di mobil
  • Saat usia kehamilan 38 minggu, berat janin masih 2 kg, kemudian disuruh dokter Spog minum Peptisol yaitu minuman protein tinggi, seminggu kemudian berat janin naik menjadi 2,8 kg
  • Merasakan perut mules, kontraksi tanggal 7 Maret 2014, selanjutnya tidak terasa lagi, ternyata itu kontraksi palsu
  • Sampai tanggal 10 Maret 2014, hpl-nya, tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan seperti kontraksi 10 menit sekali
  • Saat periksa ke dokter, usia kehamilan 40 minggu + 5 hari, dokter menyarankan untuk segera datang ke rumah sakit tanggal 17 atau 18 Maret untuk diinduksi
  • Tanggal 18 maret 2014, rencana induksi gagal karena saat rekam jantung janin kurang reaktif
  • Gerak janin berkurang, sehingga dokter tidak berani melakukan persalinan secara induksi, karena takut janin mengalami stress
  • Akhirnya 18 Maret 2014, pukul 15.36 WIB, Aurea Amaranta Tivia (Rea) lahir dengan jalan operasi caesar 





Thursday, September 26, 2013

Hanya Keajaiban Yang Bisa


Gambar dipinjam dari sini 

Puji Tuhan. Setelah mengalami keguguran bulan desember 2012 kemarin, Tuhan memberi anugerah-Nya kepada keluarga kami. Apa itu ? Adalah tanda dua strip di test pack setelah saya telat haid 3 hari ! Yap, saya kembali hamil untuk ketiga kalinya..so amazing..!

Tapi, lagi-lagi kehamilan ini tidak serta merta begitu mudah adanya. Selang 4 hari saya positif hamil, saya kembali mendapati flek di celana dalam saat saya ke kamar mandi. Duh..saya sempat stress. Bayang-bayang keguguran kembali menghantui saya. Asal muasal terjadinya keguguran saya waktu itu ditandai dengan adanya flek yang berkelanjutan menjadi pendarahan hingga akhirnya keguguran dan harus di kuret.

Tak ingin kejadian menyakitkan itu terjadi lagi, saya dan suami segera periksa ke dokter kandungan. Saya ceritakan flek yang saya alami dan keguguran 6 bulan yang lalu. Lalu dokter meresepkan obat penguat untuk saya beserta vitamin yang harus saya konsumsi. Kebetulan, sebelum keguguran waktu itu, saya masih punya sisa obat penguat yang belum habis beserta vitamin dari dokter yang sama. Obat penguatnya adalah Prestenol dan vitamin Vica Natal. Ok, kata dokter diteruskan saja obatnya lalu kembali lagi sepuluh hari lagi tepat saat obat itu habis. Saya patuhi saran dokter.

Tepat sepuluh hari kemudian, saat uk 6-7 minggu, saya periksa ke dokter Spog lagi. Ketika di usg, saya sempat was-was ketika dokter mengatakan belum ada perkembangan yang baik. Kantung janin berukuran 24 mm. Janin belum kelihatan. Kata dokter, kembali periksa 2 minggu lagi. Segala sesuatu bisa terjadi, sekarang belum begitu bagus, siapa tahu 2 minggu ke depan ada perkembangan. Berdoa saja. Lalu saya bertanya, kenapa saya masih keluar flek walau sudah diberi obat penguat ? Ya itu bisa jadi penyebab kenapa belum berkembang dengan bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Saya pasrah. Pulang dengan sedikit kecewa dan meneruskan bedrest di rumah.

Ya, segala upaya saya lakukan. Saya berhenti total mengendarai kendaraan terutama motor. Hubungan suami istri juga cuti hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Untung suami saya sangat sabar dan pengertian. Ehm. Yang bisa saya lakukan hanya sebanyak mungkin tiduran dan istirahat. Karena pada saat ini, banyak gerak mengakibatkan flek keluar. Dan saya tidak ingin itu terjadi terus menerus. Tak henti-hentinya saya memohon kepada Tuhan agar  kehamilan saya kali ini lebih baik dari kemarin karena saya menginginkannya. Saya berjanji untuk menjaga dengan sepenuh hati.

Dua minggu kemudian saat uk 8-9 minggu, saya periksa ke dokter lagi. Flek masih kadang saya alami. Saya deg-degan, takut hasil usg tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pikiran saya, bagaimana jika masih belum berkembang dengan baik dan harus dikuret lagi ? Ah..ngeri..Beruntung, pikiran buruk  saya tidak nyata, saat di usg, titik janin sudah terlihat. Ukuran kantung janin 35 mm, mengalami peningkatan dari yang lalu 24 mm. Thank's God..Dokter masih meresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Katanya, dosis penguat akan dikurangi jika nanti janin sudah bergerak. Saya bahagia mendengarnya, tak sabar menunggu 2 minggu lagi saat waktu periksa berikutnya tiba.

Lalu saat periksa kembali di uk 10-11 minggu, saya bisa tersenyum bahagia ketika melihat janin saya bergerak saat di usg. Denyut jantungnya juga sudah kelihatan. Puji Tuhan. Dokter bilang, janin sudah berhasil terbentuk dengan baik. Pemberian obat penguat sudah dihentikan karena saat ini, plasenta sudah bisa menghasilkan hormon progesteron sendiri sehingga tidak perlu bantuan obat penguat. Vitamin yang diberikan masih Vica Natal. Obat penguat kandungan sebenarnya bukan obat untuk penguat rahim, karena rahim sudah di design kuat oleh Tuhan sehingga mampu menopang janin yang makin lama makin besar. Obat penguat seperti Prestenol, Premaston, Alynol  dan obat sejenis lainnya sebenarnya adalah obat penambah hormon progesteron. Hormon ini yang berperan untuk membantu janin melekat di rahim. Kemungkinan, saya mempunyai kelainan hormon. Stok hormon progesteron dalam tubuh saya kurang sehingga perlu dibantu dengan obat penguat untuk menghasilkannnya. Itulah sebabnya saya mengalami flek saat kekurangan hormon progesteron, yang jika dibiarkan, janin tidak akan kuat melekat di rahim yang lama-lama bisa gugur dengan sendirinya. Dan saya tidak ingin itu terjadi lagi.

Riwayat Kehamilan Sebelumnya

Sebagai perbandingan, saya akan menceritakan riwayat kehamilan saya yang terdahulu dengan yang sekarang. Saat hamil pertama, saya juga mengalami flek saat usia kehamilan 10 minggu. Namun flek itu kemudian berhenti setelah diberi obat penguat. Nggak langsung berhenti sih, ada tahapnya. Tentunya setelah mengkonsumsi obat penguat beberapa hari. Lalu kehamilan berjalan normal hingga saat melahirkan.

Saat kehamilan kedua, saya super yakin kehamilan saya baik-baik saja. Jadi setelah 2 minggu telat haid, saya baru test pack sendiri dan mendapati hasil positif. Setelah tahu kalau positif, saya masih tenang-tenang saja tidak segera memeriksakan ke dokter kandungan. Pikir saya, pasti di usg juga belum kelihatan seperti kehamilan pertama. Padahal mestinya. diawal kehamilan pemeriksaan sangat penting karena masa pembentukan. Tentunya dibutuhkan vitamin yang perlu seperti asam folat. Saya hanya minum susu hamil dan banyak makan pisang karena mengandung asam folat yang penting untuk mencegah cacat otak pada janin saat pembentukan. Saya baru memeriksakan diri ke dokter Spog saat usia kandungan sudah 8 minggu. Saat di usg, janin belum terlihat dan kantung janin berukuran 22 mm. Masih kecil.

Tiga hari setelah periksa ke dokter, saya mengalami flek. Saat hamil kedua ini saya sering mengendarai sepeda motor. Antar jemput anak sekolah. Dan flek itu terjadi siang hari sesudah saya naik motor. Saya kaget, dan masih berusaha tenang untuk tidak segera ke dokter. Harapannya, flek itu akan berhenti dengan sendirinya. Ternyata dugaan saya salah, flek tetap keluar setiap hari. Dari sedikit makin lama makin banyak seperti pendarahan saat menstruasi. Dan dua hari setelah flek, saya periksa ke dokter lagi. Saat di usg, dokter bilang belum begitu bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Premaston. Sampai di apotik, saya malah diberi Prestenol. Saya sudah protes, resepnya Premaston kok diberi Prestenol, apotekernya bilang sama saja cuma beda merk. Saya menurut dan saya heran, kenapa bisa begitu.

Makin lama, pendarahan semakin banyak dan saya merasa pemakaian obat penguat sudah tidak menolong sama sekali. Saya memakai pembalut seperti saat menstruasi dan darah keluar semakin banyak. Lalu, hari itu tiba. Puncaknya saat usia kehamilan 10 minggu, saya mengalami keguguran. Ah..cerita selengkapnya bisa dilihat di Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?

Kehamilan Sekarang 

Kembali ke kehamilan sekarang, saat saya  periksa ke dokter di usia kehamilan  12-13 minggu, kondisi janin bagus. Ketika di usg janin sudah lincah bergerak. Tapi memang belum bisa dirasakan gerakannya. Masih sangat halus, semacam kedutan gerakan yang bisa saya rasakan di perut. Aih..saya senang sekali. Keluhannya adalah saya sering pusing di malam hari. Mungkin karena tensi saya yang rendah, hingga pernah mencapai 90/80. Namun kata dokter, tensi rendah tidak masalah pada ibu hamil, yang menjadi masalah adalah tensi tinggi. Saya diberi vitamin Vica Natal yang diminum 1 x sehari yang mengandung banyak vitamin B untuk mengurangi mual, dan Paracetamol 500 mg sebanyak 10 pcs diminum 3 x sehari untuk meringankan pusing saya kata dokter. Saya sempat ragu juga, apakah aman ibu hamil mengkonsumsi obat seperti paracetamol. Lalu saya mencoba browsing, dan ternyata ibu hamil masih aman mengkonsumsi paracetamol 500 mg asal tidak melebihi dosis maksimal yaitu 3500 mg sehari.

Dan, kehamilan saya sekarang sudah hampir 17 minggu. Terakhir periksa saat usia kehamilan 15 minggu. Janin sudah nyata terlihat, kepala, badan, kaki dan tangannya. Gerakan dan denyut  jantungnya juga jelas terlihat saat di usg. Saya diberi suplemen makanan Sofero sebagai penambah kurang darah. Yah..so far, saya sangat menikmati kehamilan ini. Apalagi kata banyak orang, trimester II ini adalah masa paling indah saat kehamilan. Rasa mual dan pusing sudah tidak saya rasakan lagi. Nafsu makan mulai menggila, harus banyak cemilan buah dan sayur. Karena lapar sedikit, perut saya mulai ditendang oleh bayi saya. Hehehe..

Saya merasa, ini keajaiban dari Tuhan. Masih panjang perjalanan saya. Masih beberapa bulan ke depan. Harapannya, kehamilan ini bisa membawa berkah buat semuanya. Membuat saya semakin sabar, mensyukuri hidup dan lebih berhati-hati menjaga segala sesuatunya. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik hingga waktu melahirkan tiba. Doakan saya ya..Amin.

Tuesday, December 18, 2012

Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?



Gambar dipinjam dari sini


Gendhuk sayang, sedang apa di surga..

Ah, rasanya engkau masih ada di perut mama. Waktu yang singkat mampu menumbuhkan cinta yang teramat dalam, sayang..

Telah terbentuk angan, jika engkau lahir nanti, apa-apa saja yang akan mama siapkan. Tahu nggak, kakakmu sangat  antusias sekali saat mengetahui kehadiranmu di perut mama, sayang..Berkali-kali perut mama diusap-usap penuh kasih sambil mengajakmu bicara.. 

“Mama, besok kalau gendhuk lahir pasti lucu ya,  rambutnya dikuncir dua, hihi..” 

Mama tersenyum, turut berbahagia saat membayangkanmu, sayang..Memang, jenis kelaminmu belum terlihat laki-laki atau perempuan, namun kakakmu sangat yakin kalau engkau seorang perempuan dan dinamainya gendhuk. Lalu, kakakmu yang sangat hiperaktif ini, biasanya paling suka mengajak mama berguling-guling, namun sejak mama bilang ada dirimu di perut mama, mas Andro mau menghentikan kebiasaannya itu dengan mengelus perut mama dan mengajakmu bicara..aih…

Gendhuk sayang.. 

Sejak 2 minggu mama telat haid dan dengan test pack mama dinyatakan positif hamil, mama dan papa sangat senang sekali. Terbayang mas Andro yang sekarang berusia 5 tahun, sebentar lagi akan memiliki seorang adik. Segera mama membeli susu untuk ibu hamil. Semua makanan yang menjadi pantangan bagi ibu hamil seperti tape, nanas, daging kambing, merica, daun papaya, pepaya muda, buah impor jelas mama jauhi. Hampir setiap hari mama mengkonsumsi pisang yang mengandung asam folat, sangat baik untuk perkembangan otak janin selain vitamin yang diberi oleh dokter.

Di awal-awal sejak positif, mama sering mual dan pusing. Hal yang sama mama rasakan saat mengandung mas Andro dulu. Namun mama ingat, rasa ini belum begitu parah seperti saat mengandung mas Andro dulu. Dulu, hampir setiap pagi mama muntah saat 3 bulan pertama. Sedangkan saat mengandungmu, mama hanya muntah 2 kali. Obat dari dokter yang meredakan rasa mual pun hanya mama minum 2 kali. Tidak begitu parah bukan ?

Gendhuk sayang..

Saat usia kehamilan mama berusia 8 minggu, mama periksa ke dokter kandungan. Saat itu mama di usg, terlihat kantong kehamilan berukuran 23 mm. Dirimu belum tampak sayang..hal yang berbeda saat mas Andro dulu, di usia 8 minggu sudah tampak saat di usg. Mama masih tenang-tenang saja. Mungkin memang berbeda tiap kehamilan.

Lalu, seminggu setelah ke dokter, mama deg-degan luar biasa saat mendapati flek berupa lendir coklat saat mama buang air kecil di kamar mandi. Terbayang kembali saat mengandung mas Andro dulu, hal yang sama mama alami. Namun, usia kandungan dulu sudah lebih dari 3 bulan yang dimungkinkan janin sudah melekat erat di rahim. Hingga saat itu, mama diberi obat penguat kandungan Premaston, flek bisa berhenti dengan sendirinya setelah keluar kurang lebih sepuluh kali. 

Maka, mama bergegas ke dokter. Usia kandunganmu  saat itu 9 minggu, sayang..Ukuran kantong rahim bertambah menjadi 30 mm. Namun lagi-lagi janin belum tampak saat di usg. Dokter mengatakan ada perkembangan, namun belum begitu bagus. Mama mencoba untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya. Semuanya pasti baik-baik saja. Lalu mama diberi resep oleh dokter obat penguat kandungan Premaston. Mama menebus obat itu di apotik, diberi Prestenol. Mama bertanya kepada petugas apotik, di resep Premaston kenapa diberi Prestenol. Katanya sama saja. Lalu mama googling  ternyata memang kandungan obat itu sama hanya beda merk saja. Premaston dari Firma, Prestenol dari perusahaan yang beda.

Segera mama mengkonsumsi obat itu 2 kali sehari sesuai petunjuk dokter. Sampai seminggu mama meminum obat itu, flek mama tidak berhenti malah semakin lama semakin banyak seperti menstruasi. Mama mulai curiga, there is something wrong. Memang, selama mama mengalami flek, mama tetap bekerja tidak melakukan bed rest full tanpa melakukan apa-apa. Hanya mama selalu berbaring dan tidur siang saja. Setelah itu tetap melakukan aktivitas seperti biasa, berjalan dan kadang-kadang naik motor. Mama pikir, ini flek biasa dan dokter juga tidak menyarankan untuk bed rest karena waktu mengandung kakakmu dulu, mama juga tetap bekerja seperti biasa, malah lebih berat dari sekarang. 

Lama-lama mama mulai khawatir saat darah mulai mengalir seperti menstruasi. Perut mulai kejang dan mulas seperti akan melahirkan. Dan mama semakin shock saat gumpalan darah kecil mulai keluar saat mama buang air kecil. Saat itu mama mulai berpikir untuk segera ke dokter. Namun, belum sempat mama ke dokter, tiba-tiba mama mengalami pendarahan cukup hebat, sayang..dirimu mulai keluar satu persatu berupa gumpalan darah dari kecil hingga cukup besar sebesar kepalan tangan. Mama semakin panik. Beberapa waktu mama berada di kamar mandi mengalami situasi seperti melahirkan. Lemas rasanya. Mama terhuyung dari kamar mandi dan segera di bawa papa ke rumah sakit.

Di ruang IGD rumah sakit, mama di tensi ternyata tekanan darah mama 80/60. Rendah sekali mungkin karena shock. Segera mama diinfus dan perlahan mulai normal tekanan darahnya. Lalu dengan ambulance mama dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap di Jogja. Saat di usg, dokter menyatakan bahwa janin sudah keluar dan tingal beberapa jaringan yang masih tertinggal di rahim sehingga mama harus menjalani kuret untuk membersihkan sisa-sisa gumpalan itu. Ah..mama menangis harus kehilanganmu, sayang..maafkan mama karena gagal menjagamu dengan baik. Hiks..

Gendhuk sayang,

Mama dibius total saat menjalani kuret oleh dokter kandungan di Jogja. Mama merasa melayang, tidak merasakan sakit apapun. Ketika mama tersadar, semuanya telah selesai dikerjakan. Seperti mimpi. Ya, semuanya seperti mimpi.

Mama mencoba bertanya kepada dokter apa yang menyebabkan keguguran ini, dokter mengatakan faktor usia. Ah, ya..mama sudah 34 tahun dan hampir 35 tahun. Dari pengetahuan yang mama baca,  usia kehamilan di atas 33 tahun memang cukup beresiko tinggi terhadap ancaman keguguran. Banyak factor penyebab keguguran diantaranya kelainan kromosom, letak plasenta, virus, bibit kurang baik, kecapekan, leher rahim lemah, alkohol dan merokok, narkoba, dan lain sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan,  ada pula yang hamil diatas 35 tahun namun melahirkan bayi yang sehat pula dan kehamilannya  baik-baik saja. Ah..pertambahan usia memang mempengaruhi keadaan fisik seseorang, termasuk kualitas sel telur dan sperma.

Hm..sekarang mama pasrah, tetap berusaha jika Tuhan memang mengijinkan untuk memberi lagi seorang adik untuk kakakmu, sayang..Tidak ada trauma, semua sudah menjadi kehendak-Nya. Mama ikhlas menjalaninya. Tuhan pasti punya rencana indah dari semua peristiwa ini. Amin.