Pages

Showing posts with label inspiratif. Show all posts
Showing posts with label inspiratif. Show all posts

Tuesday, January 26, 2016

Berkaryalah dengan Hati



Momong anak sambil jualan di toko :)



Ketika kita berpikir out of the box, ternyata ada banyak peluang yang bisa kita raih yang tak terbayangkan sebelumnya

Ketika kita berani keluar dari zona nyaman, ada banyak marabahaya mengancam..namun anehnya, kita menjadi kuat

Ketika kita mau bersahabat dengan ketidakpastian, ternyata kepastian itu akan datang dengan sendirinya

Quote-quote diatas saya yakini sebagai mantra penguat saat akan melakukan suatu hal baru dalam hidup saya. Seringkali, keraguan dan ketakutan lebih mendominasi pikiran sehingga sukses menggagalkan diri sendiri dari segala rencana. Iya, saya butuh dopping motivasi untuk menguatkan. Untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kekuatan pikiran itu luar biasa ampuhnya.

Enam tahun yang lalu, saya dan suami adalah seorang karyawan, buruh biasa di suatu perusahaan. Sepertiga dari waktu hidup kami, habis untuk bekerja. Suami bekerja di pabrik, sedangkan saya bekerja di suatu perusahaan jasa. Jadwal libur suami sesuai dengan kalender Masehi, sedangkan jadwal libur saya adalah hari biasa selain hari Minggu. Yap, hari Minggu adalah hari paling ramai di perusahaan saya bekerja, jadi jika bisa libur di hari Minggu adalah kemewahan bagi saya. 

Alhasil, saya sering kucing-kucingan dengan suami. Bertemu hanya saat di malam hari seusai bekerja. Saat saya off kerja, suami masuk. Saat ia libur di hari Minggu, saya bekerja. Tak pernah bisa menikmati hari libur bersama kecuali salah satu ada yang cuti. Dan itu, terus terang membuat saya lelah. Dan ini semakin kami rasakan saat kami mempunyai anak. Kapan bisa barengan pergi libur ? Pergi malam hari anaknya sudah keburu tidur. Huft..

Walau awalnya hal ini tak terlalu kami permasalahkan, pada akhirnya kami berdua merindukan saat-saat bersama. Merindukan libur bersama tanpa takut dipecat, tanpa takut dimarahi bos, tanpa takut gaji tak cukup untuk hidup sehari-hari, dan tanpa takut lain-lainnya.

Lalu, muncullah ide gila itu. Kami berdua sepakat untuk resign bareng, dan buka usaha bersama. Apa ? Senekad itu ? Disaat suami mulai dipromosikan dan mendapat posisi cukup strategis di perusahaannya, dan disaat saya mulai dinaikkan gajinya ? Yup..kami sudah bertekad !

Apa yang kami punya untuk berani buka usaha sendiri ? Memangnya kami punya modal berapa ? Memangnya kami sudah tahu seluk beluk bisnis ? Memangnya kami sudah tahu apa yang akan kami kerjakan ? Jawabannya adalah : product knowledge kami tentang bisnis nol besar, modal materi kami cuma uang di tabungan sebesar 20 juta rupiah, tapi kami punya kemauan dan tekad untuk berjuang demi suatu perubahan yang lebih baik.

Here we go, kami memilih daerah pinggiran sebagai tempat usaha kami. Bukan di kota besar. Anti mainstream kan..? Memangnya dengan uang 20 juta rupiah bisa buka usaha apa ? Banyak yang meragukan itu, termasuk kami pada awalnya. Antara yakin dan tak yakin,  bisa nggak ya..? Tapi kami percaya, Tuhan selalu beserta kami. Senantiasa memberkati langkah-langkah kami. 

Dalam mimpi pun, kami tak berani terlalu muluk. Namun apa yang kami lakukan, melampaui segala mimpi-mimpi kami. Usaha kami dilancarkan, waktu untuk keluarga bisa lebih fleksibel. Saya bebas melihat tumbuh kembang anak-anak saya setiap saat setiap waktu. Kebetulan, tempat usaha dan rumah tinggal kami satu atap. Lantai atas sebagai toko ban mobil dan onderdil, lantai bawah sebagai tempat tinggal. Jadi, saya bisa memantau pekerjaan dan anak-anak sekaligus. Di sela-sela kesibukan sebagai entrepeneur dan mom of two, saya juga bisa menyalurkan passion saya sebagai blogger. Bukankah hidup ini begitu indah. Saya menikmati setiap waktu yang bisa saya habiskan bersama keluarga.

O ya, di awal buka usaha perjalanan usaha memang tidak mudah adanya. Peran saya dan suami sangat random. Kami belum mampu membayar karyawan, semua kami kerjakan sendiri. Saya menjadi admin, kasir, marketing, debt collector, customer service dan peran lain yang tak terduga. Semuanya harus bisa saya handle. Mau tak mau, saya harus belajar untuk bisa. Pun, suami harus lihai menjadi teknisi, mencari suplier terbaik, marketing, customer service sekaligus pimpinan dari usaha kami. Semuanya cukup mendebarkan namun mengasyikkan. Kami memulai semuanya benar-benar dari nol. Suka dan duka benar-benar kami rasakan bersama.

Pencapaian-pencapaian mulai kami rasakan selangkah demi langkah. Semakin bersemangat ketika Bank mulai mempercayai dengan memberikan pinjaman modal. Kami mulai bisa membayar karyawan yang membantu pekerjaan kami. Pasar mulai bisa kami raih walaupun himpitan kompetitor mulai terasa. Semuanya kami nikmati prosesnya. Segala hambatan dan rintangan selalu kami atasi bersama. Menjaga konsistensi dan kepercayaan pelanggan adalah motto usaha kami yang harus selalu kami camkan. Tak bisa main-main dengan kepercayaan. Hancurlah suatu bisnis jika kepercayaan sudah tidak ada.

Kami harus mau meninggakan zona nyaman kami yang terima gaji setiap bulan saat jadi karyawan. Kami harus mau bersahabat dengan ketidakpastian karena hari ini belum tentu seramai hari kemarin atau sebaliknya. Kami harus mampu berpikir keluar dari kotak jika ingin maju dan dianggap beda dari kompetitor. Kami harus proaktif mencari inovasi-inovasi yang bisa memikat pelanggan kami. Semuanya adalah proses yang harus kami lewati dan nikmati.
Percayalah, selalu ada jalan jika kita mau berusaha. Selalu ada jalan jika kita tahu tujuan kita mau kemana. Selalu ada kemudahan yang menyertai langkah-langkah kita bahkan dari hal yang tidak kita sangka-sangka. Semuanya selalu penuh kejutan. Dan tentunya, membuat hidup selalu penuh warna. Seperti bianglala.

Bertepatan dengan buka usaha di tahun 2009 itulah, saya dan suami mulai belajar membuat blog. Masih blog gratisan sampai sekarang. Suami membuat blog tentang usaha kami. Saya mulai membuat blog pribadi. Jujur, tujuan utama membuat blog awalnya ingin mendapat penghasilan dari Google adsense. Maka saya semangat beternak blog ketika Google approved permohonan adsense saya. Ada empat blog yang saya kelola, semuanya saya pasang Google adsense. Harapannya, bisa dapat dolar sebanyak mungkin...hahaha.. Apakah dari keempat blog itu update selalu..? Hm..kadang-kadang..( kalau sempat )..hehehe..

Maunya sih, semua peran saya sebagai istri, ibu, entrepeneur, blogger semuanya bisa selaras dan seimbang. Tapi kenyataannya ? Tetaplah saya dengan keterbatasan saya. Kemampuan saya ada batasannya. Semangat menyala, tapi tenaga ngos-ngosan. Ya, saya tidak punya ART. Di sela-sela membantu suami di toko, saya juga mengurus dua anak. Satu kelas  2 SD, satu lagi masih 22 bulan dan masih ASI. Jadi ya, antar jemput anak sekolah sambil tetap terima telepon dari karyawan di toko, menyusui anak di toko sudah biasa bagi saya. Yang penting semuanya bisa ke-handle. Walaupun kadang saya lelah namun tetap bahagia .. :)

Tak sengaja, saya mengenal komunitas KEB dari sosial media teman. Lalu terpikatlah saya untuk ikut bergabung. Dan..wow..senangnya saya ketika di approved oleh mak Sari Melati kala itu. Saya merasa diterima dan mendapat rumah nyaman di Komunitas Emak Blogger ini. Di KEB, ada banyak cerita yang mengingatkan bahwa saya tak sendiri. Ada banyak Ibu-ibu, dengan segala kerempongannya mengurus rumah tangga, anak, suami dan bekerja..ternyata punya power untuk memaksimalkan segala potensi dalam diri.


Pemenang lomba blog hampir semuanya member KEB :)

Saya selalu kagum dengan sederet prestasi yang telah diukir dari emak-emak KEB ini. Menang lomba blog, blognya laris manis dilirik brand, diperhitungkan dalam acara-acara blogger, jadi buzzer, penulis buku, ghost writer, writer content dan sederet atribut prestise disandang oleh emak-emak hebat ini.

Jujur saya akui, KEB berperan besar dalam passion menulis saya. Dengan blogwalking, saya terpacu untuk giat menulis lagi. Saya termotivasi juga untuk berani ikut lomba blog. Dari beberapa lomba blog yang saya ikuti, lumayanlah ada yang nyangkut dapat hadiah hiburan. Melalui teman blogger dari KEB juga, saya dan anak saya bisa masuk majalah Ayahbunda tentang testimoni ASI. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari menjadi bagian komunitas KEB ini. Berupa materi ataupun ilmu, semuanya memperkaya jiwa saya. Terasa sekali aura di KEB yang saling mendukung antar member yang beragam itu, adem ayem dan jauh dari bullying. Dan saya merasa, di KEB ini tidak ada diskriminasi sekalipun latar belakang membernya berbeda-beda. Perbedaan yang ada justru menjadi kekayaan dari KEB. Sungguh, tiada kenyamanan terindah yang saya dapatkan dari berbagai komunitas blogger selain KEB ini.


Saat dimuat di Majalah Ayahbunda :)

KEB menunjukkan kepada dunia bahwa emak-emak tidak hanya bisa berkutat dengan bawang, daster dan gendong anak saja. Emak jaman sekarang pun melek teknologi sehingga tak kalah dengan anak gaul yang ngehits. Dan yang pasti, bisa menghasilkan sesuatu dari rumah tanpa melupakan tugas dan tanggungjawab kodratnya. Hebat kan..? Juelasss..

Semakin bangga saya, ketika suatu hari, ada customer di toko bilang sama saya,”Mbak..masih suka blogging ya..?”

Lho..kok Mas tahu..,”kata Saya.

Iya, saya tahu toko ini juga dari tulisan mbak di blog. Saya suka baca-baca tulisan mbak..”

Oh..”

Saya terpana. Ternyata kegiatan blogging saya ada manfaatnya. Apa yang saya tulis, mungkin tidak begitu penting bagi saya, ternyata bisa menghibur bagi orang lain. Saya semakin percaya, apapun karya kita jika dilakukan dengan hati, pasti ada manfaatnya. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat pasti. Mungkin bukan bagi kita, tapi untuk orang lain. Pasti. 

Selamat ulang tahun keempat KEB. Teruslah berkarya, teruslah memotivasi jiwa-jiwa yang ragu seperti saya untuk terus berkarya dengan hati. Terus meninggalkan jejak indah hingga melegenda bagi anak cucu kita. Terus berprestasi dan mengukir sejarah. Tetap rendah hati dan selalu update. Hidup KEB ! KEB memang ter-muah di hati..I love You polll..



Wednesday, December 30, 2015

Nasehat Pernikahan

Jika pernikahan adalah sistem kontrak, mungkin banyak yang ingin segera menyudahinya..

Jika pernikahan bukan untuk satu selamanya, banyak yang ingin segera mengganti dengan yang baru..

Jika pernikahan adalah belenggu, banyak yang memilih untuk tidak melakukannya..

Jika pernikahan hanyalah status, untuk apa pura-pura bahagia..

Jika pernikahan adalah deadline umur, banyak yang asal pilih untuk dinikahi..

Lalu, satu persatu penyesalan datang silih berganti. Ketika ternyata pernikahan tak seindah yang diimpikan, hanya fatamorgana belaka. Pun saat menyadari pernikahan bukanlah jaminan kebahagiaan. 

Hey, lihat di luar sana banyak sekali yg mendamba jodoh yg tak kunjung datang. Diluar sana banyak yang harus mengeluarkan banyak rupiah demi bisa mendapatkan seorang bayi dari sebuah perkawinan. Di luar sana banyak yang merindukan sebuah keluarga kecil bahagia. 

Kenapa kita selalu lupa bahwa kita telah diberi semua ? Kenapa kita (selalu) membandingkan kebahagiaan orang lain dari apa yg ia upload di socmed..?

Pernikahan lebih dari sekedar perjanjian dua hati. Keutamaan atas nama Tuhan diatas segala janji untuk setia mendampingi dalam suka dan duka, sakit susah, untung dan malang. Pernikahan bukan sekedar tanda tangan di atas kertas demi legalitas. Ada tanggung jawab di atas segala perkara.

Bersyukurlah kita, jika punya pasangan yang saling mencinta. Tak usah bicara hubungan yang sempurna. Saling memahami, mengerti dan melengkapi cukuplah sudah. Tak perlu mencari kebahagiaan yang lain. Karena surga bahagia bisa kita ciptakan sendiri dalam keluarga. Istana hati itu ada. Disini.

Tentang Nasehat Pernikahan

Banyak tips-tips tentang cara menjaga kelanggengan pernikahan. Semuanya bertujuan baik, supaya kehidupan pernikahan lebih berwarna. Dari sekian banyak nasehat itu, ada beberapa yang cukup nyangkut di benak saya untuk selalu saya camkan bersama pasangan. Apaan ya..mau tahu..yuk mari..

Ingat selalu dengan kata TAHAN. Bukan..bukan jepit..tahan.. #eh tapi TAHAN dari kata bertahan. Mau mempertahankan pernikahan kan..? 

Ini dia singkatan dari TAHAN. Dipraktekkan yaa...

T singkatan dari Terbuka

Suami istri harus selalu bersikap terbuka.  Jangan terlalu introvert. Demi kebaikan, tak ada yang ditutupi rasanya lebih fair. Ya kan..mau berhubungan intim aja berani buka-bukaan sama pasangan kok..masak saat ada masalah malah ditutupi..terbuka ajalah..sehingga mudah dicari solusi bersama. Keterbukaan ini tentunya menyangkut tentang kejujuran latar belakang siapa pasangan kita, bagaimana masa lalunya, keluarganya, pergaulannya dan segala tetek bengek yang berkaitan dengannya kita harus paham luar dalam. Juga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan bersama, pekerjaan, aktivitas dan lain sebagainya. Intinya sih, komunikasi harus lancar. Suami pergi kemana, istri harus tahu. Jangan sampai suaminya pergi bersama temannya istri tidak tahu menahu karena suami tidak pamit. Saat ditanya orang suaminya kemana, tidak bisa menjawab. Ladhalah..gimana tuh..

A singkatan dari Asyik

Hubungan pernikahan harus dibuat se-asyik mungkin. Karena yang namanya jenuh itu bisa menyerang hubungan siapa saja. Apalagi jika usia pernikahan itu cukup lama dan begitu-begitu saja. Bosan dong kalau monoton. Makanan aja bisa basi kalau nggak diangetin, hubungan pernikahan juga begitu. Jadi penting banget untuk recharge hubungan suami istri. Ya sesekali bolehlah nonton ke bioskop berdua aja sama pasangan, ngobrol mesra berdua seperti orang kasmaran. Bisa lho, jatuh cinta kedua kali sama pasangan yang sama. Karena cinta itu ibarat tanaman, yang jika dipupuk bisa semakin subur. Kalau didiamkan saja tanpa dirawat, ya bisa tak terurus lalu akhirnya mati. Ada cerita nih, pasangan suami istri yang merayakan kawin emas pernikahannya ditanya apa  resepnya bisa menjaga hubungan sedemikian awetnya. Mau tahu apa jawabannya ? Hush..bukan formalin lho jawabannya. Mereka tak ragu untuk berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman saat menjelang tidur malam. Selain itu, mereka sering melakukan ritual mandi berdua. Nah kan..ternyata resepnya sesederhana itu dan cukup ampuh. Biasanya kan yang sudah menikah itu ada rasa malu ya mau mesra-mesraan sama pasangan. Cukup hubungan intim udah. Di luar itu gak pernah mesra layaknya orang pacaran. Ternyata itu yang justru bisa menumbuhkan rasa cinta dan kangen secara terus menerus.

H singkatan dari Hormati dan Hargai

Saling menghormati dan menghargai apapun latar belakang pasangan tentu lebih menentramkan jiwa. Tak perlulah saling mengejek. Sendeso apapun asal pasangan kita. Yoben dia orang ndeso, yang penting cinta mau diapakan lagi..iya kan..? Pun kalo yang ndeso itu kita, tak perlulah pasangan mengungkit kendesoan itu. Cukup Tukul saja yang dindesoin hehe..Perbedaan pendapat pasti ada, cari jalan tengah aja bagaimana supaya hormat dan menghargai itu selalu ada. Hormat menghormati dan saling menghargai ini juga berlaku saat terjadi perbedaan pendapat. Harus ada yang mau mengalah, kalau saling ngotot ya nggak bakal ada titik temu. Nggak jamannya lah saling egois apalagi sampai salah paham. Sakit lho kalo terjadi perselisihan jika sebabnya karena salah paham. Asa nggak nyambung aja gitu..

A singkatan dari Ampun

Saling memaafkan tanpa mengungkit masa lalu tentu lebih menyejukkan hati. Lha wong pasangan sudah minta maaf, mohon ampun dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi ngapain diungkit lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Semua orang punya masa lalu. Mengampuni lebih baik daripada harus mengungkit-ungkit kesalahan kembali. Toh, kita juga bisa salah dan jauh dari sempurna. Yang penting sekarang bagaimana caranya merangkai masa depan bersama. So sweet kan..

N singkatan dari Nasehat

Boleh kok suami istri saling menasehati. Kalau istri salah, dinasehati gimana cara yang bener. Istri juga jangan ngeyel kalau dinasehati suami. Manut ajalah kalau memang tujuannya untuk kebaikan bersama. Ini berlaku sebaliknya. Kalau suami yang salah, istri jangan segan menasehati dan suami jangan tersinggung merasa digurui. Cari cara yang paling halus untuk saling menasehati. Bicara baik-baik tanpa menuding. Saling mengingatkan dan menasihati supaya hati-hati. Tentu tujuan pernikahan itu untuk kebaikan bersama menuju kebahagiaan kan. Siip..kalo begitu, samakan visi dan misi. Sementara egois yang dominan ditinggalkan dulu.

Nah, itu sebagian nasehat tentang pernikahan. Semoga ada gunanya ya..Sebenarnya tulisan ini lebih ditujukan untuk hubungan pernikahan saya sendiri aja sih.. Sekalian sebagai refleksi di kado pernikahan kami hari ini. Iya, di tanggal ini, sembilan tahun yang lalu kami melangsungkan pernikahan. Harapannya sih, semoga selalu bisa menjaga hubungan ini sampai anak-anak besar, bisa merasakan sampai anak menikah, punya cucu, kawin perak, kawin emas..pokoke awet sampe kaken ninen lah..Segala gangguan, hambatan, godaan dan ancaman semoga bisa lah dilewati..Ammiinn..Ammiinnn..
 

Sunday, August 16, 2015

Tips Cantik Murmer Ala Ibu RT

Halo bu..ibu..gimana kabar hari ini..? Jawab yang keras ya.."Luarrr biaassaaaa..." *sedaappp*. Eennggg..sering ngalamin gak ya..pekerjaan rumah seabreg-abreg sedangkan waktu me time nyaris tak ada. Boro-boro mlipir sebentar ke salon untuk sekedar potong rambut, anak dan suami selalu nginthil untuk berebut kasih sayang seorang ibu..*lebay ih..* Heheheh..tapi dibalik itu, kadang kita merasa bangga ya karena dibutuhkan oleh berbagai pihak..*tsah..*

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang multitasking memang harus multitalenta..Kita dituntut untuk serba bisa untuk menjadi apa dan siapa saja. Bayangkan, ketika lagi masak, si baby menangis. Secepat kilat kompor dimatikan, lalu berlari menuju sumber suara. Sejenak menyusui hingga bayi tenang kembali, dan harapannya tertidur lagi trus bisa disambi lagi gitu..masak memasak lanjut kembali. Tapiii..kadang rencana tak seindah kenyataan. Ternyata si baby terbangun dan enggan untuk menutup mata kembali. Ngambek kalo ditinggal. Sedangkan masakan di dapur dalam skala tanggung. Maju kena, mundur kena..*apa seh..*Nah, dalam situasi seperti ini kita dituntut untuk bisa menentukan prioritas, mengambil keputusan secara cepat. Ini berlaku saat kita gak punya ART lho ya..

Mau tak mau, masaknya ntar lagi aja, rasanya gak karuan biarin. Yang penting my baby safe, sampai tertidur kembali dengan kenyang. Nah, baru deh kegiatan yang lain bisa dilanjut dengan tenang. Anak senang, suami senang, kitanya juga ikutan senang. Rasanya lega banget bisa "mrantasi" semua tugas itu dengan sukses. Walaupun cuma hal kecil, ini juga termasuk sukses lho..sukses kecil..hehehe..

Trus problem yang cukup merisaukan bagi ibu-ibu RT seperti kita ini, maunya kan tetap tampil kece di depan suami ya..Walaupun saat di dapur nyaman cuma pake daster doang ..hihihi..

Etapi, kita bisa lho merawat diri di sela-sela kesibukan sebagai ibu RT. Nggak percaya..? Gini nih cara saya merawat diri, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Murah meriah, hemat waktu, hemat biaya dan pasti tambah disayang suami..ehem..

1. Saat Cuci beras

Biasanya, air cucian beras pertama saya pakai untuk cuci muka dan sisanya saya endapkan di dalam mangkok kecil. Untuk apa ? Ssttt..endapan dari sari tepung beras kan bisa dipakai sebagai masker. Jadi saat pagi hari cuci muka dengan air beras, sore hari sebelum mandi, wajah dimasker pakai sari tepung beras dari endapan air cucian beras itu. Dijamin, wajah jadi berseri dan kinclong. Tak masalah jika jarang facial di salon mahal dan terkenal.

Gambar dipinjam dari sini


2. Saat menggoreng telur

Sering kan ya, habis digoreng telurnya, kulitnya langsung kita buang ke tempat sampah. Padahal, sisa putih telur ada khasiatnya lho. Selain bisa untuk masker wajah supaya kulit kencang, putih telur berkhasiat sebagai penghilang bekas luka. Jadi jika punya bekas luka oleskan saja dengan putih telur yang masih tersisa di kulit telur. Murah meriah kan..

Gambar dipinjam dari sini


3. Khasiat Lidah Buaya

Kalau ini udah pada tahu kan ya. Salah satu khasiat lidah buaya adalah sebagai penyubur rambut. Kebetulan, saya menanamnya di kebun. Jadi sering saya ambil untuk creambath sebelum mandi. Didiamkan selama setengah jam sambil disambi kerjaan rumah lainnya. Trus mandi deh. Keramas sekalian.

 Gambar dipinjam dari sini


4. Teh basi

Semalem habis wedangan (baca : ngeteh ) bareng suami dan anak, biasanya masih ada sisa teh yang belum dikasih gula. Pagi harinya tentu udah gak enak mau diminum lagi. Nah, ternyata air teh basi ini bagus untuk rambut. Katanya sih bisa mencegah uban tumbuh. Tinggal dioles-oles aja ke rambut, diamkan setengah jam, baru deh keramas. 

Gambar dipinjam dari sini

5. Jeruk Nipis

Sering kan pakai jeruk nipis untuk bumbu ikan, ayam, dan sebagainya. Nah setelah diperas, jangan langsung dibuang ampas jeruk nipisnya. Kadang kan masih ada tuh sari jeruknya, usapkan ke tangan, ternyata bisa menghaluskan kulit ho..juga bisa mengurangi kaki pecah-pecah. Gak percaya ? Cobalah.. 

Gambar dipinjam dari sini

Nah, itu tips supaya cantik ala ibu rumah tangga super rempong seperti saya. Gak ada waktu ke salon bukan alasan untuk tidak merawat diri. Cuzz..gampang, murah, meriah..dan satu lagi yang penting harus ada niat. Kalo gak ada niat, yo wis..bubar jalan deh..hehe.

Sunday, July 26, 2015

Horree..Masuk Majalah !

Hari ini, senangnya hati saya ketika menerima surel dari sahabat blogger jika testimoni saya tentang persiapan ASI saat kehamilan dimuat di majalah Ayahbunda edisi 15 edar minggu ini 27 juli 2015 - 9 Agustus 2015. Selengkapnya bisa lihat disini, barangkali mau langganan majalahnya juga..hehehe..

Tulisan saya, dan foto saya beserta anak kedua saya terpampang nyata di majalah itu. Sempat bertanya ini mimpi gak sih...Secara majalah Ayahbunda itu kan majalah yang bonafide sekali, masih satu kerabat dengan majalah Femina itu. Tahu sendirikan kredibilitasnya. Bisa lolos seleksi masuk ke majalah itu merupakan anugerah sekali. Yah, mungkin ini yang namanya hoki alias keberuntungan saya dan anak saya. Bonus dari rasa ingin berbagi pengalaman tentang ASI yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi.

Terus terang, ini kedua kalinya tulisan saya masuk majalah. Yang pertama, tulisan saya dimuat di rubrik Gado-gado majalah Femina pada tahun 2010. Itu juga senangnya minta ampun. Dua kali saya kirim tulisan ke majalah Femina, baru sekali itu dimuat. Penantiannya cukup panjang lagi, sekitar setahun lebih. Tapi senang juga akhirnya bisa dimuat.

Nah, kalau yang sekarang ini masa penantiannya tidak terlalu lama. Cukup satu setengah bulan saja. Faktor keberuntungan itu pasti menyertainya. Sangat surprise pokoknya. Membuat saya semakin semangat untuk menulis lagi, setelah sempat cukup lama "cuti" menulis karena kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu.

Well, ini merupakan pencapaian menurut saya. Walaupun mungkin ada juga sebagian orang yang menganggap ini bukan apa-apa, tapi proses dari perjuangan itu semua membuat saya semakin mengerti bahwa hasil itu akan ada jika kita tak pernah menyerah untuk memperjuangkannya.

Ya sudah, mungkin sudah pada penasaran kan bagaimana penampakan saya di majalah Ayahbunda edisi terbaru. Jeng..jeng..ini dia...cekidot, gan.. :D


Tuesday, July 21, 2015

Tips Supaya Anak Belajar Efektif


Hai..hai..mommy-mommy..anak-anak dah pada libur kan..? Gimana..bisa agak santai ya.. Yang biasanya heboh bangun pagi langsung ke dapur nyiapin sarapan sekarang bisa agak santai dikit lah bangunnya, kecuali yang lagi pada puasa..tetep hehe..Maaf ya, ini tulisan sudah kelamaan ngendon di draft, jadi topik bahasannya seputar libur anak sekolah, sempet postingnya baru sekarang pas anak sudah mau masuk sekolah lagi n abis lebaran. Ah, iya..selamat lebaran ya mom, mohon maaf lahir dan batin..

Oke, lanjut yah..nilai anak-anak gimana, mom..? Bagus kan..pada naik kelas..and ada yang lulus juga kan ya..Syukurlah..Semenjak kurtilas tidak diberlakukan, sistem peringkat alias ranking ada lagi ya..Dan saya cukup surprise ketika kemarin anak mbarep saya dapat juara III di kelasnya. Aih..senangnya..padahal si sulung ini termasuk jarang belajar kecuali kalau ada PR, ada ulangan dan menjelang ujian. Selebihnya..banyakan nonton film kartun, main PS, main sepedaan sama temennya dan kegiatan lainnya yang jauh-jauh dari buku pelajaran.

Ya namanya anak kelas 1 SD, tentunya masih seneng mainnya daripada belajarnya. Tapi satu hal pasti yang selalu saya tekankan kepadanya  tentang tips supaya bisa menyerap pelajaran ada mom..Karena dengan resep itu, bersyukur saya dulu langganan ranking 1-3 dari SD sampai kelas satu SMA hehe..Dan bonusnya, bisa dapat beasiswa dari SD sampai kuliah, sering mewakili sekolah untuk ikut lomba mata pelajaran ( matematika, bahasa Indonesia, cerdas cermat P4, dll). Jadi, resepnya apa..mau tahu ? Baiklah..akan saya share ya..

Sebelumnya, kilas balik dulu tentang pengalaman belajar saat saya sekolah dulu. Saat kelas 1 SD, prestasi belajar saya biasa saja. Bahkan kelas 1 SD awal-awal saya belum bisa baca, baru mengenal huruf doang. Secara, waktu di TK saya tidak diajarin cara membaca. Atau saya yang lupa ya..pokoke, yang saya inget, saya belum bisa membaca dan bingung saat ada pelajaran mendikte.Lambat laun, saya mulai bisa adaptasi dan nilai pelajaran mulai membaik. Mulai kelas tiga SD, saya mendapat peringkat rangking satu trus berlanjut hingga kelas-kelas selanjutnya. Ranking satu terus ? Nggak juga sih, ada juga kalanya nilai menurun jadi ranking 2 terus ranking 3 juga pernah. Trus tahu-tahu melejit ke ranking satu lagi. Ya sekitar 3 besar itu aja. Masuk SMP, peringkat masih 3 besar di kelas, malah sempat meraih juara umum ketiga satu sekolah. Bangga..? Ya pastilah..tapi ada yang lebih penting dari sekedar peringkat itu. Ilmunya bagaimana, apakah benar-benar nyangkut di otak saya atau hanya sekedar angka-angka bagus dan peringkat saja yang saya kejar. Trus dengan pencapaian itu apakah saya belajar terus sampai gak ada waktu untuk main dan santai-santai.

Nehi..nehi..waktu bermain dengan teman tetap harus ada. Saya nggak mau nilai bagus tapi sosialisasi kurang. Itu juga yang selalu saya tekankan untuk anak saya. Nilai dan prestasi boleh bagus, namun potensi diri yang lain juga harus dikembangkan.

Ini dia tips supaya anak belajar efektif versi saya based on true story..hihihih..

1. Konsentrasi dan Fokus 

Ini berlaku saat anak berada di kelas sementara guru menerangkan pelajaran. Saya selalu  mengingatkan supaya anak saya jangan berpikir soal lain kecuali apa yang diajarkan oleh guru saat itu. Jadi harus konsentrasi dan fokus, kalo udah ngerti diingat-ingat dan kalo belum paham segera bertanya. Sehingga, pelajaran diusahakan nyantol di otak saat itu juga. Kan, jadi lebih mudah untuk mengingatnya lagi kapan-kapan
2. Mengulang kembali pelajaran setelah sampai di rumah 

Nah setelah di sekolah tadi udah ngerti soal pelajaran yang diterima, sampai rumah diulang lagi karena masih fresh jadi lebih gampang ingetnya. Ini juga cara untuk nyicil pelajaran dari sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Gak usah lama-lama juga, paling sekitar 15 menit aja. Yang penting sudah terekam di otak. Tujuannya sih, supaya anak tidak terjebak pada sks (sistem kebut semalam) menjelang ujian

3. Say big no for cheat

Yap..saya menegaskan kepada anak saya jangan sampai menyontek. Selalu saya tekankan, berapapun nilai yang berhasil ia raih akan selalu saya hargai jika mengandalkan kemampuannya. Tak ada toleransi jika anak saya mendapat nilai bagus namun hasil dari mencontek. Itu curang. Dosa, dan tentunya tidak baik untuk perkembangan mental anak. Proses lebih penting dari sekedar hasil. Saya usahakan untuk selalu menumbuhkan kepercayaan diri pada anak sehingga dengan kemampuan dirinya dia akan lebih comfort dengan apa yang ia capai. Jika suatu waktu mendapat nilai jelek, ya dievaluasi dicari penyebabnya apa. Jika memang kurang belajar ya dibenahi. Tapi jangan sampai anak mencari jalan pintas demi mendapat nilai bagus hanya karena takut dimarahi jika nilainya jelek.

4. Mengatur jadwal saat di rumah

Walaupun kadang agak sulit untuk bisa teratur, namun setidaknya sebagai orang tua harus tegas memberlakukan peraturan di rumah. Ada waktu untuk belajar, santai dan bermain bersama teman. Sejauh ini sih, anak saya masih bisa diatur kapan dia harus makan, bermain, mandi dan belajar.

Ya..ya..ya..ehm..tips apalagi ya..saya rasa sih udah ya.. Yang terpenting sih saya dan suami sebagai orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak. Selalu support apa yang menjadi keinginan positif anak. Jangan sampai anak merasa terabaikan dan tidak diperhatikan. Kuncinya sih kalau anak tidak kekurangan kasih sayang orang tua, biasanya anak bisa lebih mudah diatur. Komunikasi dua arah sangat penting dan harus menjadi prioritas utama. 

Oke..oke..sekian dulu tipsnya..dadah.. :D