Pages

Saturday, March 13, 2010

Jempol Anakku, Indikator Rasa Masakanku..


Memang, susah-susah gampang menjadi seorang ibu. Rasanya baru kemarin aku menanggalkan seragam sekolahku dan menikmati keindahan masa remajaku. Waktu bergerak begitu cepat, hingga tiba-tiba aku terhenyak sendiri. I’m a mom now !

Rasa kaget, bahagia, kagok, bercampur baur saat menyandang status sebagai seorang ibu, menambah daftar panjang statusku selama ini yang sebagai istri dari suamiku, anak dari orangtuaku, adik dari kakak-kakakku, tante dari keponakan-keponakanku, cucu dari kakek nenekku, keponakan dari tante-omku, teman dari teman-temanku..ah..pokoknya banyak deh..membuat hidupku penuh dengan warna-warni.

Masih terbayang jelas di pelupuk mataku, saat-saat aku berjuang melahirkan anakku, membuatku tersadar bahwa dulu ibuku juga tidak mudah untuk melahirkanku. Menahan rasa sakit yang amat sangat, ditambah aku harus menjalani induksi ( suatu perlakuan medis untuk memacu kelahiran ) karena anakku belum ada tanda-tanda akan lahir meskipun tanggal prediksi kelahiran sudah lebih dari seminggu !

Takut terjadi sesuatu dengan keadaan bayi yang terlalu lama di dalam kandungan, dokter kandunganku segera menyarankan aku segera masuk rumah sakit dan diinduksi dengan harapan anakku bisa segera lahir dan diharapkan bisa secara normal, jika tidak, terpaksa harus dioperasi Caesar..

Jadilah aku tergeletak tak berdaya menunggu saat-saat kelahiran anakku dengan tangan diinfus cairan induksi karena obat pemacu yang kuminum tidak menampakkan hasil yang cukup berarti.

Kata dokter kandunganku, perlakuan induksi ada 3 macam : pertama dengan obat, suntik dan infus. Aku sudah menelan 3 butir obat yang kuminum tiap 6 jam, tapi rahimku belum juga bereaksi dengan adanya bukaan. Hanya obat yang ketiga yang mampu membuat mulut rahimku bukaan 1 dengan rasa sakit tiap 5 menit sekali.

Mengetahui hal ini, dokter kemudian mengambil tindakan induksi dengan infus. Tindakan ini diambil karena dengan infus, bisa diperkirakan berapa cairan yang mampu membuat reaksi sehingga bisa dilanjutkan tindakan berikutnya. Dalam arti kata, dengan infus lebih mudah dikendalikan bila dibandingkan dengan suntik. Nyatanya, hanya dengan 20 tetes cairan infus, mulut rahimku langsung bukaan 9 selama kurang lebih 10 menit diinduksi. Tanganku segera dilepas dari jarum infus dan siap melahirkan secara normal.

O,ya kata dokter perlakuan induksi berbeda-beda tiap orang. Ada yang diinduksi tapi tidak bereaksi sama sekali meskipun sudah diinfus, sehingga akhirnya harus dioperasi Caesar. Aku termasuk beruntung karena pada akhirnya mampu melahirkan secara normal, walaupun awalnya cukup kesulitan dalam mengejan karena kehabisan tenaga.


Hm..lega rasanya anakku bisa lahir ke dunia dengan keadaan lengkap dan membanggakan. Walaupun aku sedikit khawatir ketika anakku harus diinkubator karena suhu tubuhnya belum stabil, masih kedinginan, kemudian harus diinfus karena gula darahnya kurang dan harus menjalani fototropi (disinar) karena bilirubinnya cukup tinggi > 12. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Bilirubin dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalui feses.
Selengkapnya tentang bilirubin bisa dilihat disini .


Bila kadar bilirubinnya tinggi, bayi bisa mengalami sakit kuning karena empedunya belum berfungsi sempurna. Jadi harus diberi perlakuan disinar supaya kadar bilirubin-nya turun hingga dibawah 10. Dan tugasku sebagai ibunya harus memberikan ASI-ku karena bisa membantu bilirubin anakku turun.

Walaupun sedih aku belum bisa menggendong anakku karena terpisah tempatnya, anakku di inkubator di ruang steril dan tidak bisa langsung inisiasi menyusui dini, aku memeras ASI –ku. Tidak gampang, tapi semua harus kulakukan demi anakku. Apalagi ASI pertama yang keluar yang berwarna kuning sangat baik karena mengandung colustrum yang bisa meningkatkan kekebalan bayi dan baik untuk pertumbuhannya..

Untunglah, semuanya bisa kulalui dengan baik dan sekarang anakku yang biasa kupanggil Andro, sudah hampir dua setengah tahun. Sangat aktif dan pandai menyanyi. Setiap pagi dari baru Andro lahir, kami berjemur bersama dibawah sinar matahari pagi yang sangat baik untuk pertumbuhan tulangnya, melihat kereta api yang biasa lewat dekat rumah eyangnya Andro, atau melihat pesawat terbang yang lalu lalang di udara, karena tidak jauh dari bandara.

Malamnya, bersama dengan ayahnya, kami bersama-sama mendengarkan musik klasik Mozart khusus untuk anak 3 bulan sampai 3 tahun. O,ya musik klasik ini juga penting lho untuk pertumbuhan otak anak, membantu ingatan kuat dan membuat anak tidak rewel. Aku membiasakan Andro mendengarkan musik klasik ini dari sejak dalam kandungan hingga sekarang. Dan aku sudah merasakan hasilnya. Andro cukup cerdas dan tidak gampang rewel.

Bahkan sekarang, aku punya quality control akan masakanku. Kalau Andro mengacungkan jempolnya dan bilang sedap, enak..berarti masakanku tidak mengecewakan. Tapi kalau Andro susah makan tidak mau menyentuh masakanku, bisa dibilang masakanku kurang enak, dan Andro memilih digorengkan telur plus kecap saja sebagai lauknya. Haha..maklum, sekarang Andro sudah bisa merasakan makanan enak dan nggak enak. Dan yang pasti, sekarang Andro sudah bisa diajak berkomunikasi karena sedang senang-senangnya belajar kata-kata.

Friday, March 12, 2010

Batman ber-Blangkon..


Perpaduan yang kontras, tapi bisa membaur dengan rukun.

Ada apa ya ?

Coba perhatikan foto Andro di atas.

Andro memakai baju bergambar tokoh legendaris Batman, asesorisnya Andro memakai blangkon, tutup kepala khas budaya Jawa.

Hehe..lucu, ya..Andro tampak happy mengenakannya.

Setiap kali blangkonnya dilepas, pasti protes minta dipakai lagi.

Good boy, kenali budayamu dari sekarang ya, nak..

Andro Bermain di Mall


Kadangkala, Andro diajak pergi ke mall.
Tujuannya adalah ke tempat bermain anak-anak.
Disini Andro bisa bermain dengan sesama anak-anak seusianya.
Membaur bersama dalam keceriaan khas anak-anak.
Saling berbagi mainan, mandi bola, melompat-lompat di atas kasur pegas, menelusuri terowongan, meluncur di prosotan bahkan main mobil-mobilan.
Andro sangat menikmati kegiatannya ini.
Seringkali tawanya berderai diiringi celotehannya yang lucu dan menggemaskan. Sangat lepas dan membahagiakan.
Para orangtua cukup mengawasi dari dalam maupun dari luar arena.
Saling bercerita dengan bangga tentang anak-anaknya.
Saling berbagi cerita dan tawa.
Senangnya..saat-saat seperti ini tidak hanya membahagiakan anak-anak saja, tapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi para orangtua melepas kepenatan setelah sibuk bekerja seharian.

Monday, March 1, 2010

Andro Berpose


Andro mulai senang difoto

Setiap kali ada handphone atau kamera yang nganggur pasti langsung teriak-teriak minta difoto

"Foto..fotooo..foootooooo....," teriaknya sambil memaksa

Jeritannya semakin keras kalau tidak diladeni..

Aduh..Andro, mulai punya kemauan kuat, nih..

Tapi nggak papa deh, hasilnya juga oke kok posenya..

Cheerssss....Andro....


Thursday, February 25, 2010

Andro 1,5 Tahun


Andro mulai lancar berjalan, mulai berceloteh lucu.

Aih..sangat menggemaskan..

Hobbynya nonton CD lagu anak-anak dan meniru-niru menyanyi sambil bergaya..

Berlari kesana kemari sambil berjoget, gayanya sangat dewasa sekali.

Sangat menghibur dan membahagiakan..

Saat diajak ke kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta, Andro sangat senang sekali..

Melihat banyak sekali jenis binatang.

Tak henti-hentinya tangannya menunjuk-nunjuk binatang, itu apa..ini apa..

O,ya di kebun binatang ini Andro juga sempat naik gajah sama papanya, lho..berani, ya..

Monday, February 22, 2010

Andro's First Birthday






Umur 11 bulan, Andro sudah bisa jalan.

Aih..senangnya..walaupun baru 3 langkah..

Mungkin ini efek dari kegiatannya mendorong baby walker jadi cepat jalan, dan sudah tidak mau dimasukkan ke baby walker dari umur sebelumnya.

Ngomongnya juga mulai sedikit-sedikit bisa dimengerti, bisa menyanyi topi saya bundar walaupun belum lancar tapi tangannya sudah bisa mendeskripsikannya.

O,ya..selama ini Andro juga masih minum ASI walaupun ditambah dengan susu formula.

Maklum, stok ASI ibunya terbatas.

Tanggal 10 Oktober 2008, Andro ulang tahun yang pertama.

Lucunya..walaupun dirayakan secara sederhana, hanya dengan papa mama dan neneknya, kami berempat turut berbahagia menyaksikan Andro meniup lilin kue ulang tahunnya.

Walaupun belum bisa meniup, Andro cukup semangat melakukannya.

Dan yang cukup menegangkan, kue ulang tahunnya sempat hampir terjatuh karena Andro ingin meraihnya.

Alhasil, ada sebagian kue yang tercomot oleh tangan Andro.

Haha..ada-ada saja..

Andro 9 Bulan



Mulai 7 bulan, Andro sudah merangkak kemana-mana.
Gayanya lincah sekali.
Tidak bisa diam.
Seiring dengan bertambahnya waktu, Andro mulai rambatan.
Berpegangan ke kursi, bahkan mulai mendorong-dorong baby walker-nya. Lucu sekali.
Semakin lama semakin menggemaskan.
Membuatku enggan untuk meninggalkannya walau cuma sebentar.
Makanya kalau aku bekerja, rasanya ingin cepet-cepat pulang untuk segera memeluknya dan bercanda dengannya.

Andro juga mulai mengucap lafal ma..ma..ma...
Senang sekali kalau diajak bermain cilukba, sampai ketawa tergelak-gelak seperti orang dewasa. Kalau diajak bicara, matanya memperhatikan dengan seksama.
Andro hampir tiap hari mendengarkan musik klasik Mozart dari sejak dalam kandungan hingga sekarang.
Mungkin ini termasuk salah satu faktor yang membuatnya cerdas dan tidak gampang rewel. Soalnya memang tenang banget kalau mendengar musik klasik.

Tuesday, February 16, 2010

Andro 6 Bulan


Andro sudah bisa duduk. Mulai pakai baby walker. Walaupun ada kontroversi tentang pemakaian Baby Walker, bagiku yang penting kita melakukan pengawasan saat anak kita memakainya. Baby walker yang dipilih adalah yang berbentuk kotak untuk menghindari terjengkangnya anak jika memakai yang bentuk bulat permukaannya. Selain itu, karena Andro termasuk tipe yang tidak bisa diam, baby walker menjadi penyalurannya untuk bergerak kesana kemari. Senang sekali dia memakainya sambil teriak-teriak. Orang tua tidak capek menggendong dan mudah menyuapinya saat makan.

Andro 3 Bulan










Andro sudah bisa tengkurap.
Mulai mengajakku tersenyum saat 30 hari umurnya
Senangnya..lincahnya minta ampun
Seringkali kami kesulitan saat harus memakaikan pampers atau baju
Bolak balik tengkurap telentang
Lucu sekali..
Ditelentangkan, malah tengkurap, ditengkurapkan malah telentang
Sampai-sampai harus menarik perhatiannya dengan mainan baru bisa diam

Jurnal Kelahiran Andro


· Tes kehamilan baru positif setelah 3 minggu telat haid
· USG baru nyata terlihat setelah 2 minggu positif test pack, selama itu di rahim belum terlihat kantong janin
· Tiga bulan pertama kehamilan, mengalami morning sick selalu mual-mual dan muntah
· Mengalami flex (noda darah) saat usia kehamilan 3 bulan sampai 10 kali
· Saat usia kandungan 7 bulan, terkena cacar air hingga harus dirawat di Rumah Sakit sampai 4 hari
· Usia kandungan lebih seminggu dari perkiraan lahir, sehingga perlu diinduksi
· Andro lahir secara normal setelah mengejan cukup lama, 1 jam 10 menit
· Andro harus diinkubator karena kedinginan
· Andro harus diinfus karena kadar gula darah rendah 65
· Andro harus disinar (fototropi) karena Bilirubin tinggi >12