Pages

Tuesday, June 29, 2010

Tips Memberi Obat Pada Si Kecil


Seringkali sebagai orang tua, kita kewalahan saat harus meminumkan obat pada si kecil yang lagi sakit. Mulai dari si kecil yang susah membuka mulut, pakai acara kejar-kejaran, tangisan si kecil yang menyayat hati sampai obat yang disemburkan lagi saat sudah berhasil masuk ke mulut. Wah..harus ada perjuangan yang ekstra keras demi kesembuhan si kecil.

Dan saat putus asa mulai melanda, biasanya hanya ada satu cara : memaksa dengan cara berkolaborasi dengan bapaknya si kecil, satu pegangin tangan, satu pegang kaki, si ibu memasukkan obat dengan paksa ke mulut si anak tanpa menghiraukan tangisannya lagi. Biasanya cara ini cukup berhasil tapi tahukah kita jika cara seperti ini bisa menimbulkan ketakutan dan trauma si kecil pada obat ?

Sebenarnya, yang paling penting adalah bagaimana cara menumbuhkan kesadaran pada si kecil tentang pentingnya obat untuk kesembuhan. Memang nggak gampang, dan saya sendiri sudah merasakannya.

Obat untuk si kecil itu kan macam-macam, ada yang berupa syrup, puyer atau tablet yang harus digerus dulu. Jika obat itu berupa syrup, mungkin si kecil bisa suka karena rasanya manis, tapi untuk obat yang pahit seperti puyer dan tablet ? Nah, ini dia beberapa trik yang mungkin bisa membantu berdasarkan pengalaman yang saya lakukan pada si kecil :

Memakai Pipet Tetes

Biasanya cara ini cukup efektif saat saya memberi vitamin atau obat berupa syrup, dan berhasil juga untuk obat puyer yang sudah dicampur dengan air di taruh di sendok makan, kemudian cairan obat diambil dengan pipet dan diminumkan kepada si kecil. Biasanya saya membujuk si kecil dengan omongan seperti ini,” Ayo Andro sayang, obatnya diminum..sluuurrrrppp…srrruuuuttt…pinter…”. Jika obat itu memang pahit, segera setiap satu pipet diminum, si kecil diberi minum air putih kemudian obat lagi, air putih lagi dan begitu seterusnya sampai obat habis.

Campur dengan Pisang

Sesekali dicoba pula untuk memasukkan obat pahit yang digerus dahulu ke dalam pisang yang sudah dikerok. Si kecil tidak sepenuhnya menyadari jika ada obat di dalam pisangnya. Tahu-tahu, lho kok sakitnya sudah sembuh ? Hehe..

Langsung memberi obat

Saat ini saya sudah tidak kesulitan lagi jika anak saya batuk pilek atau saat alergi karena udara panas sampai badannya bentol-bentol merah dan harus minum obat dari dokter. Andro, anak saya sudah gampang minum obat dan tidak takut jika diajak ke dokter.

Saya tinggal bilang,” Minum obat, yuk, sayang..”

Andro langsung berlari dan segera menunjuk obat yang tersimpan di atas lemari obat.

Jika saya berlama-lama, Andro segera berteriak,” Minum obat, mama..”.

Saya selalu menggoda, “Nanti aja, ya…obatnya mau diminum mama....”

Waaaa…,” Andro segera berteriak dan menangis.

Begitu obat itu saya ambil, Andro sudah membuka mulutnya lebar-lebar..padahal saya harus menggerus obat pahit itu di sendok makan dahulu..wah, sudah nggak sabar ya nak..dan habislah obat itu diminum Andro sampai tetes terakhir dan satu gelas air putih pun ditandaskannya. Saya geleng-geleng kepala. Apalagi kalau obat atau vitamin yang berupa syrup. Saya sudah tidak perlu bantuan bapaknya lagi untuk minum obat si kecil.

Biasanya orang tua yang mengajak anak minum obat, tapi anak saya malah yang bilang duluan mau minum obat supaya sembuh. Wah..beruntungnya saya..

Wednesday, June 2, 2010

Hanya Nama, Nggak Penting !


Jika Shakespeare pernah bilang “Apalah Arti Sebuah Nama”, tetap saja akan terjadi kekacauan jika di dunia ini banyak manusia tidak bernama. Coba dibayangkan, gimana cara manggilnya ya ? Kata hey, anu, kamu, si, dan sebutan fisik khas pemiliknya akan menjadi kata favorit sepanjang sejarah.

Misalnya si rambut keriting mie, si andeng-andeng di hidung, si mata sipit, si keling, si kumis tipis, si sangar dan si-si lain yang mencerminkan pemiliknya. Sudah terbayang gimana crowded dan pusingnya mengingat-ingat itu semua jika dunia tanpa nama ?

Ada nama saja kadang susah ngingatnya gimana kalau nggak ada. Apalagi kalau banyak yang mirip-mirip. Duh, tambah pusing lagi harus mencari-cari ciri khas yang paling bisa diandalkan dan nggak pasaran.

Bicara tentang nama, cukup ampuh juga kalau kita bisa menghafal banyak nama orang yang kita kenal. Bayangkan saat kita di jalan tiba-tiba ada yang memanggil nama kita. Duh..senangnya ada yang mengenal nama kita dan mau berbaik hati menyapa. Rasanya gimana gitu..

Tapi kalau nama kita dilupakan begitu saja, bahkan ada yang salah sebut nama kita, gimana rasanya ya ? Pasti ada rasa terabaikan yang membuat kita bersedih hati dan tak jarang membuat kita berintrospeksi diri untuk segera meningkatkan keeksisan kita agar selalu diingat oleh orang lain.

Masih bicara soal nama, saya merasa tersanjung ketika guru Bahasa Indonesia saya di SMA Pak Noto (semoga saya tidak salah sebut nama), pernah mencoba mengartikan nama saya saat memanggil nama murid-muridnya di absensi. Nama lengkap saya Juliastri Sayektiningsih yang biasa saya singkat Sn supaya kesannya nggak panjang amat. Oleh beliau nama saya diartikan sebagai Gadis yang lahir bulan Juli itu lambang cinta kasih. Alamak..yang benar saja, pak.

Saya mencoba mengkonfirmasi kepada ayah saya yang waktu itu masih sugeng. Ayah saya hanya tersenyum ketika saya bercerita tentang hal ini.

Juli artinya memang di bulan Juli saya dilahirkan.

Astri dalam bahasa Jawa bisa juga diartikan sebagai Estri yang artinya anak perempuan.

Sayekti artinya sejati, tenan = benar.

Ningsih kepanjangan dari Bening Asih yang artinya kasih, cinta yang murni.

Saya takjub, ayah saya tidak main-main dalam memberi nama. Ada makna terdalam dari nama itu. Padahal saat itu saya pernah mengeluh dengan nama saya yang pasaran dan kurang indah. Dimana-mana ada nama Yuli, dan Sayektiningsih-nya sering saya singkat Sn untuk menyembunyikan kesannya yang ndeso dan supaya terlihat lebih keren. Ah..

Jika sesuai dengan nama saya yang seharusnya menjadi lambang cinta kasih, ini cukup berat buat saya untuk mengembannya. Saya merasa belum berbuat banyak dalam hidup saya. Cinta kasih yang sesungguhnya universal seringkali tanpa sadar masih saya kotak-kotakkan. Keluarga masih menjadi daftar VIP cinta saya, setelah itu saudara, sahabat baru teman-teman yang menempati kelas I, II, III cinta saya.

Ada skala prioritas dalam cinta saya. Bahkan seringkali pula ada rasa benci bersemayam di hati saya terhadap seseorang atau beberapa orang yang telah mengganggu hidup dan melukai hati saya.

Kadang saya merasa keberatan dengan nama saya jika kelakuan saya menyimpang dari arti nama saya sendiri. Tapi seringkali pula saya mencari pembenaran diri bersembunyi dari istilah kata sang pujangga Shakespere “Hey, it’s just a name”.

Pasti kita juga masih bisa mengingat dengan baik ketika masih duduk di bangku sekolah dulu, nama orang tua kita menjadi bahan untuk saling meledek dengan sesama teman satu kelas. Nama orang tua menjadi bahan tertawaan ketika menjadi pengganti nama kita saat dipanggil. Sangat tidak sopan, tapi kita bisa tertawa bahagia saat itu, saat gairah muda masih begitu bergejolak. Berbalik saat kita sudah menjadi orang tua sekarang, apakah kita masih bisa tertawa jika nama kita menjadi bahan lelucon anak-anak kita dengan teman-temannya ? Kita sudah pernah muda kan ?

Saya juga punya pengalaman saat harus memberi nama anak saya yang saat itu masih ada di perut saya. Segala buku tentang nama-nama anak, saya baca sebagai bahan inspirasi. Saya ingin memberi nama yang bagus tapi juga mempunyai makna dan harapan supaya anak saya bisa baik seperti nama yang disandangnya.

Saya dan suami tidak ingin memberi nama secara sembarangan. Bagi kami, nama adalah doa, harapan dan cita-cita yang mulia. Cukup pusing juga pada awalnya. Akhirnya kami berinisiatif memberi nama anak kami sendiri dengan cara kami sendiri. Suami urun nama, saya juga urun dan digabungkan menjadi Felix Oksandro Bagaskara Tivian.

Felix adalah nama baptis sesuai keyakinan kami sebagai orang Katolik yang mengacu pada nama Santo Felix yang dahulu pernah menjadi Paus.

Oksandro..hm..beberapa orang mengira ini adalah nama Italia. Tahukah anda arti yang sebenarnya ? Nama ini perpaduan dari nama bahasa Jawa sebenarnya. Nggak percaya ? Baiklah saya akan berterus terang saja. Oksandro ini nama karangan suami saya yang artinya OKtober SuSANto Dan SuROto. Kebetulan pula lahirnya anak saya ini di bulan Oktober sesuai perkiraan lahir dari dokter. Coba kalau maju di bulan September, kami pusing harus mencari nama lain. Sedangkan Susanto dan Suroto adalah nama-nama eyang kakungnya. Kami berharap, kelak Andro ( nama panggilannya ) bisa tangguh seperti eyang-eyang kakungnya menghadapi perjuangan hidup yang semakin susah.

Bagaskara artinya matahari. Kami ingin Andro seperti matahari yang bisa menjadi terang dan memberi kehangatan bagi sesama.

Lalu Tivian artinya apa ya ? Kalau ini bagian dari narsisme bapak ibunya yang ingin dicantumkan namanya. Gabungan nama dari SayekTI dan OctaVIA. Nama belakang saya dan suami. Kalau Cuma Tivia saja kok kesannya gantung, ya sudah ditambah huruf N dibelakangnya supaya lebih nyaman didengar.

Rencananya nama ini akan tercantum sebagai nama anak-anak kami sebagai marga. Kalau perempuan ya jadi Tivia atau Tivias saja..hehe..berkhayal dulu, nggak dilarang, toh ? Yang pasti kami harus ngarang nama lagi kalau Andro sudah punya adik perempuan.

Mungkin nanti namanya gantian gabungan dari nama-nama eyang putrinya. Hehe..pasti seru, kolaborasi yang unik, bagus dan akan membuat orang tertipu seperti nama Oksandro yang dikira nama Italia.

Tapi kalau adiknya Andro laki-laki lagi, namanya apa ya ? Semua nama eyang kakungnya sudah dipakai. Wah..pusing dah ! Walah..walah..Adiknya Andro juga belum dibuat kok sudah ribut-ribut soal nama. Ada-ada saja, ya..dasar..hahaha…

Jadi, menurut Anda, apakah nama masuk dalam daftar penting ? Semuanya terserah pada persepsi kita masing-masing..semuanya berhak untuk memilih..monggo mawon nggih…!

Wednesday, May 19, 2010

Mendadak di Waduk Sermo

Selepas menghadiri pernikahan saudara di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Andro, anak laki-lakiku tidak mau diam selalu mengajak keluar melihat jembatan yang tidak jauh dari lokasi hajatan. Tak mengherankan, Andro memang selalu ingin tahu tentang hal baru yang dilihatnya. Sesekali tangannya menunjuk air sungai yang ada di bawah jembatan sana.

“Airnya banyak…,” matanya berkedip-kedip. Tangannya berpegangan pada besi jembatan. Aku cukup khawatir ketika kakinya ikut dijulurkan kearah dalam jembatan. Aduh, aku dan suamiku berkolaborasi memegang Andro kuat-kuat. Gerakannya selalu spontan dan mengejutkan. Belum begitu paham akan apa arti bahaya. Setiap diajak beranjak menjauh dari jembatan, pegangannya semakin erat pada besi jembatan. Ketika sedikit dipaksa, tubuhnya meronta-ronta dan tangisnya dikeluarkan sebagai senjata. Aduh..dosaku apa ya, sampai anakku susah diatur begini ?

“Sayang, kita jalan-jalan aja yuk..,” bujukku kepada Andro yang ditanggapi dengan tatapan mata ke arahku. Aku mengangguk dan tersenyum ketika matanya menyiratkan kebimbangan akan tawaranku.

“Ayo, nanti Andro boleh maem es krim..,” bujukku lagi sambil mengingatkan pada makanan favoritnya yang hanya boleh dinikmati sekali-kali itu. Pegangan tangannya pada besi jembatan mengendur dan jemari mungilnya segera menggandeng tanganku dan tangan suamiku beranjak menjauh dari jembatan menuju mobil eyang kakungnya. Fiuh..akhirnya…

Jadilah kami bertiga berputar-putar dengan mobil pinjaman punya eyang kakung Andro. Tak tahu arah tujuan pokoknya mengikuti saja alur jalanan yang cukup menikung dan naik seperti akan menuju puncak. Maklum, namanya juga daerah pegunungan, suasananya cukup sejuk karena pohon-pohon masih banyak yang menjulang dan membentuk barisan seperti hutan yang tidak terlalu lebat.

Andro cukup menikmati perjalanannya sambil sesekali mulut mungilnya bersenandung,” Naik..naik..ke puncak gunung..tinggi..tinggi..sekali…kiri..kanan…kulihat saja…” cukup keras dan melengking suaranya memberi suasana yang menggembirakan. Tak sadar, aku dan suami ikut urun suara membentuk vocal group kecil..lumayan, jadi ada suara tenor, bass dan sopran..hihi..

Kurang lebih lima belas menit perjalanan, kami melihat tulisan “Area Wisata Waduk Sermo”. Wuih..nggak nyangka..ternyata dekat juga dari rumah saudara kami. Selama ini aku memang pernah melihat Sermo dari kejauhan, tapi tidak menyangka jika jaraknya ternyata sedekat ini. Aku jadi ingat, jaman masih kuliah dulu, pernah diajak teman-temanku memancing ikan di Waduk Sermo, tapi sayang, saat itu aku tidak bisa ikut. Aha..jadi rasa penasaranku akan tempat wisata ini akan terpuaskan sebentar lagi..

Yup..jadilah kami masuk ke area wisata Waduk Sermo setelah membayar retribusi tiga ribu rupiah..( murah dan terjangkau kan ? ).

Wah..lumayan juga kalau piknik tanpa rencana seperti ini. Spontan dan terasa ada sensasi tersendiri. Apalagi dilakukan bersama orang-orang tercinta..aih..rasanya tak terlukiskan dengan kata-kata. Soalnya seringkali wisata yang direncanakan banyak yang gagal karena suatu sebab dan akibat. Ini, tanpa rencana malah langsung jadi..lumayan…

Kesan pertama yang kutangkap saat memasuki kawasan ini adalah tempatnya yang cukup bersih dan asri. Menurut http://www.katalogkota.com/, Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk yang terdapat di propinsi DIY dengan luas genangan 157 Ha. Waduk sermo terletak di desa Hargowilis, kecamatan Kokap, kurang lebih 5 km di sebelah barat kota Wates. Keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau.


Masih menurut http://www.katalogkota.com/, Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau. Wah..dapatkah kita membayangkannya ?

Saat kami bertiga ke waduk ini, suasana tidak terlalu ramai pengunjung, hanya ada beberapa rombongan yang kemudian mengajak kami naik perahu keliling waduk supaya penuh perahunya. Ajakan ini langsung kami iyakan dengan biaya lima ribu rupiah per kepala dan Andro karena masih kecil dihitung tiga ribu rupiah saja.

Jadilah kami bertamasya naik perahu. Ada kengerian juga kalau tiba-tiba perahu yang disambung dengan mesin penggerak ini tiba-tiba tenggelam atau bahan bakarnya habis saat berada di tengah waduk, apalagi hujan rintik-rintik turun saat perahu baru saja meluncur. Wah..bisa berabe deh kalau begitu. Tapi kekhawatiran segera menghilang saat melihat panorama yang indah dari waduk ini dan ada perahu yang berisi rombongan petugas berseragam yang bertuliskan Resque melintas. Aman deh..kalau ada apa-apa pasti segera bisa ditolong.

O,ya..selain bisa berwisata dengan naik perahu, di tempat ini juga boleh mancing, hiking, bersepeda atau juga off road. Nyaman banget deh tempatnya. Pokoknya wisata dadakan ini membuat kami senang dan bahagia, apalagi Andro sempat tertidur saat naik perahu. Ngantuk karena kelelahan atau karena angin semilir yang menyejukkan, Nak ? Hehe..Maklum, kami ini termasuk manusia yang kurang piknik..hehe..

Ini sebagian foto-fotonya, nggak lengkap dan nggak begitu ok, sih..soalnya disambi mengawasi tingkah Andro yang berlari kesana kemari, aduh..capek deh..tapi yang penting happy

Monday, April 19, 2010

Aku Cinta Kau dan Dia


Sayangku..jujur kukatakan padamu hatiku telah mendua. Mungkin kamu kaget bukan kepalang mendengarkan kejujuranku ini. Atau mungkin juga sakit hati. Tapi lebih baik aku katakan saja daripada kamu harus mendengar dari orang lain. Lebih sakit pasti.

Mungkin kamu tidak melihat gelagat aneh dariku yang mengindikasikan bahwa aku telah berpaling darimu. Tidak, karena aku tidak sepenuhnya ingin berpaling darimu. Aku hanya ingin memilikimu dan memilikinya. Dengan rasa yang sama.

Cinta yang dulu kuyakini takkan mungkin terbagi, ternyata sekarang harus aku bagi dengannya. Denganmu, aku bahagia. Dan kebahagiaanku semakin lengkap saat bersamanya. Inginku, kamu dan dia bersama denganku. Gila ? Nggak juga..

Jika kamu bertanya, kapan rasa cintaku tumbuh untuknya, aku akan cepat menjawab dua setengah tahun yang lalu. Cukup lama bukan ? Dan selama itu kamu tidak pernah menyadarinya ? Begitu hebatkah diriku menyembunyikannya ? Yang jelas, aku masih sebagai istrimu yang sangat menyayangimu. Bingung ? Cinta memang membingungkan..

Jujur saja, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Cinta yang sudah lama tak kurasakan selain denganmu. Ya, terakhir denganmu sayang, tapi aku salah karena cintaku dapat tumbuh lagi sejak kuikrarkan kamulah cinta terakhirku. Dan saat ini aku tidak akan bisa menjawab jika kamu bertanya besar mana cintaku padamu dan untuk dia. Lebih bingung lagi jika kamu mengharuskan aku untuk memilih antara kamu atau dia. Tidak mungkin kutinggalkan salah satu karena aku menginginkan keduanya. Kamu dan dia !

Jika kamu bertanya, siapa dia yang aku cintai belum lama ini ? Kamu mengenalnya sayang..dan aku yakin kamu tidak akan pernah berburuk sangka padanya. Dia sangat baik dan manis. Senyumnya tulus dan matanya sangat bening. Siapa yang tidak akan menyayanginya ? Aku yakin, jika aku mengatakan yang sesungguhnya mungkin kamu akan sependapat denganku.

Ah, sayang..kurasakan kebahagiaanku semakin lengkap saat ada cinta untuknya. Hidupku lebih berwarna dan selalu ceria. Tidakkah kau lihat perubahanku itu sayang ? Mataku selalu berbinar-binar, senyumku selalu terkembang untukmu dan mungkin juga untuknya. Ah..aku semakin bergairah saja.

Aku tidak ingin menyudahi cintaku untuknya, sayang..justru aku merasa semakin lama cintaku semakin subur untuknya. Dia memang sangat menyenangkan. Selalu bisa membuatku tertawa dan selalu bisa membuatku bahagia. Cintanya begitu tulus dan tidak pernah ada kebohongan. Begitu lepas. Saat ingin tertawa, langsung saja dia tertawa sampai terbahak-bahak, saat bersedih, tidak juga dia sembunyikan rasa itu. Dia selalu jujur menjadi dirinya. Dan kejujurannya itulah yang telah memikat hatiku.

Maaf, sayang..aku harus bertemu dengannya sekarang. Memberikan separuh hatiku untuknya, untuk sekedar berbagi cerita dengannya. Atau sekedar menyanyi bersama di bawah pohon yang rindang. Dia selalu punya cerita yang menarik. Dia selalu bisa mengambil hatiku. Dan dia selalu bisa membuatku senang.

Seringkali aku dan dia hanya duduk-duduk saja tidak jauh dari rel kereta api. Hanya untuk melihat kereta api yang lewat dan berjemur sinar matahari pagi. Bahkan sesekali kepala kami tengadah ke langit untuk melihat pesawat terbang yang melintas di udara. Sederhana. Tapi ritual itu yang membuat kami selalu dekat.

Ingin rasanya melakukan perjalanan dengan kereta api dengannya. Berdua saja, atau mungkin kamu juga ikut sayang ? Tidak usah jauh, cukup kereta api Prameks jurusan Jogja – Solo untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahunya bagaimana naik kereta api. Ya, si dia memang belum pernah naik kereta api. Makanya dia sangat antusias saat melihat kereta api melintas.

Sayang, tidak inginkah kamu tahu siapa dia yang kucinta selain dirimu ? Aku sebut namanya saja ya..Namanya Felix Oksandro Bagaskara Tivian. Tepat, kamu pasti sangat mengenal nama itu, karena kamu juga yang ikut memilihkan nama itu. Ya, dia adalah Andro, anak kita..pasti kamu tidak keberatan jika aku mencintainya karena aku juga yakin bahwa kamu juga sangat mencintainya..


Tuesday, April 6, 2010

Malaikat Kecilku




Binar matamu indah..


Senyummu penyembuh luka


Tawamu pembawa hangat suasana


Riangmu mewarnai dunia


Adalah kau..


Malaikat kecilku


Yang tak perlu malu untuk ungkapkan rasa dikalbu


Tangismu mewakili keinginanmu..


Celotehmu menjadi ekspresimu


Andro... ajari aku menjadi ibu terbaik dari malaikat kecilku..

Monday, March 15, 2010

Andro Iklan Pampers


Kalo ini impian orang tuanya Andro

Berharap ada biro iklan yang berminat memakai Andro sebagai model iklannya

Boleh produk pampers, susu atau makanan anak-anak..

Hehe..ngarep dot com ya..

Tapi punya cita-cita kan nggak dilarang

Apalagi kalo Andro memang punya kompetensi untuk itu

Lihat aja gayanya saat difoto pakai Pampers..

Tidak mengecewakan bukan ?

Saturday, March 13, 2010

Jempol Anakku, Indikator Rasa Masakanku..


Memang, susah-susah gampang menjadi seorang ibu. Rasanya baru kemarin aku menanggalkan seragam sekolahku dan menikmati keindahan masa remajaku. Waktu bergerak begitu cepat, hingga tiba-tiba aku terhenyak sendiri. I’m a mom now !

Rasa kaget, bahagia, kagok, bercampur baur saat menyandang status sebagai seorang ibu, menambah daftar panjang statusku selama ini yang sebagai istri dari suamiku, anak dari orangtuaku, adik dari kakak-kakakku, tante dari keponakan-keponakanku, cucu dari kakek nenekku, keponakan dari tante-omku, teman dari teman-temanku..ah..pokoknya banyak deh..membuat hidupku penuh dengan warna-warni.

Masih terbayang jelas di pelupuk mataku, saat-saat aku berjuang melahirkan anakku, membuatku tersadar bahwa dulu ibuku juga tidak mudah untuk melahirkanku. Menahan rasa sakit yang amat sangat, ditambah aku harus menjalani induksi ( suatu perlakuan medis untuk memacu kelahiran ) karena anakku belum ada tanda-tanda akan lahir meskipun tanggal prediksi kelahiran sudah lebih dari seminggu !

Takut terjadi sesuatu dengan keadaan bayi yang terlalu lama di dalam kandungan, dokter kandunganku segera menyarankan aku segera masuk rumah sakit dan diinduksi dengan harapan anakku bisa segera lahir dan diharapkan bisa secara normal, jika tidak, terpaksa harus dioperasi Caesar..

Jadilah aku tergeletak tak berdaya menunggu saat-saat kelahiran anakku dengan tangan diinfus cairan induksi karena obat pemacu yang kuminum tidak menampakkan hasil yang cukup berarti.

Kata dokter kandunganku, perlakuan induksi ada 3 macam : pertama dengan obat, suntik dan infus. Aku sudah menelan 3 butir obat yang kuminum tiap 6 jam, tapi rahimku belum juga bereaksi dengan adanya bukaan. Hanya obat yang ketiga yang mampu membuat mulut rahimku bukaan 1 dengan rasa sakit tiap 5 menit sekali.

Mengetahui hal ini, dokter kemudian mengambil tindakan induksi dengan infus. Tindakan ini diambil karena dengan infus, bisa diperkirakan berapa cairan yang mampu membuat reaksi sehingga bisa dilanjutkan tindakan berikutnya. Dalam arti kata, dengan infus lebih mudah dikendalikan bila dibandingkan dengan suntik. Nyatanya, hanya dengan 20 tetes cairan infus, mulut rahimku langsung bukaan 9 selama kurang lebih 10 menit diinduksi. Tanganku segera dilepas dari jarum infus dan siap melahirkan secara normal.

O,ya kata dokter perlakuan induksi berbeda-beda tiap orang. Ada yang diinduksi tapi tidak bereaksi sama sekali meskipun sudah diinfus, sehingga akhirnya harus dioperasi Caesar. Aku termasuk beruntung karena pada akhirnya mampu melahirkan secara normal, walaupun awalnya cukup kesulitan dalam mengejan karena kehabisan tenaga.


Hm..lega rasanya anakku bisa lahir ke dunia dengan keadaan lengkap dan membanggakan. Walaupun aku sedikit khawatir ketika anakku harus diinkubator karena suhu tubuhnya belum stabil, masih kedinginan, kemudian harus diinfus karena gula darahnya kurang dan harus menjalani fototropi (disinar) karena bilirubinnya cukup tinggi > 12. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Bilirubin dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalui feses.
Selengkapnya tentang bilirubin bisa dilihat disini .


Bila kadar bilirubinnya tinggi, bayi bisa mengalami sakit kuning karena empedunya belum berfungsi sempurna. Jadi harus diberi perlakuan disinar supaya kadar bilirubin-nya turun hingga dibawah 10. Dan tugasku sebagai ibunya harus memberikan ASI-ku karena bisa membantu bilirubin anakku turun.

Walaupun sedih aku belum bisa menggendong anakku karena terpisah tempatnya, anakku di inkubator di ruang steril dan tidak bisa langsung inisiasi menyusui dini, aku memeras ASI –ku. Tidak gampang, tapi semua harus kulakukan demi anakku. Apalagi ASI pertama yang keluar yang berwarna kuning sangat baik karena mengandung colustrum yang bisa meningkatkan kekebalan bayi dan baik untuk pertumbuhannya..

Untunglah, semuanya bisa kulalui dengan baik dan sekarang anakku yang biasa kupanggil Andro, sudah hampir dua setengah tahun. Sangat aktif dan pandai menyanyi. Setiap pagi dari baru Andro lahir, kami berjemur bersama dibawah sinar matahari pagi yang sangat baik untuk pertumbuhan tulangnya, melihat kereta api yang biasa lewat dekat rumah eyangnya Andro, atau melihat pesawat terbang yang lalu lalang di udara, karena tidak jauh dari bandara.

Malamnya, bersama dengan ayahnya, kami bersama-sama mendengarkan musik klasik Mozart khusus untuk anak 3 bulan sampai 3 tahun. O,ya musik klasik ini juga penting lho untuk pertumbuhan otak anak, membantu ingatan kuat dan membuat anak tidak rewel. Aku membiasakan Andro mendengarkan musik klasik ini dari sejak dalam kandungan hingga sekarang. Dan aku sudah merasakan hasilnya. Andro cukup cerdas dan tidak gampang rewel.

Bahkan sekarang, aku punya quality control akan masakanku. Kalau Andro mengacungkan jempolnya dan bilang sedap, enak..berarti masakanku tidak mengecewakan. Tapi kalau Andro susah makan tidak mau menyentuh masakanku, bisa dibilang masakanku kurang enak, dan Andro memilih digorengkan telur plus kecap saja sebagai lauknya. Haha..maklum, sekarang Andro sudah bisa merasakan makanan enak dan nggak enak. Dan yang pasti, sekarang Andro sudah bisa diajak berkomunikasi karena sedang senang-senangnya belajar kata-kata.

Friday, March 12, 2010

Batman ber-Blangkon..


Perpaduan yang kontras, tapi bisa membaur dengan rukun.

Ada apa ya ?

Coba perhatikan foto Andro di atas.

Andro memakai baju bergambar tokoh legendaris Batman, asesorisnya Andro memakai blangkon, tutup kepala khas budaya Jawa.

Hehe..lucu, ya..Andro tampak happy mengenakannya.

Setiap kali blangkonnya dilepas, pasti protes minta dipakai lagi.

Good boy, kenali budayamu dari sekarang ya, nak..

Andro Bermain di Mall


Kadangkala, Andro diajak pergi ke mall.
Tujuannya adalah ke tempat bermain anak-anak.
Disini Andro bisa bermain dengan sesama anak-anak seusianya.
Membaur bersama dalam keceriaan khas anak-anak.
Saling berbagi mainan, mandi bola, melompat-lompat di atas kasur pegas, menelusuri terowongan, meluncur di prosotan bahkan main mobil-mobilan.
Andro sangat menikmati kegiatannya ini.
Seringkali tawanya berderai diiringi celotehannya yang lucu dan menggemaskan. Sangat lepas dan membahagiakan.
Para orangtua cukup mengawasi dari dalam maupun dari luar arena.
Saling bercerita dengan bangga tentang anak-anaknya.
Saling berbagi cerita dan tawa.
Senangnya..saat-saat seperti ini tidak hanya membahagiakan anak-anak saja, tapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi para orangtua melepas kepenatan setelah sibuk bekerja seharian.

Monday, March 1, 2010

Andro Berpose


Andro mulai senang difoto

Setiap kali ada handphone atau kamera yang nganggur pasti langsung teriak-teriak minta difoto

"Foto..fotooo..foootooooo....," teriaknya sambil memaksa

Jeritannya semakin keras kalau tidak diladeni..

Aduh..Andro, mulai punya kemauan kuat, nih..

Tapi nggak papa deh, hasilnya juga oke kok posenya..

Cheerssss....Andro....