Pages

Sunday, July 6, 2014

Tips Supaya ASI Lancar


ASI sekali perah 180 ml :) 

Halo, ibu-ibu..gimana kegiatan hari ini ? Sudah masak, nyapu, ngepel, nyuci, ngurus anak, ngurus suami..halah..ternyata kerjaan seabreg-abreg ya bu..capek deh..

Hm..biar capek, ternyata menjadi ibu itu anugerah lho..bahagianya tak tergantikan oleh apapun, terutama jika melihat anak-anak tumbuh dengan riang gembira ya...

Ngomong-ngomong, apakah ibu-ibu ada yang baru melahirkan seperti saya ? Iya, saya kan abis lairan, bu..anak kedua, adiknya mas Andro. Cewek. Sip dah, Tuhan selalu punya rencana indah..keajaiban itu terjadi, bu..

Kebayang dong, gimana repotnya punya baby. Riweuh...tapi happy moms..Dan saya sangat bersyukur karena saya bisa menyusui bayi saya dengan ASI yang lumayan lancar jaya. Beda dengan mas Andro yang merasakan ASI saya fifty-fifty sama sufor (susu formula), dedek Rea bisa merasakan ASI full saya. Eksklusif. Bangga dan bahagia tentunya.

Lalu, gimana supaya ASI bisa lancar..padahal waktu anak pertama ASI saya cuma sedikit, itupun ditinggal kerja. Hu..hu..kasihan mas Andro, padahal waktu itu mas Andro disinar karena bilirubin tinggi, butuh asupan ASI yang banyak, sedangkan saya hanya bisa memompakan ASI sebanyak 30 ml sekali peras. Hiks..sedih ya..

Berdasarkan pengalaman pahit itu, saya bertekad untuk bisa menyusui ASI secara eksklusif untuk anak kedua saya. Memang butuh perjuangan ekstra, mengingat saya harus dioperasi caesar untuk anak kedua ini. Mungkin ibu-ibu ada yang mengalami, bagaimana sakitnya sehabis operasi caesar. Untuk miring ke kiri dan ke kanan saja hadeuh..sakit banget di hari pertama sesudah operasi. Tapi saya harus segera menyusui anak saya. Maka, saya berjuang untuk meyusukan ASI saya yang belum keluar banyak waktu itu. Saya mencoba terus. Memang dek Rea menangis karena kesal ASI nya keluar sedikit sedangkan dia masih haus. Tapi saya tetap menyusukannya meskipun puting saya sampai lecet berdarah-darah. Uh..sakitnya.. 

Asumsinya jika puting payudara sering dihisap, akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak. Saya mencoba sabar dan tabah untuk bertekad menyusuinya di tengah rasa sakit pasca operasi. Mana tangan masih diinfus, punggung sakit, puting sakit..wah..semuanya harus dilawan demi ASI yang sangat penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi.

Hari kedua ASI saya belum lancar, sedangkan dek Rea sudah sangat kehausan. Puting saya bertambah parah lecetnya. Badan saya sudah tidak karuan rasanya. Sembari mencoba untuk berusaha bisa duduk, saya menyusukan ASI yang masih mengandung colustrum. Tidak keluar banyak, dan dek rea menangis keras sekali. Saya tidak tega, suami juga tidak tega, dan karena takut dek Rea mengalami dehidrasi, maka suami minta kepada perawat untuk memberi dek Rea susu formula karena ASI belum lancar. Sebenarnya saya juga tidak rela, tapi mengingat kondisi, akhirnya saya pasrah. Dek Rea sempat diberi susu formula 3 kali masing-masing 30 ml selama di rumah sakit.

Hari ketiga pasca operasi, saya sudah boleh pulang ke rumah bersama dedek bayi. Puji Tuhan dek Rea termasuk well baby yang tidak mendapat perawatan khusus seperti diinkubator, diinfus ataupun disinar seperti kakaknya dulu. Jadi bisa barengan pulangnya sama saya. Beda dengan mas Andro yang ditinggal di rumah sakit, sedangkan saya sudah boleh pulang.

Sampai di rumah, segala upaya saya lakukan demi kelancaran ASI saya. Hampir 2 jam sekali saya menyusui, namun saat puting saya lecet luar biasa dan saya tidak tahan, maka saya inisiatif untuk memompakan ASI saya. Sakit juga sebenarnya, namun tidak sesakit saat dihisap dek Rea yang masih kasar lidahnya.

Pertama memompa dengan breast pump yang sederhana, saya mendapatkan 60 ml selama hampir satu jam. Pegel juga tangan dan leher saya. Tapi itu lebih baik dibandingkan anak pertama dulu yang hanya mendapatkan 30 ml sekali pompa. Segala makanan dan minuman yang bisa membuat ASI lancar saya konsumsi, selain obat pelancar ASI dari dokter yaitu laktafit. Makanan dan minuman itu antara lain susu, daun katu, pepaya, daun pepaya, daun kelor, bayam, wortel, daun ketela rambat, daun singkong, buah-buahan dan sayuran lainnya.

Makin lama, ASI saya makin lancar. Dek Rea tidak menangis kehausan lagi, dan puting saya lecetnya mulai sembuh, karena ternyata  ludah bayi mengandung enzim yang bisa menyembuhkan puting lecet. Selain itu, volume ASI saat diperas juga bertambah menjadi 90 ml, 120 ml, 180 ml hingga 210 ml sekali peras. Luar biasa. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi saya. Tak percaya jika ternyata ASI saya bisa cukup banyak. Sama sekali tak terpikirkan untuk memberikannya susu formula. Ternyata pikiran senang dan nyaman pun bisa mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI kita. Saat stress, hormon yang merangsang ASI pun ikutan ngambek, namun jika kita happy, hormon perangsang ASI akan bekerja secara maksimal. Selain itu, semakin sering kita menyusui, produksi ASI juga semakin banyak, karena logikanya, semakin banyak permintaan tentunya semakin banyak produksi yang dihasilkan. Jadi, jangan pernah menyerah jika produksi ASI hanya sedikit, dengan banyak cara, ASI bisa dirangsang untuk berproduksi semakin banyak. Dan bagi ibu bekerja, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyusui ASI karena ASI bisa dipompa, disimpan di kulkas hingga bisa diminumkan ke bayi kapan saja. Kalau kita sudah patah semangat untuk tidak menyusui, ya sudah..tentu saja ASI tidak akan berproduksi karena tidak adanya rangsangan. Tapi jika sering dipompa, sering menyusui, maka ASI akan terus berproduksi.


Rekor tertinggi 210 ml sekali pompa :D

Ada beberapa info untuk penyimpanan ASI di kulkas, sebaiknya pilih botol kaca yang tidak mudah bereaksi dengan suhu. ASI yang disimpan di freezer yang jarang dibuka bisa tahan hingga 3 bulan. Jika freezer sering dibuka, ASI tahan hingga 2 bulan. Jika ASI disimpan di kulkas di bawah freezer, ASI bisa tahan hingga 48 jam. Jika ASI dibiarkan saja di suhu ruang tanpa dimasukkan kulkas, ASI bisa tahan hingga 6 jam. Jadi, tidak ada alasan kan untuk tidak menyusui dengan ASI ?

Sekarang saya bisa merasakan sensasi rasa senang saat menyusui, kepanikan saat ASI mengucur deras sementara bayi saya sudah tertidur pulas kekenyangan. Maka ASI segera saya peras, sampai payudara terasa kosong, dan ternyata ASI akan cepet produksi kembali. Dek Rea sekarang berusia 3,5 bulan. Semoga tetap bisa menyusui eksklusif hingga 6 bulan, dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelahnya. Rencananya sih tetap menyusui ASI hingga 1 tahun lebih. Pokoknya, selama ASI masih lancar, minumkan. Demi  pertumbuhan bayi yang sehat. Jangan takut payudara jadi jelek setelah menyusui. Dengan rajin olahraga, semuanya akan baik-baik saja. Hidup ASI ! Merdeka !
Produsen dan konsumen ASI :))

Wednesday, May 7, 2014

Jurnal Kelahiran Rea


Yup..akhirnya, lahir juga adiknya Andro yang telah lama dinantikan dengan perjuangan yang cukup menegangkan. Walaupun bisa dibilang baru sempat posting sekarang, it's better late than never. Yang penting niat untuk berbagi cerita tersampaikan..hehehe..

Hm..baiklah, akan kumulai ceritanya..
  • Tiga bulan pertama kehamilan, tepatnya saat kehamilan 4 minggu aku mengalami flek hingga sedikit pendarahan  yang mengharuskan untuk bedrest total di rumah
  • Selama tiga bulan pertama, tepatnya sejak  kehamilan 4 minggu, minum obat penguat Alynol
  • Selama minum obat penguat kandungan, pendarahan masih terjadi beberapa kali
  • Pendarahan terhenti setelah kehamilan memasuki usia 12 minggu, karena hormon progesteron sudah dihasilkan sendiri oleh tubuh
  • Pendarahan terjadi karena ketidakseimbangan hormon progesteron yang berfungsi melekatkan janin pada rahim
  • Fungsi obat penguat kandungan adalah untuk menambah hormon progesteron
  • Vitamin yang diminum selama hamil adalah Vica Natal di uk 4 minggu, Asam folat di uk 6-8 minggu, uk 9-13 minggu Vica Natal kembali, Sofero di uk 14 minggu dan 22 minggu, Folamil Genio dan Ossoral di uk menjelang persalinan
  • Vitamin diminum sehari sekali, masing-masing vitamin mempunyai fungsi sendiri
  • Hari perkiraan lahir 10 Maret 2014, mens pertama terakhir tanggal 3 Juni 2013
  • Selama hamil, mengurangi kegiatan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, kecuali mbonceng atau duduk manis di mobil
  • Saat usia kehamilan 38 minggu, berat janin masih 2 kg, kemudian disuruh dokter Spog minum Peptisol yaitu minuman protein tinggi, seminggu kemudian berat janin naik menjadi 2,8 kg
  • Merasakan perut mules, kontraksi tanggal 7 Maret 2014, selanjutnya tidak terasa lagi, ternyata itu kontraksi palsu
  • Sampai tanggal 10 Maret 2014, hpl-nya, tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan seperti kontraksi 10 menit sekali
  • Saat periksa ke dokter, usia kehamilan 40 minggu + 5 hari, dokter menyarankan untuk segera datang ke rumah sakit tanggal 17 atau 18 Maret untuk diinduksi
  • Tanggal 18 maret 2014, rencana induksi gagal karena saat rekam jantung janin kurang reaktif
  • Gerak janin berkurang, sehingga dokter tidak berani melakukan persalinan secara induksi, karena takut janin mengalami stress
  • Akhirnya 18 Maret 2014, pukul 15.36 WIB, Aurea Amaranta Tivia (Rea) lahir dengan jalan operasi caesar 





Sunday, February 16, 2014

Sekedar Update Blog

OMG. Hanya kata itu yang mewakili keterhenyakan saya melihat tanggal posting terakhir di blog ini. Tanggal terakhir update blog adalah 25 September 2013. What ? Kemana ajah saya selama ini, tak merasa dosa tidak menulis apa-apa, padahal banyak sekali kejadian sebenarnya yang bisa ditulis. Tapi ya, namanya juga lagi (sok) sibuk di dunia nyata ditambah bejibun alasan yang menguatkan untuk tidak menulis sama sekali, akhirnya..semoga kali ini saya insyaf untuk mulai menulis lagi.

Tentang kehamilan saya, mestinya saya bisa sharing banyak hal tentang itu, tentang kakak mbarep saya yang meninggal, lalu tanpa rencana hal ini menjadi pengalaman pertama buat Andro naik kereta api dan pesawat saat melayat pakdenya di Bogor. Tentunya itu bisa jadi cerita yang cukup seru ya..Tapi ya..semua masih dalam angan, karena rasa kehilangan masih begitu terasa dan membekas dalam benak. Hiks..sudahlah..itu artinya Tuhan lebih menyayangi kakak saya, hingga memanggilnya begitu cepat. Kami sekeluarga harus ikhlas melepas kepergiannya dengan mendoakan semoga kakak saya mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dalam keabadian. Amin.

Lalu momen tahun baru, mestinya itu menjadi waktu yang pas untuk menulis tentang resolusi. Tapi ya itu tadi, semuanya hanya cukup saya yang tahu karena saya punya ilmu kebatinan alias semuanya cuma saya batin aja hehe..tanpa ada yang tahu..(halah)..Dan, inilah tulisan perdana saya di tahun 2014. Tet..tet..tet...telat banget gitu kok bangga..tulisannya nggak penting lagi..hihihih..kepedean curcol..

By the way anyway busway..yang lagi trend saat ini adalah tentang..pssstt..belibet banget ngomongnya..istilah cabe-cabean, oplosan, selfie..hm..apalagi ya..ah, yaa...yang paling hangat adalah tentang...abu vulkanik ! Paling update karena kejadiannya hari jumat lalu, tanggal 14 Februari 2014, tepat di hari Valentine. Valentine..? Apaan tuh..itu loh hari love-lovean bagi sebagian orang. Tapi buat saya, sih..cinta kasih bisa diwujudkan tiap hari tanpa harus menunggu tanggal itu saja. Dan itu, bisa dilakukan buat semua orang, bukan hanya dengan orang terdekat. Ups..tapi jangan salah, cinta yang saya maksud disini adalah tentang cinta yang universal. Yang berlaku untuk sesama manusia tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Back to abu vulkanik. Bayangkan, saya bangun di pagi hari..ya, gak pagi banget sih..jam 6-an gitu, mata saya membelalak ketika melihat ke jendela..wow..snow white kah itu di pucuk-pucuk daun talok dan daun jati di sekitar rumahku..? Lalu, tanahnya, kenapa ikut-ikutan putih ? FYI, saya tinggal di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itu lho, daerah yang ngetop dengan pantai Indrayanti dan gatot thiwulnya...

Saya masih keheranan ketika ada sms masuk di ponsel saya. Dari Anto, karyawan saya..bunyinya begini,"Pun medal dereng, Bu..udan awu.." yang artinya.."Sudah keluar rumah belum, Bu..ada hujan abu..". Wah..wah..baru saya ingat kejadian seperti ini terjadi saat gunung Merapi erupsi beberapa tahun yang lalu. Dan ini..? Gunung Kelud..? Yang jaraknya 350 km dari sini, abunya bisa sampai sini juga..? Luar biasa...Tak terbayangkan bagaimana yang dekat lokasinya dengan gunung yang terletak di Jawa Timur itu. Bukan hujan abu lagi, tapi hujan kerikil, hujan batu..wiii..membayangkannya saja sudah ngeri.

Namun, saya cukup lega ketika mendengar kabar kakak saya yang tinggal di Malang mengabarkan daerahnya aman-aman saja, tidak ada hujan material seperti yang saya sebutkan tadi. Wah..kok, bisa..ternyata memang tidak semua daerah Malang terkena dampaknya. Syukurlah..

Hm..setelah banjir Jakarta, gunung Sinabung..lalu sekarang gunung Kelud..Saat ini, Indonesia sedang siaga bencana, sedang diuji dengan bermacam peristiwa semacam ini. Ada yang karena salah kita, dan ada juga karena kondisi geografis Indonesia yang banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif. Ini semua resiko yang harus kita tanggung, mau tak mau. Siapa yang mau mendapatkan bencana jika kita disuruh memilih ? Tapi bencana tak pernah memberi kita pilihan. Semua bisa terjadi begitu saja, menimpa siapa saja bahkan sebelum kita sempat untuk memikirkannya. Jadi, sudah selayaknya jika kita turut membantu korban bencana, berupa doa, empati, dan materi..itu sudah pasti kita lakukan untuk meringankan beban semuanya. Berharap semuanya akan membaik, dan kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini. 

Let's Pray for Kelud and pray for Indonesia. Keep fight and always help each other and together. God bless us...



Hujan abu, fotonya jadi hitam putih..




Thursday, September 26, 2013

Hanya Keajaiban Yang Bisa


Gambar dipinjam dari sini 

Puji Tuhan. Setelah mengalami keguguran bulan desember 2012 kemarin, Tuhan memberi anugerah-Nya kepada keluarga kami. Apa itu ? Adalah tanda dua strip di test pack setelah saya telat haid 3 hari ! Yap, saya kembali hamil untuk ketiga kalinya..so amazing..!

Tapi, lagi-lagi kehamilan ini tidak serta merta begitu mudah adanya. Selang 4 hari saya positif hamil, saya kembali mendapati flek di celana dalam saat saya ke kamar mandi. Duh..saya sempat stress. Bayang-bayang keguguran kembali menghantui saya. Asal muasal terjadinya keguguran saya waktu itu ditandai dengan adanya flek yang berkelanjutan menjadi pendarahan hingga akhirnya keguguran dan harus di kuret.

Tak ingin kejadian menyakitkan itu terjadi lagi, saya dan suami segera periksa ke dokter kandungan. Saya ceritakan flek yang saya alami dan keguguran 6 bulan yang lalu. Lalu dokter meresepkan obat penguat untuk saya beserta vitamin yang harus saya konsumsi. Kebetulan, sebelum keguguran waktu itu, saya masih punya sisa obat penguat yang belum habis beserta vitamin dari dokter yang sama. Obat penguatnya adalah Prestenol dan vitamin Vica Natal. Ok, kata dokter diteruskan saja obatnya lalu kembali lagi sepuluh hari lagi tepat saat obat itu habis. Saya patuhi saran dokter.

Tepat sepuluh hari kemudian, saat uk 6-7 minggu, saya periksa ke dokter Spog lagi. Ketika di usg, saya sempat was-was ketika dokter mengatakan belum ada perkembangan yang baik. Kantung janin berukuran 24 mm. Janin belum kelihatan. Kata dokter, kembali periksa 2 minggu lagi. Segala sesuatu bisa terjadi, sekarang belum begitu bagus, siapa tahu 2 minggu ke depan ada perkembangan. Berdoa saja. Lalu saya bertanya, kenapa saya masih keluar flek walau sudah diberi obat penguat ? Ya itu bisa jadi penyebab kenapa belum berkembang dengan bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Saya pasrah. Pulang dengan sedikit kecewa dan meneruskan bedrest di rumah.

Ya, segala upaya saya lakukan. Saya berhenti total mengendarai kendaraan terutama motor. Hubungan suami istri juga cuti hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Untung suami saya sangat sabar dan pengertian. Ehm. Yang bisa saya lakukan hanya sebanyak mungkin tiduran dan istirahat. Karena pada saat ini, banyak gerak mengakibatkan flek keluar. Dan saya tidak ingin itu terjadi terus menerus. Tak henti-hentinya saya memohon kepada Tuhan agar  kehamilan saya kali ini lebih baik dari kemarin karena saya menginginkannya. Saya berjanji untuk menjaga dengan sepenuh hati.

Dua minggu kemudian saat uk 8-9 minggu, saya periksa ke dokter lagi. Flek masih kadang saya alami. Saya deg-degan, takut hasil usg tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pikiran saya, bagaimana jika masih belum berkembang dengan baik dan harus dikuret lagi ? Ah..ngeri..Beruntung, pikiran buruk  saya tidak nyata, saat di usg, titik janin sudah terlihat. Ukuran kantung janin 35 mm, mengalami peningkatan dari yang lalu 24 mm. Thank's God..Dokter masih meresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Katanya, dosis penguat akan dikurangi jika nanti janin sudah bergerak. Saya bahagia mendengarnya, tak sabar menunggu 2 minggu lagi saat waktu periksa berikutnya tiba.

Lalu saat periksa kembali di uk 10-11 minggu, saya bisa tersenyum bahagia ketika melihat janin saya bergerak saat di usg. Denyut jantungnya juga sudah kelihatan. Puji Tuhan. Dokter bilang, janin sudah berhasil terbentuk dengan baik. Pemberian obat penguat sudah dihentikan karena saat ini, plasenta sudah bisa menghasilkan hormon progesteron sendiri sehingga tidak perlu bantuan obat penguat. Vitamin yang diberikan masih Vica Natal. Obat penguat kandungan sebenarnya bukan obat untuk penguat rahim, karena rahim sudah di design kuat oleh Tuhan sehingga mampu menopang janin yang makin lama makin besar. Obat penguat seperti Prestenol, Premaston, Alynol  dan obat sejenis lainnya sebenarnya adalah obat penambah hormon progesteron. Hormon ini yang berperan untuk membantu janin melekat di rahim. Kemungkinan, saya mempunyai kelainan hormon. Stok hormon progesteron dalam tubuh saya kurang sehingga perlu dibantu dengan obat penguat untuk menghasilkannnya. Itulah sebabnya saya mengalami flek saat kekurangan hormon progesteron, yang jika dibiarkan, janin tidak akan kuat melekat di rahim yang lama-lama bisa gugur dengan sendirinya. Dan saya tidak ingin itu terjadi lagi.

Riwayat Kehamilan Sebelumnya

Sebagai perbandingan, saya akan menceritakan riwayat kehamilan saya yang terdahulu dengan yang sekarang. Saat hamil pertama, saya juga mengalami flek saat usia kehamilan 10 minggu. Namun flek itu kemudian berhenti setelah diberi obat penguat. Nggak langsung berhenti sih, ada tahapnya. Tentunya setelah mengkonsumsi obat penguat beberapa hari. Lalu kehamilan berjalan normal hingga saat melahirkan.

Saat kehamilan kedua, saya super yakin kehamilan saya baik-baik saja. Jadi setelah 2 minggu telat haid, saya baru test pack sendiri dan mendapati hasil positif. Setelah tahu kalau positif, saya masih tenang-tenang saja tidak segera memeriksakan ke dokter kandungan. Pikir saya, pasti di usg juga belum kelihatan seperti kehamilan pertama. Padahal mestinya. diawal kehamilan pemeriksaan sangat penting karena masa pembentukan. Tentunya dibutuhkan vitamin yang perlu seperti asam folat. Saya hanya minum susu hamil dan banyak makan pisang karena mengandung asam folat yang penting untuk mencegah cacat otak pada janin saat pembentukan. Saya baru memeriksakan diri ke dokter Spog saat usia kandungan sudah 8 minggu. Saat di usg, janin belum terlihat dan kantung janin berukuran 22 mm. Masih kecil.

Tiga hari setelah periksa ke dokter, saya mengalami flek. Saat hamil kedua ini saya sering mengendarai sepeda motor. Antar jemput anak sekolah. Dan flek itu terjadi siang hari sesudah saya naik motor. Saya kaget, dan masih berusaha tenang untuk tidak segera ke dokter. Harapannya, flek itu akan berhenti dengan sendirinya. Ternyata dugaan saya salah, flek tetap keluar setiap hari. Dari sedikit makin lama makin banyak seperti pendarahan saat menstruasi. Dan dua hari setelah flek, saya periksa ke dokter lagi. Saat di usg, dokter bilang belum begitu bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Premaston. Sampai di apotik, saya malah diberi Prestenol. Saya sudah protes, resepnya Premaston kok diberi Prestenol, apotekernya bilang sama saja cuma beda merk. Saya menurut dan saya heran, kenapa bisa begitu.

Makin lama, pendarahan semakin banyak dan saya merasa pemakaian obat penguat sudah tidak menolong sama sekali. Saya memakai pembalut seperti saat menstruasi dan darah keluar semakin banyak. Lalu, hari itu tiba. Puncaknya saat usia kehamilan 10 minggu, saya mengalami keguguran. Ah..cerita selengkapnya bisa dilihat di Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?

Kehamilan Sekarang 

Kembali ke kehamilan sekarang, saat saya  periksa ke dokter di usia kehamilan  12-13 minggu, kondisi janin bagus. Ketika di usg janin sudah lincah bergerak. Tapi memang belum bisa dirasakan gerakannya. Masih sangat halus, semacam kedutan gerakan yang bisa saya rasakan di perut. Aih..saya senang sekali. Keluhannya adalah saya sering pusing di malam hari. Mungkin karena tensi saya yang rendah, hingga pernah mencapai 90/80. Namun kata dokter, tensi rendah tidak masalah pada ibu hamil, yang menjadi masalah adalah tensi tinggi. Saya diberi vitamin Vica Natal yang diminum 1 x sehari yang mengandung banyak vitamin B untuk mengurangi mual, dan Paracetamol 500 mg sebanyak 10 pcs diminum 3 x sehari untuk meringankan pusing saya kata dokter. Saya sempat ragu juga, apakah aman ibu hamil mengkonsumsi obat seperti paracetamol. Lalu saya mencoba browsing, dan ternyata ibu hamil masih aman mengkonsumsi paracetamol 500 mg asal tidak melebihi dosis maksimal yaitu 3500 mg sehari.

Dan, kehamilan saya sekarang sudah hampir 17 minggu. Terakhir periksa saat usia kehamilan 15 minggu. Janin sudah nyata terlihat, kepala, badan, kaki dan tangannya. Gerakan dan denyut  jantungnya juga jelas terlihat saat di usg. Saya diberi suplemen makanan Sofero sebagai penambah kurang darah. Yah..so far, saya sangat menikmati kehamilan ini. Apalagi kata banyak orang, trimester II ini adalah masa paling indah saat kehamilan. Rasa mual dan pusing sudah tidak saya rasakan lagi. Nafsu makan mulai menggila, harus banyak cemilan buah dan sayur. Karena lapar sedikit, perut saya mulai ditendang oleh bayi saya. Hehehe..

Saya merasa, ini keajaiban dari Tuhan. Masih panjang perjalanan saya. Masih beberapa bulan ke depan. Harapannya, kehamilan ini bisa membawa berkah buat semuanya. Membuat saya semakin sabar, mensyukuri hidup dan lebih berhati-hati menjaga segala sesuatunya. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik hingga waktu melahirkan tiba. Doakan saya ya..Amin.

Monday, June 10, 2013

Mama Lucu Tapi Galak, Mirip Beruang !



Kata itu terlontar begitu saja dari mulut anak semata wayang saya. Ungkapan protes saat saya bergalak-galak ria atas kelakuannya yang kadang membuat kesabaran saya di ujung batas. Yah, sebenarnya..capek juga kadang-kadang menjadi galak. Namun, saat ucapan sudah tidak mempan, maka nada tinggi pun tak terasa tumpah begitu saja. Ujung-ujungnya, saat emosi mereda, datanglah penyesalan dan merasa iba telah menggalaki anak.

Di saat lain, menjadi ibu yang lucu juga sering saya lakoni. Senang rasanya melihat anak saya tergelak-gelak lepas saat mendengar lelucon atau tingkah laku mamanya yang kadang urat malunya sudah putus. Selain sebagai hiburan juga, menari bareng dengan anak mengikuti irama lagu menjadi momen yang membuat hubungan ibu dan anak menjadi tak berjarak. Ada rasa bahagia yang tak dapat dibeli dengan materi apapun. Kebersamaan yang membuat hidup begitu berwarna dan indah.

Sekedar info, anak lelaki semata wayang saya, tergolong anak yang sangat aktif bergerak. Dia bisa tiba-tiba berlari untuk sekedar melihat semut yang beriring saat dia sedang duduk bersama. Atau dia bisa mondar mandir berjalan tanpa sebab. Selalu bergerak dan kadangkala tidak fokus pada satu hal saja. Segala sesuatu yang menurutnya menarik, akan dicari sebabnya. Rasa ingin tahunya begitu besar. Hal itu terlontar dari beberapa pertanyaannya yang kadang susah untuk saya jawab segera.

Berikut daftar pertanyaan dan pernyataannya yang memaksa saya untuk bertanya balik kepada mbah Google untuk mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan rasa ingin tahunya. Beberapa diantaranya sering membuat saya tergelak dan geleng-geleng kepala :

"Mama, bumi itu bulat ya, kenapa ?"
"Matahari itu kok panas kenapa ?"
"Kok ada malam dan siang ?"
"Dulu waktu Andro di dalam perut mama suka nendang-nendang itu lagi main sepakbola sama usus "

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang sering terlupa. Beberapa ada yang menggelitik, saya tuangkan di tulisan Celoteh Anak.

Ngomong-ngomong soal beruang, hewan itu memang lucu ya..namun kalau ketenangannya diganggu, bisa berubah buas dan mengerikan. Seperti itukah gambaran saya di mata anak ? Wow..saya takjub anak saya bisa menganalogikan ibunya sedemikian rupa. Hal ini menjadi masukan yang berarti buat saya, dan menjadi sebuah kritik membangun untuk kinerja saya sebagai seorang ibu. Peran sebagai ibu yang baru saya jalani selama 5 tahun lebih 8 bulan ini. Masih panjang perjalanan sebagai seorang ibu, dan ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya. Anak saya telah memberi pelajaran yang penuh makna, dimana saya harus lebih menghayati peran sebagai ibu yang lebih berkualitas bukan hanya sekedar  marah-marah tanpa arah. Saya harus lebih bisa menata emosi, punya stok sabar yang berlimpah, menekan ego saya dan bisa menyikapi segala sesuatunya lebih bijak. Mungkin, stok maklum saya pun harus diperbanyak. Namanya juga anak-anak, banyak hal yang kadang bertentangan dengan kemauan orang tua.

Intinya, menjadi orang tua harus bisa menjadi kompas dan peta yang sangat berguna untuk melanjutkan perjalanan hidup anak. Memberi arahan yang baik, tanpa harus membuat anak merasa terabaikan dan tidak berharga. Hanya perlu dibedakan antara galak dan tegas. Kalau galak hanya sekedar galak, anak bisa salah tangkap, namun jika tegas, anak bisa menangkap maksud. Mungkin seperti itu.

Ok, sekian dulu curhatnya. Semoga bermanfaat.


Friday, May 10, 2013

Aksi Kreatif Anak

Moms..kebahagiaan seperti apa yang dirasakan ketika melihat perkembangan dari waktu ke waktu si buah hati ?

Beberapa hari ini saya dan suami tergelak lepas ketika menyaksikan anak semata wayang saya, Andro menyanyi lagu "Ambilkan Bulan Bu" dan berdeklamasi. Lucu sekali. Gayanya berapi-api layaknya seorang orator sejati saat deklamasi. Deklamasinya tentang Indonesia. Pelajaran ini didapatnya dari bangku sekolah TK kecil. Garis besarnya tentang Indonesia negeri tercinta dan tuntunan agar cinta bangsa sejak kanak-kanak. Untuk lengkapnya silakan disimak videonya aja ya.. :)

Ah, saya jadi ingat juga waktu deklamasi saat kecil dulu. Rasanya senang sekali melakukannya. bahkan saat saya SD pernah diadaulat mewakili sekolah ikut lomba puisi antar SD. Sayangnya nggak menang, maklum biasanya saat tampil saya selalu grogi. Jadi ya..sekedar menyemarakkan saja.

Ini videonya Andro, cekidot..yow..


Saturday, March 23, 2013

Celoteh Anak



Celoteh anak selalu lucu untuk didengarkan. Seringkali yang terlontar adalah sesuatu yang tidak terpikirkan sama sekali oleh kita. Selalu membikin kita geli.

Seperti ketika beberapa hari yang lalu, Andro anak saya yang protes saat melihat-lihat foto pernikahan orang tuanya.

"Waktu mama papa nikah, Andro belum ada ya, Ma ?"

"Iya, sayang.."

"Kenapa ?"

"Ya, belum dibikin.."

"Kenapa belum dibikin ? Jadinya kan Andro gak ada waktu mama papa nikah, padahal Andro kan pengin datang ke nikahannya mama papa.."

Saya tertawa. Takjub dengan jalan pikiran anak saya yang berusia hampir 5,5 tahun itu. Lalu saya sibuk untuk mencari jawaban yang pas untuk itu.

"Menikah itu, syarat untuk bikin Andro. Andro baru bisa dibikin sesudah mama papa nikah.."

"Bikinnya pakai tepung ya ma..dibuat adonan, terus dibentuk manusia, terus..dihidupin sama Tuhan, iya kan, Ma..?"

Saya mengangguk-angguk. Rasanya itu jawaban yang tepat untuk saat ini. Sesuai dengan usianya. Bukan jawaban yang terlalu rumit yang bisa menguras pikiran.

"Mama, Andro pengin susu Prenagen untuk anak-anak.."

"Ha..? Ya nggak ada sayang.."

"Kenapa ?"

"Itu kan susu untuk ibu hamil, buat pertumbuhan dedek yang di dalam perut. Andro kan sudah punya susu sendiri untuk usia 5 tahun keatas ?"

"Iya, ma..Andro pengin ngerasain susu hamil itu, pengin juga susu Anlene kalo mama minum.. "

"Wah..itu kan susu untuk tulang mama yang sewaktu-waktu bisa keropos. Kalau Andro tulangnya kan masih bagus.."

Andro manggut-manggut. Entah mengerti atau tidak. Tapi saya yakin, sebentar lagi akan ada pertanyaan susulan tentang itu. 

"Kenapa tulang bisa keropos, Ma..?"

Nah, kan..

"Iya, kalau kekurangan kalsium, tulang bisa keropos. Kalsium itu mineral yang dibutuhkan oleh tulang. Kalau tubuh kita kekurangan kalsium, maka akan mencuri kalsium yang terdapat di tulang-tulang yang lain sehingga lama-lama tulangnya bisa keropos, begitu..sayang.."

"Tapi kan, ma.."

Eits..ceritanya diterusin besok lagi ya.. :)

Sunday, February 10, 2013

Imlek : Hujan Dan Berbagi


Gambar diambil dari sini


Semalam, tak ada tanda-tanda jika akan turun hujan. Sempat bertanya-tanya apakah perayaan imlek atau tahun baru Cina kali ini tanpa disertai adanya hujan. Namun saya salah, ternyata pagi menjelang siang ini hujan turun cukup membasahi bumi.


Hm..saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, saat ikut kecipratan berkah imlek berupa kue keranjang dan tentu saja..angpau..! Yap, tiga yahun yang lalu saya masih bekerja di Cirebon dimana bos saya adalah WNI keturunan Tionghoa yang setiap tahunnya merayakan imlek.

Seperti biasa, malam menjelang imlek biasanya kami para karyawan berkumpul dirumah bos, diundang untuk makan malam bersama. Hanya kumpul-kumpul saja saling bercengkrama, bersenda gurau bersama teman-teman. Meriah, ceria dan membahagiakan, dan larut dalam kebersamaan. Dekorasi rumah penuh dengan lampion merah. 

Kue keranjang sudah dibagi dari beberapa hari yang lalu. Kue keranjang adalah makanan yang menyerupai dodol. Ya..dodol Cina lebih tepatnya. Bentuk dan rasa beraneka warna. Biasanya sih bentuk bulat-bulat, rasanya manis dan agak lengket khas dodol gitu. 

Menjelang pulang, biasanya ada pengumuman agar besok pagi jam sepuluh kumpul lagi di tempat ini. Untuk apa ? Tak lain tak bukan adalah acara puncak dari imlek itu sendiri yaitu bagi-bagi angpau. Jelas, itu yang ditunggu..!

Maka, pagi harinya sesuai jam yang telah ditentukan, saya dan teman-teman sudah stand by di rumah si bos. Saling berbaris mengucapkan selamat tahun baru cina  sambil tangan ikut mengepal bilang, "Xiong Hi" yang artinya kemakmuran. Terakhir dengan ucapan Gong Xi Fat Cai yang artinya selamat tahun baru Cina.

Lalu, kami menerima angpau yang dibungkus dengan amplop warna merah. Kadang ada gambarnya lucu-lucu. Biasanya, angpau kami terima lebih dari 1 orang, dari bos, dari orang tua bos dan dari dua adik bos. Lumayan kan daripada lumanyun ? Belum nanti kalau sudah masuk kerja, biasanya kami para karyawan menerima angpau juga dari customer yang sudah kenal baik dengan kami. Kalau dihitung-hitung, uang yang terkumpul saat itu bisa 300 ribu lebih. Trus, kalau saya bawa anak misalnya, biasanya anak saya juga dikasih angpau. Rejekinya dobel hehe..

Menurut tradisi Cina, orang yang memberi angpau adalah orang yang sudah menikah. Mereka berhak memberikan angpau kepada siapa saja baik orang keturunan Cina atau bukan. Kalau untuk orang keturunan Cina biasanya yang dikasih adalah anak-anak dan orang dewasa yang belum menikah.  Jadi, walaupun saya sudah menikah dan bukan orang keturunan Cina, saya dapat jatah angpau karena status saya saat itu adalah karyawannya si bos. Hehehe..

Inti dari perayaan imlek itu sendiri adalah berbagi rejeki kepada sesama, dengan harapan di tahun yang baru rejekinya lebih baik, lebih berlimpah dan senantiasa diberi kesuburan, kemakmuran dan kebahagiaan.

Lalu, imlek sendiri biasanya identik dengan hujan. Kalau nggak hujan rasanya kurang afdol dan seperti ada sesuatu yang kurang. Yap, karena hujan adalah berkah. Semakin deras hujan yang menyertai, semakin melimpah berkah yang didapat.

Oke, deh..selamat Imlek atau Tahun Baru Cina bagi yang merayakannya. Semoga tahun Baru ini menjadi awal untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Gong Xi Fat Cai..

Tuesday, January 15, 2013

Puisi Galau



Gambar dipinjam dari sini


Aku merasa patah hati, saat senyummu tiada lagi untukku..
Aku merasa patah hati, saat candamu absen untukku..
Aku merasa patah hati, saat sapamu begitu irit untukku..
Aku merasa patah hati, saat perhatianmu limited edition untukku..


Kenapa..waktu tak berpihak lagi padaku..
Saat harapanku padamu mulai bertumbuh
Saat benciku dahulu berubah jadi cinta..
Dan cintamu dahulu berubah jadi dusta..


Andai waktu bisa kembali..
Kan kurangkai rasaku agar sama dengan rasamu..
Agar tidak ketlisipan seperti ini..
Hingga  semuanya terasa basi kini..



Tuesday, December 18, 2012

Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?



Gambar dipinjam dari sini


Gendhuk sayang, sedang apa di surga..

Ah, rasanya engkau masih ada di perut mama. Waktu yang singkat mampu menumbuhkan cinta yang teramat dalam, sayang..

Telah terbentuk angan, jika engkau lahir nanti, apa-apa saja yang akan mama siapkan. Tahu nggak, kakakmu sangat  antusias sekali saat mengetahui kehadiranmu di perut mama, sayang..Berkali-kali perut mama diusap-usap penuh kasih sambil mengajakmu bicara.. 

“Mama, besok kalau gendhuk lahir pasti lucu ya,  rambutnya dikuncir dua, hihi..” 

Mama tersenyum, turut berbahagia saat membayangkanmu, sayang..Memang, jenis kelaminmu belum terlihat laki-laki atau perempuan, namun kakakmu sangat yakin kalau engkau seorang perempuan dan dinamainya gendhuk. Lalu, kakakmu yang sangat hiperaktif ini, biasanya paling suka mengajak mama berguling-guling, namun sejak mama bilang ada dirimu di perut mama, mas Andro mau menghentikan kebiasaannya itu dengan mengelus perut mama dan mengajakmu bicara..aih…

Gendhuk sayang.. 

Sejak 2 minggu mama telat haid dan dengan test pack mama dinyatakan positif hamil, mama dan papa sangat senang sekali. Terbayang mas Andro yang sekarang berusia 5 tahun, sebentar lagi akan memiliki seorang adik. Segera mama membeli susu untuk ibu hamil. Semua makanan yang menjadi pantangan bagi ibu hamil seperti tape, nanas, daging kambing, merica, daun papaya, pepaya muda, buah impor jelas mama jauhi. Hampir setiap hari mama mengkonsumsi pisang yang mengandung asam folat, sangat baik untuk perkembangan otak janin selain vitamin yang diberi oleh dokter.

Di awal-awal sejak positif, mama sering mual dan pusing. Hal yang sama mama rasakan saat mengandung mas Andro dulu. Namun mama ingat, rasa ini belum begitu parah seperti saat mengandung mas Andro dulu. Dulu, hampir setiap pagi mama muntah saat 3 bulan pertama. Sedangkan saat mengandungmu, mama hanya muntah 2 kali. Obat dari dokter yang meredakan rasa mual pun hanya mama minum 2 kali. Tidak begitu parah bukan ?

Gendhuk sayang..

Saat usia kehamilan mama berusia 8 minggu, mama periksa ke dokter kandungan. Saat itu mama di usg, terlihat kantong kehamilan berukuran 23 mm. Dirimu belum tampak sayang..hal yang berbeda saat mas Andro dulu, di usia 8 minggu sudah tampak saat di usg. Mama masih tenang-tenang saja. Mungkin memang berbeda tiap kehamilan.

Lalu, seminggu setelah ke dokter, mama deg-degan luar biasa saat mendapati flek berupa lendir coklat saat mama buang air kecil di kamar mandi. Terbayang kembali saat mengandung mas Andro dulu, hal yang sama mama alami. Namun, usia kandungan dulu sudah lebih dari 3 bulan yang dimungkinkan janin sudah melekat erat di rahim. Hingga saat itu, mama diberi obat penguat kandungan Premaston, flek bisa berhenti dengan sendirinya setelah keluar kurang lebih sepuluh kali. 

Maka, mama bergegas ke dokter. Usia kandunganmu  saat itu 9 minggu, sayang..Ukuran kantong rahim bertambah menjadi 30 mm. Namun lagi-lagi janin belum tampak saat di usg. Dokter mengatakan ada perkembangan, namun belum begitu bagus. Mama mencoba untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya. Semuanya pasti baik-baik saja. Lalu mama diberi resep oleh dokter obat penguat kandungan Premaston. Mama menebus obat itu di apotik, diberi Prestenol. Mama bertanya kepada petugas apotik, di resep Premaston kenapa diberi Prestenol. Katanya sama saja. Lalu mama googling  ternyata memang kandungan obat itu sama hanya beda merk saja. Premaston dari Firma, Prestenol dari perusahaan yang beda.

Segera mama mengkonsumsi obat itu 2 kali sehari sesuai petunjuk dokter. Sampai seminggu mama meminum obat itu, flek mama tidak berhenti malah semakin lama semakin banyak seperti menstruasi. Mama mulai curiga, there is something wrong. Memang, selama mama mengalami flek, mama tetap bekerja tidak melakukan bed rest full tanpa melakukan apa-apa. Hanya mama selalu berbaring dan tidur siang saja. Setelah itu tetap melakukan aktivitas seperti biasa, berjalan dan kadang-kadang naik motor. Mama pikir, ini flek biasa dan dokter juga tidak menyarankan untuk bed rest karena waktu mengandung kakakmu dulu, mama juga tetap bekerja seperti biasa, malah lebih berat dari sekarang. 

Lama-lama mama mulai khawatir saat darah mulai mengalir seperti menstruasi. Perut mulai kejang dan mulas seperti akan melahirkan. Dan mama semakin shock saat gumpalan darah kecil mulai keluar saat mama buang air kecil. Saat itu mama mulai berpikir untuk segera ke dokter. Namun, belum sempat mama ke dokter, tiba-tiba mama mengalami pendarahan cukup hebat, sayang..dirimu mulai keluar satu persatu berupa gumpalan darah dari kecil hingga cukup besar sebesar kepalan tangan. Mama semakin panik. Beberapa waktu mama berada di kamar mandi mengalami situasi seperti melahirkan. Lemas rasanya. Mama terhuyung dari kamar mandi dan segera di bawa papa ke rumah sakit.

Di ruang IGD rumah sakit, mama di tensi ternyata tekanan darah mama 80/60. Rendah sekali mungkin karena shock. Segera mama diinfus dan perlahan mulai normal tekanan darahnya. Lalu dengan ambulance mama dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap di Jogja. Saat di usg, dokter menyatakan bahwa janin sudah keluar dan tingal beberapa jaringan yang masih tertinggal di rahim sehingga mama harus menjalani kuret untuk membersihkan sisa-sisa gumpalan itu. Ah..mama menangis harus kehilanganmu, sayang..maafkan mama karena gagal menjagamu dengan baik. Hiks..

Gendhuk sayang,

Mama dibius total saat menjalani kuret oleh dokter kandungan di Jogja. Mama merasa melayang, tidak merasakan sakit apapun. Ketika mama tersadar, semuanya telah selesai dikerjakan. Seperti mimpi. Ya, semuanya seperti mimpi.

Mama mencoba bertanya kepada dokter apa yang menyebabkan keguguran ini, dokter mengatakan faktor usia. Ah, ya..mama sudah 34 tahun dan hampir 35 tahun. Dari pengetahuan yang mama baca,  usia kehamilan di atas 33 tahun memang cukup beresiko tinggi terhadap ancaman keguguran. Banyak factor penyebab keguguran diantaranya kelainan kromosom, letak plasenta, virus, bibit kurang baik, kecapekan, leher rahim lemah, alkohol dan merokok, narkoba, dan lain sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan,  ada pula yang hamil diatas 35 tahun namun melahirkan bayi yang sehat pula dan kehamilannya  baik-baik saja. Ah..pertambahan usia memang mempengaruhi keadaan fisik seseorang, termasuk kualitas sel telur dan sperma.

Hm..sekarang mama pasrah, tetap berusaha jika Tuhan memang mengijinkan untuk memberi lagi seorang adik untuk kakakmu, sayang..Tidak ada trauma, semua sudah menjadi kehendak-Nya. Mama ikhlas menjalaninya. Tuhan pasti punya rencana indah dari semua peristiwa ini. Amin.