Pages

Wednesday, July 1, 2015

Menabung Yuk..!

Bing beng bang
Yok.. kita ke bank

Bang bing bung
Yok.. kita nabung

Tang ting tung 
Hey.. jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung

Ada yang masih inget lirik lagu anak-anak tentang menabung itu...? Kalo gak salah penyanyinya Saskia and Geofany. Penciptanya tante Titik Puspa. Lagu ini cukup hits di sekitar tahun 80-an, saat saya masih kanak-kanak. Ada yang tahu..? Toss dong, berarti kita seumuran. Hiks..*ketahuan tuwirnya*

Saya ingat, pertama kali menabung di bank  tahun 1998 di BCA dengan saldo awal 25 ribu rupiah. Dapat ATM. Senangnya dapat ATM pertama kali. 

Kartu ATM saya pertama kali tahun 1998, sampai sekarang masih digunakan :)


Arti menabung bagi saya : SANGAT PENTING

Iya, menabung termasuk "the most important thing". Why ? Karena, menabung menentukan masa depan kita. How ? Dengan menyimpan uang, kita punya sangu untuk mencapai tujuan kita di masa yang akan datang. Duh, abstrak banget sih, coba konkritnya bagaimana..pusing pala baby nih..

Misalnya aja nih, sebagai orang tua, kita punya cita-cita untuk menyekolahkan anak semaksimal kemampuan kita, bahkan diusahakan bisa sampai ke luar negeri. Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang ? Nggak mungkin dong ujug-ujug kita punya biaya besar jika tidak menabung dari sekarang. Iya kan..? Hm..iya juga sih..trus bentuk menabungnya gimana tuh..? Pakai celengan jago ? Berapa tahun ? Butuh berapa celengan jago..? Aduh..ini jaman milenium ya..ada bank..ada macam-macam bentuk investasi..Gunakan itu..

Macam-macam bentuk investasi jangka panjang, misalnya :
  • Asuransi : ada asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, yang  bisa kita gunakan saat dibutuhkan
  • Property : tanah, bangunan, nilainya tidak akan turun bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu..
  • Deposito : kalau ada uang nganggur lebih baik di depositokan dalam jangka waktu tertentu..lumayan kan dapet bunga
  • Emas : termasuk logam mulia yang nilainya naik turun, namun kalaupun turun tidak terlalu drastis dan biasanya akan naik lagi
  • Dolar : biasanya nilainya akan selalu naik di saat rupiah terpuruk
  • Saham : ini juga bentuk investasi, tapi sebaiknya pelaku cukup paham tentang lika liku bursa saham, karena resiko cukup besar dan sifatnya tidak bisa dipastikan alias gambling

Tips Menabung Ala Saya
 
Pernah gak sih suatu waktu kita butuh uang tapi tidak mau mengganggu gugat uang di bank, ataupun investasi jangka panjang di atas. Kalau saya sering, misalnya tiba-tiba ada undangan kondangan nikah, sunatan, melayat, menengok orang sakit, arisan, dan lain sebagainya, yang mau tidak mau harus kita lakukan sebagai makhluk sosial. Biasanya saya menyisihkan uang secara manual dari sisa belanja harian. Jadi jika misalnya tiap hari sudah dipatok untuk uang belanja makan 50 ribu rupiah. Ternyata saya bisa menghemat hari ini cuma 30 ribu, berarti ada sisa 20 ribu, langsung saya masukkan ke celengan jago. Besok lagi ada sisa belanja berapa, ya di masukkan terus. Prinsipnya jangan sampai sehari lebih dari 50 ribu rupiah, kalau sisa ya boleh banget. Lumayan kan..

Celengan ayam jago yang legendaris n fenomenal

Trus, pernah juga menabung tapi di target. Ini biasanya terjadi karena ada pengeluaran di luar rencana rutin bulanan. Misalnya, bulan depan ada acara piknik bersama teman-teman arisan. Sudah diputuskan dana sekian. Karena waktunya sebulan lagi dan tak ada uang lebih karena sudah ada pos-pos pengeluaran masing-masing, maka saya menarget sehari harus bisa nabung sekian. Misalnya, biar gampang ngitung..saya butuh dana 300 rb bulan depan untuk piknik. Karena waktunya sebulan lagi, berarti supaya bisa dapet uang segitu saya harus nabung 10 ribu rupiah setiap hari. Nah, ini bisa diambilkan dari sisa belanja harian, jadi uang yang masuk ke celengan jago dikurangi 10 rb. Lalu saya menyediakan celengan khusus lain untuk kegiatan piknik itu.


Celengan jago bersama teman sesama celengan :D

Kalau kebutuhan uang tidak hanya satu macam, ya sediakan saja kaleng khusus yang banyak, ditulisi dan di target tiap hari harus nabung berapa. Jumlahnya bisa beda-beda sesuai kebutuhan. Rumit juga ya..hehehe..saya mah gitu orangnya..gak mau tekor sih..
Kaleng-kaleng ini bisa berubah fungsi jadi celengan dadakan ;p

Prinsip supaya bisa menabung ala saya :
  1. Jangan menunggu kaya baru menabung, berapapun penghasilan wajib ditabung minimal 10%
  2. Begitu menerima uang, langsung sisihkan uang untuk menabung 
  3. Biasakan hidup hemat, efektif dan efisien
  4. Memperkecil pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
  5. Gaya hidup apa adanya, tidak perlu gengsi
  6. Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Nah, karena menabung ini penting, dan manfaatnya banyak banget..maka, saya juga mengajari anak untuk menabung sejak dini. Bagaimana caranya ?

Cara saya mengajari anak menabung :
  1. Memberi pemahaman jika ingin sesuatu, harus menabung dulu
  2. Ada celengan jago khusus anak, yang diisi saat uang saku sisa, dan dapat rejeki dari eyang atau saudara yang datang
  3. Membiasakan membawakan bekal makanan ke sekolah sehingga uang saku bisa full ditabung
  4. Ikut menabung di sekolah
Cerita tentang menabung di sekolah, kemarin saat kenaikan kelas anak sulung saya dapat reward juara I menabung paling rajin dan banyak di kelas. Menabungnya setiap hari senin, rabu dan jumat. Saya membiasakannya untuk jangan lupa menabung di sekolah. Mekanismenya,  anak saya diberi buku tabungan yang  jumlah uangnya diisi sendiri dan di paraf orang tua, kemudian Wali kelas mencocokkan uang dan jumlahnya kemudian paraf. Jenis tabungannya ada dua macam dalam satu buku tabungan yaitu tabungan wajib dan tabungan sukarela. Tabungan wajib di bagi saat kelulusan SD, sedangkan tabungan sukarela dibagikan setiap kenaikan kelas. Senang sekali anak saya dapat buku tulis selusin, kan budget untuk beli buku bisa ditabung..hehehe..

Nah, itu pengalaman saya tentang menabung. O,ya sudah tahu belum ya, kalau jaman sekarang, ada website canggih yang memudahkan kita untuk mendapatkan banyak info tentang menabung lho. Tengok aja di Cermati. Mau tanya apa saja tentang tabungan, pinjaman, bank mana aja..semuanya ada dan lengkap..kap..cuzz..langsung ke tkp ajahhh..Sampai ketemu disana ya...

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

http://www.emakgaoel.com/2015/06/lomba-blog-share-tips-menabungmu.html

Sunday, May 24, 2015

Hamil itu Keajaiban

Kehamilan bagi saya adalah anugerah, keajaiban dan surprise terindah dari-Nya. Kehamilan menjadi reminder betapa kecilnya saya di hadapan-Nya. Saya sendiri merasakan, betapa sulitnya kehamilan itu, tapi melalui Kuasa-Nya semua bisa terlewati. Ya..saya selalu merasa terharu setiap mengingat kehamilan saya.

Saya mengalami kehamilan tiga kali. Dari tiga kali itu, satu kali mengalami keguguran sehingga saya dipercaya oleh Tuhan untuk dititipi dua orang anak, satu putra dan satu putri. Sepasang. Lengkap. Puji Tuhan.

Ketiga kehamilan itu, tidak mudah pada awalnya. Saya selalu mengalami flek hingga pendarahan di trimester pertama. 

Ada beberapa persamaan dari ketiga kehamilan itu : 

1. Keluar flek hingga pendarahan

Saat hamil si sulung, saya mengalami flek hingga sepuluh kali saat usia kehamilan 10 minggu. Padahal saat itu saya masih bekerja sebagai seorang karyawan. Oleh dokter kandungan saya diberi obat penguat premaston. Flek bisa berhenti saat usia kehamilan menginjak minggu ke-12.

Kejadian itu berulang kembali saat saya hamil kedua kalinya saat si sulung sudah berusia 6,5 tahun. Di usia kehamilan 6 minggu, saya mengalami flek kemudian periksa ke obgyn dan diberi obat penguat Prestenol. Saya merasa bersalah tidak segera periksa kehamilan begitu test pack positif. Saya masih santai menunggu nanti saja periksanya kalau sudah uk 8 minggu karena saya pikir waktu hamil kakak dulu, di uk 8 minggu janin belum kelihatan saat di usg. Kantong janin baru kelihatan saat usg dua minggu berikutnya. Ternyata, di uk 8 minggu sampai seminggu kemudian, flek tidak berhenti yang lama kelamaan menjadi pendarahan seperti menstruasi  meskipun sudah diberi obat penguat Prestenol. Pendarahan terus terjadi hingga akhirnya saya keguguran di uk 10 minggu. Duh..sedihnya saat saya harus menjalani kuretase.

Enam bulan pasca keguguran, saya dan suami memutuskan untuk hamil lagi, dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Saya hamil untuk ketiga kalinya. Untuk kehamilan kali ini saya lebih waspada mengingat riwayat kehamilan saya sebelumnya. Begitu test pack positif saya dan suami segera periksa ke Obgyn meskipun saat di usg kantung janin belum kelihatan. Seperti biasa saya diberi vitamin untuk ibu hamil. Di uk 4 minggu, saya kembali was-was ketika saya mengalami flek lagi. Duh, Gusti..saya tidak ingin keguguran lagi. Segera saya periksa diantar suami dan diberi obat penguat Allynol. 

2. Bedrest  

Iya, saat kehamilan pertama dan kedua mengalami flek saya bedrest. Namun tidak total. Tetap beraktivitas namun hati-hati. Lha gimana, saat itu saya masih bekerja. Paling tiduran sebentar lalu aktivitas kembali. Setelah mengalami keguguran, dan kehamilan ketiga mengalami flek lagi, saya memutuskan untuk bedrest total. Selama 3 bulan saya menghabiskan banyak waktu untuk tiduran. Kebetulan, saya dan suami sudah resign dari pekerjaan dan buka usaha bersama. Saya benar-benar ingin kehamilan ketiga ini berhasil. Tak henti-hentinya saya berdoa sambil berurai air mata. Saat itu, saya was-was ketika flek masih saja ada meskipun sudah bedrest dan minum obat penguat. Duh Gusti..mudahkanlah kehamilan kali ini. Kegiatan naik motor saya stop total. Kegiatan antar jemput anak sekolah dilakukan oleh suami di sela-sela waktu mengurus toko usaha kami.  Keluar rumah juga saya kurangi kecuali pergi ke gereja dan periksa ke dokter. Selanjutnya saya bedrest saja. Dan ternyata, Tuhan mendengar doa saya..flek dan pendarahan berhenti setelah uk memasuki 12 minggu.

3. Ketidakseimbangan hormon

Konon, flek dan pendarahan yang saya alami ini karena ketidakseimbangan hormon progesteron dalam tubuh saya. Tubuh saya kekurangan hormon progesteron yang berfungsi untuk melekatkan janin di dalam kantong rahim. Sehingga perlu diberi obat penguat kandungan yang sebenarnya berfungsi untuk menyeimbangkan kadar hormon progesteron dalam tubuh saya sehingga janin bisa melekat dengan baik di kantung rahim dan harapannya bisa berkembang sebagaimana mestinya. Jadi obat penguat bukan untuk memperkuat kandungan karena sebenarnya kandungan atau rahim itu sudah kuat, hanya hormonnya saja yang diseimbangkan. Bermacam-macam merk obat penguat kandungan yang pernah saya konsumsi antara lain Premaston, Prestenol dan Allynol.

Biasanya ketidakseimbangan hormon ini terjadi di kehamilan trimester pertama dan berakhir saat uk 12 minggu ke atas, karena di usia kehamilan ini, tubuh sudah memproduksi hormon progesteron sendiri. Sehingga, di trimester kedua flek akan berhenti dan tidak diperlukan obat penguat kandungan lagi.

4. Telat dari HPL

Uniknya, kedua anak saya sama-sama mengalami kelahiran yang telat seminggu dari perkiraan lahir. Saya tidak mengalami bagaimana rasanya kontraksi atau pecah ketuban sebelum lahir. Jadi di hari perkiraan lahir saya tetap biasa saja tidak merasakan perut mulas dan kontraksi seperti orang akan melahirkan. Saya cukup khawatir saat anak pertama tak kunjung lahir. Padahal tiap pagi jalan-jalan, ngepel pake tangan dan kegiatan lain yang mempermudah proses persalinan. Beredar info kalau anak nggak lahir-lahir nanti kalau lahir anaknya berwajah tua, ada yang cacat, keracunan ketuban, plasenta mengalami pengapuran dan lain sebagainya yang cukup membuat saya risau. Lalu saya periksa ke Obgyn, dan setelah tahu saya  telat 5 hari dari HPL, saya disarankan untuk masuk RS dua hari kemudian untuk diinduksi. Dokter juga berpesan jika sebelum dua hari itu saya merasakan mulas atau pergerakan janin berkurang, langsung datang saja ke Rumah sakit bagian persalinan. Seperti de javu, ketika saya mau melahirkan anak kedua sama kejadiannya dengan saat  mau melahirkan anak pertama. Kebetulan saya memilih Obgyn yang sama.

Hm..itu tadi persamaan saya saat hamil tiga kali. Trus..pada penasaran gak ya kalau hamil anak laki-laki dan perempuan itu bagaimana. Kebetulan anak saya yang pertama laki-laki dan anak kedua saya perempuan. Penasaran ? Baiklah..akan saya ceritakan.

Begini ceritanya.. *mata menerawang hihihih..*

Hamil anak laki-laki ( si sulung ) :
  1. Teler, tiap hari mengalami morning sick, mual dan muntah-muntah, lemes pokoknya
  2. Senang makan yang asin-asin, contohnya telur asin..iya..suka banget, gak suka yang manis-manis
  3. Males dandan, kalo kerja seadanya aja gak suka aneh-aneh
  4. Kata orang sih, bentuk perut lonjong
  5. Saat kehamilan 7 bulan saya kena cacar air, sehingga harus diopname di rumah sakit. Obgyn sempat salah memberi info yang membuat deg-degan jika ibu hamil kena cacar air, resiko 10% bayi akan mengalami cacat pada pendengaran, kelainan perkembangan mata dan kepala bayi bisa membesar. Ternyata dilarat jika kemungkinan hanya 1%, itupun jika usia kehamilan masih trimester pertama. Duh..dok..bikin senewen aja..pokoknya saya dan suami berdoa dan berpasrah diri
  6. Mengalami perlakuan induksi, ini karena sudah telat dari HPL dan saya tidak merasakan perut mulas atau kontraksi sama sekali, maka Obgyn segera menginstruksikan saya diinduksi setelah rekam jantung bayi cukup kuat untuk diinduksi. Saya diinduksi dengan cara diberi obat tiap 4 jam sekali sampai tiga kali, namun pembukaan mulut rahim hanya sedikit (sampai bukaan dua). Lalu saya diinduksi dengan cara diinfus, ternyata cukup ampuh, baru beberapa tetes bukaan mulut rahim bisa cepat hingga sampai bukaan sembilan. Efek samping induksi adalah ternyata sakit sekali rasanya, perut mulas tiap 5 menit sekali dan jika janin tidak kuat bisa mengakibatkan janin stress karena perlakuan ini membuat janin di dalam perut merasa tidak nyaman.
  7. Melahirkan secara normal setelah hampir kehabisan tenaga karena diinduksi selama 24 jam. Sempat muntah dua kali karena kecapekan dan kesulitan mengejan. Akhirnya di detik-detik terakhir saat dokter mengultimatum akan melakukan vacum atau operasi caesar sebagai jalan terakhir, entah kekuatan darimana saya bisa mengejan sekuat tenaga dan si sulung akhirnya bisa lahir. Tak peduli walaupun dijahit hampir menyerupai obras.
Hamil anak perempuan ( si bungsu ) :
  1. Mual dan muntah tidak terlalu sering seperti hamil anak laki-laki
  2. Senang makan yang segar-segar rasa manis dan asam, pedas juga tapi tidak banyak-banyak..
  3. Senang dandan, kata orang keliatan fresh dan cantik..banyak yang nebak kalo nanti anaknya cewek
  4. Kata orang lagi, bentuk perut bundar 
  5. Tidak mengalami induksi karena janin kurang responsif / gerakan berkurang
  6. Lahir secara operasi caesar, perut saya tidak mengalami kontraksi sehingga terjadi pendarahan cukup banyak, setengah sadar saya mendengar Obgyn berkata,"Berdoa mba.., tidak kontraksi ini.." Ya Tuhan..saya berdoa dalam keadaan antara sadar dan tidak, kemudian saya merasa pusing dan tidak ingat apa-apa selain rasa melayang-layang di atas awan yang putih. Padahal kalau operasi caesar seharusnya tetap sadar karena yang dibius hanya perut ke bawah. Saya sadar kembali saat dokter sudah selesai melakukan operasi dan saya bisa mencium bayi kedua saya. Kata dokter, alat yang digunakan untuk menjepit pembuluh darah supaya kontraksi dan mengurangi pendarahan sampai dua set. Ya Tuhan..terima kasih akhirnya saya bisa sadar kembali dan bisa melihat anak kedua saya. Benar-benar pengalaman melahirkan yang cukup menegangkan.
Foto kiri saat hamil si bungsu, perempuan
Foto kanan saat hamil si sulung, laki-laki
Ada perbedaan bentuk perut gak, ya..? Bulat atau lonjong .. ^-^

Nah, cerita tentang kehamilan sudah. Sekarang,  coba perhatikan foto diatas. Saya merasa beruntung karena kedua kehamilan saya telat dari hpl, jadi bisa foto dulu menjelang kelahiran. Coba kalau sudah mules duluan atau ketuban pecah, mau foto-foto..mana sempaaatttt...heheheh..Benar gak ya perut saya lonjong saat hamil anak pertama (foto kanan). Atau benarkah perut saya bentuknya bundar saat hamil anak kedua (foto kiri). Mitos atau fakta, yang pasti saya sangat bersyukur kedua anak saya lahir tanpa kurang suatu apapun. 

Dan, saya merasakan hampir semua cara melahirkan dari normal, induksi, kuretase hingga operasi caesar. Kalau disuruh membandingkan, mana yang paling sakit diantara semuanya itu ? Hm..semua sakit ! Tapi, semua rasa sakit itu terbayar dengan pecahnya tangis bayi. Waaahhh..rasanya bahagiaaaa...sekali...Saya merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dengan memberi kepercayaan kepada saya untuk menyendang gelar seorang ibu. It's so amazing.

 Foto kiri : Si Sulung 
Foto kanan : Si Bungsu


Tuesday, April 21, 2015

Memberi Saat Kekurangan

Adalah pak Sarpo, sosok yang sangat sederhana. Rumahnya mungil, dari bilik bambu di sebuah pedesaan yang sepi. Ia tinggal bersama istrinya yang sama rentanya. Pekerjaannya sebagai pengupas kulit biji jambu monyet yang biasa disebut mete. Ya, mete tergolong makanan yang cukup mahal. Rasanya enak dan gurih. Per kilogramnya bisa mencapai harga kurang lebih sembilan puluh ribu rupiah tergantung pasar. 

Namun tahukah kalian jika pekerjaan mengupas kulit mete yang keras adalah pekerjaan yang tidak mudah ? Dibantu dengan alat khusus semacam pisau dari besi, pak Sarpo setia dengan profesinya. Upah mengupas mete per kilogramnya lima ribu rupiah. Murah ? Memang. Satu kilogram mete itu banyak. Saya membayangkan besarnya resiko jika tak sengaja terkena pisau yang tajam dan terkena getah mete, yang setahu saya bisa membuat kulit gatal dan melepuh.

Ceritanya, saya ndandakke mete dari satu pohon yang saya punya. Nggak banyak, mungkin sekitar seperempat kilo saja. Sebenarnya bisa menunggu supaya lebih banyak, namun anak saya sudah merengek ingin segera merasakan mete dari pohon sendiri. Oleh pak Sarpo disuruh menunggu satu hari pengerjaan selesai karena masih harus menyelesaikan pesanan orang lain yang ndandakke mete 14 kg. Wow..

Sebelumnya, saya juga pernah ndandakke mete di tempat ini juga. Dan gak banyak. Sama pak Sarpo waktu itu mete saya ditukar dengan mete yang sudah dikupas karena jumlah mete yang saya bawa tidak banyak. Saat saya akan membayar, kata pak Sarpo tidak usah bayar, gratis saja. Wah, saya tidak enak ati, tapi beliau tetap tidak mau menerima uangnya.

Saya punya harapan, kedatangan saya kali ini, meskipun dengan jumlah mete yang saya dandakke masih sedikit, pak Sarpo mau dibayar berapapun itu. Bahkan saya tidak keberatan jika harus membayar seharga jasa mengupas satu kilogram mete. Dan keesokan harinya saat saya akan membayar, pak Sarpo tetap bilang tidak usah, cuma sedikit kok..waduuuhhh...

Saya jadi mikir, lain kali saya mau mengupaskan mete malah tidak enak dikasih gratis. Maka saya berusaha mengumpulkan mete lebih banyak dari sebelumnya. Dan sekarang, saya yakin jika mete yang akan saya dandakke lagi lebih banyak tapi tetap belum ada satu kilogram.

Lalu saya datang lagi ke pak Sarpo. Seperti biasa, saya menunggu keesokan harinya untuk diambil. Kali ini saya bertekad, mau tidak mau dibayar, tetap akan saya bayar. Profesional dong pak..kan bapak sudah capek. Masak jasanya tidak mau dihargai.

"Pinten pak ?", tanya saya.
"Pun mboten sah, namung sekedik.."
"Wah, mboten pak..kala wingi sampun gratis kok..pun monggo.."
"Mboten sah, mboten napa-napa.."
"Ah, mboten pareng ngoten pak.."
Lalu saya menghampiri istri pak Sarpo dan memberikan uang yang telah saya siapkan tanpa menghiraukan ucapan pak Sarpo. Istrinya tidak menolak. Ah..tahu begitu dari kemarin saya kasih istrinya saja.
"Matur nuwun pak.."

Lalu bergegas saya meninggalkan rumah itu dengan rasa haru. Pak Sarpo, dalam kekurangannya masih mau memberi, berbagi tanpa mengharap imbalan yang seharusnya pantas dia terima. Jasa manual yang tergolong minim upahnya itu masih dia potong dengan harga gratis. Ah..saya jadi malu. Apa saya bisa seperti itu..memberi tanpa mengharapkan pamrih. Langka di jaman sekarang yang notabene kebanyakan orang berlomba-lomba mengejar banyak materi. 

Betapa kaya hatimu, pak Sarpo. Dengan memberi saat kekurangan, Tuhan akan melebihkan rejeki Bapak. Amin.




Alat pembuka biji mete (gambar dipinjam dari sini )

Sunday, July 6, 2014

Tips Supaya ASI Lancar


ASI sekali perah 180 ml :) 

Halo, ibu-ibu..gimana kegiatan hari ini ? Sudah masak, nyapu, ngepel, nyuci, ngurus anak, ngurus suami..halah..ternyata kerjaan seabreg-abreg ya bu..capek deh..

Hm..biar capek, ternyata menjadi ibu itu anugerah lho..bahagianya tak tergantikan oleh apapun, terutama jika melihat anak-anak tumbuh dengan riang gembira ya...

Ngomong-ngomong, apakah ibu-ibu ada yang baru melahirkan seperti saya ? Iya, saya kan abis lairan, bu..anak kedua, adiknya mas Andro. Cewek. Sip dah, Tuhan selalu punya rencana indah..keajaiban itu terjadi, bu..

Kebayang dong, gimana repotnya punya baby. Riweuh...tapi happy moms..Dan saya sangat bersyukur karena saya bisa menyusui bayi saya dengan ASI yang lumayan lancar jaya. Beda dengan mas Andro yang merasakan ASI saya fifty-fifty sama sufor (susu formula), dedek Rea bisa merasakan ASI full saya. Eksklusif. Bangga dan bahagia tentunya.

Lalu, gimana supaya ASI bisa lancar..padahal waktu anak pertama ASI saya cuma sedikit, itupun ditinggal kerja. Hu..hu..kasihan mas Andro, padahal waktu itu mas Andro disinar karena bilirubin tinggi, butuh asupan ASI yang banyak, sedangkan saya hanya bisa memompakan ASI sebanyak 30 ml sekali peras. Hiks..sedih ya..

Berdasarkan pengalaman pahit itu, saya bertekad untuk bisa menyusui ASI secara eksklusif untuk anak kedua saya. Memang butuh perjuangan ekstra, mengingat saya harus dioperasi caesar untuk anak kedua ini. Mungkin ibu-ibu ada yang mengalami, bagaimana sakitnya sehabis operasi caesar. Untuk miring ke kiri dan ke kanan saja hadeuh..sakit banget di hari pertama sesudah operasi. Tapi saya harus segera menyusui anak saya. Maka, saya berjuang untuk meyusukan ASI saya yang belum keluar banyak waktu itu. Saya mencoba terus. Memang dek Rea menangis karena kesal ASI nya keluar sedikit sedangkan dia masih haus. Tapi saya tetap menyusukannya meskipun puting saya sampai lecet berdarah-darah. Uh..sakitnya.. 

Asumsinya jika puting payudara sering dihisap, akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak. Saya mencoba sabar dan tabah untuk bertekad menyusuinya di tengah rasa sakit pasca operasi. Mana tangan masih diinfus, punggung sakit, puting sakit..wah..semuanya harus dilawan demi ASI yang sangat penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi.

Hari kedua ASI saya belum lancar, sedangkan dek Rea sudah sangat kehausan. Puting saya bertambah parah lecetnya. Badan saya sudah tidak karuan rasanya. Sembari mencoba untuk berusaha bisa duduk, saya menyusukan ASI yang masih mengandung colustrum. Tidak keluar banyak, dan dek rea menangis keras sekali. Saya tidak tega, suami juga tidak tega, dan karena takut dek Rea mengalami dehidrasi, maka suami minta kepada perawat untuk memberi dek Rea susu formula karena ASI belum lancar. Sebenarnya saya juga tidak rela, tapi mengingat kondisi, akhirnya saya pasrah. Dek Rea sempat diberi susu formula 3 kali masing-masing 30 ml selama di rumah sakit.

Hari ketiga pasca operasi, saya sudah boleh pulang ke rumah bersama dedek bayi. Puji Tuhan dek Rea termasuk well baby yang tidak mendapat perawatan khusus seperti diinkubator, diinfus ataupun disinar seperti kakaknya dulu. Jadi bisa barengan pulangnya sama saya. Beda dengan mas Andro yang ditinggal di rumah sakit, sedangkan saya sudah boleh pulang.

Sampai di rumah, segala upaya saya lakukan demi kelancaran ASI saya. Hampir 2 jam sekali saya menyusui, namun saat puting saya lecet luar biasa dan saya tidak tahan, maka saya inisiatif untuk memompakan ASI saya. Sakit juga sebenarnya, namun tidak sesakit saat dihisap dek Rea yang masih kasar lidahnya.

Pertama memompa dengan breast pump yang sederhana, saya mendapatkan 60 ml selama hampir satu jam. Pegel juga tangan dan leher saya. Tapi itu lebih baik dibandingkan anak pertama dulu yang hanya mendapatkan 30 ml sekali pompa. Segala makanan dan minuman yang bisa membuat ASI lancar saya konsumsi, selain obat pelancar ASI dari dokter yaitu laktafit. Makanan dan minuman itu antara lain susu, daun katu, pepaya, daun pepaya, daun kelor, bayam, wortel, daun ketela rambat, daun singkong, buah-buahan dan sayuran lainnya.

Makin lama, ASI saya makin lancar. Dek Rea tidak menangis kehausan lagi, dan puting saya lecetnya mulai sembuh, karena ternyata  ludah bayi mengandung enzim yang bisa menyembuhkan puting lecet. Selain itu, volume ASI saat diperas juga bertambah menjadi 90 ml, 120 ml, 180 ml hingga 210 ml sekali peras. Luar biasa. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi saya. Tak percaya jika ternyata ASI saya bisa cukup banyak. Sama sekali tak terpikirkan untuk memberikannya susu formula. Ternyata pikiran senang dan nyaman pun bisa mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI kita. Saat stress, hormon yang merangsang ASI pun ikutan ngambek, namun jika kita happy, hormon perangsang ASI akan bekerja secara maksimal. Selain itu, semakin sering kita menyusui, produksi ASI juga semakin banyak, karena logikanya, semakin banyak permintaan tentunya semakin banyak produksi yang dihasilkan. Jadi, jangan pernah menyerah jika produksi ASI hanya sedikit, dengan banyak cara, ASI bisa dirangsang untuk berproduksi semakin banyak. Dan bagi ibu bekerja, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyusui ASI karena ASI bisa dipompa, disimpan di kulkas hingga bisa diminumkan ke bayi kapan saja. Kalau kita sudah patah semangat untuk tidak menyusui, ya sudah..tentu saja ASI tidak akan berproduksi karena tidak adanya rangsangan. Tapi jika sering dipompa, sering menyusui, maka ASI akan terus berproduksi.


Rekor tertinggi 210 ml sekali pompa :D

Ada beberapa info untuk penyimpanan ASI di kulkas, sebaiknya pilih botol kaca yang tidak mudah bereaksi dengan suhu. ASI yang disimpan di freezer yang jarang dibuka bisa tahan hingga 3 bulan. Jika freezer sering dibuka, ASI tahan hingga 2 bulan. Jika ASI disimpan di kulkas di bawah freezer, ASI bisa tahan hingga 48 jam. Jika ASI dibiarkan saja di suhu ruang tanpa dimasukkan kulkas, ASI bisa tahan hingga 6 jam. Jadi, tidak ada alasan kan untuk tidak menyusui dengan ASI ?

Sekarang saya bisa merasakan sensasi rasa senang saat menyusui, kepanikan saat ASI mengucur deras sementara bayi saya sudah tertidur pulas kekenyangan. Maka ASI segera saya peras, sampai payudara terasa kosong, dan ternyata ASI akan cepet produksi kembali. Dek Rea sekarang berusia 3,5 bulan. Semoga tetap bisa menyusui eksklusif hingga 6 bulan, dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelahnya. Rencananya sih tetap menyusui ASI hingga 1 tahun lebih. Pokoknya, selama ASI masih lancar, minumkan. Demi  pertumbuhan bayi yang sehat. Jangan takut payudara jadi jelek setelah menyusui. Dengan rajin olahraga, semuanya akan baik-baik saja. Hidup ASI ! Merdeka !
Produsen dan konsumen ASI :))

Wednesday, May 7, 2014

Jurnal Kelahiran Rea


Yup..akhirnya, lahir juga adiknya Andro yang telah lama dinantikan dengan perjuangan yang cukup menegangkan. Walaupun bisa dibilang baru sempat posting sekarang, it's better late than never. Yang penting niat untuk berbagi cerita tersampaikan..hehehe..

Hm..baiklah, akan kumulai ceritanya..
  • Tiga bulan pertama kehamilan, tepatnya saat kehamilan 4 minggu aku mengalami flek hingga sedikit pendarahan  yang mengharuskan untuk bedrest total di rumah
  • Selama tiga bulan pertama, tepatnya sejak  kehamilan 4 minggu, minum obat penguat Alynol
  • Selama minum obat penguat kandungan, pendarahan masih terjadi beberapa kali
  • Pendarahan terhenti setelah kehamilan memasuki usia 12 minggu, karena hormon progesteron sudah dihasilkan sendiri oleh tubuh
  • Pendarahan terjadi karena ketidakseimbangan hormon progesteron yang berfungsi melekatkan janin pada rahim
  • Fungsi obat penguat kandungan adalah untuk menambah hormon progesteron
  • Vitamin yang diminum selama hamil adalah Vica Natal di uk 4 minggu, Asam folat di uk 6-8 minggu, uk 9-13 minggu Vica Natal kembali, Sofero di uk 14 minggu dan 22 minggu, Folamil Genio dan Ossoral di uk menjelang persalinan
  • Vitamin diminum sehari sekali, masing-masing vitamin mempunyai fungsi sendiri
  • Hari perkiraan lahir 10 Maret 2014, mens pertama terakhir tanggal 3 Juni 2013
  • Selama hamil, mengurangi kegiatan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, kecuali mbonceng atau duduk manis di mobil
  • Saat usia kehamilan 38 minggu, berat janin masih 2 kg, kemudian disuruh dokter Spog minum Peptisol yaitu minuman protein tinggi, seminggu kemudian berat janin naik menjadi 2,8 kg
  • Merasakan perut mules, kontraksi tanggal 7 Maret 2014, selanjutnya tidak terasa lagi, ternyata itu kontraksi palsu
  • Sampai tanggal 10 Maret 2014, hpl-nya, tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan seperti kontraksi 10 menit sekali
  • Saat periksa ke dokter, usia kehamilan 40 minggu + 5 hari, dokter menyarankan untuk segera datang ke rumah sakit tanggal 17 atau 18 Maret untuk diinduksi
  • Tanggal 18 maret 2014, rencana induksi gagal karena saat rekam jantung janin kurang reaktif
  • Gerak janin berkurang, sehingga dokter tidak berani melakukan persalinan secara induksi, karena takut janin mengalami stress
  • Akhirnya 18 Maret 2014, pukul 15.36 WIB, Aurea Amaranta Tivia (Rea) lahir dengan jalan operasi caesar 





Sunday, February 16, 2014

Sekedar Update Blog

OMG. Hanya kata itu yang mewakili keterhenyakan saya melihat tanggal posting terakhir di blog ini. Tanggal terakhir update blog adalah 25 September 2013. What ? Kemana ajah saya selama ini, tak merasa dosa tidak menulis apa-apa, padahal banyak sekali kejadian sebenarnya yang bisa ditulis. Tapi ya, namanya juga lagi (sok) sibuk di dunia nyata ditambah bejibun alasan yang menguatkan untuk tidak menulis sama sekali, akhirnya..semoga kali ini saya insyaf untuk mulai menulis lagi.

Tentang kehamilan saya, mestinya saya bisa sharing banyak hal tentang itu, tentang kakak mbarep saya yang meninggal, lalu tanpa rencana hal ini menjadi pengalaman pertama buat Andro naik kereta api dan pesawat saat melayat pakdenya di Bogor. Tentunya itu bisa jadi cerita yang cukup seru ya..Tapi ya..semua masih dalam angan, karena rasa kehilangan masih begitu terasa dan membekas dalam benak. Hiks..sudahlah..itu artinya Tuhan lebih menyayangi kakak saya, hingga memanggilnya begitu cepat. Kami sekeluarga harus ikhlas melepas kepergiannya dengan mendoakan semoga kakak saya mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dalam keabadian. Amin.

Lalu momen tahun baru, mestinya itu menjadi waktu yang pas untuk menulis tentang resolusi. Tapi ya itu tadi, semuanya hanya cukup saya yang tahu karena saya punya ilmu kebatinan alias semuanya cuma saya batin aja hehe..tanpa ada yang tahu..(halah)..Dan, inilah tulisan perdana saya di tahun 2014. Tet..tet..tet...telat banget gitu kok bangga..tulisannya nggak penting lagi..hihihih..kepedean curcol..

By the way anyway busway..yang lagi trend saat ini adalah tentang..pssstt..belibet banget ngomongnya..istilah cabe-cabean, oplosan, selfie..hm..apalagi ya..ah, yaa...yang paling hangat adalah tentang...abu vulkanik ! Paling update karena kejadiannya hari jumat lalu, tanggal 14 Februari 2014, tepat di hari Valentine. Valentine..? Apaan tuh..itu loh hari love-lovean bagi sebagian orang. Tapi buat saya, sih..cinta kasih bisa diwujudkan tiap hari tanpa harus menunggu tanggal itu saja. Dan itu, bisa dilakukan buat semua orang, bukan hanya dengan orang terdekat. Ups..tapi jangan salah, cinta yang saya maksud disini adalah tentang cinta yang universal. Yang berlaku untuk sesama manusia tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Back to abu vulkanik. Bayangkan, saya bangun di pagi hari..ya, gak pagi banget sih..jam 6-an gitu, mata saya membelalak ketika melihat ke jendela..wow..snow white kah itu di pucuk-pucuk daun talok dan daun jati di sekitar rumahku..? Lalu, tanahnya, kenapa ikut-ikutan putih ? FYI, saya tinggal di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itu lho, daerah yang ngetop dengan pantai Indrayanti dan gatot thiwulnya...

Saya masih keheranan ketika ada sms masuk di ponsel saya. Dari Anto, karyawan saya..bunyinya begini,"Pun medal dereng, Bu..udan awu.." yang artinya.."Sudah keluar rumah belum, Bu..ada hujan abu..". Wah..wah..baru saya ingat kejadian seperti ini terjadi saat gunung Merapi erupsi beberapa tahun yang lalu. Dan ini..? Gunung Kelud..? Yang jaraknya 350 km dari sini, abunya bisa sampai sini juga..? Luar biasa...Tak terbayangkan bagaimana yang dekat lokasinya dengan gunung yang terletak di Jawa Timur itu. Bukan hujan abu lagi, tapi hujan kerikil, hujan batu..wiii..membayangkannya saja sudah ngeri.

Namun, saya cukup lega ketika mendengar kabar kakak saya yang tinggal di Malang mengabarkan daerahnya aman-aman saja, tidak ada hujan material seperti yang saya sebutkan tadi. Wah..kok, bisa..ternyata memang tidak semua daerah Malang terkena dampaknya. Syukurlah..

Hm..setelah banjir Jakarta, gunung Sinabung..lalu sekarang gunung Kelud..Saat ini, Indonesia sedang siaga bencana, sedang diuji dengan bermacam peristiwa semacam ini. Ada yang karena salah kita, dan ada juga karena kondisi geografis Indonesia yang banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif. Ini semua resiko yang harus kita tanggung, mau tak mau. Siapa yang mau mendapatkan bencana jika kita disuruh memilih ? Tapi bencana tak pernah memberi kita pilihan. Semua bisa terjadi begitu saja, menimpa siapa saja bahkan sebelum kita sempat untuk memikirkannya. Jadi, sudah selayaknya jika kita turut membantu korban bencana, berupa doa, empati, dan materi..itu sudah pasti kita lakukan untuk meringankan beban semuanya. Berharap semuanya akan membaik, dan kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini. 

Let's Pray for Kelud and pray for Indonesia. Keep fight and always help each other and together. God bless us...



Hujan abu, fotonya jadi hitam putih..




Thursday, September 26, 2013

Hanya Keajaiban Yang Bisa


Gambar dipinjam dari sini 

Puji Tuhan. Setelah mengalami keguguran bulan desember 2012 kemarin, Tuhan memberi anugerah-Nya kepada keluarga kami. Apa itu ? Adalah tanda dua strip di test pack setelah saya telat haid 3 hari ! Yap, saya kembali hamil untuk ketiga kalinya..so amazing..!

Tapi, lagi-lagi kehamilan ini tidak serta merta begitu mudah adanya. Selang 4 hari saya positif hamil, saya kembali mendapati flek di celana dalam saat saya ke kamar mandi. Duh..saya sempat stress. Bayang-bayang keguguran kembali menghantui saya. Asal muasal terjadinya keguguran saya waktu itu ditandai dengan adanya flek yang berkelanjutan menjadi pendarahan hingga akhirnya keguguran dan harus di kuret.

Tak ingin kejadian menyakitkan itu terjadi lagi, saya dan suami segera periksa ke dokter kandungan. Saya ceritakan flek yang saya alami dan keguguran 6 bulan yang lalu. Lalu dokter meresepkan obat penguat untuk saya beserta vitamin yang harus saya konsumsi. Kebetulan, sebelum keguguran waktu itu, saya masih punya sisa obat penguat yang belum habis beserta vitamin dari dokter yang sama. Obat penguatnya adalah Prestenol dan vitamin Vica Natal. Ok, kata dokter diteruskan saja obatnya lalu kembali lagi sepuluh hari lagi tepat saat obat itu habis. Saya patuhi saran dokter.

Tepat sepuluh hari kemudian, saat uk 6-7 minggu, saya periksa ke dokter Spog lagi. Ketika di usg, saya sempat was-was ketika dokter mengatakan belum ada perkembangan yang baik. Kantung janin berukuran 24 mm. Janin belum kelihatan. Kata dokter, kembali periksa 2 minggu lagi. Segala sesuatu bisa terjadi, sekarang belum begitu bagus, siapa tahu 2 minggu ke depan ada perkembangan. Berdoa saja. Lalu saya bertanya, kenapa saya masih keluar flek walau sudah diberi obat penguat ? Ya itu bisa jadi penyebab kenapa belum berkembang dengan bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Saya pasrah. Pulang dengan sedikit kecewa dan meneruskan bedrest di rumah.

Ya, segala upaya saya lakukan. Saya berhenti total mengendarai kendaraan terutama motor. Hubungan suami istri juga cuti hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Untung suami saya sangat sabar dan pengertian. Ehm. Yang bisa saya lakukan hanya sebanyak mungkin tiduran dan istirahat. Karena pada saat ini, banyak gerak mengakibatkan flek keluar. Dan saya tidak ingin itu terjadi terus menerus. Tak henti-hentinya saya memohon kepada Tuhan agar  kehamilan saya kali ini lebih baik dari kemarin karena saya menginginkannya. Saya berjanji untuk menjaga dengan sepenuh hati.

Dua minggu kemudian saat uk 8-9 minggu, saya periksa ke dokter lagi. Flek masih kadang saya alami. Saya deg-degan, takut hasil usg tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pikiran saya, bagaimana jika masih belum berkembang dengan baik dan harus dikuret lagi ? Ah..ngeri..Beruntung, pikiran buruk  saya tidak nyata, saat di usg, titik janin sudah terlihat. Ukuran kantung janin 35 mm, mengalami peningkatan dari yang lalu 24 mm. Thank's God..Dokter masih meresepkan obat penguat Alynol dan vitamin asam folat. Katanya, dosis penguat akan dikurangi jika nanti janin sudah bergerak. Saya bahagia mendengarnya, tak sabar menunggu 2 minggu lagi saat waktu periksa berikutnya tiba.

Lalu saat periksa kembali di uk 10-11 minggu, saya bisa tersenyum bahagia ketika melihat janin saya bergerak saat di usg. Denyut jantungnya juga sudah kelihatan. Puji Tuhan. Dokter bilang, janin sudah berhasil terbentuk dengan baik. Pemberian obat penguat sudah dihentikan karena saat ini, plasenta sudah bisa menghasilkan hormon progesteron sendiri sehingga tidak perlu bantuan obat penguat. Vitamin yang diberikan masih Vica Natal. Obat penguat kandungan sebenarnya bukan obat untuk penguat rahim, karena rahim sudah di design kuat oleh Tuhan sehingga mampu menopang janin yang makin lama makin besar. Obat penguat seperti Prestenol, Premaston, Alynol  dan obat sejenis lainnya sebenarnya adalah obat penambah hormon progesteron. Hormon ini yang berperan untuk membantu janin melekat di rahim. Kemungkinan, saya mempunyai kelainan hormon. Stok hormon progesteron dalam tubuh saya kurang sehingga perlu dibantu dengan obat penguat untuk menghasilkannnya. Itulah sebabnya saya mengalami flek saat kekurangan hormon progesteron, yang jika dibiarkan, janin tidak akan kuat melekat di rahim yang lama-lama bisa gugur dengan sendirinya. Dan saya tidak ingin itu terjadi lagi.

Riwayat Kehamilan Sebelumnya

Sebagai perbandingan, saya akan menceritakan riwayat kehamilan saya yang terdahulu dengan yang sekarang. Saat hamil pertama, saya juga mengalami flek saat usia kehamilan 10 minggu. Namun flek itu kemudian berhenti setelah diberi obat penguat. Nggak langsung berhenti sih, ada tahapnya. Tentunya setelah mengkonsumsi obat penguat beberapa hari. Lalu kehamilan berjalan normal hingga saat melahirkan.

Saat kehamilan kedua, saya super yakin kehamilan saya baik-baik saja. Jadi setelah 2 minggu telat haid, saya baru test pack sendiri dan mendapati hasil positif. Setelah tahu kalau positif, saya masih tenang-tenang saja tidak segera memeriksakan ke dokter kandungan. Pikir saya, pasti di usg juga belum kelihatan seperti kehamilan pertama. Padahal mestinya. diawal kehamilan pemeriksaan sangat penting karena masa pembentukan. Tentunya dibutuhkan vitamin yang perlu seperti asam folat. Saya hanya minum susu hamil dan banyak makan pisang karena mengandung asam folat yang penting untuk mencegah cacat otak pada janin saat pembentukan. Saya baru memeriksakan diri ke dokter Spog saat usia kandungan sudah 8 minggu. Saat di usg, janin belum terlihat dan kantung janin berukuran 22 mm. Masih kecil.

Tiga hari setelah periksa ke dokter, saya mengalami flek. Saat hamil kedua ini saya sering mengendarai sepeda motor. Antar jemput anak sekolah. Dan flek itu terjadi siang hari sesudah saya naik motor. Saya kaget, dan masih berusaha tenang untuk tidak segera ke dokter. Harapannya, flek itu akan berhenti dengan sendirinya. Ternyata dugaan saya salah, flek tetap keluar setiap hari. Dari sedikit makin lama makin banyak seperti pendarahan saat menstruasi. Dan dua hari setelah flek, saya periksa ke dokter lagi. Saat di usg, dokter bilang belum begitu bagus. Lalu saya diresepkan obat penguat Premaston. Sampai di apotik, saya malah diberi Prestenol. Saya sudah protes, resepnya Premaston kok diberi Prestenol, apotekernya bilang sama saja cuma beda merk. Saya menurut dan saya heran, kenapa bisa begitu.

Makin lama, pendarahan semakin banyak dan saya merasa pemakaian obat penguat sudah tidak menolong sama sekali. Saya memakai pembalut seperti saat menstruasi dan darah keluar semakin banyak. Lalu, hari itu tiba. Puncaknya saat usia kehamilan 10 minggu, saya mengalami keguguran. Ah..cerita selengkapnya bisa dilihat di Flek Saat Hamil, Ancaman Keguguran ?

Kehamilan Sekarang 

Kembali ke kehamilan sekarang, saat saya  periksa ke dokter di usia kehamilan  12-13 minggu, kondisi janin bagus. Ketika di usg janin sudah lincah bergerak. Tapi memang belum bisa dirasakan gerakannya. Masih sangat halus, semacam kedutan gerakan yang bisa saya rasakan di perut. Aih..saya senang sekali. Keluhannya adalah saya sering pusing di malam hari. Mungkin karena tensi saya yang rendah, hingga pernah mencapai 90/80. Namun kata dokter, tensi rendah tidak masalah pada ibu hamil, yang menjadi masalah adalah tensi tinggi. Saya diberi vitamin Vica Natal yang diminum 1 x sehari yang mengandung banyak vitamin B untuk mengurangi mual, dan Paracetamol 500 mg sebanyak 10 pcs diminum 3 x sehari untuk meringankan pusing saya kata dokter. Saya sempat ragu juga, apakah aman ibu hamil mengkonsumsi obat seperti paracetamol. Lalu saya mencoba browsing, dan ternyata ibu hamil masih aman mengkonsumsi paracetamol 500 mg asal tidak melebihi dosis maksimal yaitu 3500 mg sehari.

Dan, kehamilan saya sekarang sudah hampir 17 minggu. Terakhir periksa saat usia kehamilan 15 minggu. Janin sudah nyata terlihat, kepala, badan, kaki dan tangannya. Gerakan dan denyut  jantungnya juga jelas terlihat saat di usg. Saya diberi suplemen makanan Sofero sebagai penambah kurang darah. Yah..so far, saya sangat menikmati kehamilan ini. Apalagi kata banyak orang, trimester II ini adalah masa paling indah saat kehamilan. Rasa mual dan pusing sudah tidak saya rasakan lagi. Nafsu makan mulai menggila, harus banyak cemilan buah dan sayur. Karena lapar sedikit, perut saya mulai ditendang oleh bayi saya. Hehehe..

Saya merasa, ini keajaiban dari Tuhan. Masih panjang perjalanan saya. Masih beberapa bulan ke depan. Harapannya, kehamilan ini bisa membawa berkah buat semuanya. Membuat saya semakin sabar, mensyukuri hidup dan lebih berhati-hati menjaga segala sesuatunya. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik hingga waktu melahirkan tiba. Doakan saya ya..Amin.

Monday, June 10, 2013

Mama Lucu Tapi Galak, Mirip Beruang !



Kata itu terlontar begitu saja dari mulut anak semata wayang saya. Ungkapan protes saat saya bergalak-galak ria atas kelakuannya yang kadang membuat kesabaran saya di ujung batas. Yah, sebenarnya..capek juga kadang-kadang menjadi galak. Namun, saat ucapan sudah tidak mempan, maka nada tinggi pun tak terasa tumpah begitu saja. Ujung-ujungnya, saat emosi mereda, datanglah penyesalan dan merasa iba telah menggalaki anak.

Di saat lain, menjadi ibu yang lucu juga sering saya lakoni. Senang rasanya melihat anak saya tergelak-gelak lepas saat mendengar lelucon atau tingkah laku mamanya yang kadang urat malunya sudah putus. Selain sebagai hiburan juga, menari bareng dengan anak mengikuti irama lagu menjadi momen yang membuat hubungan ibu dan anak menjadi tak berjarak. Ada rasa bahagia yang tak dapat dibeli dengan materi apapun. Kebersamaan yang membuat hidup begitu berwarna dan indah.

Sekedar info, anak lelaki semata wayang saya, tergolong anak yang sangat aktif bergerak. Dia bisa tiba-tiba berlari untuk sekedar melihat semut yang beriring saat dia sedang duduk bersama. Atau dia bisa mondar mandir berjalan tanpa sebab. Selalu bergerak dan kadangkala tidak fokus pada satu hal saja. Segala sesuatu yang menurutnya menarik, akan dicari sebabnya. Rasa ingin tahunya begitu besar. Hal itu terlontar dari beberapa pertanyaannya yang kadang susah untuk saya jawab segera.

Berikut daftar pertanyaan dan pernyataannya yang memaksa saya untuk bertanya balik kepada mbah Google untuk mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan rasa ingin tahunya. Beberapa diantaranya sering membuat saya tergelak dan geleng-geleng kepala :

"Mama, bumi itu bulat ya, kenapa ?"
"Matahari itu kok panas kenapa ?"
"Kok ada malam dan siang ?"
"Dulu waktu Andro di dalam perut mama suka nendang-nendang itu lagi main sepakbola sama usus "

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang sering terlupa. Beberapa ada yang menggelitik, saya tuangkan di tulisan Celoteh Anak.

Ngomong-ngomong soal beruang, hewan itu memang lucu ya..namun kalau ketenangannya diganggu, bisa berubah buas dan mengerikan. Seperti itukah gambaran saya di mata anak ? Wow..saya takjub anak saya bisa menganalogikan ibunya sedemikian rupa. Hal ini menjadi masukan yang berarti buat saya, dan menjadi sebuah kritik membangun untuk kinerja saya sebagai seorang ibu. Peran sebagai ibu yang baru saya jalani selama 5 tahun lebih 8 bulan ini. Masih panjang perjalanan sebagai seorang ibu, dan ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya. Anak saya telah memberi pelajaran yang penuh makna, dimana saya harus lebih menghayati peran sebagai ibu yang lebih berkualitas bukan hanya sekedar  marah-marah tanpa arah. Saya harus lebih bisa menata emosi, punya stok sabar yang berlimpah, menekan ego saya dan bisa menyikapi segala sesuatunya lebih bijak. Mungkin, stok maklum saya pun harus diperbanyak. Namanya juga anak-anak, banyak hal yang kadang bertentangan dengan kemauan orang tua.

Intinya, menjadi orang tua harus bisa menjadi kompas dan peta yang sangat berguna untuk melanjutkan perjalanan hidup anak. Memberi arahan yang baik, tanpa harus membuat anak merasa terabaikan dan tidak berharga. Hanya perlu dibedakan antara galak dan tegas. Kalau galak hanya sekedar galak, anak bisa salah tangkap, namun jika tegas, anak bisa menangkap maksud. Mungkin seperti itu.

Ok, sekian dulu curhatnya. Semoga bermanfaat.


Friday, May 10, 2013

Aksi Kreatif Anak

Moms..kebahagiaan seperti apa yang dirasakan ketika melihat perkembangan dari waktu ke waktu si buah hati ?

Beberapa hari ini saya dan suami tergelak lepas ketika menyaksikan anak semata wayang saya, Andro menyanyi lagu "Ambilkan Bulan Bu" dan berdeklamasi. Lucu sekali. Gayanya berapi-api layaknya seorang orator sejati saat deklamasi. Deklamasinya tentang Indonesia. Pelajaran ini didapatnya dari bangku sekolah TK kecil. Garis besarnya tentang Indonesia negeri tercinta dan tuntunan agar cinta bangsa sejak kanak-kanak. Untuk lengkapnya silakan disimak videonya aja ya.. :)

Ah, saya jadi ingat juga waktu deklamasi saat kecil dulu. Rasanya senang sekali melakukannya. bahkan saat saya SD pernah diadaulat mewakili sekolah ikut lomba puisi antar SD. Sayangnya nggak menang, maklum biasanya saat tampil saya selalu grogi. Jadi ya..sekedar menyemarakkan saja.

Ini videonya Andro, cekidot..yow..


Saturday, March 23, 2013

Celoteh Anak



Celoteh anak selalu lucu untuk didengarkan. Seringkali yang terlontar adalah sesuatu yang tidak terpikirkan sama sekali oleh kita. Selalu membikin kita geli.

Seperti ketika beberapa hari yang lalu, Andro anak saya yang protes saat melihat-lihat foto pernikahan orang tuanya.

"Waktu mama papa nikah, Andro belum ada ya, Ma ?"

"Iya, sayang.."

"Kenapa ?"

"Ya, belum dibikin.."

"Kenapa belum dibikin ? Jadinya kan Andro gak ada waktu mama papa nikah, padahal Andro kan pengin datang ke nikahannya mama papa.."

Saya tertawa. Takjub dengan jalan pikiran anak saya yang berusia hampir 5,5 tahun itu. Lalu saya sibuk untuk mencari jawaban yang pas untuk itu.

"Menikah itu, syarat untuk bikin Andro. Andro baru bisa dibikin sesudah mama papa nikah.."

"Bikinnya pakai tepung ya ma..dibuat adonan, terus dibentuk manusia, terus..dihidupin sama Tuhan, iya kan, Ma..?"

Saya mengangguk-angguk. Rasanya itu jawaban yang tepat untuk saat ini. Sesuai dengan usianya. Bukan jawaban yang terlalu rumit yang bisa menguras pikiran.

"Mama, Andro pengin susu Prenagen untuk anak-anak.."

"Ha..? Ya nggak ada sayang.."

"Kenapa ?"

"Itu kan susu untuk ibu hamil, buat pertumbuhan dedek yang di dalam perut. Andro kan sudah punya susu sendiri untuk usia 5 tahun keatas ?"

"Iya, ma..Andro pengin ngerasain susu hamil itu, pengin juga susu Anlene kalo mama minum.. "

"Wah..itu kan susu untuk tulang mama yang sewaktu-waktu bisa keropos. Kalau Andro tulangnya kan masih bagus.."

Andro manggut-manggut. Entah mengerti atau tidak. Tapi saya yakin, sebentar lagi akan ada pertanyaan susulan tentang itu. 

"Kenapa tulang bisa keropos, Ma..?"

Nah, kan..

"Iya, kalau kekurangan kalsium, tulang bisa keropos. Kalsium itu mineral yang dibutuhkan oleh tulang. Kalau tubuh kita kekurangan kalsium, maka akan mencuri kalsium yang terdapat di tulang-tulang yang lain sehingga lama-lama tulangnya bisa keropos, begitu..sayang.."

"Tapi kan, ma.."

Eits..ceritanya diterusin besok lagi ya.. :)