Pages

Saturday, October 10, 2015

Makna Ulang Tahun

Ciee..yang lagi ultah.. ;p

Hari ini, 10 Oktober 2015, ada dua peristiwa penting dalam keluarga saya. Mau tahu apa mau tahu banget ? Ih..GR ya..sapa yang nanya hihihih..


Baiklah, ada atau tidaknya yang bertanya, tetap saya akan cerita kalau hari ini adalah hari bersejarah. Why ? Karena because..ada yang ulang tahun hari ini. Dua peristiwa kelahiran. Yang pertama, anak lanang berulang tahun yang ke-8. Lalu, usaha kami, toko ban juga ulang tahun yang ke-6..yeeaayyy..horreee...

Terus ? Ya seneng lah..

Ulang tahun menjadi reminder bahwa ada seseorang yang pernah dilahirkan. Dari tiada menjadi ada. Dan itu berarti. Sangat berarti. Delapan tahun yang lalu saya pernah melahirkan seorang bayi lelaki yang mengukuhkan predikat saya menjadi seorang ibu. It's so amazing..right ? 

Lalu saat anak lelakiku berusia dua tahun, saya dan suami sepakat resign dari status sebagai karyawan untuk mencoba peruntungan dengan membuka usaha baru. And here we are..kami bertahan disini hingga usia 6 tahun sekarang. Semoga bisa berkembang selamanya..Amiinn..

Sengaja, tanggal buka usaha dibarengkan dengan hari lahir anak. Sebagai motivasi, reminder dan refleksi. Bahwa kelahiran selalu membawa nafas baru, dan kehidupan baru tentunya. Membawa kebahagiaan dan keceriaan.  Memberi semangat baru dan harapan baru. Ah..pokoknya semuanya barruuu..

Seiring perjalanan waktu, apa yang telah kami peroleh dari 8 tahun dan 6 tahun itu..? Banyak sekali. Kami belajar tentang banyak hal. Tentang perjuangan, passion, cita-cita, harapan, motivasi, tekad, semangat, dan lain sebagainya. Semuanya itu memberi warna dalam kehidupan kami.

Semoga..di ulang tahun yang ke-8 ini..anak mbarep semakin bertumbuh dalam kebahagiaan di masa kanak-kanaknya, senantiasa belajar untuk menjadi anak yang lebih baik dari hari kehari. Menjadi garam dan terang dunia, menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Daann..di ulang tahun ke-6 usaha kami, semoga semakin dilancarkan, menjadi bisnis yang memberi manfaat, bukan sekedar mencari keuntungan semata, namun mempunyai nilai plus dalam memenuhi kebutuhan otomotif ( kan jualan ban dan onderdil ) sesama.. :D

Refleksi 6 tahun menjadi bakul ban :D

Monday, September 28, 2015

Cara Mengatasi Kaki Pecah-pecah

Kaki pecah-pecah..? Hayo..sapa yang pernah ngalami..ayo ngaku..! Saya pernah ! Trus..gimana sekarang keadaan kakinya..Hm..baik-baik aja tuh..Kaki pecah-pecah ? Itu masa lalu.. :)

Alkisah, dahulu kala, kaki saya mengidap suatu penyakit memalukan. Kering sekali sampai kulit kaki mengelupas, trus jadi perih-perih gitu..berdarah-darah. Ih..menjijikkan ! Tapi gimana lagi, saat itu saya mencoba bertahan dengan selalu menambah hand and body lotion banyak-banyak di area kaki. Sampai periksa ke dokter kulit juga. Dikasih salep dan diberi resep hand and body lotion khusus untuk kulit sensitif yang harganya cukup "wow". Iya, jenis kulit saya emang sensitif. Dikit-dikit emosi..#eh

Kaki sempet sembuh sebentar trus kambuh lagi kalo salep n hand bodynya habis. Duh..mau berapa lama bolak-balik ke dokter kulit melulu. Mihil, bo..

Lalu saya mencoba resep tradisional yang tersohor sejak jaman nenek moyangku seorang pelaut..*sigh*. Apaan tuh..itu tuh..getah dari buah pepaya yang masih mentah. Tapi ya dasarnya saya ini kurang telaten, ditambah tanaman pepaya satu-satunya di kebun hampir mati setelah berbuah belum terlalu banyak. Cuma panen semusim. Hiks. Maka pemakaian getah pepaya terhenti. Total.

Keadaan kaki setelah memakai Kanna, sebelumnya cukup parah sampe gak berani fotoin.. ;p


Beberapa waktu saya cukup menderita dengan keadaan kaki yang seperti ini. Jelas sekali mengganggu penampilan dong. Masak jalan pakai meringis-meringis..dimana letak kerennya. Trus kadang kaki meninggalkan noda darah di sepatu atau sandal kesayangan lagi. Duh..parah..

Sampai suatu ketika, ada seorang ibu yang prihatin meihat saya jalan sampe pincang-pincang gitu demi mengurangi rasa perih yag mendera di kaki saya. Lalu saya tunjukkan keadaan kaki saya sebenar-benarnya. Dan saya disarankan untuk memakai cream yang katanya cukup manjur untuk kaki pecah-pecah. Belinya di apotik.

Lalu saya menerima saran itu. Segera meluncur ke apotik dan membeli produk yang dimaksud. Harganya cukup terjangkau ternyata. Cukup murah bila dibandingkan pergi ke dokter kulit. Lalu saya pakai produk itu. Dan wow..saya cukup takjub dengan kinerjanya. Kaki saya yang kasarnya minta ampun dan pecah-pecah itu langsung terasa halus dan lembut ketika dioles pakai cream itu. Cara pemakaian sesering mungkin setelah kaki dibersihkan terlebih dahulu. Ternyata cream ini mengandung lecithin yang berasal dari protein kacang kedelai kedelai yang berfungsi sebagai pelembab alami untuk merawat kulit kering, kasar dan pecah-pecah.

Ibarat menemukan soulmate yang telah lama saya rindukan, cream ini menjawab semua kegalauan saya tentang kulit kaki saya. Hanya dengan pemakaian kurang lebih seminggu, kaki saya mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Leganya..Sekarang, tak ada lagi drama harus jalan pincang menahan perih. Tak ada lagi drama harus malu duduk selonjor karena kakinya pecah-pecah.  

Hm..ngomong-ngomong mau tau nggak apa rahasianya ? Apa nama cream itu..Sini saya bisikin..namanya adalah...K...A...N...N...A..

Jeng..jeng..ternyata produk ini tidak hanya dijual di apotik, di supermarket juga ada. Waktu saya beli di supermarket harganya lebih murah bila dibandingkan beli di apotik.

Sang soulmate kaki pecah-pecah.. :D
                                                                                                         

Sunday, August 16, 2015

Tips Cantik Murmer Ala Ibu RT

Halo bu..ibu..gimana kabar hari ini..? Jawab yang keras ya.."Luarrr biaassaaaa..." *sedaappp*. Eennggg..sering ngalamin gak ya..pekerjaan rumah seabreg-abreg sedangkan waktu me time nyaris tak ada. Boro-boro mlipir sebentar ke salon untuk sekedar potong rambut, anak dan suami selalu nginthil untuk berebut kasih sayang seorang ibu..*lebay ih..* Heheheh..tapi dibalik itu, kadang kita merasa bangga ya karena dibutuhkan oleh berbagai pihak..*tsah..*

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang multitasking memang harus multitalenta..Kita dituntut untuk serba bisa untuk menjadi apa dan siapa saja. Bayangkan, ketika lagi masak, si baby menangis. Secepat kilat kompor dimatikan, lalu berlari menuju sumber suara. Sejenak menyusui hingga bayi tenang kembali, dan harapannya tertidur lagi trus bisa disambi lagi gitu..masak memasak lanjut kembali. Tapiii..kadang rencana tak seindah kenyataan. Ternyata si baby terbangun dan enggan untuk menutup mata kembali. Ngambek kalo ditinggal. Sedangkan masakan di dapur dalam skala tanggung. Maju kena, mundur kena..*apa seh..*Nah, dalam situasi seperti ini kita dituntut untuk bisa menentukan prioritas, mengambil keputusan secara cepat. Ini berlaku saat kita gak punya ART lho ya..

Mau tak mau, masaknya ntar lagi aja, rasanya gak karuan biarin. Yang penting my baby safe, sampai tertidur kembali dengan kenyang. Nah, baru deh kegiatan yang lain bisa dilanjut dengan tenang. Anak senang, suami senang, kitanya juga ikutan senang. Rasanya lega banget bisa "mrantasi" semua tugas itu dengan sukses. Walaupun cuma hal kecil, ini juga termasuk sukses lho..sukses kecil..hehehe..

Trus problem yang cukup merisaukan bagi ibu-ibu RT seperti kita ini, maunya kan tetap tampil kece di depan suami ya..Walaupun saat di dapur nyaman cuma pake daster doang ..hihihi..

Etapi, kita bisa lho merawat diri di sela-sela kesibukan sebagai ibu RT. Nggak percaya..? Gini nih cara saya merawat diri, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Murah meriah, hemat waktu, hemat biaya dan pasti tambah disayang suami..ehem..

1. Saat Cuci beras

Biasanya, air cucian beras pertama saya pakai untuk cuci muka dan sisanya saya endapkan di dalam mangkok kecil. Untuk apa ? Ssttt..endapan dari sari tepung beras kan bisa dipakai sebagai masker. Jadi saat pagi hari cuci muka dengan air beras, sore hari sebelum mandi, wajah dimasker pakai sari tepung beras dari endapan air cucian beras itu. Dijamin, wajah jadi berseri dan kinclong. Tak masalah jika jarang facial di salon mahal dan terkenal.

Gambar dipinjam dari sini


2. Saat menggoreng telur

Sering kan ya, habis digoreng telurnya, kulitnya langsung kita buang ke tempat sampah. Padahal, sisa putih telur ada khasiatnya lho. Selain bisa untuk masker wajah supaya kulit kencang, putih telur berkhasiat sebagai penghilang bekas luka. Jadi jika punya bekas luka oleskan saja dengan putih telur yang masih tersisa di kulit telur. Murah meriah kan..

Gambar dipinjam dari sini


3. Khasiat Lidah Buaya

Kalau ini udah pada tahu kan ya. Salah satu khasiat lidah buaya adalah sebagai penyubur rambut. Kebetulan, saya menanamnya di kebun. Jadi sering saya ambil untuk creambath sebelum mandi. Didiamkan selama setengah jam sambil disambi kerjaan rumah lainnya. Trus mandi deh. Keramas sekalian.

 Gambar dipinjam dari sini


4. Teh basi

Semalem habis wedangan (baca : ngeteh ) bareng suami dan anak, biasanya masih ada sisa teh yang belum dikasih gula. Pagi harinya tentu udah gak enak mau diminum lagi. Nah, ternyata air teh basi ini bagus untuk rambut. Katanya sih bisa mencegah uban tumbuh. Tinggal dioles-oles aja ke rambut, diamkan setengah jam, baru deh keramas. 

Gambar dipinjam dari sini

5. Jeruk Nipis

Sering kan pakai jeruk nipis untuk bumbu ikan, ayam, dan sebagainya. Nah setelah diperas, jangan langsung dibuang ampas jeruk nipisnya. Kadang kan masih ada tuh sari jeruknya, usapkan ke tangan, ternyata bisa menghaluskan kulit ho..juga bisa mengurangi kaki pecah-pecah. Gak percaya ? Cobalah.. 

Gambar dipinjam dari sini

Nah, itu tips supaya cantik ala ibu rumah tangga super rempong seperti saya. Gak ada waktu ke salon bukan alasan untuk tidak merawat diri. Cuzz..gampang, murah, meriah..dan satu lagi yang penting harus ada niat. Kalo gak ada niat, yo wis..bubar jalan deh..hehe.

Sunday, July 26, 2015

Horree..Masuk Majalah !

Hari ini, senangnya hati saya ketika menerima surel dari sahabat blogger jika testimoni saya tentang persiapan ASI saat kehamilan dimuat di majalah Ayahbunda edisi 15 edar minggu ini 27 juli 2015 - 9 Agustus 2015. Selengkapnya bisa lihat disini, barangkali mau langganan majalahnya juga..hehehe..

Tulisan saya, dan foto saya beserta anak kedua saya terpampang nyata di majalah itu. Sempat bertanya ini mimpi gak sih...Secara majalah Ayahbunda itu kan majalah yang bonafide sekali, masih satu kerabat dengan majalah Femina itu. Tahu sendirikan kredibilitasnya. Bisa lolos seleksi masuk ke majalah itu merupakan anugerah sekali. Yah, mungkin ini yang namanya hoki alias keberuntungan saya dan anak saya. Bonus dari rasa ingin berbagi pengalaman tentang ASI yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi.

Terus terang, ini kedua kalinya tulisan saya masuk majalah. Yang pertama, tulisan saya dimuat di rubrik Gado-gado majalah Femina pada tahun 2010. Itu juga senangnya minta ampun. Dua kali saya kirim tulisan ke majalah Femina, baru sekali itu dimuat. Penantiannya cukup panjang lagi, sekitar setahun lebih. Tapi senang juga akhirnya bisa dimuat.

Nah, kalau yang sekarang ini masa penantiannya tidak terlalu lama. Cukup satu setengah bulan saja. Faktor keberuntungan itu pasti menyertainya. Sangat surprise pokoknya. Membuat saya semakin semangat untuk menulis lagi, setelah sempat cukup lama "cuti" menulis karena kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu.

Well, ini merupakan pencapaian menurut saya. Walaupun mungkin ada juga sebagian orang yang menganggap ini bukan apa-apa, tapi proses dari perjuangan itu semua membuat saya semakin mengerti bahwa hasil itu akan ada jika kita tak pernah menyerah untuk memperjuangkannya.

Ya sudah, mungkin sudah pada penasaran kan bagaimana penampakan saya di majalah Ayahbunda edisi terbaru. Jeng..jeng..ini dia...cekidot, gan.. :D


Tuesday, July 21, 2015

Tips Supaya Anak Belajar Efektif


Hai..hai..mommy-mommy..anak-anak dah pada libur kan..? Gimana..bisa agak santai ya.. Yang biasanya heboh bangun pagi langsung ke dapur nyiapin sarapan sekarang bisa agak santai dikit lah bangunnya, kecuali yang lagi pada puasa..tetep hehe..Maaf ya, ini tulisan sudah kelamaan ngendon di draft, jadi topik bahasannya seputar libur anak sekolah, sempet postingnya baru sekarang pas anak sudah mau masuk sekolah lagi n abis lebaran. Ah, iya..selamat lebaran ya mom, mohon maaf lahir dan batin..

Oke, lanjut yah..nilai anak-anak gimana, mom..? Bagus kan..pada naik kelas..and ada yang lulus juga kan ya..Syukurlah..Semenjak kurtilas tidak diberlakukan, sistem peringkat alias ranking ada lagi ya..Dan saya cukup surprise ketika kemarin anak mbarep saya dapat juara III di kelasnya. Aih..senangnya..padahal si sulung ini termasuk jarang belajar kecuali kalau ada PR, ada ulangan dan menjelang ujian. Selebihnya..banyakan nonton film kartun, main PS, main sepedaan sama temennya dan kegiatan lainnya yang jauh-jauh dari buku pelajaran.

Ya namanya anak kelas 1 SD, tentunya masih seneng mainnya daripada belajarnya. Tapi satu hal pasti yang selalu saya tekankan kepadanya  tentang tips supaya bisa menyerap pelajaran ada mom..Karena dengan resep itu, bersyukur saya dulu langganan ranking 1-3 dari SD sampai kelas satu SMA hehe..Dan bonusnya, bisa dapat beasiswa dari SD sampai kuliah, sering mewakili sekolah untuk ikut lomba mata pelajaran ( matematika, bahasa Indonesia, cerdas cermat P4, dll). Jadi, resepnya apa..mau tahu ? Baiklah..akan saya share ya..

Sebelumnya, kilas balik dulu tentang pengalaman belajar saat saya sekolah dulu. Saat kelas 1 SD, prestasi belajar saya biasa saja. Bahkan kelas 1 SD awal-awal saya belum bisa baca, baru mengenal huruf doang. Secara, waktu di TK saya tidak diajarin cara membaca. Atau saya yang lupa ya..pokoke, yang saya inget, saya belum bisa membaca dan bingung saat ada pelajaran mendikte.Lambat laun, saya mulai bisa adaptasi dan nilai pelajaran mulai membaik. Mulai kelas tiga SD, saya mendapat peringkat rangking satu trus berlanjut hingga kelas-kelas selanjutnya. Ranking satu terus ? Nggak juga sih, ada juga kalanya nilai menurun jadi ranking 2 terus ranking 3 juga pernah. Trus tahu-tahu melejit ke ranking satu lagi. Ya sekitar 3 besar itu aja. Masuk SMP, peringkat masih 3 besar di kelas, malah sempat meraih juara umum ketiga satu sekolah. Bangga..? Ya pastilah..tapi ada yang lebih penting dari sekedar peringkat itu. Ilmunya bagaimana, apakah benar-benar nyangkut di otak saya atau hanya sekedar angka-angka bagus dan peringkat saja yang saya kejar. Trus dengan pencapaian itu apakah saya belajar terus sampai gak ada waktu untuk main dan santai-santai.

Nehi..nehi..waktu bermain dengan teman tetap harus ada. Saya nggak mau nilai bagus tapi sosialisasi kurang. Itu juga yang selalu saya tekankan untuk anak saya. Nilai dan prestasi boleh bagus, namun potensi diri yang lain juga harus dikembangkan.

Ini dia tips supaya anak belajar efektif versi saya based on true story..hihihih..

1. Konsentrasi dan Fokus 

Ini berlaku saat anak berada di kelas sementara guru menerangkan pelajaran. Saya selalu  mengingatkan supaya anak saya jangan berpikir soal lain kecuali apa yang diajarkan oleh guru saat itu. Jadi harus konsentrasi dan fokus, kalo udah ngerti diingat-ingat dan kalo belum paham segera bertanya. Sehingga, pelajaran diusahakan nyantol di otak saat itu juga. Kan, jadi lebih mudah untuk mengingatnya lagi kapan-kapan
2. Mengulang kembali pelajaran setelah sampai di rumah 

Nah setelah di sekolah tadi udah ngerti soal pelajaran yang diterima, sampai rumah diulang lagi karena masih fresh jadi lebih gampang ingetnya. Ini juga cara untuk nyicil pelajaran dari sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Gak usah lama-lama juga, paling sekitar 15 menit aja. Yang penting sudah terekam di otak. Tujuannya sih, supaya anak tidak terjebak pada sks (sistem kebut semalam) menjelang ujian

3. Say big no for cheat

Yap..saya menegaskan kepada anak saya jangan sampai menyontek. Selalu saya tekankan, berapapun nilai yang berhasil ia raih akan selalu saya hargai jika mengandalkan kemampuannya. Tak ada toleransi jika anak saya mendapat nilai bagus namun hasil dari mencontek. Itu curang. Dosa, dan tentunya tidak baik untuk perkembangan mental anak. Proses lebih penting dari sekedar hasil. Saya usahakan untuk selalu menumbuhkan kepercayaan diri pada anak sehingga dengan kemampuan dirinya dia akan lebih comfort dengan apa yang ia capai. Jika suatu waktu mendapat nilai jelek, ya dievaluasi dicari penyebabnya apa. Jika memang kurang belajar ya dibenahi. Tapi jangan sampai anak mencari jalan pintas demi mendapat nilai bagus hanya karena takut dimarahi jika nilainya jelek.

4. Mengatur jadwal saat di rumah

Walaupun kadang agak sulit untuk bisa teratur, namun setidaknya sebagai orang tua harus tegas memberlakukan peraturan di rumah. Ada waktu untuk belajar, santai dan bermain bersama teman. Sejauh ini sih, anak saya masih bisa diatur kapan dia harus makan, bermain, mandi dan belajar.

Ya..ya..ya..ehm..tips apalagi ya..saya rasa sih udah ya.. Yang terpenting sih saya dan suami sebagai orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak. Selalu support apa yang menjadi keinginan positif anak. Jangan sampai anak merasa terabaikan dan tidak diperhatikan. Kuncinya sih kalau anak tidak kekurangan kasih sayang orang tua, biasanya anak bisa lebih mudah diatur. Komunikasi dua arah sangat penting dan harus menjadi prioritas utama. 

Oke..oke..sekian dulu tipsnya..dadah.. :D

Wednesday, July 1, 2015

Menabung Yuk..!

Bing beng bang
Yok.. kita ke bank

Bang bing bung
Yok.. kita nabung

Tang ting tung 
Hey.. jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung

Ada yang masih inget lirik lagu anak-anak tentang menabung itu...? Kalo gak salah penyanyinya Saskia and Geofany. Penciptanya tante Titik Puspa. Lagu ini cukup hits di sekitar tahun 80-an, saat saya masih kanak-kanak. Ada yang tahu..? Toss dong, berarti kita seumuran. Hiks..*ketahuan tuwirnya*

Saya ingat, pertama kali menabung di bank  tahun 1998 di BCA dengan saldo awal 25 ribu rupiah. Dapat ATM. Senangnya dapat ATM pertama kali. 

Kartu ATM saya pertama kali tahun 1998, sampai sekarang masih digunakan :)


Arti menabung bagi saya : SANGAT PENTING

Iya, menabung termasuk "the most important thing". Why ? Karena, menabung menentukan masa depan kita. How ? Dengan menyimpan uang, kita punya sangu untuk mencapai tujuan kita di masa yang akan datang. Duh, abstrak banget sih, coba konkritnya bagaimana..pusing pala baby nih..

Misalnya aja nih, sebagai orang tua, kita punya cita-cita untuk menyekolahkan anak semaksimal kemampuan kita, bahkan diusahakan bisa sampai ke luar negeri. Bagaimana mungkin bisa tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang ? Nggak mungkin dong ujug-ujug kita punya biaya besar jika tidak menabung dari sekarang. Iya kan..? Hm..iya juga sih..trus bentuk menabungnya gimana tuh..? Pakai celengan jago ? Berapa tahun ? Butuh berapa celengan jago..? Aduh..ini jaman milenium ya..ada bank..ada macam-macam bentuk investasi..Gunakan itu..

Macam-macam bentuk investasi jangka panjang, misalnya :
  • Asuransi : ada asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, yang  bisa kita gunakan saat dibutuhkan
  • Property : tanah, bangunan, nilainya tidak akan turun bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu..
  • Deposito : kalau ada uang nganggur lebih baik di depositokan dalam jangka waktu tertentu..lumayan kan dapet bunga
  • Emas : termasuk logam mulia yang nilainya naik turun, namun kalaupun turun tidak terlalu drastis dan biasanya akan naik lagi
  • Dolar : biasanya nilainya akan selalu naik di saat rupiah terpuruk
  • Saham : ini juga bentuk investasi, tapi sebaiknya pelaku cukup paham tentang lika liku bursa saham, karena resiko cukup besar dan sifatnya tidak bisa dipastikan alias gambling

Tips Menabung Ala Saya
 
Pernah gak sih suatu waktu kita butuh uang tapi tidak mau mengganggu gugat uang di bank, ataupun investasi jangka panjang di atas. Kalau saya sering, misalnya tiba-tiba ada undangan kondangan nikah, sunatan, melayat, menengok orang sakit, arisan, dan lain sebagainya, yang mau tidak mau harus kita lakukan sebagai makhluk sosial. Biasanya saya menyisihkan uang secara manual dari sisa belanja harian. Jadi jika misalnya tiap hari sudah dipatok untuk uang belanja makan 50 ribu rupiah. Ternyata saya bisa menghemat hari ini cuma 30 ribu, berarti ada sisa 20 ribu, langsung saya masukkan ke celengan jago. Besok lagi ada sisa belanja berapa, ya di masukkan terus. Prinsipnya jangan sampai sehari lebih dari 50 ribu rupiah, kalau sisa ya boleh banget. Lumayan kan..

Celengan ayam jago yang legendaris n fenomenal

Trus, pernah juga menabung tapi di target. Ini biasanya terjadi karena ada pengeluaran di luar rencana rutin bulanan. Misalnya, bulan depan ada acara piknik bersama teman-teman arisan. Sudah diputuskan dana sekian. Karena waktunya sebulan lagi dan tak ada uang lebih karena sudah ada pos-pos pengeluaran masing-masing, maka saya menarget sehari harus bisa nabung sekian. Misalnya, biar gampang ngitung..saya butuh dana 300 rb bulan depan untuk piknik. Karena waktunya sebulan lagi, berarti supaya bisa dapet uang segitu saya harus nabung 10 ribu rupiah setiap hari. Nah, ini bisa diambilkan dari sisa belanja harian, jadi uang yang masuk ke celengan jago dikurangi 10 rb. Lalu saya menyediakan celengan khusus lain untuk kegiatan piknik itu.


Celengan jago bersama teman sesama celengan :D

Kalau kebutuhan uang tidak hanya satu macam, ya sediakan saja kaleng khusus yang banyak, ditulisi dan di target tiap hari harus nabung berapa. Jumlahnya bisa beda-beda sesuai kebutuhan. Rumit juga ya..hehehe..saya mah gitu orangnya..gak mau tekor sih..
Kaleng-kaleng ini bisa berubah fungsi jadi celengan dadakan ;p

Prinsip supaya bisa menabung ala saya :
  1. Jangan menunggu kaya baru menabung, berapapun penghasilan wajib ditabung minimal 10%
  2. Begitu menerima uang, langsung sisihkan uang untuk menabung 
  3. Biasakan hidup hemat, efektif dan efisien
  4. Memperkecil pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
  5. Gaya hidup apa adanya, tidak perlu gengsi
  6. Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Nah, karena menabung ini penting, dan manfaatnya banyak banget..maka, saya juga mengajari anak untuk menabung sejak dini. Bagaimana caranya ?

Cara saya mengajari anak menabung :
  1. Memberi pemahaman jika ingin sesuatu, harus menabung dulu
  2. Ada celengan jago khusus anak, yang diisi saat uang saku sisa, dan dapat rejeki dari eyang atau saudara yang datang
  3. Membiasakan membawakan bekal makanan ke sekolah sehingga uang saku bisa full ditabung
  4. Ikut menabung di sekolah
Cerita tentang menabung di sekolah, kemarin saat kenaikan kelas anak sulung saya dapat reward juara I menabung paling rajin dan banyak di kelas. Menabungnya setiap hari senin, rabu dan jumat. Saya membiasakannya untuk jangan lupa menabung di sekolah. Mekanismenya,  anak saya diberi buku tabungan yang  jumlah uangnya diisi sendiri dan di paraf orang tua, kemudian Wali kelas mencocokkan uang dan jumlahnya kemudian paraf. Jenis tabungannya ada dua macam dalam satu buku tabungan yaitu tabungan wajib dan tabungan sukarela. Tabungan wajib di bagi saat kelulusan SD, sedangkan tabungan sukarela dibagikan setiap kenaikan kelas. Senang sekali anak saya dapat buku tulis selusin, kan budget untuk beli buku bisa ditabung..hehehe..

Nah, itu pengalaman saya tentang menabung. O,ya sudah tahu belum ya, kalau jaman sekarang, ada website canggih yang memudahkan kita untuk mendapatkan banyak info tentang menabung lho. Tengok aja di Cermati. Mau tanya apa saja tentang tabungan, pinjaman, bank mana aja..semuanya ada dan lengkap..kap..cuzz..langsung ke tkp ajahhh..Sampai ketemu disana ya...

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

http://www.emakgaoel.com/2015/06/lomba-blog-share-tips-menabungmu.html

Sunday, May 24, 2015

Hamil itu Keajaiban

Kehamilan bagi saya adalah anugerah, keajaiban dan surprise terindah dari-Nya. Kehamilan menjadi reminder betapa kecilnya saya di hadapan-Nya. Saya sendiri merasakan, betapa sulitnya kehamilan itu, tapi melalui Kuasa-Nya semua bisa terlewati. Ya..saya selalu merasa terharu setiap mengingat kehamilan saya.

Saya mengalami kehamilan tiga kali. Dari tiga kali itu, satu kali mengalami keguguran sehingga saya dipercaya oleh Tuhan untuk dititipi dua orang anak, satu putra dan satu putri. Sepasang. Lengkap. Puji Tuhan.

Ketiga kehamilan itu, tidak mudah pada awalnya. Saya selalu mengalami flek hingga pendarahan di trimester pertama. 

Ada beberapa persamaan dari ketiga kehamilan itu : 

1. Keluar flek hingga pendarahan

Saat hamil si sulung, saya mengalami flek hingga sepuluh kali saat usia kehamilan 10 minggu. Padahal saat itu saya masih bekerja sebagai seorang karyawan. Oleh dokter kandungan saya diberi obat penguat premaston. Flek bisa berhenti saat usia kehamilan menginjak minggu ke-12.

Kejadian itu berulang kembali saat saya hamil kedua kalinya saat si sulung sudah berusia 6,5 tahun. Di usia kehamilan 6 minggu, saya mengalami flek kemudian periksa ke obgyn dan diberi obat penguat Prestenol. Saya merasa bersalah tidak segera periksa kehamilan begitu test pack positif. Saya masih santai menunggu nanti saja periksanya kalau sudah uk 8 minggu karena saya pikir waktu hamil kakak dulu, di uk 8 minggu janin belum kelihatan saat di usg. Kantong janin baru kelihatan saat usg dua minggu berikutnya. Ternyata, di uk 8 minggu sampai seminggu kemudian, flek tidak berhenti yang lama kelamaan menjadi pendarahan seperti menstruasi  meskipun sudah diberi obat penguat Prestenol. Pendarahan terus terjadi hingga akhirnya saya keguguran di uk 10 minggu. Duh..sedihnya saat saya harus menjalani kuretase.

Enam bulan pasca keguguran, saya dan suami memutuskan untuk hamil lagi, dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Saya hamil untuk ketiga kalinya. Untuk kehamilan kali ini saya lebih waspada mengingat riwayat kehamilan saya sebelumnya. Begitu test pack positif saya dan suami segera periksa ke Obgyn meskipun saat di usg kantung janin belum kelihatan. Seperti biasa saya diberi vitamin untuk ibu hamil. Di uk 4 minggu, saya kembali was-was ketika saya mengalami flek lagi. Duh, Gusti..saya tidak ingin keguguran lagi. Segera saya periksa diantar suami dan diberi obat penguat Allynol. 

2. Bedrest  

Iya, saat kehamilan pertama dan kedua mengalami flek saya bedrest. Namun tidak total. Tetap beraktivitas namun hati-hati. Lha gimana, saat itu saya masih bekerja. Paling tiduran sebentar lalu aktivitas kembali. Setelah mengalami keguguran, dan kehamilan ketiga mengalami flek lagi, saya memutuskan untuk bedrest total. Selama 3 bulan saya menghabiskan banyak waktu untuk tiduran. Kebetulan, saya dan suami sudah resign dari pekerjaan dan buka usaha bersama. Saya benar-benar ingin kehamilan ketiga ini berhasil. Tak henti-hentinya saya berdoa sambil berurai air mata. Saat itu, saya was-was ketika flek masih saja ada meskipun sudah bedrest dan minum obat penguat. Duh Gusti..mudahkanlah kehamilan kali ini. Kegiatan naik motor saya stop total. Kegiatan antar jemput anak sekolah dilakukan oleh suami di sela-sela waktu mengurus toko usaha kami.  Keluar rumah juga saya kurangi kecuali pergi ke gereja dan periksa ke dokter. Selanjutnya saya bedrest saja. Dan ternyata, Tuhan mendengar doa saya..flek dan pendarahan berhenti setelah uk memasuki 12 minggu.

3. Ketidakseimbangan hormon

Konon, flek dan pendarahan yang saya alami ini karena ketidakseimbangan hormon progesteron dalam tubuh saya. Tubuh saya kekurangan hormon progesteron yang berfungsi untuk melekatkan janin di dalam kantong rahim. Sehingga perlu diberi obat penguat kandungan yang sebenarnya berfungsi untuk menyeimbangkan kadar hormon progesteron dalam tubuh saya sehingga janin bisa melekat dengan baik di kantung rahim dan harapannya bisa berkembang sebagaimana mestinya. Jadi obat penguat bukan untuk memperkuat kandungan karena sebenarnya kandungan atau rahim itu sudah kuat, hanya hormonnya saja yang diseimbangkan. Bermacam-macam merk obat penguat kandungan yang pernah saya konsumsi antara lain Premaston, Prestenol dan Allynol.

Biasanya ketidakseimbangan hormon ini terjadi di kehamilan trimester pertama dan berakhir saat uk 12 minggu ke atas, karena di usia kehamilan ini, tubuh sudah memproduksi hormon progesteron sendiri. Sehingga, di trimester kedua flek akan berhenti dan tidak diperlukan obat penguat kandungan lagi.

4. Telat dari HPL

Uniknya, kedua anak saya sama-sama mengalami kelahiran yang telat seminggu dari perkiraan lahir. Saya tidak mengalami bagaimana rasanya kontraksi atau pecah ketuban sebelum lahir. Jadi di hari perkiraan lahir saya tetap biasa saja tidak merasakan perut mulas dan kontraksi seperti orang akan melahirkan. Saya cukup khawatir saat anak pertama tak kunjung lahir. Padahal tiap pagi jalan-jalan, ngepel pake tangan dan kegiatan lain yang mempermudah proses persalinan. Beredar info kalau anak nggak lahir-lahir nanti kalau lahir anaknya berwajah tua, ada yang cacat, keracunan ketuban, plasenta mengalami pengapuran dan lain sebagainya yang cukup membuat saya risau. Lalu saya periksa ke Obgyn, dan setelah tahu saya  telat 5 hari dari HPL, saya disarankan untuk masuk RS dua hari kemudian untuk diinduksi. Dokter juga berpesan jika sebelum dua hari itu saya merasakan mulas atau pergerakan janin berkurang, langsung datang saja ke Rumah sakit bagian persalinan. Seperti de javu, ketika saya mau melahirkan anak kedua sama kejadiannya dengan saat  mau melahirkan anak pertama. Kebetulan saya memilih Obgyn yang sama.

Hm..itu tadi persamaan saya saat hamil tiga kali. Trus..pada penasaran gak ya kalau hamil anak laki-laki dan perempuan itu bagaimana. Kebetulan anak saya yang pertama laki-laki dan anak kedua saya perempuan. Penasaran ? Baiklah..akan saya ceritakan.

Begini ceritanya.. *mata menerawang hihihih..*

Hamil anak laki-laki ( si sulung ) :
  1. Teler, tiap hari mengalami morning sick, mual dan muntah-muntah, lemes pokoknya
  2. Senang makan yang asin-asin, contohnya telur asin..iya..suka banget, gak suka yang manis-manis
  3. Males dandan, kalo kerja seadanya aja gak suka aneh-aneh
  4. Kata orang sih, bentuk perut lonjong
  5. Saat kehamilan 7 bulan saya kena cacar air, sehingga harus diopname di rumah sakit. Obgyn sempat salah memberi info yang membuat deg-degan jika ibu hamil kena cacar air, resiko 10% bayi akan mengalami cacat pada pendengaran, kelainan perkembangan mata dan kepala bayi bisa membesar. Ternyata dilarat jika kemungkinan hanya 1%, itupun jika usia kehamilan masih trimester pertama. Duh..dok..bikin senewen aja..pokoknya saya dan suami berdoa dan berpasrah diri
  6. Mengalami perlakuan induksi, ini karena sudah telat dari HPL dan saya tidak merasakan perut mulas atau kontraksi sama sekali, maka Obgyn segera menginstruksikan saya diinduksi setelah rekam jantung bayi cukup kuat untuk diinduksi. Saya diinduksi dengan cara diberi obat tiap 4 jam sekali sampai tiga kali, namun pembukaan mulut rahim hanya sedikit (sampai bukaan dua). Lalu saya diinduksi dengan cara diinfus, ternyata cukup ampuh, baru beberapa tetes bukaan mulut rahim bisa cepat hingga sampai bukaan sembilan. Efek samping induksi adalah ternyata sakit sekali rasanya, perut mulas tiap 5 menit sekali dan jika janin tidak kuat bisa mengakibatkan janin stress karena perlakuan ini membuat janin di dalam perut merasa tidak nyaman.
  7. Melahirkan secara normal setelah hampir kehabisan tenaga karena diinduksi selama 24 jam. Sempat muntah dua kali karena kecapekan dan kesulitan mengejan. Akhirnya di detik-detik terakhir saat dokter mengultimatum akan melakukan vacum atau operasi caesar sebagai jalan terakhir, entah kekuatan darimana saya bisa mengejan sekuat tenaga dan si sulung akhirnya bisa lahir. Tak peduli walaupun dijahit hampir menyerupai obras.
Hamil anak perempuan ( si bungsu ) :
  1. Mual dan muntah tidak terlalu sering seperti hamil anak laki-laki
  2. Senang makan yang segar-segar rasa manis dan asam, pedas juga tapi tidak banyak-banyak..
  3. Senang dandan, kata orang keliatan fresh dan cantik..banyak yang nebak kalo nanti anaknya cewek
  4. Kata orang lagi, bentuk perut bundar 
  5. Tidak mengalami induksi karena janin kurang responsif / gerakan berkurang
  6. Lahir secara operasi caesar, perut saya tidak mengalami kontraksi sehingga terjadi pendarahan cukup banyak, setengah sadar saya mendengar Obgyn berkata,"Berdoa mba.., tidak kontraksi ini.." Ya Tuhan..saya berdoa dalam keadaan antara sadar dan tidak, kemudian saya merasa pusing dan tidak ingat apa-apa selain rasa melayang-layang di atas awan yang putih. Padahal kalau operasi caesar seharusnya tetap sadar karena yang dibius hanya perut ke bawah. Saya sadar kembali saat dokter sudah selesai melakukan operasi dan saya bisa mencium bayi kedua saya. Kata dokter, alat yang digunakan untuk menjepit pembuluh darah supaya kontraksi dan mengurangi pendarahan sampai dua set. Ya Tuhan..terima kasih akhirnya saya bisa sadar kembali dan bisa melihat anak kedua saya. Benar-benar pengalaman melahirkan yang cukup menegangkan.
Foto kiri saat hamil si bungsu, perempuan
Foto kanan saat hamil si sulung, laki-laki
Ada perbedaan bentuk perut gak, ya..? Bulat atau lonjong .. ^-^

Nah, cerita tentang kehamilan sudah. Sekarang,  coba perhatikan foto diatas. Saya merasa beruntung karena kedua kehamilan saya telat dari hpl, jadi bisa foto dulu menjelang kelahiran. Coba kalau sudah mules duluan atau ketuban pecah, mau foto-foto..mana sempaaatttt...heheheh..Benar gak ya perut saya lonjong saat hamil anak pertama (foto kanan). Atau benarkah perut saya bentuknya bundar saat hamil anak kedua (foto kiri). Mitos atau fakta, yang pasti saya sangat bersyukur kedua anak saya lahir tanpa kurang suatu apapun. 

Dan, saya merasakan hampir semua cara melahirkan dari normal, induksi, kuretase hingga operasi caesar. Kalau disuruh membandingkan, mana yang paling sakit diantara semuanya itu ? Hm..semua sakit ! Tapi, semua rasa sakit itu terbayar dengan pecahnya tangis bayi. Waaahhh..rasanya bahagiaaaa...sekali...Saya merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dengan memberi kepercayaan kepada saya untuk menyendang gelar seorang ibu. It's so amazing.

 Foto kiri : Si Sulung 
Foto kanan : Si Bungsu


Tuesday, April 21, 2015

Memberi Saat Kekurangan

Adalah pak Sarpo, sosok yang sangat sederhana. Rumahnya mungil, dari bilik bambu di sebuah pedesaan yang sepi. Ia tinggal bersama istrinya yang sama rentanya. Pekerjaannya sebagai pengupas kulit biji jambu monyet yang biasa disebut mete. Ya, mete tergolong makanan yang cukup mahal. Rasanya enak dan gurih. Per kilogramnya bisa mencapai harga kurang lebih sembilan puluh ribu rupiah tergantung pasar. 

Namun tahukah kalian jika pekerjaan mengupas kulit mete yang keras adalah pekerjaan yang tidak mudah ? Dibantu dengan alat khusus semacam pisau dari besi, pak Sarpo setia dengan profesinya. Upah mengupas mete per kilogramnya lima ribu rupiah. Murah ? Memang. Satu kilogram mete itu banyak. Saya membayangkan besarnya resiko jika tak sengaja terkena pisau yang tajam dan terkena getah mete, yang setahu saya bisa membuat kulit gatal dan melepuh.

Ceritanya, saya ndandakke mete dari satu pohon yang saya punya. Nggak banyak, mungkin sekitar seperempat kilo saja. Sebenarnya bisa menunggu supaya lebih banyak, namun anak saya sudah merengek ingin segera merasakan mete dari pohon sendiri. Oleh pak Sarpo disuruh menunggu satu hari pengerjaan selesai karena masih harus menyelesaikan pesanan orang lain yang ndandakke mete 14 kg. Wow..

Sebelumnya, saya juga pernah ndandakke mete di tempat ini juga. Dan gak banyak. Sama pak Sarpo waktu itu mete saya ditukar dengan mete yang sudah dikupas karena jumlah mete yang saya bawa tidak banyak. Saat saya akan membayar, kata pak Sarpo tidak usah bayar, gratis saja. Wah, saya tidak enak ati, tapi beliau tetap tidak mau menerima uangnya.

Saya punya harapan, kedatangan saya kali ini, meskipun dengan jumlah mete yang saya dandakke masih sedikit, pak Sarpo mau dibayar berapapun itu. Bahkan saya tidak keberatan jika harus membayar seharga jasa mengupas satu kilogram mete. Dan keesokan harinya saat saya akan membayar, pak Sarpo tetap bilang tidak usah, cuma sedikit kok..waduuuhhh...

Saya jadi mikir, lain kali saya mau mengupaskan mete malah tidak enak dikasih gratis. Maka saya berusaha mengumpulkan mete lebih banyak dari sebelumnya. Dan sekarang, saya yakin jika mete yang akan saya dandakke lagi lebih banyak tapi tetap belum ada satu kilogram.

Lalu saya datang lagi ke pak Sarpo. Seperti biasa, saya menunggu keesokan harinya untuk diambil. Kali ini saya bertekad, mau tidak mau dibayar, tetap akan saya bayar. Profesional dong pak..kan bapak sudah capek. Masak jasanya tidak mau dihargai.

"Pinten pak ?", tanya saya.
"Pun mboten sah, namung sekedik.."
"Wah, mboten pak..kala wingi sampun gratis kok..pun monggo.."
"Mboten sah, mboten napa-napa.."
"Ah, mboten pareng ngoten pak.."
Lalu saya menghampiri istri pak Sarpo dan memberikan uang yang telah saya siapkan tanpa menghiraukan ucapan pak Sarpo. Istrinya tidak menolak. Ah..tahu begitu dari kemarin saya kasih istrinya saja.
"Matur nuwun pak.."

Lalu bergegas saya meninggalkan rumah itu dengan rasa haru. Pak Sarpo, dalam kekurangannya masih mau memberi, berbagi tanpa mengharap imbalan yang seharusnya pantas dia terima. Jasa manual yang tergolong minim upahnya itu masih dia potong dengan harga gratis. Ah..saya jadi malu. Apa saya bisa seperti itu..memberi tanpa mengharapkan pamrih. Langka di jaman sekarang yang notabene kebanyakan orang berlomba-lomba mengejar banyak materi. 

Betapa kaya hatimu, pak Sarpo. Dengan memberi saat kekurangan, Tuhan akan melebihkan rejeki Bapak. Amin.




Alat pembuka biji mete (gambar dipinjam dari sini )

Sunday, July 6, 2014

Tips Supaya ASI Lancar


ASI sekali perah 180 ml :) 

Halo, ibu-ibu..gimana kegiatan hari ini ? Sudah masak, nyapu, ngepel, nyuci, ngurus anak, ngurus suami..halah..ternyata kerjaan seabreg-abreg ya bu..capek deh..

Hm..biar capek, ternyata menjadi ibu itu anugerah lho..bahagianya tak tergantikan oleh apapun, terutama jika melihat anak-anak tumbuh dengan riang gembira ya...

Ngomong-ngomong, apakah ibu-ibu ada yang baru melahirkan seperti saya ? Iya, saya kan abis lairan, bu..anak kedua, adiknya mas Andro. Cewek. Sip dah, Tuhan selalu punya rencana indah..keajaiban itu terjadi, bu..

Kebayang dong, gimana repotnya punya baby. Riweuh...tapi happy moms..Dan saya sangat bersyukur karena saya bisa menyusui bayi saya dengan ASI yang lumayan lancar jaya. Beda dengan mas Andro yang merasakan ASI saya fifty-fifty sama sufor (susu formula), dedek Rea bisa merasakan ASI full saya. Eksklusif. Bangga dan bahagia tentunya.

Lalu, gimana supaya ASI bisa lancar..padahal waktu anak pertama ASI saya cuma sedikit, itupun ditinggal kerja. Hu..hu..kasihan mas Andro, padahal waktu itu mas Andro disinar karena bilirubin tinggi, butuh asupan ASI yang banyak, sedangkan saya hanya bisa memompakan ASI sebanyak 30 ml sekali peras. Hiks..sedih ya..

Berdasarkan pengalaman pahit itu, saya bertekad untuk bisa menyusui ASI secara eksklusif untuk anak kedua saya. Memang butuh perjuangan ekstra, mengingat saya harus dioperasi caesar untuk anak kedua ini. Mungkin ibu-ibu ada yang mengalami, bagaimana sakitnya sehabis operasi caesar. Untuk miring ke kiri dan ke kanan saja hadeuh..sakit banget di hari pertama sesudah operasi. Tapi saya harus segera menyusui anak saya. Maka, saya berjuang untuk meyusukan ASI saya yang belum keluar banyak waktu itu. Saya mencoba terus. Memang dek Rea menangis karena kesal ASI nya keluar sedikit sedangkan dia masih haus. Tapi saya tetap menyusukannya meskipun puting saya sampai lecet berdarah-darah. Uh..sakitnya.. 

Asumsinya jika puting payudara sering dihisap, akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak. Saya mencoba sabar dan tabah untuk bertekad menyusuinya di tengah rasa sakit pasca operasi. Mana tangan masih diinfus, punggung sakit, puting sakit..wah..semuanya harus dilawan demi ASI yang sangat penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi.

Hari kedua ASI saya belum lancar, sedangkan dek Rea sudah sangat kehausan. Puting saya bertambah parah lecetnya. Badan saya sudah tidak karuan rasanya. Sembari mencoba untuk berusaha bisa duduk, saya menyusukan ASI yang masih mengandung colustrum. Tidak keluar banyak, dan dek rea menangis keras sekali. Saya tidak tega, suami juga tidak tega, dan karena takut dek Rea mengalami dehidrasi, maka suami minta kepada perawat untuk memberi dek Rea susu formula karena ASI belum lancar. Sebenarnya saya juga tidak rela, tapi mengingat kondisi, akhirnya saya pasrah. Dek Rea sempat diberi susu formula 3 kali masing-masing 30 ml selama di rumah sakit.

Hari ketiga pasca operasi, saya sudah boleh pulang ke rumah bersama dedek bayi. Puji Tuhan dek Rea termasuk well baby yang tidak mendapat perawatan khusus seperti diinkubator, diinfus ataupun disinar seperti kakaknya dulu. Jadi bisa barengan pulangnya sama saya. Beda dengan mas Andro yang ditinggal di rumah sakit, sedangkan saya sudah boleh pulang.

Sampai di rumah, segala upaya saya lakukan demi kelancaran ASI saya. Hampir 2 jam sekali saya menyusui, namun saat puting saya lecet luar biasa dan saya tidak tahan, maka saya inisiatif untuk memompakan ASI saya. Sakit juga sebenarnya, namun tidak sesakit saat dihisap dek Rea yang masih kasar lidahnya.

Pertama memompa dengan breast pump yang sederhana, saya mendapatkan 60 ml selama hampir satu jam. Pegel juga tangan dan leher saya. Tapi itu lebih baik dibandingkan anak pertama dulu yang hanya mendapatkan 30 ml sekali pompa. Segala makanan dan minuman yang bisa membuat ASI lancar saya konsumsi, selain obat pelancar ASI dari dokter yaitu laktafit. Makanan dan minuman itu antara lain susu, daun katu, pepaya, daun pepaya, daun kelor, bayam, wortel, daun ketela rambat, daun singkong, buah-buahan dan sayuran lainnya.

Makin lama, ASI saya makin lancar. Dek Rea tidak menangis kehausan lagi, dan puting saya lecetnya mulai sembuh, karena ternyata  ludah bayi mengandung enzim yang bisa menyembuhkan puting lecet. Selain itu, volume ASI saat diperas juga bertambah menjadi 90 ml, 120 ml, 180 ml hingga 210 ml sekali peras. Luar biasa. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi saya. Tak percaya jika ternyata ASI saya bisa cukup banyak. Sama sekali tak terpikirkan untuk memberikannya susu formula. Ternyata pikiran senang dan nyaman pun bisa mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI kita. Saat stress, hormon yang merangsang ASI pun ikutan ngambek, namun jika kita happy, hormon perangsang ASI akan bekerja secara maksimal. Selain itu, semakin sering kita menyusui, produksi ASI juga semakin banyak, karena logikanya, semakin banyak permintaan tentunya semakin banyak produksi yang dihasilkan. Jadi, jangan pernah menyerah jika produksi ASI hanya sedikit, dengan banyak cara, ASI bisa dirangsang untuk berproduksi semakin banyak. Dan bagi ibu bekerja, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyusui ASI karena ASI bisa dipompa, disimpan di kulkas hingga bisa diminumkan ke bayi kapan saja. Kalau kita sudah patah semangat untuk tidak menyusui, ya sudah..tentu saja ASI tidak akan berproduksi karena tidak adanya rangsangan. Tapi jika sering dipompa, sering menyusui, maka ASI akan terus berproduksi.


Rekor tertinggi 210 ml sekali pompa :D

Ada beberapa info untuk penyimpanan ASI di kulkas, sebaiknya pilih botol kaca yang tidak mudah bereaksi dengan suhu. ASI yang disimpan di freezer yang jarang dibuka bisa tahan hingga 3 bulan. Jika freezer sering dibuka, ASI tahan hingga 2 bulan. Jika ASI disimpan di kulkas di bawah freezer, ASI bisa tahan hingga 48 jam. Jika ASI dibiarkan saja di suhu ruang tanpa dimasukkan kulkas, ASI bisa tahan hingga 6 jam. Jadi, tidak ada alasan kan untuk tidak menyusui dengan ASI ?

Sekarang saya bisa merasakan sensasi rasa senang saat menyusui, kepanikan saat ASI mengucur deras sementara bayi saya sudah tertidur pulas kekenyangan. Maka ASI segera saya peras, sampai payudara terasa kosong, dan ternyata ASI akan cepet produksi kembali. Dek Rea sekarang berusia 3,5 bulan. Semoga tetap bisa menyusui eksklusif hingga 6 bulan, dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelahnya. Rencananya sih tetap menyusui ASI hingga 1 tahun lebih. Pokoknya, selama ASI masih lancar, minumkan. Demi  pertumbuhan bayi yang sehat. Jangan takut payudara jadi jelek setelah menyusui. Dengan rajin olahraga, semuanya akan baik-baik saja. Hidup ASI ! Merdeka !
Produsen dan konsumen ASI :))

Wednesday, May 7, 2014

Jurnal Kelahiran Rea


Yup..akhirnya, lahir juga adiknya Andro yang telah lama dinantikan dengan perjuangan yang cukup menegangkan. Walaupun bisa dibilang baru sempat posting sekarang, it's better late than never. Yang penting niat untuk berbagi cerita tersampaikan..hehehe..

Hm..baiklah, akan kumulai ceritanya..
  • Tiga bulan pertama kehamilan, tepatnya saat kehamilan 4 minggu aku mengalami flek hingga sedikit pendarahan  yang mengharuskan untuk bedrest total di rumah
  • Selama tiga bulan pertama, tepatnya sejak  kehamilan 4 minggu, minum obat penguat Alynol
  • Selama minum obat penguat kandungan, pendarahan masih terjadi beberapa kali
  • Pendarahan terhenti setelah kehamilan memasuki usia 12 minggu, karena hormon progesteron sudah dihasilkan sendiri oleh tubuh
  • Pendarahan terjadi karena ketidakseimbangan hormon progesteron yang berfungsi melekatkan janin pada rahim
  • Fungsi obat penguat kandungan adalah untuk menambah hormon progesteron
  • Vitamin yang diminum selama hamil adalah Vica Natal di uk 4 minggu, Asam folat di uk 6-8 minggu, uk 9-13 minggu Vica Natal kembali, Sofero di uk 14 minggu dan 22 minggu, Folamil Genio dan Ossoral di uk menjelang persalinan
  • Vitamin diminum sehari sekali, masing-masing vitamin mempunyai fungsi sendiri
  • Hari perkiraan lahir 10 Maret 2014, mens pertama terakhir tanggal 3 Juni 2013
  • Selama hamil, mengurangi kegiatan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, kecuali mbonceng atau duduk manis di mobil
  • Saat usia kehamilan 38 minggu, berat janin masih 2 kg, kemudian disuruh dokter Spog minum Peptisol yaitu minuman protein tinggi, seminggu kemudian berat janin naik menjadi 2,8 kg
  • Merasakan perut mules, kontraksi tanggal 7 Maret 2014, selanjutnya tidak terasa lagi, ternyata itu kontraksi palsu
  • Sampai tanggal 10 Maret 2014, hpl-nya, tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan seperti kontraksi 10 menit sekali
  • Saat periksa ke dokter, usia kehamilan 40 minggu + 5 hari, dokter menyarankan untuk segera datang ke rumah sakit tanggal 17 atau 18 Maret untuk diinduksi
  • Tanggal 18 maret 2014, rencana induksi gagal karena saat rekam jantung janin kurang reaktif
  • Gerak janin berkurang, sehingga dokter tidak berani melakukan persalinan secara induksi, karena takut janin mengalami stress
  • Akhirnya 18 Maret 2014, pukul 15.36 WIB, Aurea Amaranta Tivia (Rea) lahir dengan jalan operasi caesar